• Tidak ada hasil yang ditemukan

Strategi Pemasaran Agroindustri Pancake Durian

Perusahaan dalam menghadapi berbagai masalah dalam mencapai tujuan harus dapat menentukan strategi pemasaran yang tepat agar menempatkan diri pada posisi yang menguntungkan.Dalam menetapkan strategi pemasaran yang tepat bagi perusahaan, dilakukan identifikasi terhadap faktor-faktor internal dan eksternal yang berpengaruh bagi perusahaan.

Melalui faktor internal dapat diketahui kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan untuk meningkatkan kemampuan pada perusahaan.sedangkan melalui faktor-faktor eksternal dapat diketahui perusahaan yang dapat berubah pada setiap saat dengan cepat yang melahirkan berbagai peluang dan ancaman baik yang dating dari perusahaan pesaing maupun dari iklim yang senantiasa berubah.

Berdasarkan hasil wawancara dan pengolahan data yang diperoleh dari agroindustri pancake durian di daerah penelitian, dapat dilihat faktor-faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor-faktor eksternal (peluang dan ancaman) yang mempengaruhi pemasaran pancake durian di Kota Medan sebagai berikut :

Tabel 8. Kekuatan, kelemahan,peluang dan ancaman pemasaran agroindustri pancake durian di Kota Medan

Faktor-Faktor Parameter

Faktor Internal

- Kekuatan 1. Penggunaan modal usaha pada agroindustri pancake durian

2. Jumlah produksi pancake durian per hari 3. Harga jual produk pancake durian per buah 4. Transportasi dalam pemasaran produk

pancake durian

- Kelemahan 1. Variasi produk yang dihasilkan agroindustri pancake durian

2.Jumlah tenaga kerja pada agroindustri pancake durian

3.Promosi/sistem penjualan produk pancake durian

Faktor Eksternal

- Peluang 1. Ketersediaan bahan baku dalam agroindustri pancake durian

2. Pangsa pasar produk pancake durian

3.Tingkat selera masyarakat terhadap produk pancake durian

- Ancaman 1. Perusahaan pesaing agroindustri pancake durian

2. Pengaruh pergantian musim/cuaca terhadap agroindustripancake durian

3. Daya beli masyarakat terhadap produk pancake durian

Setelah diketahui faktor-faktor internal dan eskternal pada pemasaran agroindustri pancake durian di daerah penelitian, tahap selanjutnya adalah tahap pengumpulan data. Model yang digunakan adalah Matriks Faktor Strategi Internal (IFAS) dan Matriks Faktor Strategi Eksternal (EFAS).

Hasil identifikasi faktor-faktor internal yang merupakan kekuatan dan kelemahan, rating dan pembobotan dipindahkan ke tabel matriks IFAS untuk diberi skoring (rating x bobot) seperti tabel berikut :

Tabel 9. Matriks Evaluasi Faktor Strategi Internal (IFAS)

Faktor-Faktor Strategi Internal Rating Bobot Skor Strength (Kekuatan)

1. Penggunaan modal usaha pada 5 13,89 69,45 Agroindustri pancake durian

2. Jumlah produksi pancake durian 5 13,89 69,45 per hari

3. Harga jual produk pancake durian 4 11,11 44,44 per hari

4. Transportasi dalam pemasaran produk 4 11,11 44,44 pancake durian

Weakness (Kelemahan)

1. Variasi produk yang dihasilkan 4 15,38 61,52 agroindustripancake durian

2. Jumlah tenaga kerja pada agroindustri 4 15,38 61,52 pancake durian

3. Promosi/sistem penjualan 5 19,24 96,2

produkpancake durian

TOTAL 31 100 447,02

Sumber : Analisis data primer, Lampiran 5.

Hasil pembobotan faktor internal yang paling tinggi pada kekuatan adalah penggunaan modal usaha pada agroindustri pancake durian dan harga jual produk

pancake durian per buah, sedangkan hasil yang paling tinggi pada kelemahan adalah promosi/sistem penjualan produk pancake durian.

Selanjutnya, hasil identifikasi faktor-faktor eksternal yang merupakan peluang dari ancaman. Rating dan pembobotan dipindahkan ke tabel matriks EFAS untuk di beri skoring (rating x bobot) seperti tabel berikut :

Tabel 10. Matriks Evaluasi Faktor Strategi Eksternal (EFAS)

Faktor- Faktor Strategi Eksternal Peluang Bobot Skor Oppurtunity (Peluang)

1. Ketersediaan bahan baku dalam 5 17,86 89,3 agroindustripancake durian

2. Pangsa pasar produk 5 17,86 89,3

pancake durian

3. Tingkat selera masyarakat terhadap 4 14,28 57,12 produkpancake durian

Threats (Ancaman)

1. Perusahaan pesaing agroindustri 5 19,24 96,2 pancake durian

2. Pengaruh pergantian musim/cuaca 4 15,38 61,52 terhadap agroindustri pancake durian

3. Daya beli masyarakat terhadap 4 15,38 61,52 produkpancake durian

TOTAL 27 100 454,96

Sumber : Analisis data primer, Lampiran 6.

Hasil pembobotan faktor eskternal yang paling tinggi pada peluang adalah ketersediaan bahan baku dalam agroindustri pancake durian dan pangsa pasar produk pancake durian, sedangkan hasil yang paling tinggi pada ancaman adalah perusahaan pesaing agroindustr pancake durian.

Selanjutnya dilakukan penggabungan antara faktor strategis internal dan faktor strategis eksternal sebagai berikut :

Tabel 11. Penggabungan matriks evaluasi faktor strategis internal dan eksternal pemasaran agroindustri pancake durian.

Faktor-Faktor Strategis Rating Bobot Skor Faktor Strategi Internal

Strength (Kekuatan)

1. Penggunaan modal usaha pada 5 13,89 69,45 Agroindustri pancake durian

2. Jumlah produksi pancake durian 5 13,89 69,45 per hari

3. Harga jual produk pancake durian 4 11,11 44,44 per hari

4. Transportasi dalam pemasaran 4 11,11 44,44 produkpancake durian

Total Skor Kekuatan 18 50 227,78 Weakness (Kelemahan)

1. Variasi produk yang dihasilkan 4 15,38 61,52 agroindustripancake durian

2. Jumlah tenaga kerja pada agroindustri 4 15,38 61,52 pancake durian

3. Promosi/sistem penjualan 5 19,24 96,2

produkpancake durian

Total Skor Kelemahan 13 50 219,24

Selisih (Kekuatan – Kelemahan) 8,54

Faktor Strategis Eksternal Oppurtunity (Peluang)

1. Ketersediaan bahan baku dalam 5 17,86 89,3 agroindustripancake durian

2. Pangsa pasar produk 5 17,86 89,3

pancake durian

3. Tingkat selera masyarakat terhadap 4 14,28 57,12 produkpancake durian

Total Skor Peluang 14 50 235,72 Threats (Ancaman)

1. Perusahaan pesaing agroindustri 5 19,24 96,2 pancake durian

2. Pengaruh pergantian musim/cuaca 4 15,38 61,52 terhadap agroindustri pancake durian

3. Daya beli masyarakat terhadap 4 15,38 61,52 produkpancake durian

Total Skor Ancaman 13 50 219,24

Selisih (Peluang – Ancaman) 16,48

Tabel 10 menunjukkan bahwa selisih faktor strategis internal (kekuatan – kelemahan) adalah sebesar 8,54 yang artinya pengaruh kekuatan lebih besar dibandingkan pengaruh kelemahan terhadap pemasaran agroindustri pancake durian di Kota Medan. Sedangkan selisih faktor strategis eksternal (peluang – ancaman) sebesar 16,48 yang artinya pengaruh peluang lebih besar dibandingkan pengaruh ancaman terhadap pemasaran agroindustri pancake durian di Kota Medan.

Berdasarkan penggabungan matriks evaluasi faktor internal dan eksternal tersebut, maka dapat diketahui posisi strategi pemasaran agroindustri pancake durian di Kota Medan. Posisi strategis pemasaran dianalisis menggunakan matriks posisi, sehingga akan menghasilkan titik koordinat (x,y). Nilai x diperoleh dari selisih faktor internal (kekuatan – kelemahan) dan nilai y diperoleh dari selisih faktor eksternal (peluang – ancaman). Posisi titik koordinatnya dapat dilihat sebagai berikut :

Y ( + )

Kuadran III 16,48 Kuadran I Strategi Turn Around Strategi Agresif

X ( - ) X ( + )

8,54

Kuadran IV Kuadran II

Strategi Defensif Strategi Diversifikasi

Y ( - )

Gambar 3. Matriks Posisi Strategi Pemasaran Agroindustri Pancake Durian Faktor Eksternal F a k t o r i n t e r n a l

Posisi perusahaan agroindustri dalam pemasaran produk pancake durian di daerah penelitian berada di kuadran I, artinya posisi ini menandakan bahwa situasi perusahaan sangat menguntungkan, perusahaan tersebut memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada.

Setelah menyusun hasil pada gambar di atas, maka perlu dilakukan analisis dengan menyusun faktor-faktor strategis dalam matriks SWOT.

Tabel 12. Matriks SWOT

INTERNAL

EKSTERNAL

KEKUATAN (S)

1. Penggunaan modal usaha pada agroindustri pancake durian. (S1)

2. Jumlah produksi pancake

durian per hari. (S2)

3. Harga jual produk pancake

durian per buah. (S3)

4. Transportasi dalam pemasaran produk pancake durian. (S4)

KELEMAHAN (W) 1. Variasi produk yang

dihasilkan agroindustri

pancake durian. (W1) 2. Jumlah tenaga kerja

pada agroindustri pancake durian. (W2) 3. Promosi/sistem penjualan produk pancake durian. (W3) PELUANG (O)

1. Ketersediaan bahan baku dalam agroindustri pancake

durian. (O1)

2. Pangsa pasar produk

pancake durian. (O2) 3. Tingkat selera masyarakat

terhadap produk pancake

durian. (O3)

STRATEGI SO

1. Meningkatkan modal usaha dengan ketersediaan bahan baku. (S1,O2)

2. Memanfaatkan peluang pasar dengan harga jual produk. (S2,S3,S4,O2,O3)

3. Memanfaatkan peluang pada tingkat selera masyarakat dengan meningkatkan jumlah produksi. (S2,O2,O3) STRATEGI WO 1. Meningkatkan kualitas produk. (W1,W2,O1,O2) 2.Mempertahankan konsumen. (W1,W3,O2)

3. Menjalin kerja sama yang baik dengan pemasok bahan baku. (W1,O1,O2)

ANCAMAN (T) 1. Perusahaan pesaing

agroindustri pancake durian. (T1)

2. Pengaruh pergantian musim terhadap agroindustri

pancake durian. (T2) 3. Daya beli masyarakat

terhadap produk pancake

durian. (T3)

STRATEGI ST

1. Mengadopsi teknologi dalam proses pemasaran.

(S1,S4,T1,T2)

2. Memberikan variasi baru memproduksi produk. (S1,S3,T3) STRATEGI WT 1. Melakukan promosi ke perusahaan besar. (W3,T3) 2. Memberikan pelatihan dan pengembangan bagi tenaga kerja. (W2,T1)

Matriks ini menghasilkan empat kemungkinan alternatif strategis yaitu strategis SO (Strenghts – Opportunities), Strategi ST (Strenghts – Threats).Strategi WO (Weakness – Opportunities) dan Strategi WT (Weakness – Threats).

Keempat berbagai kemungkinan strategi di atas tidak di gunakan seluruhnya dalam pemasaran agroindustri pancake durian di daerah penelitian melainkan disesuaikan dengan posisi yang telah diketahui dalam matriks posisi SWOT.Di daerah penelitian, posisi perusahaan agroindustri dalam pemasaran pancake durian berada di kuadran I, sehingga strategi yang tepat digunakan dalam posisi tersebut adalah strategi agresif. Strategi agresif merupakan strategi yang fokus pada strategi SO (Strenghts- Oppurtunities) yaitu menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang. Sehingga strategi-strategi yang tepat digunakan perusahaan agroindustri dalam pemasaran pancake durian di daerah penelitian adalah :

1. Meningkatkan modal usaha dengan ketersediaan bahan baku. (S1,O2)

Modal merupakan hal yang sangat penting dalam mengembangkan suatu usaha.Modal usaha yang digunakan pengusaha agroindustri pancake durian ialah modal pribadi, maka dari itu pengusaha agroindustri pancake durian dapat membeli alat atau teknologi untuk mengembangkan produk serta menambah tenaga kerja yang terampil untuk memproduksi

pancake durian dalam jumlah besar.

2. Memanfaatkan peluang pasar dengan harga jual produk. (S2,S3,S4,O2,O3)

Tingginya permintaan akan pancake durian sebagai salah satu ciri khas oleh-oleh Kota Medan merupakan peluang bagi para pengusaha pancake durian untuk meningkatkan produksinya serta menjual hasil produksinya ke para konsumen atau perusahaan-perusahaan besar di bawah harga perusahaan pesaing yang beskala besar. Untuk itu perlu adanya kerja

sama dengan pemerintah agar perusahaan agroindustri skala kecil – rumah tangga memiliki akses(link) ke perusahaan-perusahaan besar.

3. Memanfaatkan peluang pada tingkat selera masyarakat dengan meningkatkan jumlah produksi. (S2,O2,O3)

Permintaan masyarakat terhadap produk agroindustri pancake durian berdasarkan tingkat selera masyarakat mengkonsumsi olahan dari daging buah durian tersebut. Tingginya permintaan berpengaruh terhadap jumlah produksi perusahaan industri rumah tangga pancake

durian. Permintaan yang menjulang tinggi dikarenakan pancake durian yang menjadi salah satu ciri khas oleh-oleh dari Kota Medan. Maka, peluang ini sangat berpengaruh bagi industri rumah tangga untuk meningkatkan produksi produk pancake durian.

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN 6.1Kesimpulan

1. Kekuatan agroindustri dalam pemasaran pancake durian di daerah penelitian adalah penggunaan modal usaha pada agroindustri pancake durian, jumlah produksi pancake durian per hari, harga jual produk pancake durian per buah dan transportasi dalam pemasaran produk pancake durian.

2. Kelemahan agroindustri pancake durian di daerah penelitian adalah variasi produk yang dihasilkan agroindustri pancake durian, jumlah tenaga kerja pada agroindustri pancake durian dan promosi/sistem penjualan produk pancake durian.

3. Peluang agroindustri pancake durian di daerah penelitian adalah ketersediaan bahan baku dalam agroindustri pancake durian, pangsa pasar produk pancake durian dan tingkat selera masyarakat terhadap produk pancake durian.

4. Ancaman agroindustri pancake durian di daerah penelitian adalah perusahaan pesaing agroindustri pancake durian, pengeruh pergantian musim/cuacaterhadap agroindustri pancake durian dan daya beli masyarakat terhadap produk pancake durian.

5. Strategi yang diperoleh untuk meningkatkan pemasaran agroindustri pancake durian di daerah penelitian adalah strategi agresif atau strategi SO (Strengths – Oppurtunities) yaitu menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada dengan kegiatan sebagai berikut :

1. Meningkatkan modal usaha dengan ketersediaan bahan baku. 2. Memanfaatkan peluang pasar dengan harga jual produk.

3. Memanfaatkan peluang pada tingkat selera masyarakat dengan meningkatkan jumlah produksi.

Dokumen terkait