• Tidak ada hasil yang ditemukan

Strategi Guru PAI dalam Pembentukan Karakter

BAB II: LANDASAN TEORITIS

C. Strategi Guru PAI dalam Pembentukan Karakter

24 karakter seorang anak. Terutama keluarga, yang menjadi dasar pendidikan moral anak sejak kecil, yang mana mereka akan meniru baik dari segi perilaku maupun perkataan yang didengarnya.

C. Strategi Guru PAI dalam Pembentukan Karakter Siswa

c. Murabbiy adalah guru yang mampu mendidik siswanya sehingga dapat berkreasi.

d. Mursyid adalah guru yang berusaha menyalurkan akhlak dan pribadi kepada peserta didik.

e. Muddaris adalah guru yang berusaha mencerdaskan peserta didiknya dan menghilangkan ketidaktahuannya.

f. Muaddib adalah guru yang mempunyai peran dan fungsi sebagai pembentuk peradaban yang berkualitas.33

Sementara guru PAI yang dimaksud pada penelitian ini adalah guru PAI yang mengajar di SMP Negeri 3 Indrapuri, Aceh Besar pada kelas VII, VIII, dan IX.

2. Tugas dan Fungsi Guru PAI

Tugas merupakan tanggung jawab yang diamanahkan kepada seseorang untuk dilaksanakan atau dikerjakan. Semua profesi mempunyai tugas dan tugas tersebut memiliki sifat yang spesifik.34

Sebagai guru yang profesional, guru PAI mempunyai tugas:

a. Sebagai suatu profesi yang mengharuskan guru untuk mengembangkan personalitas diri sesuai kemajuan IPTEK.

b. Sebagai pengajar yang mengembangkan dan menyalurkan IPTEK kepada siswa.

____________

33Ramayulis, Metodologi Pendidikan Agama Islam, (Jakarta: Kalam Mulia, 2005), h. 49-50.

34Hamka Abdul Aziz, Karakter Guru Profesional, (Jakarta: Al-Mawardi Prima, 2012), h.

21.

26 c. Sebagai pelatih yang mengembangkan keterampilan dan

menerapkannya dalam kehidupan untuk masa depan anak didik.35 Sedangkan fungsi sentral guru PAI adalah mendidik, mengajar dan memanager kelas. Sebagai guru yang berkarakter profesional, guru PAI mempunyai tugas dan fungsi sebagai berikut:

a. Mengajar dan mendidik, b. Sebagi seorang da’i,

c. Sebagai pembimbing dan penyuluh,

d. Mendorong tumbuhnya iman peserta didik,

e. Mendorong akan rasa syukur terhadap Allah SWT,

f. Mendorong agar mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat dengan melakukan amar ma’ruf nahi munkar.

Heri Jauhar Muchtar dalam kutipan M. Fathurrohman dan Sulistyorini mengatakan bahwa tugas pendidik terbagi menjadi dua, yaitu secara umum dan khusus. Secara umum, tugas pendidik yaitu:

a. Mujadid, sebagai seorang guru dalam menyampaikan sesuatu baik dalam teori maupun praktek, harus mampu menjadi pembaharu ilmu yang baik.

b. Mujtahid, seorang guru harus mampu menjadi pemikir yang hebat.

c. Mujahid, sebagai pejuang kebenaran.36

____________

35Saiful Bahri Djamarah, Guru dan Anak Didik, (Jakarta: Rineka Cipta, 2005), h. 36.

36M. Fathurrohman dan Sulistyorini, Meretas Pendidik Berkualitas dalam Pendidikan Islam, (Yogyakarta: Teras, 2012), h. 39.

Sedangkan secara khusus, tugas pendidik dilembaga pendidikan adalah sebagai berikut:

a. Perencanaan, yaitu mempersiapkan bahan ajar, metode yang diajarkan serta menyediakan fasilitas pembelajaran.

b. Pelaksana, yaitu bertindak sebagai pemimpin kelas dalam proses belajar mengajar.

c. Penilaian, yaitu mengumpulkan data, menganalisis dan menilai keberhasilan proses belajar mengajar.37

3. Syarat-syarat Guru PAI

Seorang guru pasti mempunyai peranan yang besar dalam mengembangkan dan mencerdaskan kehidupan bangsa, sehingga ia harus mampu menjalankan tugas dan kewajibannya sebaik mungkin. Maka syarat-syarat menjadi guru yang baik dan profesional seperti yang tertuang dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 yaitu guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani serta memiliki kemampuan mewujudkan tujuan pendidikan nasional.38

Sedangkan syarat menjadi guru agama adalah seorang yang beragama, bertanggung jawab atas kesejahteraan agama, dan mampu membentuk negara yang demokratis serta sejahtera. Dengan demikian untuk menjadi seorang guru harus memiliki syarat-syarat khusus dan harus mengetahui seluk beluk teori pendidikan.

____________

37M. Fathurrohman dan Sulistyorini, Meretas Pendidik Berkualitas…, h. 40.

38Undang-undang RI Nomor 14 Tahun 2005, Guru dan Dosen, Pasal 8.

28 Adapun dalam mencapai tujuan pendidikan, maka seorang guru PAI harus memiliki syarat-syarat sebagai berikut:

a. Syakhsiyah, yaitu kepribadian yang dapat diandalkan oleh seorang guru PAI.

b. Ilmiah, yaitu guru PAI harus memiliki pengetahuan yang luas.

c. Idhafiyah, bahwasanya guru PAI harus mengetahui, menghayati dan menyelami peserta didik yang dihadapinya.39

Guru PAI juga harus memiliki syarat kompetensi akademik, kematangan pribadi, sikap penuh dedukasi, kesejahteraan yang memadai, pengembangan karier, budaya kerja dan suasana kerja yang kondusif.40

4. Strategi Guru PAI dalam Membentuk Karakter Siswa

Strategi merupakan keseluruhan rencana yang mengarah pada pengalaman mengajar. Strategi adalah usaha sadar yang menyiapkan siswa menjadi manusia seutuhnya yang berakhlak mulia dan perbaikan perilaku siswa agar mereka mau dan mampu melaksanakan tugas-tugas hidupnya melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, pembiasaan, latihan dan keteladanan.41 Adapun strategi atau metode pembentukan karakter dapat dilakukan melalui cara berikut:

a. Keteladanan, yaitu kegiatan yang memberikan contoh kepada siswa.

____________

39Muhammad Nurdin, Kiat Menjadi Guru Profesional, (Yogyakarta: Ar Ruzz Media, 2008), h. 129.

40Marno dan Idris, Strategi dan Metode Pengajaran, (Yogyakarta: Ar Ruzz Media, 2008), h. 31.

41Nurzakiah, Strategi Pembentukan Karakter Peserta Didik di SMPN 3 Mapilli, (Makassar:

UIN Makassar, 2017), h. 22-23.

b. Kegiatan spontan, yaitu kegiatan yang dapat dilakukan saat itu juga oleh seorang guru apabila mengetahui perilaku buruk seorang siswa.

c. Teguran yaitu tindakan guru untuk menegur siswanya apabila melihat perilaku kurang baik dari seorang siswa dan memberikan nilai-nilai baik kepadanya.

d. Pengkodisian lingkungan yaitu suasana sekolah yang dikondisikan sedemikian rupa dengan penyediaan sarana, seperti penyediaan tempat sampah, poster mengenai budi pekerti, dan lain-lain.

e. Kegiatan rutin yaitu kegiatan yang dilakukan siswa secara terus menerus sehingga menjadi suatu kebiasaan.42

Dengan demikian, pada strategi perlu adanya sebuah konsep pembentukan karakter yang efektif, sehingga dapat memberikan konstribusi pembentukan karakter yang baik dalam diri seorang siswa. Sementara Heri Gunawan berpendapat bahwa strategi pendidikan karakter sebagai berikut:

a. Kegiatan pembelajaran. Siswa dapat menggunakan pendekatan kontekstual sebagai proses yang dapat membantu guru dan siswa untuk mengaitkan antara materi pembelajaran yang diajarkan dengan keadaan dunia nyata, sehingga siswa dapat menghubungkan antara pengetahuan dengan penerapannya dalam kehidupan mereka. Kegiatan pembelajaran juga mampu menjadikan siswa untuk menguasai materi yang

____________

42Nurzakiah, Strategi Pembentukan Karakter Peserta Didik…, h. 25-27.

30 ditargetkan dan dapat menjadikan siswa mengenal, peduli, dan menjadikannya sebagai perilaku.

b. Pengembangan budaya sekolah dan pusat kegiatan belajar. Budaya sekolah merupakan pikiran, sikap, kata-kata, perbuatan, dan hai setiap warga sekolah yang mencerminkan semangat, perilaku maupun simbol khas identitas suatu sekolah.

c. Kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan pendidikan diluar mata pelajaran dan pelayanan konseling untuk membantu pengembangan siswa sesuai dengan kebutuhan potensi, bakat dan minat mereka yang secara khusus diselenggarakan oleh sekolah.

d. Kegiatan keseharian di rumah dan di lingkungan masyarakat.

Keberhasilan suatu pendidikan di sekolah sangat bergantung pada kegiatan sehari-hari siswa di rumah. Dalam hal ini, kegiatan di sekolah dapat mengupayakan terciptanya keselarasan antara karakter yang dikembangkan di rumah dan masyarakat.43

Dokumen terkait