VI ANALISIS RISIKO PRODUKSI TANAMAN HIAS BROMELIA
6.3 Pemetaan Risiko Produksi
6.4.2 Strategi Mitigasi
salah satu jenis obat-obatan yang digunakan oleh Ciapus Bromel untuk mengurangi kemungkinan terjadinya serangan penyakit.Fungisida ini dibutuhkan selama masa pembudidayaan bromelia.
6.4.2 Strategi Mitigasi
Strategi mitigasi risiko merupakan strategi yang digunakan untuk risiko-risiko yang berada pada kuadran I dan III.Mitigasi risiko-risiko ini diharapkan dapat mengurangi atau memperkecil dampak yang ditimbulkan dari terjadinya risiko.Strategi mitigasi dilakukan untuk menggeser posisi risiko pada peta risiko yang berada pada kuadran dengan dampak risiko terbesar ke kuadran dengan dampak risiko terkecil.
Berdasarkan hasil pemetaan risiko menunjukkan kuadran yang memiliki dampak besar terisi oleh risiko serangan penyakit, risiko serangan hama dan risiko kesalahan mekanis. Adapun penjabaran mengenai strategi yang dilakukan perusahaan untuk menangani risiko tersebut antara lain adalah:
a) Pengendalian penyakit
Penyakit pada induk dan anakan tanaman bromelia merupakan masalah utama yang harus ditangani dengan serius karena jika tidak ditangani dengan tepat, maka akan mengakibatkan terganggunya proses produksi dan mengurangi penerimaan perusahaan. Ciapus Bromel menerapkan salah satu cara untuk meminimalkan angka kerugian dalam menghadapi permasalahan yang diakibatkan oleh penyakit ini.
Jika ditemukan tanaman yang terjangkit penyakit, maka tanaman tersebut langsung dikarantina atau bahkan dimusnahkan.Tanaman yang terinfeksi tetapi tidak terlalu parah, pihak perusahaan melakukan pemangkasan atau pemotongan hanya pada bagian yang terinfeksi saja.Selanjutnya tanaman tersebut dikering-anginkan dan dapat ditanam kembali ke dalam pot (repotting) dengan media tanam yang baru.Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan penyakit pada tanaman lainnya.Perlakuan pada tanaman yang terserang penyakit dilakukan berdasarkan Standard Operational Procedure (SOP) yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
73
b) Pengendalian hama
Serangan hama yang terjadi pada usaha pembudidayaan bromelia cukup merugikan bagi Ciapus Bromel. Oleh karena itu, Ciapus Bromel menggunakan pestisida jenis insektisida dan moluksida berbentuk butiran. Kedua jenis pestisida ini diperlukan selama masa pembudidayaan tanaman bromelia untuk mencegah hama khususnya pada daun. Untuk insektisida, Ciapus Bromel menggunakan curacron, insektisida ini digunakan untuk mencegah serangan hama kutu. Penggunaan curacron dicampur dengan agristick.Perekat dan perata pestisida, untuk merekatkan insektisida tersebut pada daun saat musim hujan. Sedangkan moluksida berbentuk butiran yang digunakan adalah siputox yang ditaburkan di setiap barisan pot untuk mencegah hama siput.
Selain itu, pihak perusahaan pun melakukan penyiangan atau pembersihan daun pada masing-masing tanaman untuk dapat mengetahui kondisi tanaman bromelia dan juga untuk mendeteksi ada atau tidaknya hama pada tanaman tersebut.Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kerugian akibat serangan hama yang membuat daun tanaman bromelia rombeng, layu dan tidak menarik mengingat keistimewaan bromelia terletak pada keindahan daunnya.
c) Penggunaan dan perawatannethouse
Nethouse merupakan salah satu strategi yang digunakan Ciapus Bromel dalam mengatasi risiko akibat intensitas cahaya matahari dan merupakan input yang sangat berpengaruh terhadap kelangsungan pertumbuhan bromelia. Karena bromelia membutuhkan intensitas cahaya matahari secara tidak langsung untuk dapat tumbuh dengan baik, khususnya jenis neogrelia dengan intensitas penyinaran 45-75 persen.
Nethouse yang terdapat di Ciapus Bromel menggunakan dua jenis konstruksi yang berbeda.Nethouse pertama menggunakan konstruksi dari tiang besi dengan tinggi yang berbeda-beda sehingga atapnya tampak landai.Hal ini bertujuan untuk mengatur angin dan suhu agar sirkulasi udara merata dan menjangkau keseluruh tanaman. Plastik UV Filter 14 digunakan untuk menahan cahaya matahari pada nethousedengan siklus pergantian plastik UV setahun sekali. Sedangkan konstruksi untuk nethousekedua terbuat dari beton dengan
74
tinggi yang sama dan dikombinasikan dengan seling besi untuk menahan paranet yang mengelilingi nethouse.
d) Sistem diversifikasi
Metode mitigasi risiko lainnya yang dilakukan pula oleh Ciapus Bromel adalah sistem diversifikasi tanaman.Sistem diversifikasi ini dilakukan dengan dengan melakukan budidaya tanaman lainnya seperti philodendron. Penerapan diversifikasi ini bertujuan untuk mengurangi dampak kerugian yang ditimbulkan pada proses budidaya bromelia, sehingga kerugian tersebut masih dapat tertutupi oleh penerimaan yang dihasilkan dari philodendron.
Strategi penanganan risiko yang dilakukan oleh Ciapus Bromel dapat digambarkan sesuai dengan peta sumber-sumber risiko.Hasil pengelompokan berdasarkan kuadran sumber risiko pada peta risiko dapat dilihat pada Gambar 22 dan Gambar 23.Strategi penanganan yang dilakukan Ciapus Bromel berdasarkan hasil pemetaan sumber risiko yang terdapat pada kegiatan pembudidayaan bromelia dapat disesuaikan dengan letak risiko pada kuadran yang ada dalam peta risiko.
Strategi preventif risiko dilakukan Ciapus Bromel untuk mengurangi kemungkinan terjadinya risiko, atau dengan kata lain strategi preventif dilakukan perusahaan untuk menangani risiko yang berada pada kuadran dengan probabilitas atau kemungkinan terjadinya besar. Kuadran yang dapat ditangani dengan strategi preventif adalah risiko yang terdapat pada kuadran I dan kuadran II.
Risiko yang terdapat pada kuadran I atau risiko dengan probabilitas besar dan dampak yang disebabkan besar pula dalam kegiatan budidaya tanaman bromelia adalah risiko seranangan penyakit. Hasil identifikasi strategi penanganan risiko yang dilakukan oleh perusahaan yang sesuai dengan jenis risiko pada kuaran I ini adalah dengan melakukan pemeliharaan dan penyediaan media tanam, serta pemberian vitamin dan obat-obatan.
Strategi penanganan risiko menggunakan strategi mitigasi yang dilakukan oleh Ciapus Bromel bertujuan untuk mengendalikan risiko-risiko dengan dampak besar.Risiko yang digolongkan ke dalam risiko dengan dampak besar adalah risiko yang terdapat pada kuadran I dan kuadran III.Kuadran I merupakan risiko dengan kemungkinan terjadinya besar dan dampak yang ditimbulkan besar
75
pula.Sedangkan kuadran III merupakan risiko dengan kemungkinan terjadinya kecil tetapi dampak yang ditimbulkan oleh risiko ini besar.
Probabilitas (%) Besar 15 Kecil Kecil 500.000,00 Besar Dampak (Rp)
Gambar 22. Strategi Preventif Risiko Usaha Ciapus Bromel Tahun 2011
Risiko yang terdapat pada kuadran I dikendalikan oleh Ciapus Bromel menggunakan strategi mitigasi melalui kegiatan pengendalian penyakit, sehingga risiko timbulnya penyakit dapat diminimalkan. Risiko yang kemungkinan terjadinya kecil akan tetapi dampak yang ditimbulkan besar adalah risiko serangan hama dan risiko intensitas cahaya matahari. Risiko ini dikendalikan perusahaan dengan menggunakan strategi mitigasi risiko melalui kegiatan pengendalian hama, penggunaan dan pemeliharaan greenhouse, serta diversifikasi tanaman.
Risiko yang terdapat pada kuadran dengan probabilitas kecil dan dampak yang disebabkan oleh risiko tersebut kecil pula atau risiko yang terletak pada kuadran IV adalah risiko kesalahan mekanis. Risiko yang terdapat pada kuadran ini merupakan risiko yang ringan atau dengan kata lain risiko ini tidak terlalu berpengaruh pada Ciapus Bromel. Risiko ini tidak dapat ditangani dengan strategi preventif maupun strategi mitigasi risiko.Kedua penanganan risiko ini dilakukan untuk jenis risiko yang memiliki kemungkinan terjadinya besar atau risiko dengan dampak besar.Akan tetapi untuk menangani risiko kesalahan mekanis, Ciapus Bromel melakukan kegiatan pengenalan pada masing-masing jenis bromelia dan pelatihan terhadap karyawan karena risiko ini lebih menitikberatkan pada
Kuadran II Kuadran I
-Pemeliharaan dan
penyediaan media tanam
-pemberian vitamin dan
obat-obatan
76
keterampilan atau keahlian para karyawan.Pola penanganan risiko menggunakan strategi mitigasi dapat dilihat pada gambar berikut:
Probabilitas (%) Besar 15 Kecil Kecil 500.000,00 Besar Dampak (Rp)
Gambar 23. Strategi Mitigasi Risiko Usaha Ciapus Bromel Tahun 2011
Kuadran II Kuadran I
-pengendalian penyakit
Kuadran IV Kuadran III
-pengendalian hama
-penggunaan dan
pemeliharaangreenhouse -diversifikasi tanaman
77
VII KESIMPULAN DAN SARAN
7.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dikemukakan sebelumnya, maka kesimpulan yang dapat ditarik demi menjawab tujuan penilitian adalah :
1) Sumber-sumber risiko dalam pembudidayaan tanaman hias bromelia yang terdapat di Ciapus Bromel adalah risiko serangan hama, risiko serangan penyakit, risiko serangan penyakit, risiko kesalahan mekanis dan risiko intensitas cahaya matahari.
2) Berdasarkan hasil analisis risiko, risiko yang memiliki dampak dan probabilitas besar adalah risiko serangan hama. Sementara itu, risiko yang memiliki dampak besar dan probabilitas kecil adalah risiko serangan penyakit dan risiko intensitas cahaya matahari. Sedangkan risikokesalahan mekanis memiliki dampak kecil dan probabilitas kecil.
3) Penanganan risiko yang telah dilakukan oleh Ciapus Bromel dalam menghadapi risiko produksi bromelia diantaranya melalui penghindaran dan pengalihan risiko. Tindakan pengalihan risiko diantaranya dilakukan dengan pemeliharaan dan penyediaan media tanam, serta pemberian vitamin dan obat-obatan. Penanganan risiko lainnya melalui strategi mitigasi risiko yang dapat dilakukan dengan cara pengendalian penyakit, pengendalian hama, penggunaan dan perawatannethouse serta sistem diversifikasi tanaman. Selain itu perusahaan pun menerapkan pelatihan bagi karyawan baru sebagai bentuk strategi untuk mengatasi risiko kesalahan mekanis.
7.2 Saran
Saran yang dapat diajukan demi perbaikan dan kemajuan usaha yang dilakukan oleh Ciapus Bromel adalah :
1. Perusahaan sebaiknya membuat laporan pembukuan produksi guna mengetahui apa saja yang telah terjadi dan dapat memproyeksikan kegiatan apa saja yang harus dilakukan di masa tanam berikutnya sehingga dapat mengurangi kemungkinan terjadinya risiko produksi.
2. Perusahaan pun secara berkala memberikan pelatihan keterampilan budidaya yang baik dan benar kepada seluruh pegawai dalam hal pengelolaan tanaman
78
indukan hingga pasca panen, baik tanaman yang terserang penyakit maupun tidak. Dengan demikian akan dapat mengurangi risiko kesalahan mekanis, penyakit dan serangan hama.
3. Perusahaan sebaiknya menggunakan jaring untuk setiap nethouse agar hama-hama seperti belalang dapat diantisipasi sehingga mengurangi risiko terjadinya serangan hama.
79 DAFTAR PUSTAKA
Ashari, S. 1995. Hortikultura, Aspek Budidaya. UI. Jakarta.
[Anonim]. 12 Juni 2008. Budidaya Keluarga bromeliaceae yang Minim Biaya.Florikultura: Vol.II edisi 12/Juni 2008 (halaman 22-24).
[BPS] Badan Pusat Statistik. 2008a. Produksi tanaman hias di Indonesia tahun 2004-2008. Jakarta: Badan Pusat Statistik.
[BPS] Badan Pusat Statistik. 2008b. Luas Panen Tanaman Hias di Indonesia tahun 2004-2008. Jakarta: Badan Pusat Statistik
Crouhy, M., D.Galai, dan R.Mark. 2002. Risk Management. McGraw-Hill. Darmawi, Herman. 2008. Manajemen Risiko. Jakarta: Bumi Aksara.
Debertin, D.L. 1986. Agricultural Productin Economics Macmillan Publishing Company New York.
Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor. 2010. Produksi Tanaman Hias Berdaun Indah di kabupaten Bogor tahun 2008-2010. Bogor: Dinas Pertanian dan Kehutanan
Direktorat Jenderal Hortikultura. 2010. Nilai PDB Komoditi Hortikultura Tahun 2005-2009. Jakarta: Direktorat Jenderal Hortikultura.
Djohanputro, Bramantyo. 2004. Manajemen Risiko Koorporat Terintegrasi. Jakarta: Penerbit PPM
Elton and Gruber. 1995. Modern Portfolio Theory and Investment Analysis Fifth Edition. New York: John Wiley and Sons, Inc.
Elva. 2010. Perencanaan Strategi Pembangunan Pasar Tanaman Hias Bromelia Melalui Pendekatan Arsitektur Strategi (Studi Kasus: Usaha Ciapus Bromel, Desa Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor). [Skripsi]. Departemen Agribisnis. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Institut Pertanian Bogor.
Evans, John. 1993. The New Indoor Plant Book. Kyle Cathie Limited. London Fariyanti, A. 2008. Perilaku Ekonomi Rumahtangga Petani Sayuran Dalam
Menghadapi Risiko Produksi dan Harga Produk Di Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung. [Disertasi]. Sekolah Pasca Sarjana. Institut Pertanian Bogor.
Hanafi, Mamduh. 2009. Manajemen Risiko. UPP STIM YKPN. Yogyakarta Harwood J. Heifner R., Coble K., Perry J., Somwaru A. 1999. Managing Risk in
Farming: Concepts, Research, and Analysis. U.S: Economic Research Service.
80 Kountur, R. 2008. Manajemen Risiko Operasional (Memahami Cara Mengelola
Risiko Operasional) Perusahaan. Jakarta: PPM.
Lakitan, B. 1995. Hortikultura, Teori Budidaya dan Pasca Panen. Grafindo Perda, Jakarta.
Lestari, A. 2009. Manajemen Risiko dalam Usaha Pembenihan Udang Vannamei. [Skripsi]. Departemen Agribisnis. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Institut Pertanian Bogor.
Markamah. 2010. Manajemen Risiko Bunga Potong Sebagai Bahan Baku Produk Karangan Bunga Pada Florist X di Pasar Wastukencana Bandung. [Skripsi]. Departemen Agribisnis. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Institut Pertanian Bogor.
Palungkun, et al. 2002. Menghijaukan Ruangan. Penebar Swadaya. Jakarta. Rahardi, F. 1997. Agribisnis Tanaman Hias. Penebar Swadaya. Jakarta.
Ramli, Soehatman. 2010. Pedoman praktis manjemen risiko dalam perspektif K3. Jakarta: PT. Dian Rakyat.
Rasa TM, D Renda, Nugroho YI. 15 September 2011. Permintaan Hortikultura Terus Meningkat. AGRINA
Redaksi AgroMedia.2008. Pesona Bromelia. Jakarta: PT AgroMedia Pustaka. Risk Management Agency. 1997. Inroduction to Risk Management :
Understanding Agricultural Risk. United States Department of Agriculture.
Robison, L.J., P.J. Barry. 1987. The Competitive Firm’s Response to Risk. New York : Macmillan Publishing Company.
Safitri, Nuramalia. 2009. Analisis Risiko Produksi Daun potong di PT Pesona Daun Mas Asri, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. [Skripsi]. Departeman Agronomi dan Hortikultura. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor.
Santi A, Kusumo. 1996. Komposisi Media Tumbuh yang Cocok untuk Perbanyakan In Vitro Bromelia. Jurnal Hortikultura 5(5): 94-98.
Sembiring, Lustri. 2010. Analisis Risiko Produksi sayuran Organik pada The Pinewood Farm di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. [Skripsi]. Departeman Agronomi dan Hortikultura. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Verina S, Wiwit N. 2007. Daunnya Seindah Bunganya, Bromelia. Jakarta:
Gramedia.
Widya, Sri. 2009. Analisis Risiko Produksi Anggrek Phaleonopsi Pada PT. Ekakarya Graha Flora di Cikampek, Jawa Barat. [Skripsi]. Departemen Agribisnis. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Institut Pertanian Bogor.
81
82
Lampiran 1. Penilaian Risiko Produksi Berdasarkan Jumlah ProduksiKomoditi NeogereliaTahun 2011
Periode musim tanam Jumlah produksi (pot) Peluang
1 363 0.125 2 151 0.125 3 209 0.125 4 119 0.125 5 332 0.125 6 184 0.125 7 169 0.125 8 228 0.125 Return 1755 Ex.Return 219.375 Varian 6504.234275 St.Deviation 80.64883369 CV 0.367630011
83
Lampiran 2. Perhitungan Dampak per Sumber Risiko Komoditi Neogereliadi Ciapus Bromel Tahun 2011
No Keterangan Besaran
Expert 1 Expert 2 Expert 3 1 Serangan Hama a. Persentase kehilangan (%) 6 10 8 b. Rata-rata produksi bromelia (pot) 220 220 220 c. Harga jual (Rp) 36.707,00 36.707,00 36.707,00 d. Dampak kerugian (Rp) 484.532,40 807.554,00 646.043,20 2 Serangan Penyakit a. Persentase kehilangan (%) 25 40 30 b. Rata-rata produksi bromelia (pot) 220 220 220 c. Harga jual (Rp) 36.707,00 36.707,00 36.707,00 d. Dampak kerugian (Rp) 2.018.885,00 3.230.216,00 2.422.662,00 3 Kesalahan Mekanis a. Persentase kehilangan (%) 2 5 3 b. Rata-rata produksi bromelia (pot) 220 220 220 c. Harga jual (Rp) 36.707,00 36.707,00 36.707,00 d. Dampak kerugian (Rp) 161.510,80 403.777,00 242.266,20 4 Intensitas Cahaya Matahari a. Persentase kehilangan (%) 8 15 10 b. Rata-rata produksi bromelia (pot) 220 220 220 c. Harga jual (Rp) 36.707,00 36.707,00 36.707,00 d. Dampak kerugian (Rp) 646.043,20 1.211.331,00 807.554,00 Keterangan:
Expert 1 (O) = Manajer operasional Ciapus Bromel sebagai ahli yang berpendapat optimis
Expert 2 (P) = Karyawan atau pegawai Ciapus Bromel sebagai ahli yang berpendapat pesimis
Expert 3 (M) = Koordinator lapangan Ciapus Bromelia sebagai ahli yang berpendapatmost likely
84
Lampiran 3. Nama Jenis dan Harga Bromelia Neogerelia di Ciapus Bromel Tahun 2011
No Nama Jenis Bromelia Neogerelia Harga
1 Bromelia bingomister 50,000
2 Bromelia dorothhy 50,000
3 Bromelia garnish 25,000
4 Bromelia flamingo myra 30,000
5 Bromelia flamingo celica green 25,000
6 Bromelia imperfecta 35,000
7 Bromalia johannis de rolfe 60,000
8 Bromelia raphael 40,000
9 Bromelia bobby dazzler 25,000
10 Bromelia pablito 35,000
11 Bromelia pink campagne 35,000
12 Bromelia pink royal 25,000
13 Bromelia eizel jan 30,000
14 Bromelia carolinae hyb sp 35,000
15 Bromelia pimiento 60,000
16 Bromelia purple haze 25,000
17 Bromelia paula 30,000
18 Bromelia dermant 2 40,000
19 Bromelia flamingo celecia red 40,000
20 Bromelia flamingo jan abigail 30,000
21 Bromelia flamingo orange jan 25,000
22 Bromelia flesia alba 30,000
23 Bromelia ink well 40,000
24 Bromelia arrel 25,000
25 Bromelia bobby dazzler spotted 50,000
26 Bromelia cherry lady 30,000
27 Bromelia neo regelia maya 30,000
28 Bromelia kamala black 25,000
29 Bromelia flamingo minnie 30,000
30 Bromelia carolina hybrid sp 30,000
31 Bromelia pinkie 50,000 32 Chilicon corne 60,000 33 Lila hybried 40,000 34 Lila select 35,000 35 Rose wood 40,000 36 Flamingo monette 30,000
37 Bobby dazzler paint 40,000
38 Bobby dazzler hyb 40,000
39 Neo ninja new 50,000
40 Marble 40,000
85
Bingo mister 2 Booby dazzler spot 2
Comet Predator booby
Cherry lady Carolin hybrid
86
Lampiran 5. Sarana Produksi Bromelia pada Ciapus Bromel
Alat Penyiram Tanaman Selang
Obat-obatan dan Pestisida Besi Tusuk