• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab 5 Rekomendasi Hasil Penelitian

5.13 Strategi Pemasaran

Konsep-konsep inti pemasaran menurut Philip Kotler dan Gery Amstrong berdasarkan kebutuhan, keinginan dan permintaan, lalu terciptalah produk (Marketing Mix) yang mana adanya nilai, kepuasan dan mutu yang dihasilkan produk tersebut yang mengakibatkan adanya pertukaran, transaksi dan hubungan antara penjual dan konsumen (Segmenting, Targetting and Positioning). Dalam memperdalam inti pemasaran tersebut, pengusaha layaknya melakukan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity and Target). Tim Peneliti mendapatkan temuan di lapangan mengenai analisis SWOT yang ada di Kabupaten Nias Barat berikut ini:

Tabel 20. SWOT Masyarakat, Lembaga pendukung 4. Pemerintah daerah (Dinas-dinas

terkait)

I. Kualitas bahan mentah/ hasil bumi II. Pengetahuan dan kemampuan tenaga

kerja/ masyarakat III. Peralatan kerja IV. Sarana prasarana V. Modal

VI. Jalur distribusi produk VII. Sosialisasi administrasi

VIII. Penetapan standarisasi kualitas & harga barang dagang

IX. Fasilitas pariwisata (standard terkait akses)

OPPORTUNITY THREAT

1. Meningkatkan kualitas produk

2. Meningkatkan kemampuan tenaga kerja/ masyarakat

3. Lokasi geografis 4. Potensi alam

5. Pemaksimalan jalur transportasi khususnya darat

6. Pengembangan infrastruktur teknologi informasi

7. Pengembangan Pariwisata

1. Memiliki produk yang dimiliki daerah lain

2. Jalur distribusi 3. Infrastruktur 4. Sarana prasana

5. Pengetahuan dan wawasan pelaku usaha/ masyarakat

6. Jalur transportasi terkait distribusi

Page | 114 Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Budi Luhur Jakarta, 2021

Data Produksi Buah-buahan dan Sayuran Tahunan menurut jenis tanaman di Kabupaten Nias Barat (ton) Tahun 2017-2020.

Tabel 21. Produksi Buah-buahan dan Sayuran Menurut Jenis Tanaman di Kab. Nias Barat (Ton) tahun 2017-2020

Data Produksi Buah-buahan dan Sayuran Semusim menurut jenis tanaman di Kabupaten Nias Barat (kwintal) Tahun 2018-2020.

Tabel 22. Produksi Tanaman Sayuran Buah-buahan Semusim Menurut Jenis Tanaman di Kab. Nias Barat (Kwintal) tahun 2018-2020

Maka, berdasarkan data tersebut terlampir model Pendistribusian dan Komunikasi Pemasaran sebagai berikut, yang mana jalur pemasarannya ada tiga jalur, yaitu secara tradisional, retail dan e-commerce.

Gambar 38. Alternatif Inkubator Bisnis (2)

Page | 116 Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Budi Luhur Jakarta, 2021

Unsur-unsur produknya meliputi

kualitas produk; fitur produk; gaya dan desain produk; merek; kemasan; label dan pelayanan pendukung produk. Selain unsur-unsur tersebut, terdapat pula fitur-fitur

produk seperti pada gambar di bawah ini:

Selanjutnya adalah atribut valuable Produk Ritel, komposisinya terdiri dari Ijin BPOM/P-IRT; sertifikat Kualitas dan halal; Barcode Product; Logo atau Merek dagang; berat bersih; diproduksi oleh; komposisi produk; info nilai gizi; info layanan konsumen dan kelengkapan administrasi lainnya. Langkah-langkah strategis awal meliputi:

1. Lengkapi izin usaha untuk memperluas pasar 2. Siapkan produk berkualitas

3. Persiapkan Pengadaan mesin untuk mengoptimalkan operasional kerja 4. Siapkan kemasan produk yang menjual

5. Ikut sertakan internet dalam memasarkan produk.

Gb: Pendistribusian dan Komunikasi Pemasaran

Gambar 39. Fitur Produk

2. Pestle Analysis 1. Political

Peran serta Pemerintah dalam memfasilitasi kebutuhan masyarakat terkait peningkatan SDM untuk menunjang peningkatan perekonomian rakyat. Beberapa hal terkait yang dapat mendukung hal tersebut adalah dengan mendatangkan Tenaga Ahli; Mengedukasi masyarakat terkait Perkebunan, Peternakan, Perikanan dan Pertanian; Merekomendasikan bahan-bahan atau barang-barang dengan kualitas yang bagus; Pengadaan alat penunjang; dan berupaya menggandeng investor.

2. Economic

Memaksimalkan Koperasi Unit Desa; Bantuan Pemerintah didalam pengadaan alat kerja, bibit,pupuk dan obat dengan kualitas baik dan harga terjangkau (beli/sewa);

Menggandeng Investor; Koperasi bersama Dinas Perindag ataupun Dinas terkait BUMDes (49% investor); Keikut sertaan Pemerintah didalam menyusun tata cara penjualan hasil tangkapan ikan dan hasil laut lainnya. (Dinas terkait, KOPERASI UNIT DESA atau BUMDes); dan masyarakat dapat mengelola hasil kemudian mengelolanya dengan teratur agar pendapatan dapat disisihkan sebaian untuk modal usaha atau pengembangan usaha.

3. Social

Peran serta Pemerintah dengan menggandeng organisasi masyarakat seperti Karang Taruna, Kelompok Tani, Koperasi Unit Desa, Kelompok Nelayan, dan sebagainya;

melibatkan tenaga ahli dalam menyosialisasikan informasi-informasi penting dalam setiap bidang terkait Perkebunan, Peternakan, Perikanan dan Pertanian

4. Techno Logical

Sosialisasi dalam penggunaan teknologi tepat guna untuk memudahkan penggunanya sehingga cara kerjanya bisa lebih efisien dan dapat cepat memproduksi; edukasi pemanfaatan teknologi agar dapat mengembangkan usaha terkait Perkebunan, Peternakan, Perikanan dan Pertanian; ikut sertakan internet dalam pemasaran

5. Environmental

Lingkungan yang kondusif akan mendukung percepatan kenaikan perekonomian,

Page | 118 Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Budi Luhur Jakarta, 2021

dimana para masyarakat sudah teredukasi dan dapat mengimplementasikan ke setiap bidang usahanya masing-masing.

6. Legal

Legalisasi unit usaha di bidang terkait Perkebunan, Peternakan, Perikanan dan Pertanian dengan melengkapi izin usaha agar dapat memperluas pasar serta kelengkapan administrasi penunjang lainnya; izin dagang; sertifkat kualitas dan halal.

3. Competitive Rivalry

Competitive Rivalry dianggap tinggi pada saat terdapat beberapa jenis unit usaha yang menjual barang atau jasa yang serupa. Ketika industry sedang bertumbuh, kosumen akan beralih kepada penawaran pesaing tentunya untuk mendapatkan biaya yang lebih rendah. Hal yang dapat menyebabkan perang pemasaran dan harga ini kerap terjadi sehingga dapat merusak usaha yang ada. Langkah-langkah berikut yang dapat dilakukan sebagai salah satu tindakan preventive apabila terjadi pesaingan ketat antar pedagang:

1. Buyer Power

Konsumen memiliki kemampuan yang besar apabila terdapat banyaknya penjual atau penyedia jasa di pasar, meskipun hanya sedikit pembeli sehingga ini membuat pembeli beralih ke penjual lain dengan mudahnya. Adapun cara untuk mengantisipasi hal tersebut dengan pemenuhan standar produk/industry sesuai kebutuhan pembeli; perluasan pasar agar dapat lebih mudah dijangkau oleh para pembeli; harga yang terjangkau dan cukup bersaing dengan pengusaha lainnya.

2. Threat of Substitutions

Penguasaan pasar agar dapat lebih jeli mengetahui barang atau jasa yang dapat menggantikan produk sejenis. Hal ini berkaitan dengan apakah konsumen memiliki pilihan lain terhadap produk yang ada. Kekuatan Tawar Menawar Pembeli (Bargaining Power of Buyers). Jumlah Pesaing, perbandingan harga dan kualitas, laba serta modal diukur.

3. Supplier Power

Besarnya pengaruh dari pemasok untuk mengatur kenaikan harga yang akhirnya dapat meminimalisir laba usaha dapat diantisipasi dengan adanya bermacam-macam pemasok sehingga usaha akan lebih baik; semakin sedikit pemasok yang ada, semakin besar kekuatan yang mereka punya.

4. Threat of New Entry

Ancaman pendatang baru pasti akan selalu ada, semakin mudah pesaing masuk ke pasar, maka semakin besar resiko bagi usaha yang sudah lama berada dalam pasar tersebut. Oleh karena itu, perlu diadakannya sejumlah inovasi, strategi pemasaran produk agar pengusaha dapat bersaing secara sehat.

4. Segmenting Targeting Positioning (STP)

Tiga rangkaian proses yang harus dilalui pada penetapan sebuah strategi usaha. Dalam bidang industry barang ataupun jasa baik dari sisi pemasaran secara daring maupun luring, usaha yang dilakukan hampir sama dalam pengelolaannya. Oleh karena itu dibutuhkan perencanaan strategis agar lebih terarah dalam mencapai tujuan. Strategi

Gambar 40. Porter’s Five Forces Model

Page | 120 Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Budi Luhur Jakarta, 2021

STP ini sagat berpengaruh terhadap citra produk yang dibangung hinga mencakup pemasaran secara keseluruhan.

Strategi pemasaran yang tepat sasaran, dikelola dengan benar dapat memenangkan persaingan, meraih banyak keuntungan, dan tentunya dapat menguasai pasar. Setiap pengusaha yang akan melaksanakan strategi STP ini harus menganalisi unit usahanya terlebih dahulu seperti analisis SWOT (Streangth, Weakness, Oportunity and Threat).

Strategi pemasaran STP ini berarti proses mengkategorikan, membidik pasar yang diinginkan, lalu memposisikan pemasaran bisnis dibandingkan pesaing. Adapun strateginya sebagai berikut:

1. Segmenting

Memungkin perusahaan lebih fokus dalam mengalokasikan sumber daya. Dengan membagi pasar menjadi segmen-segmen, maka dapat memberikan gambaran bagi perusahaan untuk menetapkan segmen mana yang akan dilayani dan dijadikan target. Selain itu, segmentasi memungkin perusahaan mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai peta kompetisi serta menentukan posisi pasar bisnis perusahaan.

Segmentasi merupakan dasar untuk menentukan komponen-komponen strategi yang disertai dengan pemilihan target market. Sehingga proses ini akan memberikan

acuan dalam penentuan tahap selanjutnya.

Segmentasi merupakan faktor kunci untuk mengalahkan pesaing, dengan memandang pasar dari sudut yang unik dan cara yang berbeda dari yang dilakukan oleh pesaing.

Syarat segmentasi yang efektif pada STP

adalah: measurable (terukur), substansial (banyak), accessible (dapat diakses), differentiable (dapat dibedakan), dan actionable (dapat dilayani).

Ada beberapa variabel dari tahapan segmentasi ini, yaitu:

1. Demografis, yaitu segmentasi yang dilakukan dengan cara membagi pasar ke dalam kelompok-kelompok berdasarkan variabel demografis seperti usia, jenis kelamin, besarnya keluarga, pendapatan, ras, pendidikan, pekerjaan, geografis.

2. Psikografis, yaitu segmentasi yang dilakukan dengan membagi pasar ke dalam kelompok-kelompok yang berlainan menurut kelas sosial, gaya hidup, kepribadian, dan lain sebagainya.

3. Perilaku, yaitu segmentasi konsumen yang dilakukan dengan membagi target konsumen ke dalam segmen-segmen berdasarkan bagaimana tingkah laku, perasaan, dan cara konsumen menggunakan barang atau situasi pemakaian, dan loyalitas merek. Cara untuk membuat segmentasi ini yaitu dengan membagi pasar ke dalam pengguna dan non-pengguna produk.

4. Targeting

Dalam menentukan targeting, maka perlu dilakukan beberapa survey agar dapat mengetahui keadaan pasar nantinya sehingga proses pemasaran tidak salah sasaran.

Ada 3 kriteria yang harus dipenuhi perusahaan pada saat mengevaluasi dan menentukan segmen pasar mana yang akan dijadikan target, yaitu:

1. Perusahaan harus memastikan bahwa segmen pasar yang dibidik cukup besar dan menguntungkan bagi perusahaan. Atau perusahaan dapat saja memilih segmen yang kecil, namun segmen itu harus mempunyai prospek menguntungkan dimasa yang akan datang. Sehubungan dengan hal ini, perusahaan harus melihat secara mendalam terhadap kompetisi yang ada di sektor tersebut serta potensinya untuk tumbuh karena akan berkaitan dengan ukuran dan pertumbuhan target segmen perusahaan.

2. Strategi targeting ini harus didasarkan pada keunggulan kompetitif perusahaan yang bersangkutan. Keunggulan kompetitif merupakan cara untuk mengukur apakah perusahaan memiliki kekuatan dan keahlian yang

Page | 122 Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Budi Luhur Jakarta, 2021

cukup memadai untuk menguasai segmen pasar yang dipilih atau tidak.

Perusahaan juga harus menganalisis dari dekat apakah segmen pasar yang dipilih telah sejalan dan mendukung tujuan jangka panjang perusahaan atau tidak.

3. Segmentasi pasar yang dibidik harus didasarkan pada situasi persaingan yang ada. Perusahaan harus mempertimbangkan situasi persaingan yang dapat mempengaruhi daya tarik targeting perusahaan.

Tabel 23. Segmentasi, Targeting, Positioning

5. Bauran Pemasaran 1). Produk

Setelah mengidentifikasi segmen pasar, maka sebuah perusahaan juga harus mengidentifikasi cara-cara spesifik yang dapat mendiferensiasikan produknya dan memilih “competitive positioning”. Pada dasarnya diferensiasi adalah tindakan merancang satu set perbedaaan yang berarti untuk membedakan penawaran perusahaan dari penawaran pesaing (Kotler, 1997). Diferensiasi dapat dilakukan melalui lima dimensi berikut ini :

a. Diferensiasi Produk, membedakan produk utama berdasarkan keistimewaan, kinerja, kesesuaian, daya tahan, keandalan, kemudahan untuk diperbaiki, gaya dan rancangan produk.

b. Diferensiasi Pelayanan, membedakan pelayanan utama berdasarkan kemudahan pemesanan, pengiriman, pemasangan, pelatihan pelanggan, konsultasi pelanggan, pemeliharaan dan perbaikan.

c. Diferensiasi Personil, membedakan personil perusahaan berdasarkan kemampuan, kesopanan, kredibilitas, dapat diandalkan, cepat tanggap dan komunikasi yang baik.

Gambar 41. Strategic Thrust

Page | 124 Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Budi Luhur Jakarta, 2021

d. Diferensiasi Saluran, langkah pembedaan melalui cara membentuk saluran distribusi, jangkauan, keahlian dan kinerja saluran-saluran tersebut.

e. Diferensiasi Citra, membedakan citra perusahaan berdasarkan perbedaan identitas melalui penetapan posisi, perbedaan lambang dan perbedaan iklan.

Perbedaan ini diciptakan melalui 3 aspek, yaitu :

1. sisi kontennya atau apa yang ditawarkan (What to offer),

2. sisi konteksnya atau bagaimana cara menawarkannya (How to offer),

3. sisi infrastrukturnya yaitu faktor kemungkinannya (Enabler), baik itu teknologinya, SDM-nya, maupun fasilitas yang dipunya perusahaan tersebut.

Dalam memilih pasar yang dituju (target pasar), perusahaan dapat menempuh tiga alternatif strategi, yaitu:

(1). Undifferenciated Marketing

Meninjau pasar secara keseluruhan.

Memusatkan perhatian pada kesamaan kebutuhan konsumen.

Menghasilkan dan memasarkan satu macam produk.

Menarik semua konsumen dan memenuhi kebutuhan semua konsumen

Pasar yang dituju dan teknik pemasarannya bersifat massal.

Ditujukan kepada segmen terbesar yang ada dalam pasar.

(2). Differentiated Marketing

Melayani 2 atau lebih kelompok konsumen tertentu dengan jenis produk tertentu pula.

Menghasilkan dan memasarkan produk yang berbeda-beda melalui program pemasaran yang berbeda-beda untuk tiap kelompok konsumen tertentu tersebut.

Mengarahkan usahanya pada keinginan konsumen.

Memperoleh loyalitas, kepercayaan, serta pembelian ulang dari kelompok konsumen tertentu tersebut.

(3). Concentrated Marketing

Memilih segmen pasar tertentu.

Memusatkan segala kegiatan pemasarannya pada satu atau lebih segmen pasar yang akan memberikan keuntungan terbesar.

Mengembangkan produk yang lebih ideal dan spesifik bagi kelompok konsumen tersebut.

Memperoleh kedudukan/posisi yang kuat di dalam segmen pasar tertentu yang dipilih.

2). Tempat

Jalur pemasaran terbagi atas 3 tipe, antara lain:

1. Tradisional

Gambar 42. Strategic Thrust (2)

Page | 126 Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Budi Luhur Jakarta, 2021

Traditional marketing atau pemasaran tradisional adalah sebuah istilah strategi pemasaran yang memiliki beragam saluran periklanan, seperti iklan di media cetak, papan reklame, televisi, pamflet dan kampanye poster, hingga iklan siaran radio.

Pabrikan membuat barang dan menjualnya ke konsumen secara langsung tanpa perantara, seperti pedagang besar, agen atau pengecer. Barang datang dari produsen ke pengguna tanpa perantara atau perantara. Sebagai contoh, seorang petani dapat menjual beberapa produk langsung ke pelanggan.

6. Tradisional Retail dan Modern Retail Pabrikan ke Pengecer ke Konsumen

Pembelian dilakukan oleh pengecer dari pabrikan dan kemudian pengecer menjual barang dagangan kepada konsumen. Saluran ini digunakan oleh produsen yang berspesialisasi dalam memproduksi barang belanjaan. Misalnya saja pakaian, sepatu, peralatan makan, atau furniture, yang disalurkan ke konsumen lewat department store atau toko swalayan.

Pabrikan ke Agen ke Pedagang Besar ke Pengecer ke Pelanggan

Distribusi yang melibatkan lebih dari satu perantara, dengan menggunakan agen yang ditunjuk untuk menjadi perantara dan membantu penjualan barang. Agen menerima komisi dari produsen. Agen-agen ini berguna ketika barang harus bergerak cepat ke pasar segera setelah pesanan ditempatkan.

Misalnya, pada industri perikanan, saat mereka ingin memasarkan tangkapan besar hasil laut; karena ikan mudah layu, tidak segar lagi, atau rusak maka harus dijual dengan cepat. Membutuhkan waktu lama bagi perusahaan perikanan untuk menghubungi banyak pedagang grosir di seluruh negeri sehingga ia menghubungi agen. Agen mendistribusikan ikan ke pedagang grosir. Pedagang grosir menjual ke pengecer dan kemudian pengecer menjual kepada konsumen

7. Digital

Tiga variable yang menjadi syarat didalam pemasaran secara digital (Susanto, 2019) adalah Marketing, Produk dan Konversi. Konversi adalah sebuah upaya dan strategi yang dilakukan secara terus menerus untuk mengubah tampilan situs (lapak) online kita sedemikian rupa sehingga bisa menarik perhatian pengunjung, untuk pada akhirnya mau membeli produk/ jasa yang kita tawarkan.

3). Promosi

Promosi dapat dipandang sebagai arus informasi atau persuasi satu arah yang dibuat untuk memengaruhi seseorang maupun organisasi terhadap tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran (Dharmmesta,2000). Promosi yang ditujukan untuk memberikan nilai tambah bagi bisnis dapat memberikan hasil yang maksimal ketika dijalankan dengan tepat.

Tujuan promosi berdasarkan rangkuman dari berbagai sumber adalah :

Gambar 43. The Power of Digital Marketing

Page | 128 Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Budi Luhur Jakarta, 2021

1. Untuk menyebarkanluaskan informasi suatu produk kepada calon konsumen yang potensial

2. Untuk mendapatkan konsumen baru dan untuk menjaga loyalitas konsumen tersebut

3. Untuk menaikkan penjualan serta laba/keuntungan

4. Untuk membedakan dan mengunggulkan produknya dibandingkan dengan produk kompetitor

5. Untuk branding atau membentuk citra produk di mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan

6. Untuk merubah tingkah laku dan pendapat konsumen tentang suatu produk

Fungsi Promosi :

1. Memperkenalkan informasi seputar produk atau jasa yang ditawarkan

2. Membujuk calon pembeli potensial

3. Menjaga identitas bisnis yang tengah dibangun tetap relevan

4. Menambah nilai dari bisnis yang dijalankan

5. Fungsi promosi untuk mempermudah proses lainnya dalam sebuah bisnis Menurut Rhenald Khasali terdapat 2 kategori media komunikasi yaitu:

1. Media lini atas (Above the line media), iklan-iklan yang dimuat pada media cetak, elektronik (radio, televisi, bioskop) dan media luar ruang. Above The Line (ATL) adalah aktifitas marketing/promosi yang biasanya dilakukan oleh manajemen pusat sebagai upaya membentuk brand image yang diinginkan, contohnya : iklan di Televisi dengan berbagai versi.

Sifat ATL merupakan media ‘tak langsung’ yang mengenai audience, karena sifatnya yang terbatas pada penerimaan audience.

2. Media lini bawah (Below the line media) yaitu seluruh media selain media di atas seperti : Direct Mail, pameran, Point of Sale, Display, Kalender, agenda, gantungan kunci, atau tanda mata. Above the line media dan Below the line media memiliki perbedaan baik

dalam hal pembayaran komisi maupun karakteristik. Above the line media mengharuskan pembayaran komisi melalui biro iklan sedangkan Below the line media adalah jenis iklan yang tidak mengharuskan pembayaran melalui biro iklan.

Below The Line (Media Lini Bawah) adalah segala aktifitas marketing atau promosi yang dilakukan di tingkat retail/konsumen dengan salah satu tujuannya adalah merangkul konsumen supaya aware dengan produk kita, contohnya : program bonus/hadiah, event, pembinaan konsumen dll.

Semua aktifitas ini biasanya dilakukan oleh kantor perwakilan di daerah yang menjadi area pemasarannya. Pada intinya aktifitas BTL selalu bertujuan untuk mendukung dan memfollow up aktifitas ATL. Sifat BTL merupakan media yang ‘langsung’ mengena pada audience karena sifatnya yang memudahkan audience langsung menyerap satu produk/pesan saja.

Dalam memilih pasar yang dituju (target pasar), perusahaan dapat menempuh tiga alternatif strategi, yaitu:

(1). Undifferenciated Marketing

Meninjau pasar secara keseluruhan.

Memusatkan perhatian pada kesamaan kebutuhan konsumen.

Menghasilkan dan memasarkan satu macam produk.

Menarik semua konsumen dan memenuhi kebutuhan semua konsumen

Pasar yang dituju dan teknik pemasarannya bersifat massal.

Ditujukan kepada segmen terbesar yang ada dalam pasar.

(2). Differentiated Marketing

Melayani 2 atau lebih kelompok konsumen tertentu dengan jenis produk tertentu pula.

Menghasilkan dan memasarkan produk yang berbeda-beda melalui program pemasaran yang berbeda-beda untuk tiap kelompok konsumen tertentu tersebut.

Mengarahkan usahanya pada keinginan konsumen.

Page | 130 Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Budi Luhur Jakarta, 2021

Memperoleh loyalitas, kepercayaan, serta pembelian ulang dari kelompok konsumen tertentu tersebut.

(3). Concentrated Marketing

Memilih segmen pasar tertentu.

Memusatkan segala kegiatan pemasarannya pada satu atau lebih segmen pasar yang akan memberikan keuntungan terbesar.

Mengembangkan produk yang lebih ideal dan spesifik bagi kelompok konsumen tersebut.

Memperoleh kedudukan/posisi yang kuat di dalam segmen pasar tertentu yang dipilih.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi strategi target pasar, antara lain :

1. Sumber-sumber perusahaan. Bila sumber daya yang dimiliki sangat terbatas maka strategi target pasar yang tepat adalah concentrated marketing.

2. Homogenitas produk. Untuk produk yang homogen, maka strategi yang tepat untuk target pasarnya adalah undifferentiated.

3. Tahap-tahap dalam siklus kehidupan produk. Strategi yang tepat bagi produk baru adalah undifferentiated marketing. Untuk produk-produk yang banyak variasinya dapat digunakan juga concentrated marketing. Pada tahap kedewasaan produk digunakan strategi differenciated marketing.

4. Homogenitas pasar. Undifferentiated marketing cocok digunakan karena pembeli punya cita rasa yang sama, jumlah pembelian yang sama dan memiliki reaksi yang sama terhadap usaha pemasaran perusahaan.

5. Strategi pemasaran pesaing. Bila menghadapi pesaing yang menempuh strategi sama dengan strategi perusahaan, maka perusahaan harus lebih aktif mengadakan segmentasi untuk mendapat keberhasilan.

6. Literatur Penjualan

Banyak barang dan jasa yang bisa dijual dengan lebih mudah kalau konsumen diberi tulisan/literatur yang secara lebih rinci menjelaskan kegunaan, karakteristik dan berbagai aspek lainnya dari produk yang bersangkutan. Tulisan yang membuat aneka informasi mengenai produk itulah yang disebut sebagai literatur penjualan. Cara penawaran literature ini bisa lewat iklan, dikirim lewat pos dengan disertai produknya sendiri (misalnya pada bungkusannya atau kemasannya. Atau bisa juga disediakan di point of salenya). Bentuk-bentuk literature penjualan itu sendiri cukup bervariasi, antara lain:

1) Leaflet, berwujud sehelai kertas dari bagan yang agak kaku (agar tidak mudah robek, ditekuk, atau dilipat

2) Folder, seperti tersirat dari namanya, folder adalah selembar bahan cetakan yang bisa jadi ukurannya cukup besar yang penampilannya diperingkas dengan cara melipat folder menjadi dua seperti map atau buku agar mudah dibawa-bawa.

Atau bisa juga dilipat dengan gaya corcentina sehingga membentuk beberapa halaman terpisah tanpa perlu dipotong.

3) Brosur atau booklet. Bila literature berjumlah kelipatan empat halaman, maka literature penjualan tersebut bisa dijilid dengan semacam penjepit yang sederhana, sementara halaman-halaman tunggal dapat dijilid dengan cara penjilidan seperti biasa, dimana sisi kiri dilem dan kemudian diberi cover agar lebih kuat dan indah.

4) Broadsheet, bentuk literature ini sebenarnya sekedar merupakan jenis lain dari folder yang tidak dilipat dan berukuran sama dengan sehalaman surat kabar.

Peta, atlas dan poster-poster kecil biasa dicetak dengan ukuran ini. Istilah ini juga dipakai untuk menyebut halaman surat kabar yang berukuran besar (normal), guna membedakannya dengan ukuran halaman tabloid.

5) Catalog. Adalah sejenis brosur yang menerangkan dan kadang-kadang ditambah dengan ilustrasi tentang berbagai produk yang ditawarkan perusahaan dengan harganya. Ukurannya bermacam-macam mulai dari ukuran saku sampai yang

5) Catalog. Adalah sejenis brosur yang menerangkan dan kadang-kadang ditambah dengan ilustrasi tentang berbagai produk yang ditawarkan perusahaan dengan harganya. Ukurannya bermacam-macam mulai dari ukuran saku sampai yang

Dokumen terkait