• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINGKAT TINGGI DALAM PEMAHAMAN TERHADAP BACAAN

3. Strategi High 5!

Strategi yang bisa diterapkan dalam upaya untuk memahami bacaan ten-tu saja tidak terbatas hanya lima seperti yang diungkapkan oleh Pressley (da-lam Dymock dan Nicholson, 2010). Namun setidaknya ada dua alasan yang mengemukakan mengapa lima jenis strategi. Yang pertama, kelima strategi ini dinilai merupakan lima strategi utama dan yang kedua adalah untuk tujuan penyederhanaan baik dari segi jumlah maupun penyebutan.

3.1. Strategi 1 Activating Background Knowledge

Mengaktivasi pengetahuan awal tentang topik suatu bacaan merupakan langkah awal yang perlu dilakukan sebelum memulai kegiatan membaca. Pe-ngetahuan awal tentang suatu topik yang lazim disebut schemata bisa berupa informasi, pengetahuan, emosi pengalaman, dan budaya (Brown, 2001).

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendokumentasikan apakah pengaktivasian schemata peserta didik memiliki pengaruh terhadap

pema-haman peserta didik terhadap bacaan. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Bensoussan (1998) dan Cook (1997) – keduanya dikutip dari Alfaki dan Siddiek, pemahaman terhadap bacaan digambarkan sebagai interaksi melalui skema

top-down (melihat bacaan secara holistik) dan (menelaah bacaan secara

ter-perinci tersusun) dengan kedua proses ini berlangsung dengan melibatkan pengaktivasian schemata peserta didik sebelumnya sehingga terbentuk inter-aksi antara peserta didik dengan bacaan.

3.2. Strategi 2 Questioning

Dymock dan Nicholson menjelaskan bahwa sesi tanya-jawab setelah atau selama pengaktivasian schemata membantu untuk memahami bacaan. Al-lington dan Strange (dalam Noor, 2015, hlm. 13) menyatakan bahwa

“Ques-tions, either teacher generated or learner generated, used either prior to follow-ing readfollow-ing are eff ective in enhancfollow-ing learnfollow-ing from textual material.” Raphael

(dalam Zulya, Nurweni, Putrawan, tanpa tahun, hlm. 2) menjelaskan bahwa strategi bertanya dirancang sebagai “a method for a deliberate and common

way of thinking and talking about eff ective sources of information … that im-proves comprehension.”

Brown (2001) mengemukakan bahwa peran guru menjadi penting untuk memberikan ruang bagi peserta didik untuk bertanya untuk menciptakan in-teraksi di dalam kelas dan memberikan rangsangan (stimulus) untuk mengem-bangkan kemampuan bertanya sekaligus kemampuan berpikir kritis. Guru bisa memfasilitasi dengan graphic organizer dengan terdapat pertanyaan atau pernyataan Right There, Think and Beyond the Text; Know-Want to Know-Learned

(KWL); dan What are the facts or opinions here? merupakan beberapa contoh

penerapan Strategi Questioning. 3.3. Strategi 3 Analyzing Text Structure

Meyer dan Rice (dalam Dymock and Nicholson, 2010, hlm 168) menjelas-kan struktur teks sebagai “how the ideas in a text are interrelated to convey a

message to a reader.” Lebih jauh Dymock and Nicholson (2010) menyebutkan

komponen-komponen “inside the text” seperti subheading, label, captions, grafi k, peta, garis waktu dan fi gure serta komponen-komponen “outside the

pada jenis tulisan bergenre ekspositori, yang bisa dianalisis untuk membantu memahami bacaan.

3.4. Strategi 4 Creating Mental Images

Strategi 3 Analyzing Text Structure dan Strategi 4 Creating Mental Images bisa diterapkan dalam waktu yang relatif bersamaan. Calfee, dkk (dalam Dy-mock dan Nicholson, 2010, hlm. 171) menyebutkan bahwa “structure is the key

to comprehension – to comprehend a passage is to create a mental structure”.

Ar-tinya, pada saat kegiatan membaca berlangsung, analisis terhadap bacaan pun tengah berlangsung dan secara bersamaan pula muncul visualisasi dari apa yang dibaca. McDonald (2001) menyatakan bahwa “Visual imagery is the ability

to create mental pictures.” dan “The construction of mental images encourages the use of prior knowledge as part of creating vivid representations of prose (hlm. 13).

Ragam cara untuk membangun Strategi 4 Creating Mental Images, di an-taranya adalah Artistic Response, Gallery Images, Guided Imagery, Story Wheel,

Mindmap atau Webmap, dan Think Aloud. McDonald (2001) menjelaskan

pen-garuh semantic mapping sebagai bagian dari strategi membangun gambaran atau visualisasi terhadap bacaan dengan mendefi nisikan bahwa “Semantic

mapping (webbing or networking) is a visual way of categorically structuring in-formation.” (hlm. 26). Lebih jauh dia mengatakan bahwa “Semantic mapping combines the words and ideas that students know about the topic with any new vocabulary or concepts the teacher wants to teach.”

3.5. Summarizing

Block dan Pressley (dalam Dymock dan Nicholson, 2010, hlm. 172) men-defi nisikan summarize sebagai “the ability to delete irrelevant details, combine

similar ideas, condense main ideas, and connect major themes into concise state-ments that capture the purpose of a reading for the reader.” Khoshsima dan Tiyar

(2014) mengemukakan bahwa “Summarizing process contributed to the goal of

creating a critical foundation of factual and conceptual knowledge since it acted to strengthen the memory representation of the content beyond that achievement through reading.”(hlm.135). Di samping itu, Khoshsima dan Tiyar (2014) “In the English reading fi eld, summarizing technique is useful for students in terms of reading comprehension, recalling, and organization.” (hlm.135).

Metodologi Penelitian

Penelitian ini berlangsung dari 10 Agustus sampai dengan 14 November 2108, mulai dari perencanaan hingga penyusunan laporan akhir. Lokasi penelitian adalah SMAK 1 BPK PENABUR Bandung yang beralamat di Jalan Dursasana 2-6 Ban dung 40174. Responden pada PTK ini adalah 28 (duapuluh delapan) siswa Kelas XI J.

Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti dalam PTK ini berupa observasi, angket, dokumentasi, dan tes.

Observasi

Observasi dimaksudkan untuk mengetahui respon siswa pada pelaksanaan atau penerapan setiap strategi dari Strategi High 5! yang memengaruhi sera-pan terhadap materi yang diajarkan serta untuk mengetahui apakah setiap strategi tersebut berjalan dengan baik dan efektif.

Angket

Angket bertujuan untuk memperoleh respon atau umpan balik dari siswa terhadap penerapan setiap strategi dari High 5! Strategy yang berujung pada tingkat pemahaman siswa terhadap bacaan.

Dokumentasi

Dokumentasi mencakup bahan yang dipakai untuk mendukung penera-pan setiap strategi dari High 5! Strategy yang berupa lembar kerja siswa, hand-out bacaan, mindmap, dan lembar rangkuman.

Tes

Tes yang digunakan dalam PTK ini berupa latihan-latihan soal yang diambil dari dokumen IELTS, Cambridge FCE dan Cambridge O Level.

Teknik Analisis Data

Teknik analisis data mencakup teknik analisis kualitatif dan teknik analisis data kuantitatif.

Teknik Analisis Kualitatif

Teknik analisis ini mengacu kepada pembuatan deskripsi dari data berupa angket dan dokumen yakni lembar kerja siswa, handout bacaan, mindmap, dan lembar rangkuman.

Teknik Analisis Kuantitatif

Teknik analisis ini adalah analisis data dari informasi yang diperoleh melalui tes baik berupa kuis, pretest, dan posttest.

Tabel 1. Hasil Tes Diagnosik XI J