BAB II KAJIAN TEORI
A. Deskripsi Teoretis
1) Strategi Membaca dalam Teknik CSR
Ada empat strategi membaca yang diterapkan dalam teknik Collaborative
Strategic Reading (CSR) seperti yang tertera dalam gambar berikut ini.
25
a) Preview
Preview adalah strategi pertama yang diterapkan pada saat prabaca. Hal
tersebut diungkapkan oleh Vaughn, et. al (dalam Standish, 2005: 31) “Preview dirancang untuk mengaktifkan latar belakang pengetahuan siswa dan untuk membuat prediksi tentang teks sebelum mereka mulai membaca”. Lebih lanjut dijelaskan Bremer, et. al (2002: 2) bahwa preview adalah strategi untuk mengaktifkan pengetahuan siswa sebelum membaca. Tahap ini untuk memfasilitasi prediksi mereka tentang apa yang akan mereka baca serta untuk membangkitkan ketertarikan mereka. Preview terdiri dari dua kegiatan: (a)
brainstorming atau sumbang saran dan (b) membuat prediksi.
Selaras dengan penjelasan Bremer, et. al, Klingner, J & Vaughn, S (2001: 2) menyatakan tahapan preview sebagai berikut.
Strategi preview memiliki dua langkah. Yang pertama adalah
brainstorming. Ketika peserta didik menggali informasi, mereka
memikirkan dan mendiskusikan apa yang telah mereka pelajari tentang topik, mungkin dalam pelajaran sebelumnya, dari teman, kerabat, guru, atau mungkin dari membaca atau menonton program televisi tentang topik tersebut. Langkah kedua adalah memprediksi. Dalam membuat prediksi ini peserta didik menemukan petunjuk dalam judul, sub judul, gambar, dan isi dari sebuah bagian yang mungkin menjadi petunjuk tentang teks tersebut. Dari pernyataan di atas, dapat dikatakan bahwa dalam strategi preview terdiri dari dua tahapan yaitu brainstorming dan predict. Brainstorming atau sumbang saran dilakukan untuk membangkitkan ide yang ada dalam bacaan, kemudian peserta didik membuat prediksi isi bacaan. Tujuan strategi preview menurut Vaughn & Klingner (dalam Standish, 2005: 32) ialah ”...untuk merangsang latar belakang pengetahuan peserta didik tentang topik tersebut, mendorong minat dan motivasi peserta didik untuk membaca teks, membuat prediksi informasi tentang teks,
26
menetapkan tujuan membaca dan untuk berbagi dan belajar dari anggota lain dari kelompok mereka”. Dari pernyataan tersebut dapat dikatakan bahwa tujuan strategi preview adalah untuk memotivasi peserta didik dalam membaca.
Jadi, dari beberapa uraian tentang preview dapat disimpulkan bahwa pada tahap preview ini peserta didik melakukan brainstorming dan predicting. Pada saat brainstorming peserta didik menggali informasi atau pengetahuan mereka melalui gambar, judul, tabel, grafik, atau kata-kata kunci tentang tema bacaan, kemudian peserta didik membuat prediksi tentang materi yang akan dipelajarinya lewat bacaan tersebut. Tahap preview ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa penasaran peserta didik terhadap bacaan.
b) Click and Clunk
Click and clunk merupakan strategi yang diimplementasikan saat
membaca. Click and clunk menurut Bremer, et. al. (2002: 3) adalah strategi yang mengajarkan siswa untuk memantau pemahaman mereka selama membaca dan melihat konteks kalimat sebelumnya, ketika ada kata yang dianggap sulit untuk dipahami. Hal ini menunjukkan bahwa pada saat membaca, peserta didik perlu mengamati kata atau kalimat yang tidak dipahaminya. Untuk memahami kata atau kalimat yang sulit peserta didik perlu melihat konteks kalimat sebelum atau sesudah kata sulit tersebut.
Klingner, J & Vaughn, S (2001: 2) memaparkan tentang strategi click and
clunk sebagai berikut.
Tujuan click und clunk adalah untuk mengajarkan siswa: (a) metakognitif atau belajar mandiri sebagai keterampilan untuk memantau pemahaman mereka sendiri, dan (b) strategi untuk mencari tahu makna kata-kata atau konsep yang menantang. Ketika siswa membaca dan semuanya "klik"
27
berarti mereka memahami isi dari apa yang mereka baca. Di sisi lain, peserta didik menghadapi "clunks" ketika mereka tidak paham. Clunks adalah kata atau konsep yang tidak mereka mengerti dan mereka perlu mengetahui lebih banyak untuk memahami apa yang mereka baca dan apa yang mereka pelajari.
Hal itu berarti bahwa click und clunk adalah strategi membaca untuk memahami kata-kata sulit (clunk). Strategi yang digunakan peserta didik dalam mengatasi masalah ketidaktahuannya akan kosakata sulit adalah dengan menggunakan strategi fix-up dengan langkah: (1) membaca kembali kalimat, di mana terdapat kata sulit (Clunk) dan mencari inti kalimat untuk memahami bagian tersebut, (2) membaca kembali kalimat yang sulit, kalimat sebelum dan setelahnya. Mencari kata kunci atau petunjuk, (3) mencermati prefiks dan sufiks di bagian kata atau bagian yang sulit, (4) menguraikan kata tersebut menjadi kata yang lebih kecil.
Berdasarkan teori-teori mengenai click and clunk di atas, dapat disimpulkan bahwa click und clunk adalah suatu strategi yang diterapkan selama membaca. Kesulitan-kesulitan dalam memahami kosakata dapat diselesaikan dengan strategi fix-up. Dengan click und clunk peserta didik diharapkan mampu untuk menyelesaikan masalahnya dalam memahami kata-kata yang sulit, sehingga peserta didik dapat belajar secara mandiri namun tetap dibawah bimbingan guru. c) Get the Gist
Menurut Vaughn et. al. (dalam Standish, 2005: 32) “Get the gist juga dikenal sebagai cara untuk menemukan gagasan utama dan dipraktekkan saat membaca teks. Para peserta didik diwajibkan untuk mendapatkan inti bacaan
28
setelah membaca setiap bagian dari teks”. Senada dengan pendapat tersebut, Bremer, et. al. (2002: 3) menjelaskan strategi get the gist sebagai berikut.
Get the gist adalah strategi untuk membantu peserta didik mengidentifikasi
ide pokok selama membaca. Salah satu cara untuk mengidentifikasi ide pokok adalah menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut: (a) "Siapa atau itu tentang apa?"; dan (b) "Apa yang paling penting? Tentang siapa atau tentang apa?". Selain itu, peserta didik diajarkan untuk menanggapi sepuluh kata atau kurang, sehingga intinya mereka menyampaikan ide yang paling penting dan yang tidak detail tidak perlu disampaikan.
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa get the gist adalah strategi yang berfungsi untuk menyimpulkan ide pokok dengan cara menjawab pertanyaan yang dapat menggali isi bacaan, sehingga dengan jawaban-jawaban tersebut peserta didik akan lebih mudah dalam menyimpulkan ide pokok.
Terkait dengan penjelasan tersebut Klingner, J & Vaughn, S (2001: 3) menyatakan bahwa “Tujuan dari get the gist adalah untuk mengajarkan peserta didik mengidentifikasi informasi yang paling penting dalam paragraf atau bagian teks yang baru saja mereka baca, dengan kata lain untuk menentukan gagasan utama”. Dari beberapa pernyataan tentang get the gist di atas, dapat disimpulkan bahwa get the gist adalah suatu strategi yang digunakan untuk mendapatkan informasi yang paling penting dalam bacaan dengan menentukan siapakah orang, hal, atau tempat yang paling penting, dengan mengetahui hal tersebut, maka peserta didik akan menemukan informasi yang paling penting dengan menyimpulkan ide pokok.
d) Wrap Up
Bremer, et. al. (2002: 3) berpendapat bahwa wrap up adalah strategi yang mengajarkan peserta didik untuk menghasilkan pertanyaan dan ide-ide untuk