Perusahaan dalam menghadapi berbagai masalah dalam mencapai tujuan harus dapat menentukan strategi pemasaran yang tepat agar menempatkan diri pada posisi yang menguntungkan. Dalam menetapkan strategi pemasaran yang
tepat bagi perusahaan, dilakukan identifikasi terhadap faktor - faktor internal dan ekternal yang berpengaruh bagi perusahaan. Melalui faktor internal dapat diketahui kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan, sedangkan melalui faktor-faktor ekternal dapat diketahui peluang dan ancaman yang dihadapai perusahaan. Berdasarkan hasil wawancara dan pengolahan data yang diperoleh dari agroindustri sirup pala di daerah penelitian, dapat dilihat faktor - faktor internal (kekutan dan kelemahan) dan faktor - faktor ekternal (peluang dan ancaman) yang mempengaruhi pemasaran sirup pala di kabupaten Aceh Selatan sebagai berikut:
Tabel 10. Kekuatan dan Kelemahan Agroindustri Sirup pala
No Indikator Parameter Rating
I. Faktor Internal
I Kekuatan (Strengths)
1. Penggunaan Modal Usaha Pada Agroindustri Sirup Buah Pala
a. > Rp. 10.000.000 4 b. Rp. 2.000.000 – Rp. 10.000.000 3 c. Rp. 500.000 – Rp. 2.000.000 2 d. < Rp. 500.000 1 2. Harga Jual Sirup Buah
Pala per Botol
a. > Rp. 20.000 4 b. Rp. 15.000 – Rp. 20.000 3 c. Rp. 5.000 – Rp. 15.000 2 d. < Rp. 5.000 1 3 Jumlah tenaga kerja
agroindustri sirup buah pala
a.> 4 orang 4 b. 2 – 4 orang 3 c. 1 – 2 orang 2 d. < 1 orang 1 4 Kualitas produk sirup buah
pala a. Sangat baik 4 b. Baik 3 c. Cukup baik d. Tidak baik 2 1
Tabel.10 Lanjutan
No Indikator Parameter Rating
5
Jumlah Buah Pala Yang Dibutuhkan a. > 30 kg b. 20 – 30 kg c. 10 – 20 kg d. < 10 kg 4 3 2 1 II Kelemahan(Weaknesses)
1. Jumlah Produksi Sirup Buah Pala per produksi
a. < 10 botol 1 b. 10 – 50 botol 2 c. 50 – 100 botol 3 d. > 100 botol 4 2. Promosi / Sistem
Penjualan Sirup Buah Pala
a. Tidak ada promosi 1 b. Promosi ke distributor 2 c. Promosi ke pabrik / industri besar 3 d. Promosi dengan media online 4
3. Teknologi Yang Masih Tradisional / Konvensional
a. Sangat Tradisional 1 b. Tradisional 2 c. Modren 3 d. Sangat Modren 4 4. Adanya Produk Olahan
Lain Dari Buah Pala
a. Banyak 1
b. Cukup Banyak 2 c. Tidak Banyak 3 d. Tidak Ada Sama Sekali 4 5. Kurangnya Kemitraan
Dengan Lembaga Lain
a. Sering 1
b. Cukup Sering 2 c. Kurang Sering 3
Tabel 11. Peluang dan Ancaman Agroindustri Sirup pala
No Indikator Parameter Rating
II. Faktor Eksternal
I Peluang (Opportunities)
1. Ketersediaan Bahan Baku dalam Agroindustri Sirup Buah Pala
a. Sangat banyak tersedia 4 b. Banyak tersedia 3 c. Cukup tersedia 2 d. Kurang tersedia 1 2. Pangsa Pasar Produk Sirup
Buah Pala
a. Ekspor luar negeri 4
b. Ekspor ke luar daerah Kab.
Aceh Selatan 3 c. Hanya di daerah Kab. Aceh
Selatan 2
d. Di sekitar lokasi pabrik 1 3. Berkhasiat Dalam Kesehatan
Tubuh
a. Sangat Berkhasiat Khusus 4 b. Berkhasiat Khusus 3 c. Cukup Berkhasiat Khusus 2 d. Tidak Berkhasiat Khusus 1 4. Prospek Usaha Yang Cerah a. Keuntungan Besar 4 b. Keuntungan Cukup Besar 3 c. Keuntungan Tidak Besar 2 d. Keuntungan Kecil 1 5. Dapat Bersaing Dengan
Produk Sirup Luar
a. Harga Sangat Terjangkau 4 b. Harga Terjangkau 3 c. Harga Cukup Terjangkau 2 d. Hargaa Tidak Terjangkau 1
II Ancaman (Threats)
1. Perusahaan Pesaing Agroindustri Sirup Buah Pala
a. Banyaknya industri pesaing
di daerah Kab. Aceh Selatan 1 b. Banyaknya industri pesaing
di Kec. Tapak Tuan 2 c. Industri pesaing di sekitar
lokasi pabrik 3 d. Tidak ada industri pesaing 4
Tabel.11 Lanjutan
No Indikator Parameter Rating
2. Pengaruh Pergantian Musim / cuaca terhadap
Agroindustri Sirup Buah Pala
a. Berpengaruh terhadap proses produksi dan pemasaran produksi
1 b. Berpengaruh pada proses
Produksi 2 c. Berpengaruh pada pemasaran produk 3 d. Tidak ada pengaruh 4 3. Produk Olahan Buah Pala
Yang Lain a. Sangat Banyak 1 b. Banyak 2 c. Cukup Banyak 3 d. Tidak Banyak 4 4. Selera Konsumen
Masyarakat Tiap Daerah Berbeda
a. Sangat Benar 1
b. Benar 2
c. Kurang Benar 3 d. Tidak Benar 4 5. Biaya Promosi Sirup Buah
Pala Mahal a. Sangat Mahal 1 b. Mahal 2 c. Cukup Mahal 3 d. Tidak Mahal 4
Setelah diketahui faktor-faktor internal dan ekternal pada pemasaran agroindustri buah pala di daerah penelitian, tahap selanjutnya adalah tahap pengumpulan data. Model yang digunakan adalah Matriks Faktor Strategi Internal/ Internal Strategic Factors Analysis Summery (IFAS) dan Matriks Ekternal Strategic Factors Analysis Summery (EFAS).
Hasil identifikasi faktor-faktor internal yang merupakan kekuatan dan kelemahan rating dan pembobotan dipindahkan ke tabel matrik IFAS untuk diberi skor (rating x bobot) seperti pada tabel berikut:
Tabel 12. Matriks Evaluasi Faktor Strategis Internal (IFAS)
Faktor-Faktor Strategi Internal Rating Bobot Skor i. Faktor-Faktor Strategis (Kekuatan)
1. Penggunaan Modal Usaha Pada Agroindustri Sirup Buah Pala
4 0.12 0.46 2. Harga Jual Sirup Buah Pala per Botol 3 0.11 0.33 3. Jumlah Tenaga Kerja Agroindustri Sirup Buah
pala 3 0.10 0.27
4. Kualitas produk Sirup Buah Pala 3 0.11 0.39
5. Jumlah Buah Pala Yang Dibutuhkan 3 0.11 0.33
Total Skor Kekuatan 16 0.55 1.79
ii. Faktor Weakness (Kelemahan)
1. Jumlah Produksi Sirup Buah Pala per produksi 3 0.10 0.30 2. Promosi / Sistem Penjualan Sirup Buah Pala 3 0.09 0.22
3. Teknologi Yang Masih Tradisional /Konvensional 3 0.10 0.27 4. Adanya Produk Olahan Lain Dari Buah Pala 3 0.09 0.22 5. Kurangnya Kemitraan Dengan Lembaga Lain 3 0.09 0.22
Total Skor Kelemahan 14 0.45 1.24
Total (Kekuatan + Kelemahan) 30 1.00 3.03
Sumber: Analisis data primer, Tahun 2016
Hasil pembobotan faktor internal yang paling tinggi pada kekuatan adalah penggunaan modal usaha pada agroindustri sirup pala dan kualitas produk sirup pala serta yang paling rendah adalah jumlah tenaga kerja agroindustri sirup pala, sedangkan hasil yang paling tinggi pada faktor kelemahan adalah jumlah produksi sirup pala per produksi dan terendah pada promosi/sistem penjualan sirup pala.
Selanjutnya hasil identifikasi faktor-faktor ekternal yang merupakan peluang dan ancaman, rating dan pembobotan dipindahkan ke tabel matrik EFAS untuk diberi skor (rating x bobot) seperti pada tabel berikut ini:
Tabel 13. Matriks Evaluasi Faktor Strategis Ekternal (EFAS)
Faktor-Faktor Strategis Eksternal Rating Bobot Skor
i. Faktor-Faktor Oppurtunity (Peluang)
1. Ketersediaan Bahan Baku dalam Agroindustri Sirup
Buah Pala 4 0.12 0.47
2. Pangsa Pasar Produk Sirup Buah Pala 4 0.11 0.40
3. Berkhasiat Bagi Kesehatan Tubuh 4 0.12 0.44
4. Prospek Usaha Yang Cerah 4 0.13 0.50
5. Dapat Bersaing Dengan Produk Sirup Luar 4 0.11 0.40
Total Skor Peluang 19 0.59 2.21
ii. Faktor Threats (Ancaman)
1. Perusahaan Pesaing Agroindustri Sirup Buah Pala 2 0.08 0.19 2. Pengaruh Pergantian Musim / cuaca terhadap
Agroindustri Sirup Buah pala 3 0.09 0.23
3. Produk Olahan Buah Pala Yang Lain 3 0.09 0.26 4. Selera Konsumen Masyarakat Tiap Daerah Berbeda 2 0.08 0.19 5. Biaya Promosi Sirup Buah Pala Mahal 3 0.08 0.21
Total Skor Ancaman 13 0.41 1,07
Total (Peluang +Ancaman) 32 1.00 3,28
Sumber: Analisis data primer, Tahun 2016
Hasil pembobotan faktor ekternal yang paling tinggi pada peluang adalah prospek usaha yang cerah dan ketersediaan bahan baku dalam agroindustri sirup pala sedangkan yang terendah pada peluang adalah pangsa pasar produk sirup pala, sedangkan hasil yang paling tinggi pada acaman adalah Produk Olahan Buah pala yang lain terhadap agroindustri sirup pala dan pengaruh pergantian musim/ cuaca terhadap agroindustri sirup buah pala.
Selanjutnya dilakukan penggabungan antara faktor strategi internal dan faktor strategi ekternal sebagai berikut :
Tabel 14. Penggabungan Matriks Evaluasi Faktor Strategis Internal dan Ekternal
i. Faktor-Faktor Strategis (Kekuatan) Rating Bobot Skor
1. Penggunaan Modal Usaha Pada Agroindustri Sirup
Buah Pala 4 0.12 0.46
2. Harga Jual Sirup Buah Pala per Botol 3 0.11 0.33 3. Jumlah Tenaga Kerja Agroindustri Sirup Buah pala 3 0.10 0.27
4. Kualitas produk Sirup Buah Pala 3 0.11 0.39
5. Jumlah Buah Pala Yang Dibutuhkan 3 0.11 0.33
Total Skor Kekuatan 16 0.55 1.79
ii. Faktor Weakness (Kelemahan)
1. Jumlah Produksi Sirup Buah Pala per produksi 3 0.10 0.30 2. Promosi / Sistem Penjualan Sirup Buah Pala 3 0.09 0.22
3. Teknologi Yang Masih Tradisional /Konvensional 3 0.10 0.27 4. Adanya Produk Olahan Lain Dari Buah Pala 3 0.09 0.22 5. Kurangnya Kemitraan Dengan Lembaga Lain 3 0.09 0.22
Total Skor Kelemahan 14 0.45 1.24
Selisih (Kekuatan-Kelemahan) 0.55
iii. Faktor-Faktor Oppurtunity (Peluang)
1. Ketersediaan Bahan Baku dalam Agroindustri Sirup
Buah Pala 4 0.12 0.47
2. Pangsa Pasar Produk Sirup Buah Pala 4 0.11 0.40
3. Berkhasiat Bagi Kesehatan Tubuh 4 0.12 0.44
4. Prospek Usaha Yang Cerah 4 0.13 0.50
5. Dapat Bersaing Dengan Produk Sirup Luar 4 0.11 0.40
Total Skor Peluang 19 0.59 2.21
iv. Faktor Threats (Ancaman)
1. Perusahaan Pesaing Agroindustri Sirup Buah Pala 2 0.08 0.19 2. Pengaruh Pergantian Musim / cuaca terhadap
Agroindustri Sirup Buah pala 3 0.09 0.23
3. Produk Olahan Buah Pala Yang Lain 3 0.09 0.26 4. Selera Konsumen Masyrakat Tiap Daerah Berbeda 2 0.08 0.19 5. Biaya Promosi Sirup Buah Pala Mahal 3 0.08 0.21
Total Skor Ancaman 13 1.00 1.07
Selisih (Peluang-Ancaman) 1.14
Sumber: Analisis data primer, Tahun 2016
Dari hasil tabel 14 diatas menunjukan bahwa selisih faktor strategi internal (kekuatan-kelemahan) adalah sebesar 0,55 yang artinya pengaruh kekuatan lebih besar dibandingkan dengan faktor kelemahan terhadap pemasaran agroindustri
1,14 yang artinya pengaruh peluang lebih besar dibandingkan pengaruh ancaman terhadap pemasaran agroindustri sirup pala di Kabupaten Aceh Selatan, Kecamatan Tapak Tuan.
Berdasarkan penggabungan matriks evaluasi faktor internal dan ekternal tersebut, maka dapat diketahui posisi strategi pemasaran agroindustri sirup pala di Kabupaten Aceh Selatan. Posisi strategi pemasaran dianalisis menggunakan matriks posisi ,sehingga akan menghasilkan titik koordinat (x,y). Nilai x diperoleh dari selisih faktor internal (kekuatan-kelemahan) dan nilai y diperoleh dari selisih faktor ekternal (peluang-ancaman). Posisi titik koordinatnya dapat dilihat sebagai berikut:
Gambar 3. Matriks Posisi Strategi Pemasaran Agroindustri Sirup pala
Posisi perusahaan agroindustri dalam pemasaran produk sirup pala di daerah penelitian berada di kuadran I, artinya posisi ini menandakan bahwa situasi perusahaan sangat menguntungkan, perusahaan tersebut memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada.
Eksternal Faktor Internal Faktor Kuadran III Mendukung Strategi Turn Arround Kuadran IV Mendukung Strategi Defensif Kuadran I Mendukung Strategi Agresif Kuadran II Mendukung Strategi Diversifikasi 0 Y X 1,14 0,55
Setelah mengetahui hasil pada gambar 3 diatas maka perlu dilakukan analisis dengan menyusun faktor-faktor strategi dalam matriks SWOT. Matriks ini menghasilkan empat kemungkinan alternatif strategi yaitu Strategi SO (Strengths-Opportunities), Strategi ST (Strengths-Threats), Strategi WO (Weakness- Opportunities) dan Strategi WT (Weakness- Threats)
Tabel 15. Matriks SWOT Strategi Pemasaran Agroindustri Sirup pala di Kabupaten Aceh Selatan adalah sebagai berikut :
IFAS
EFAS
Strengths (S)
1. Modal Usaha Pada Agroindustri Sirup Pala (S1)
2. Harga Jual Sirup pala per Botol (S2)
3. Jumlah Tenaga Kerja Agroindustri Sirup pala(S3)
4. Kualitas produk Sirup Buah Pala (S4)
5. Jumlah Buah Pala Yang Dibutuhkan (S5)
Weaknesses (W)
1. Jumlah Produksi Sirup pala per Produksi(W1) 2. Promosi / Sistem
Penjualan Sirup pala (W2)
3. Teknologi Yang Masih Tradisional/Konvensional (W3)
4. Adanya Produk Olahan Lain Dari Buah Pala (W4) 5. Kurangnya Kemitraan Dengan Lembaga Lain(W5) Opportunities (O) 1. Ketersediaan Bahan Baku dalam
Agroindustri Sirup pala (O1)
2. Pangsa Pasar Produk Sirup pala (O2) 3. Berkhasiat Bagi
Kesehatan Tubuh (O3) 4. Prospek Usaha Yang
Cerah (O4)
5. Dapat Bersaing Dengan Produk Sirup Luar (O5)
STRATEGI S-O
1. Meningkatkan Produksi Usaha(S1,O2)
2. Memanfaatkan Peluang Pasar untuk Memperluas Jaringan Pemasaran Produk (S1,S2,O1,O2) 3. Meningkatkan Produksi
Dengan Menggunakan Tenaga Kerja Yang Tersedia (S3,O1) 4. Meningkatkan
Penyerapan Tenaga Kerja dan Keberlanjutan Usaha (S3, O4) 5. Memenangkan Persaingan Pasar Untuk Meningkatkan Keuntungan (S4, S5, O5) STRATEGI W-O 1.Meningkatkan Jumalah
Produk Sirup pala Dengan Ketersediaan Bahan Baku Cukup Banyak (W1,O1) 2. Meningkatkan Promosi
Penjualan Dengan Memperluas Pangsa Pasar (W2,O2) 3. Meningkatan Penggunaan Teknologi Untuk Meningkatkan Produktivitas (W3, O3, O5) 4. Mendapatkan Kepercayaan Konsumen Untuk Melakukan Pembelian Sirup Buah Pala (W4, W5, O5)
5. Mendorong Masyarakat Untuk Terus
Mengkonsumsi Sirup Buah Pala (W5, O1, O2)
Treaths (T)
1. Perusahaan Pesaing Agroindustri Sirup pala (T1)
2. Pengaruh Pergantian Musim / cuaca terhadap Agroindustri Sirup pala Sirup pala (T2) 3. Produk Olahan Buah
Pala Yang Lain (T3) 4. Selera Konsumen Tiap
Konsumen Berbeda (T4) 5. Biaya Promosi Sirup
Buah Pala Mahal (T5)
STRATEGI S-T
1. Menambah modal Usaha Dapat Meningkatkan Produksi Sirup pala (S1, S2,T1)
2. Pemanfaatan Jumlah Tenaga Kerja akan Meningkatkan Dalam Pengumpulan Bahan Baku Buah Pala (S3,T2) 3. Meningkatkan Inovasi
dan Kreatifitas Untuk Mengembangkan Pemasaran Sirup Buah Pala (S4, T3)
4. Mencukupi Bahan Baku dan Mempromosikan Sirup Buah Pala (S5, T4) 5. Pemanfaatan Jumlah
Bahan Baku Yang Tersedia Untuk Memproduksi dan Mempromosikan sirup buah pala (S5, T4, T5) STRATEGI W-T 1. Mengembangkan
Produksi Sesuai Dengan Permintaan Pasar (W1, T1)
2. Melakukan kerjasama dengan Industri Makanan dan Minuman (W2, T2) 3. Mengolah Buah Pala
Menjadi Turunan Sirup Buah Pala (W3, T3) 4. Mempromosikan Produk
Sirup Buah Pala Ke Seluruh Lapisan Masyarakat (W4, T4) 5. Meningkatkan Kualitas
Produk Sirup Buah Pala dan Pemanfaatan Bahan Baku Dengan Maksimal (W5, T1, T2)
Keempat berbagai kemungkinan strategi di atas tidak digunakan seluruhnya dalam pemasaran agroindustri sirup pala di daerah penelitian, melainkan disesuaikan dengan posisi yang telah diketahui dalam matriks posisi SWOT. Di daerah penelitian, posisi perusahaan agroindustri dalam pemasaran sirup pala berada pada kuadran I, sehingga strategi yang tepat digunakan dalam posisi tersebut adalah strategi agresif.
Strategi agresif merupakan strategi yang fokus pada strategi SO (Strengths-Opportunities) yaitu menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang. Sehingga strategi-strategi yang tepat digunakan perusahaan agroindustri dalam pemasaran sirup pala di daerah penelitian adalah :
1. Meningkatkan produksi usaha (S1,O2)
Saat ini produk yang dihasilkan agroindustri sirup pala di daerah penelitian memiliki bahan baku yang cukup banyak sehingga dengan ketersedianya modal dapat meningkatkan produksi sirup pala lebih banyak lagi sehingga permintaan pasar akan terpenuhi.
2. Memanfaatkan Peluang Pasar Untuk Memperluas Jaringan Produk (S1,S2,O1,O2).
Tingginya permintaan akan sirup pala sebagai bahan minuman yang siap saji baik untuk rumah tangga maupun restoran. Hasil produksi sirup pala harus mencari mitra kerja ke perusahan-perusahan swasta baik dalam negeri maupun luar negeri.
3. Meningkatkan Produksi Dengan Tenaga Kerja Yang Tersedia (S3,O1)
Produksi dapat ditingkatkan dengan lebih banyak lagi harus diimbangi dengan jumlah tenaga kerja yang tersedia, sehingga penyerapan tenaga kerja dapat meningkatkan kesejahteraan di wilayah penelitian, Sehingga dengan jumlah tenaga kerja terpenuhi dan proses produksi hasil sirup pala bisa dengan cepatnya meningkat.
4. Meningkatkan Penyerapan Tenaga Kerja dan Keberlanjutan Usaha (S3, O4) Keberlanjutan agroindustri sirup pala dapat mengembangkan perekonomian masyarakat sekitar dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Mendorong perekonomian masyarakat di wilayah penelitian, agroindustri sirup pala dapat dikembangkan di daerah penelitian.
5. Memenangkan Persaingan Pasar Untuk Meningkatkan Keuntungan (S4, S5, O5)
Untuk meraih keuntungan yang maksimal maka diperlukan usaha dan strategi untuk bersaing dengan produk sirup lainnya, menampilkan keunggulan produk yang mampu memenangkan persaingan pasar yang ketat, guna untuk meningkatkan pendapatan usaha yang maksimal