• Tidak ada hasil yang ditemukan

Strategi dan Arah Kebijakan Pembangunan Daerah

STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

Bagan 6.2: Strategi Pembangunan Daerah Berdasar SWOT Faktor

6.3 Strategi dan Arah Kebijakan Pembangunan Daerah

Sebagaimana terlihat dari visi misi Bupatidan Wakil Bupatipada bab sebelumnya, tujuan utama dari pembangunan di Kabupaten Banyuwangi adalah untuk meningkatkan kemakmuran atau kesejahteraan masyarakat Banyuwangi. Tidak hanya sejahtera, melainkan juga mandiri dan berakhlak. Semua itu dilakukan melalui dua pilar pokok yaitu peningkatan perekonomian dan kualitas sumber daya manusia.

Untuk mencapai kesejahteraan semacam itu, digunakan empat strategi pembangunan secara umum yaitu strategi pro growth, pro job dan pro poor, pro environtment.

1. Pro growth berarti pembangunan diarahkan untuk mendorong pertumbuhan.

Strategi pertumbuhan tetap digunakan dengan tujuan untuk memperbesar produk domestik. Namun demikian strategi pertumbuhan dilaksanakan secara bersamaan dengan strategi pemerataan pembangunan melalui strategi jalur ganda(dual track strategi). Strategi pertumbuhan dapat dilihat dari meningkatnya PDRB dan pendapatan per kapita penduduk, namun di sisi lain terjadi ketimpangan antar wilayah dan antar penduduk. Ketimpangan ini terjadi karena gagalnya asumsi trickle down effect sebagai mekanisme pemerataan dalam strategi pertumbuhan ekonomi. Strategi pro growth dilaksanakan dengan tidak mengabaikan aspek keadilan dan pemenuhan hak-hak dasar rakyat baik dalam bidang soial ekonomi dan politik sehingga dicapai kesejahteraan yang berkeadilan.

Upaya yang dilakukan melalui sejumlah instrumen yaitu peningkatan investasi, penciptaan iklim usaha yang kondusif, pembangunan infrastruktur, dan pemberdayaan koperasi dan UMKM.

2. Pro job berarti pembangunan diarahkan untuk mendorong terbukanya peluang kerja bagi angkatan kerja, khususnya tenaga terdidik (bagi lulusan sekolah setingkat SLTA dan Perguruan Tinggi) dan tenaga terlatih. Strategi yang dilakukan meliputi tiga langkah : 1) Perluasan kesempatan kerja berarti mendorong berkembangnya sektor riil di Kabupaten Banyuwangi terutama sektor pertanian, perdagangan dan jasa, industri berbasis pertanian dan pariwisata; 2) Peningkatan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja yang dapat dilakukan melalui pendidikan, pelatihan, standarisasi dan sertifikasi; 3) Menjaga iklim ketenagakerjaan melalui penataan hubungan industrial dan perlindungan tenaga kerja.

3. Pro poor berarti pembangunan yang memiliki dimensi keberpihakan kepada kelompok-kelompok masyarakat yang tidak beruntung atau termarjinalkan.

Strategi yang dilakukan meliputi tiga klaster sesuai dengan tingkat kemiskinannya, yaitu : 1) Mengurangi beban pengeluaran keluarga miskin, yang diarahkan pada rumah tangga sangat miskin, miskin, dan hampir miskin; 2) Meningkatkan pendapatan dan taraf hidup kelompok masyarakat melalui usaha dan bekerja bersama untuk mencapai keberdayaan dan kemandiriannya; 3) Membuka akses permodalan bagi pelaku usaha mikro dan kecil.

4. Pro environtment,diarahkan pada pengelolaan sumber daya alam yang mengikuti prisip pengelolaan yang lestari terhadap lingkungan, sehingga tidak mengakibatkan terjadinya pencemaran tanah, air, dan udara yang pada gilirannya mengalami degradasi yang berakibat pada timbulnya bencana.

Namun demikian, strategi yang diharapkan dalam RPJM ini adalah strategi yang digunakan untuk menjawab tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan sesuai dengan visi dan misi pemerintah kabupaten Banyuwangi. Strategi tersebut diperoleh dari hasil analisis SWOT diatas dengan menyesuaikan tujuan dan sasaran RPJMD yang telah dibahas pada babsebelumnya. Strategi dan arah kebijakan pembangunan daerah dapat dilihat dalam matrik berikut.

RPJMD Kabupaten Banyuwangi 2010-2015 – Bab VI 124 Tabel 6.1. Matrik Strategi dan Arah Kebijakan Daerah

Visi: Terwujudnya Masyarakat Banyuwangi yang Mandiri, Sejahtera dan Berakhlak Mulia Melalui Peningkatan Perekonomian dan Kualitas Sumber Daya Manusia

Tujuan Sasaran Strategi Arah kebijakan

MISI I : Mewujudkan tata pemerintahan yang baik dan bersih (good and clean governance)

Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih melalui harmonisasi kebijakan yang komprehensif dan berkeadilan

1. Terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih

Membangun Tata Kelola Pemerintahan yang Baik , bersih dan efektif (good Governance)

1. Peningkatan kerjasama dan komunikasi dengan berbagai kekuatan politik, khususnya antara eksekutif dan legislatif, di dalam memecahkan berbagai permasalahan strategis yang ada di dalam

masyarakat

2. Menciptakan iklim yang kondusif dengan membangun pola komunikasi yang intens antara dengan birokrasi.

3. Membangun komunikasi dengan kekuatan-kekuatan yang ada di dalam masyarakat agar keputusan-keputusan yang dibuat itu memperoleh dukungan dan dapat diimplemtasikan di tengah-tengah

Visi: Terwujudnya Masyarakat Banyuwangi yang Mandiri, Sejahtera dan Berakhlak Mulia Melalui Peningkatan Perekonomian dan Kualitas Sumber Daya Manusia

Tujuan Sasaran Strategi Arah kebijakan

pasar yang berdampak langsung pada masyarakat kecil.

2. Meningkatnya kualitas SDM aparatur

pemerintah daerah yang ditandai oleh meningkatnya etos kerja dan budaya kerja pegawai

3. Menguatnya kapasitas kelembagaan melalui regulasi yang

komprehensif dan berkeadilan

Meningkatkan Kapasitas Birokrasi dan Kualitas Pelayanan Publik

1. Rekruitmen meliputi :

Mengembangkan sistem

pengangkatan, penempatan dan pemberhentian sesuai dengan kompetensi, prestasi, dan pengabdiannya (reward and punishment), dengan menggunakan

pendekatan merit

system;Pengembangan sistem rekruitmen berbasis analisis kebutuhan;Pengembangan sistem rekruitmen berbasis merit system. 2. Sumber Daya Manusia meliputi :

Meningkatkan kapasitas aparatur pemerintahan daerah melalui program training dan retraining, serta peningkatan jenjang pendidikan pegawai yang disesuaikan dengan kebutuhan unit kerja masing-masing;Meningkatkan jenjang keahlian, spesialisasi dan kepakaran.

3. Pengembangan Karir dan Promosi meliputi : Pengembangan sistem karir dan promosi berdasarkan kompetensi;Mengembangkan sistem pengembangan karir berdasarkan

Visi: Terwujudnya Masyarakat Banyuwangi yang Mandiri, Sejahtera dan Berakhlak Mulia Melalui Peningkatan Perekonomian dan Kualitas Sumber Daya Manusia

Tujuan Sasaran Strategi Arah kebijakan

kemampuan linier(spesialisasi) dan kemampuan umum (general) sebagai basis pengembangan karir dan promosi.

4. Budaya Organisasi meliputi : Membangun disiplin dan etos kerja;Mengembangkan budaya melayani;Mengembangkan budaya organisasi;Penataan organisasi pemerintahan di daerah sesuai dengan kebutuhan dengan berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang ada;Melakukan koordinasi, penyelarasan sistem dan unit-unit kerja supaya bekerja sesuai dengan tupoksinya.

5. Renumerasi meliputi :

Pengembangan sistem renumerasi;

Pengembangan penggajian berbasis kinerja; Peningkatan pembinaan pegawai.

4. Meningkatnya kesadaran dan penegakan hukum

Meningkatan Kesadaran Hukum

1. Peningkatan koordinasi di dalam pemberian penyuluhan hukum dengan berbagai instansi terkait dan organisasi-organisasi masyarakat;

2. Pelaksanaan sosialisasi dan

internalisasi nilai-nilai Pancasila dan

Visi: Terwujudnya Masyarakat Banyuwangi yang Mandiri, Sejahtera dan Berakhlak Mulia Melalui Peningkatan Perekonomian dan Kualitas Sumber Daya Manusia

Tujuan Sasaran Strategi Arah kebijakan

peraturan perundang-undangan secara terpadu;

3. Penegakan hukum (law enforcement) dengan tegas dan tanpa pandang bulu

MISI II : Mewujudkan aksesibilitas dan kualitas pelayanan bidang pendidikan, kesehatan dan kebutuhan dasar lainnya

Tujuan Sasaran Strategi Arahkebijakan

1. Menurunnya angka buta aksara;

2. Meningkatnya angka partisipasi

pendidikan;

Meningkatkan pelayanan publik yang berkualitas, merata dan terjangkaubagi seluruh masyarakat

3. Meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan

Meningkatkan Akses dan Kualitas Pendidikan yang bermoral dan berakhlak

1. Meningkatkan perluasan dan pemerataan pendidikan menengah;

2. Meningkatkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD);

3. Menyelenggarakan pendidikan non formal yang bermutu untuk masyarakat yang tidak mempunyai kesempatan mengikuti pendidikan formal;

4. Menurunkan kesenjangan partisipasi pendidikan antar kelompok masyarakat yang selama ini kurang terjangkau oleh layanan pendidikan;

5. Mengembangkan kurikulum yang disesuaikan dengan perkembangan iptek serta perkembangan global, regional, nasional dan lokal;

6. Mengembangkan jiwa

kewirausahaan di lembaga-lembaga pendidikan, baik formal maupun

Visi: Terwujudnya Masyarakat Banyuwangi yang Mandiri, Sejahtera dan Berakhlak Mulia Melalui Peningkatan Perekonomian dan Kualitas Sumber Daya Manusia

Tujuan Sasaran Strategi Arah kebijakan

7. Menyediakan pendidikan dan tenaga kependidikan serta menyedikan prasarana dan sarana pendidikan dalam jumlah dan kualitas yang memadai;

8. Menyelenggarakan trainning dan retrainning serta meningkatkan jenjang pendidikan bagi tenaga kependidikan dan pendidik;

9. Meningkatakan kesejahteraan dan perlindungan hukum bagi pendidik;

10. Mengembangan sistem evaluasi pendidikan

11. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan pendidikan

12. Menata sistem pembiayaan pendidikan yang berprinsip adil, transparan dan akuntabel;

13. Memberikan insentif kepada guru ngaji;

14. Meningkatkan partisipasi pemuda

dalam pembangunan dan

menumbuhkan budaya olah raga.

15. Meningkatnya muatan pendidikan berbasis moral dan keagamaan di dalam pendidikan sekolah, khususnya di dalam bentuk contoh-contoh kongkrit (uswatun hasanah);

Visi: Terwujudnya Masyarakat Banyuwangi yang Mandiri, Sejahtera dan Berakhlak Mulia Melalui Peningkatan Perekonomian dan Kualitas Sumber Daya Manusia

Tujuan Sasaran Strategi Arah kebijakan

16. Adanya integrasi pendidikan berbasis umum dan keagamaan.

4. Meningkatnya usia harapan hidup;

5. Menurunnya angka kematian bayi;

6. Menurunnya jumlah kematian maternal;

7. Menurunnya angka kematian ibu melahirkan;

8. Menurunnya anak balita di bawah garis merah;

9. Menurunnya

prevalensi gizi kurang pada balita;

10. Meningkatnya cakupan persalinan oleh tenaga

kesehatan;

11. Meningkatnya peserta KB aktif;

Meningkatan Akses Pelayanan dan Kualitas Kesehatan

1. Peningkatan upaya kesehatan melalui:Peningkatan kesehatan ibu dan anak;Peningkatan status gizi bagi balita;Pengendalian penyakit menular termasuk HIV/AIDS dan tidak menular;Peningkatan sarana dan prasarana kesehatan; Peningkatan pelayanan primer, sekunder dan danupaya pelayanan kesehatan rujukan;Pengawasan penyehatan makanan dan minuman;Peningkatan

cakupan dan kualitas

imunisasi;Peningkatan pengetahuan ibu;Peningkatan Pengetahuan remaja dan Ibu;Peningkatan akses dan mutu pelayanan KB

2. Peningkatan Pembiayaan Kesehatan melalui : Peningkatan program-program pembiayaan kesehatan yang berpihak pada keluarga miskin &

hampir miskin yg tidak mampu membiayai pengobatan. Jamkesmas dan jamkesda bagi keluarga miskin;Pembiayaan program kesehatan inovasi lokal (JPKMB, Puskesmas berhati MP3, puskesmas

Visi: Terwujudnya Masyarakat Banyuwangi yang Mandiri, Sejahtera dan Berakhlak Mulia Melalui Peningkatan Perekonomian dan Kualitas Sumber Daya Manusia

Tujuan Sasaran Strategi Arah kebijakan

dll);Peningkatan anggaran kesehatan secara proporsional (sesuai UU 36

tahun 2009 ttg

kesehatan);Peningkatan keterlibatan sektorswasta dan masyarakat dalam pembiayaan kesehatan

12. Tersedianya obat dan perbekalan kesehatan yang aman, bermutu dan bermanfaat serta terjangkau oleh masyarakat;

Pemenuhan ketersediaan,

keterjangakauan dan pemerataan farmasi melalui peningkatan jumlah dan jenis perbekalan kesehatan dan farmasi;

peningkatan ketersediaan obat jenerik;

peningkatan pengawasan keamanan penggunaan obat/farmasi di masyarakat;

peningkatan ketersediaan,

keterjangkauan dan pemerataan obat;

peningkatan pemakaian obatan-obatan tradisional

13. Tersedianya berbagai kebijakan, pedoman dan akses Sistem Informasi Kesehatan (SIK) daerah di seluruh institusi pelayanan kesehatan;

Penyempurnaan manajemen kesehatan dan informasi kesehatan melalui

peningkatan pengelolaan manajemen kesehatan; Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan (SIK); Penelitian dan pengembangan kesehatan 14. Tersedianya tenaga

kesehatan yang cukup, berkualitas

dan profesional; Peningkatan sumber daya kesehatan

melalui pemerataan penyebaran tenaga medis dan para medis di daerah-daerah;

Visi: Terwujudnya Masyarakat Banyuwangi yang Mandiri, Sejahtera dan Berakhlak Mulia Melalui Peningkatan Perekonomian dan Kualitas Sumber Daya Manusia

Tujuan Sasaran Strategi Arah kebijakan

profesionalisme tenaga kesehatan;

Peningkatan persebaran tenaga kesehatan

15. Terberdayakannya masyarakat melalui keterlibatan di dalam pelayanan kesehatan, seperti terlibat dalam Posyandu, Polindes, dan Pos-siaga serta Poskestren

Pemberdayaan masyarakat dalam kesehatan melalui peningkatan Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM), seperti Posyandu, Polindes, Desa Siaga, Pos UKK (Upaya Kesehatan Kerja), Toga (taman obat keluarga);

Peningkatan peran serta organisasi-organisasi masyarakat, seperti pesantren dan LSM dalam upaya perbaikan

kesehatan masyarakat; Peningkatan perilaku hidup sehat dan bersih

MISI III : Mewujudkan daya saing ekonomi daerah melalui pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan berbasis kearifan lokal

Tujuan Sasaran Strategi Arahkebijakan

1. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi berkualitasdan merata dalam upaya

mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat

1. Meningkatnya daya saing daerah dan kemandirian ekonomi berbasis pertanian

Melakukan revitalisasi sektor pertanian

1. Proses budidaya pertanian melalui : pemanfaatan lahan pertanian dan

laut seoptimal

mungkin;Pengembangan

produk-Visi: Terwujudnya Masyarakat Banyuwangi yang Mandiri, Sejahtera dan Berakhlak Mulia Melalui Peningkatan Perekonomian dan Kualitas Sumber Daya Manusia

Tujuan Sasaran Strategi Arah kebijakan

dan obatan-obatan

organik;Mengembangkan teknologi on-farm;Mempermudah akses

permodalan bagi

petani;Mengembangkan pola pergiliran tanaman;Menggalakkan

budidaya perairan dan

pantai;Pemberdayaan petani.

2. Pasca Panen melalui : Pengembangan teknologi off-farm; Pengembangan agroindustri;

Pengembangan usaha agribisnis pedesaan; Peningkatan ketahanan ekonomi rumah tangga petani.

3. Infrastruktur melalui : Perbaikan dan mengembangkan DAM dan saluran irigasi;Perbaikan dan pengembangan jalan poros desa;

JITUT, JIDES;Membangun akses pasar

4. Sumber Daya Manusia melalui : Membangun image pertanian di kalangan anak muda;Menggalakan penyuluhan pertanian; Peningkatan pengetahuan dan profesionalisme petani.

5. Kelembagaan melalui :Membangun sistem agribisnis;Membangun visi bersama antar birokrasi, organisasi pertanian, kelompok tani;Penataan

Visi: Terwujudnya Masyarakat Banyuwangi yang Mandiri, Sejahtera dan Berakhlak Mulia Melalui Peningkatan Perekonomian dan Kualitas Sumber Daya Manusia

Tujuan Sasaran Strategi Arah kebijakan

organisasi penyuluh

pertanian;Rekruitmen dan pelatihan tenaga penyuluh;Menumbuhkan kepekaan dan kreatifitas penelitian dan pengembangan pertanian.

6. Teknik Bertanimelalui : Pengurangan pemakaian pupuk anorganik di masyarakat; Peningkatan pemakaian pupuk organik di masyarakat;

Pengurangan pemakaian pestisida kimia di masyarakat;Pemanfaatan

sumber daya air yang

bertanggungjawab; Peningkatan pemahaman masyarakat terhadap sistem pertanian berbasis lingkungan.

7. Lingkungan melalui : Pengurangan pencemaran dan kerusakan lingkungan, seperti pencemaran air, tanah dan udara;Pemerataan konsentrasi penduduk di setiap daerah; Pengurangan penggunaan bahan-bahan kimia yang memicu peningkatan perubahan iklim global;Peningkatan unsur hara pada lahan pertanian;Pengurangan eksploitasi sumberdaya alam;Pengurangan kerusakan lingkungan akibat penambangan liar.

8. Manajemen Pengelolaanmelalui

Visi: Terwujudnya Masyarakat Banyuwangi yang Mandiri, Sejahtera dan Berakhlak Mulia Melalui Peningkatan Perekonomian dan Kualitas Sumber Daya Manusia

Tujuan Sasaran Strategi Arah kebijakan

:Peningkatan peran kelembagaan dan posisi tawar petani dan nelayan;

Peningkatan pelibatan kelembagaan pedesaan dalam proses pembuatan

dan implementasi

kebijakan;Penataan lembaga penyuluh pertanian;Pengelolaan

limbah pertanian dan

nelayan;Pengelolaan pertanian yang berwawasan lingkungan;Pengelolaan sumberdaya pertambangan.

9. Sumberdaya Manusia melalui : Penambahan jumlah tenaga penyuluh pertanian; Peningkatan kompetensi tenaga penyuluh pertanian; Peningkatan profesionalisme tenaga penyuluh pertanian.

10. Pemberdayaan Masyarakat melalui : Dilibatkannya secara maksimal masyarakat dalam sistem pertanian berbasis lingkungan;Dilibatkannya secara maksimal organisai-organisasi kemasyarakatan serta Lembaga Swadaya Masyarakat, seperti NU dan Muhammadiyah dalam sistem pertanian berbasis lingkungan.

2. Meningkatnya industri olahan dan kreatif berbasis

Mengembangkan industri olahan dan kreatif

berbasis pertanian

1. Penumbuhkembangan industri olahan dan kreatif berbasis pertanian;

2. Peningkatan nilai tambah produk

Visi: Terwujudnya Masyarakat Banyuwangi yang Mandiri, Sejahtera dan Berakhlak Mulia Melalui Peningkatan Perekonomian dan Kualitas Sumber Daya Manusia

Tujuan Sasaran Strategi Arah kebijakan

pertanian olahan, terbukanya tenaga kerja dan

peningkatan produktivitas kerja.

3. Termanfaatkannya fungsi ekologi, ekonomi dan sosial hutan (pertanian dalam arti luas)

PengendalianLingkungan, Rehabilitasi lahan dan hutan

1. Pengelolaan pertanian berwawasan lingkungan;

2. Pengurangan tingkat pencemaran dan kerusakan lingkungan, seperti

pencemaran air, tanah dan udara;

3. Peningkatan peran kelembagaan dan posisi tawar petani dan nelayan;

4. Peningkatan upaya perlindungan lahan pertanian produktif;

5. Peningkatan upaya perlindungan hutan, baik hutan produksi maupun hutan lindung;

6. Pelaksanaan rehabilitasi hutan.

4. Meningkatnya investasi di daerah baik PMA maupun PMDN

Meningkatkan investasi 1. Pembangunan iklim usaha dan dunia usaha yang kondusif bagi datangnya investor dan berkembangnya dunia usaha..

2. Peminimalisiran ekonomi biaya tinggi antara lain dengan penyederhanaan prosedur perijinan, penciptaan kepastian hukum yang menjamin kepastian usaha;

3. Pengembangan pelayanan satu atap di dalam perijinan dan pengelolaan investasi;

Visi: Terwujudnya Masyarakat Banyuwangi yang Mandiri, Sejahtera dan Berakhlak Mulia Melalui Peningkatan Perekonomian dan Kualitas Sumber Daya Manusia

Tujuan Sasaran Strategi Arah kebijakan

4. Penyempurnaan kelembagaan yang menangani investasi agar berdaya saing efisien, transparan dan non diskriminatif;

5. Penyediaan dan pengoptimalisasian ICT (Information Communication and Technology)

5. Meningkatnya

pemanfaatan potensi pariwisata seperti Kawah Ijen, Pantai Plengkung, Sukamade dan lainnya

Mengembangkan pariwisata berbasis kearifan lokal

1. Pengembangan dan

pembangunanpusat-pusat wisata unggulan

2. Peningkatan mutu layanan dan diversifikasi produk wisata melalui penyediaan sarana dan prasarana wisata yang memiliki keunggulan strategis

3. Peningkatan kerjasama antar daerah dan pengusaha wisata dalam bidang promosi wisatadan industri wisata di tingkat provinsi dan nasional

6. Meningkatnya profesionalisme pengelolaan Koperasi dan UMKM

Meningkatkan daya saing koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah berbasis kelompok dan kluster

1. Koperasi melalui : Peningkatan profesionalisme pengelola Koperasi;Melakukan pendampingan

terhadap kegiatan

Koperasi;Membangun image positif

Koperasi di mata

masyarakat;Memfasilitasi kebutuhan modal bagi Koperasi dan UMKM.

2. UMKM melalui : Pengembangan bisnis UMKM dengan pendekatan kluster;

Visi: Terwujudnya Masyarakat Banyuwangi yang Mandiri, Sejahtera dan Berakhlak Mulia Melalui Peningkatan Perekonomian dan Kualitas Sumber Daya Manusia

Tujuan Sasaran Strategi Arah kebijakan

Peningkatan skala produksi UMKM;

Pengembangan dan penerapan teknologi tepat guna bagi UMKM;

Pengembangan microfinace di tingkat komunitas UMKM; Pengembangan dan mempermudah proses dan prosedur permodalan; Pengembangan jejaring dengan stakeholders dari hulu ke hilir;

Pengembangan pengunaan teknologi komunikasi dan informasi bagi UMKM.

3. Sumber Daya Manusia melalui : Membangun kompentensi (inovasi, kreatifitas dan kewirausahaan) pengelola Koperasi dan pengusaha UMKM;Membangun jejaring antar pelaku dari hulu ke hilir;

7. Meningkatnya jejaring antar daerah, propinsi dan pusat serta jejaring pelaku ekonomi

Mengembangkan jejaring antar daerah,

pemerintah provinsi dan pusat serta kekuatan-kekuatan ekonomi

1. Peningkatan jejaring antar daerah;

2. Peningkatan intergasi antar daerah, propinsi dan pusat;

3. Peningkatan jejaring antar pelaku ekonomi

2. Meningkatkanpembangunanekonomiterintegrasi

8. Tersusunnya regulasi yang berhubungan

1. Membuat regulasi tentang kompetisi kegiatan ekonomi di daerah;

2. Membuat regulasi tentang perlindungn terhadap kegiatan ekonomi kerakyatan daerah;

3. Membuat regulasi untuk penguatan ekonomi kerakyatan;

Visi: Terwujudnya Masyarakat Banyuwangi yang Mandiri, Sejahtera dan Berakhlak Mulia Melalui Peningkatan Perekonomian dan Kualitas Sumber Daya Manusia

Tujuan Sasaran Strategi Arah kebijakan

4. Menjadikan ekonomi kerakyatan daerah lebih efektif dan efisien.

MISI IV : Meningkatkan kuantitas dan kualitas infrastruktur publik

Tujuan Sasaran Strategi Arahkebijakan

1. Meningkatnya sarana informasi dan alat transportasi

Meningkatkan akses transportasi dan informasi

1. Pembangunan jalan akses daerah terisolir;

2. Peningkatan sarana informasi dan alat trasportasi;

3. Peningkatan penggunaan informasi dan alat transportasi.

2. Meningkatnya kualitas dan kuantitas jalan dan sarana serta prasarana yang menghubungkan daerah-daerah tujuan wisata

Peningkatan kualitas dan kuantitas jalan dan sarana serta prasarana yang

menghubungkan daerah-daerah tujuan wisata, pendidikan, kesehatan,

danpengembanganekonomi

3. Meningkatnya sarana dan prasarana

penunjang pertanian

1. Pengembangan infrastruktur strategis (Bandara Blimbingsari, Waduk Bajulmati, Jalan Lintas Selatan, Pengembangan kawasan Pelabuhan, Kawasan industri Wongsorejo.

2. Perbaikan dan pengembangan DAM dan saluran irigasi

1. Meningkatkan ketersediaan infrastruktur publik

4. Meningkatnya

kuantitas dan kualitas

Mengembangkan

infrastruktur dan tata ruang

1. Peningkatan kuantitas dan kualitas pembangunan infrastruktur fisik,

Visi: Terwujudnya Masyarakat Banyuwangi yang Mandiri, Sejahtera dan Berakhlak Mulia Melalui Peningkatan Perekonomian dan Kualitas Sumber Daya Manusia

Tujuan Sasaran Strategi Arah kebijakan

jalan dan sarana serta prasarana yang menghubungkan pusat-pusat kegiatan ekonomi

seperti jalan, bendungan, dan jembatan;

2. Pembangunan poros-poros desa, untuk mengurangi kesenjangan antara pedesaan dan perkotaan.

5. Meningkatnya sarana dan prasarana

pendidikan dan kesehatan dalam jumlah dan kualitas yang memadai

1. Penyediaan sarana dan

prasaranapendidikan dan kesehatan dalam jumlah dan kualitas yang memadai

6. Tersusun dan tertatanya RTRW Kabupaten

Banyuwangi secara terpadu dan

komprehensif

1. Penataan ulang tata ruang atau

Rencana Tata Ruang dan

Wilayah(RTRW) Kabupaten Banyuwangi;

2. Penegakan implementasi tata ruang atau RTRW yang telah dibuat dan ditetapkan.

6. Menurunkan kesen-jangan antar wilayah khususnya dalam hal ketersediaan sarana dan prasarana fisik

1. Meningkatnya jumlah

jalan poros desa Pembangunan poros-poros desa, untuk

mengurangi kesenjangan antara pedesaan dan perkotaan

RPJMD Kabupaten Banyuwangi 2010-2015 – Bab VI 140

Visi: Terwujudnya Masyarakat Banyuwangi yang Mandiri, Sejahtera dan Berakhlak Mulia Melalui Peningkatan Perekonomian dan Kualitas Sumber Daya Manusia

Tujuan Sasaran Strategi Arah kebijakan

MISI V : Mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi sumberdaya daerah berbasis pemberdayaan masyarakat, pembangunan berkelanjutan, berkeadilan dan berwawasan lingkungan

1. Menurunnya tingkat pengangguran;

2. Menurunnya angka kemiskinan;

Mengentaskan kemiskinan dan pengangguran

1. Pemetaan kemiskinan dan pengangguran;

2. Penyusunan rencana strategis pengentasan kemiskinan;

3. Penyusunan rencana strategis mengatasi pengangguran;

4. Peningkatan koordinasi antar SKPD untuk mengatasi kemiskinan melalui Tim Kordinasi Penangulangan Kemiskinan Kabupaten Banyuwangi (TKPK)

Meningkatkan kesejahteraan melalui optimalisasi sumberdaya daerah berbasis pemberdayaan masyarakat, pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan gender dan perlindungan anak

a. Masuknya isu gender di dalam berbagai kebijakan pemerintah;

b. Masuknya isu gender di dalam pendidikan sekolah;

c. Peningkatan kualitas perempuan di dalam pendidikan dan keterampilan;

d. Pengawasan dan penindakan terhadap kejahatan kekerasan domestik dan perdagangan manusia

Visi: Terwujudnya Masyarakat Banyuwangi yang Mandiri, Sejahtera dan Berakhlak Mulia Melalui Peningkatan Perekonomian dan Kualitas Sumber Daya Manusia

Tujuan Sasaran Strategi Arah kebijakan

pembangunan terhadap

perlindungan anak;

f. Pengawasan dan penindakan terhadap kejahatan kekerasan terhadap anak dan perdagangan anak;

g. Pegembangan pusat rehabilitasi dan keterampilan terhadap anak-anak putus sekolah;

h. Pengembangan pembinaan kepada anak korban kekerasan, anak jalanan dan perdagangananak;

i. Pengembangan pusat kegiatan seni dan keterampilan bagi anak jalanan dan putus sekolah;

j. Pemberian peran dalam pengembangan hak dan suara anak;

k. Peningkatan jiwa kepemimpinan bagi anak dalam ikut serta memberikan akses pembangunan yang lebih maju dan efisien di kalangan anak-anak;

l. Pengembangan kreatifitas anak melalui forum anak.

4. Meningkatnya jaminan dan perlindungan sosial masyarakat;

Mengembangkan program perlindungan dan jaminan sosial

1. Peningkatan program jaminan perlindungan dan jaminan sosial masyarakat;

2. Penyederhanaan prosedur pemberian jaminan sosial;

3. Pengembangan pusat rehabilitasi dan

Visi: Terwujudnya Masyarakat Banyuwangi yang Mandiri, Sejahtera dan Berakhlak Mulia Melalui Peningkatan Perekonomian dan Kualitas Sumber Daya Manusia

Tujuan Sasaran Strategi Arah kebijakan

tidak beruntung secara sosial ekonomi.

5. Meningkatnya peranan kelompok-kelompok dalam masyarakat di dalam

5. Meningkatnya peranan kelompok-kelompok dalam masyarakat di dalam