• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III : METODOLOGI PENELITIAN

C. Keterbatasan Penelitian

Keterbatasan-keterbatasan dalam penelitian yang peneliti lakukan adalah sebagai berikut:

1. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan mencoba menerapkan strategi pembelajaran model Information Search, sebagai bentuk upaya meningkatkan motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran PAI.

Merupakan keterbatasan penelitian, diantaranya cara memeroleh data dari penelitian tersebut, peneliti harus mengamati secara langsung dengan cermat penerapan model pembelajaran Information Search di kelas sebagai upaya meningkatkan motivasi belajar.

2. Dalam penelitian ini, peneliti hanya menggunakan kelas VII A sebagai sampel penelitian yang jumlahnya 39 siswa. Sehingga dalam penelitian ini yang mencoba menerapkan model pembelajaran Information Search belum dapat menyeluruh. Hal ini disebabkan karena adanya keterbatasan peneliti untuk melakukan penelitian di semua kelas di SMPN 31 Semarang.

3. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) oleh peneliti di SMPN 31 Semarang tidak lepas dari sumber-sumber pustaka sebagai landasan teori dari penelitian ini. Dengan segala keterbatasan yang dimiliki oleh peneliti,

maka referensi, daftar pustaka atau hasil-hasil penelitian yang relevan dengan penelitian kurang maksimal dalam mencari sumber tersebut.

Sehingga menjadi sebuah kekurangan dan keterbatasan dalam penelitian ini.

4. Penelitian ini hanya bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran PAI di kelas VII A SMPN 31 Semarang melalui strategi pembelajaran model Information Search yaitu berusaha mengaitkan materi yang diajarkan dengan lingkungan kehidupan peserta didik secara nyata. Sehingga dengan pendekatan dan metode yang tepat maka peserta didik akan belajar lebih semangat karena senang terhadap materi pelajaran tersebut dan guru yang akan menyampaikan materi di dalam kelas.

A. SIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan sebelumnya dapat disimpulkan bahwa :

1. Setelah peneliti melakukan penelitian serta menganalisis data yang telah dikumpulkan, maka dalam pembelajaran PAI yang berlangsung di SMP Negeri 31 Semarang ini telah berhasil menampilkan skenario pembelajaran PAI dengan menggunakan model pembelajaran Information Search. Hal ini terlihat dari perencanaan pembelajaran yang mencantumkan Persiapan materi pembelajaran, penentuan waktu dan media pembelajaran, menyusun rancangan tindakan (Planning) secara tertulis dengan mencantumkan secara lengkap tentang langkah-langkah yang harus dilakukan pada proses pembelajaran, rencana penilaian selama proses berlangsung dan setelah akhir kegiatan pembelajaran. Setelah perencanaan, kemudian dilaksanakan, tugas guru selanjutnya adalah melakukan evaluasi yang dalam penelitian ini dilakukan dalam beberapa siklus. Hasilnya terdapat peningkatan Kemandirian belajar peserta didik pada kelas VII A di SMP Negeri 31 Semarang.

2. Penggunaan model pembelajaran Information Search menjadi salah satu model pembelajaran yang perlu diterapkan sebagai salah satu upaya meningkatkan kemandirian belajar peserta didik. Pada penelitian yang dilaksanakan di SMP Negeri 31 Semarang ini, pelaksanaan pembelajaran PAI menggunakan model Information Search telah mampu meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil belajar peserta didik dari nilai ulangan peserta didik pada beberapa siklus. Yang dimulai dari pra siklus yaitu sebelum penggunaan model Information Search, nilai rata-rata peserta didik 64. Belum keseluruhan peserta didik memenuhi standar KKM 70. Kemudian dilakukan siklus 1, diperoleh nilai rata-rata 74. Perolehan tersebut sudah cukup baik karena dari 39 anak, 34

70

anak telah menuntaskan KKM. Yang terakhir dilakukan penilaian siklus 2, diperolah nilai rata-rata 80. Artinya telah terpenuhinya KKM dari keseluruhan peserta didik. Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan prestasi belajar peserta didik kelas VII A di SMP Negeri 31 Semarang.

B. SARAN

Mengingat pentingnya meningkatkan semangat belajar peserta didik, maka peneliti mengharapkan beberapa hal yang berhubungan dengan masalah tersebut di atas sebagai berikut:

1. Guru PAI (Pendidikan Agama Islam)

a. Guru hendaknya berusaha melakukan penelitian perbaikan pembelajaran, terutama pada model pembelajaran Information Search perlu dikembangkan dan diimplementasikan untuk pokok bahasan yang lain.

b. Dalam pembelajaran PAI, peserta didik harus dilibatkan secara aktif baik secara teori maupun praktek.

c. Peserta didik dibiasakan untuk menyampaikan ide atau gagasan dan bertanggung jawab atas tugas yang diberikan kepadanya. Baik tugas individu maupun kelompok.

2. Pihak Sekolah

a. Hendaknya seluruh pihak sekolah mendukung dalam kegiatan pembelajaran yang berlangsung

b. Memfasilitasi proses pembelajaran dengan melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan.

c. Kepada semua pihak sekolah terutama para guru, sudah seharusnya meningkatkan kompetensi termasuk kompetensi profesional serta membekali diri dengan pengetahuan yang luas, karena sesungguhnya kompetensi yang dimiliki oleh guru sangat mempengaruhi keberhasilan proses pembelajaran yang akhirnya akan dapat menghasilkan peserta didik yang berprestasi, berbudi pekerti luhur,

dan berakhlaqul karimah yang mampu berdampak positif pada perkembangan dan kemajuan sekolah.

C. PENUTUP

Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufiq hidayah serta inayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini.

Dalam pembahasan-pembahasan skripsi ini tentunya tidak luput dari kekurangan dan ketidaksempurnaan. Hal ini dikarenakan keterbatasan pengetahuan dan kemampuan yang penulis miliki. Saran-saran yang penulis ungkapkan di atas diharapkan menjadi koreksi dan bagian pertimbangan bagi semua guru di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Peneliti berharap semoga skripsi yang sederhana ini bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya.

Ahmadi, Abu dan Widodo Supriyono, Psikologi Belajar, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 1991), hlm. 74.

Ali, Muhammad, Strategi Penelitian Statistik, Bandung: Bumi Aksara, 1993 Alwi, Hasan et.al, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka, Edisi

II, 2005

Arikunto, Suharsimi, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan Jakarta : Bumi Aksara, 2002

_________________, Prosedur Penelitian, Jakarta: PT Rineka Cipta, 2001

Atmadi, A. dan Y. Setyaningsih, Transformasi Pendidikan; Memasuki Millennium Ketiga, Yogyakarta: Kanisius, 2000

Aziz, Shaleh Abdul dan Abdul Aziz Majid, At-Tarbiyah wa Thuruqut Tadris, Juz I, Mesir: Darul Ma’arif, t.th

Basri, Hasan. Remaja Berkualitas (Problematika Remaja dan Solusinya).

Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2000

Boeree, George, Belajar dan cerdas bersama, Psikologi Dunia, Jogjakarta:

Prismasophie, 2006

Chabib, Thoha, Kapita Selekta Pendidikan Islam, (Yogyakarta : Pustaka pelajar, 1996

Dimyati dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran, Jakarta: Depdikbud bekerjasama dengan Rineka Cipta, 1999

Djamarah, Saiful Bahri, Drs., M.Ag., dan Drs. Aswan Zain., Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: PT Asdi Mahasatya, Cet. III, 2006

_________________, Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif, Jakarta:

Rineka Cipta, 2000

Ebbut, dikutip dalam Wiriatmadja, Metode Penelitian Tindakan Kelas, Bandung:

Remaja Rosda Karya, 2005

Endang Mistiati (3100138), “Aplikasi Contextual Teaching And Learning dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (Studi Kasus pelaksanaan KBK di SMP Hj. Isriati Baiturrahman Semarang), Skripsi, (Semarang: Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo IAIN Walisongo Semarang, 2005)

Hadi, Sutrisno, Metodologi Research I, Yogyakarta: Penerbit Fakultas Ekonomi UII, 1993

Ismail SM, M.Ag., Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis PAIKEM, (Semarang: RaSAIL media group, 2008), hlm. 46.

Johnson, Elaine B, Contextual Teaching And Learning: Menjadikan Kegiatan Belajar Mengajar Mengasyikkan Dan Bermakna, Bandung: Mizan, 2007

Khaehruddin et al, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Jogjakarta:

Madrasah Development Center, 2007

Kneller, George F., Logic and Language of Education, London, Sydney: John Willey and Sons Inc. New York, 1996

Koentjaraningrat, Metode-Metode Penelitian Masyarakat, Jakarta: Gramedia, 1991

Lexi J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 2000

Majid, Abdul dan Dian Andayani, Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi, (Bandung: PT Remaja Rosda Karya 2005), Cet. II, hlm. 132.

Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta, 2000

Meier, Dave, Accelerated Learning Handbook : Panduan Kreatif dan Efektif Merancang Program Pendidikan dan Pelatihan, New York: Mc Graw Hill, 2000

Muhaimin, et. all., Paradigma Pendidikan Islam, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2001

Muhammad, Hamid, Ph.D, Pusat Kurikulum Badan Litbang, Standar Kompetensi Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam SMP dan MTs, Jakarta: Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas,2003

Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru, Bandung:

Remaja Rosda Karya, Cet. 5¸2000

Mukhtar, Desain Pembelajaran PAI, (Jakarta: Misaka Galiza, Cet. III, 2003 Mulyasa, E., Kurikulum Berbasis Kompetensi, Jakarta: Rosdakarya, 2005

Muntholi’ah, Konsep Diri Positif Penunjang Prestasi PAI, Semarang: Gunung Jati dan Yayasan al-Qalam, 2002

Nawahib, Implementasi Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran Fiqh kelas 2 SD Islam Progam Khusus Muhammadiyah

PERMENDIKNAS No. 22 BAB II Tahun 2006, Tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah

PERMENDIKNAS No.24 Lampiran ke-2 Tahun 2006, Tentang Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah

Purwanto, Ngalim, Prinsip-prinsip dan Tehnik Evaluasi Pengajaran, Bandung : Rosda Karya, 2002

Riyanto, Yatim, Metodologi Penelitian suatu Tindakan Dasar, Surabaya: Sie Surabaya, 1996

Sagala, Syaiful, Konsep dan Makna Pembelajaran, Bandung: CV Alfabeta, 2003 Silberman, Mel, Active Learning, Yogyakarta: YAPPENDIS, Cet.II, 2002

Slameto, Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya, Jakarta: Rineka Cipta, 1995

Soenarjo, Al Qur’an dan Terjemahnya, Jakarta: Al Huda, 2005

Sukmadinata, Nana Saodih, Metode Penelitian Pendidikan, Bandung: Remaja Rosda Karya, 2005

_________________, Landasan psikologi Proses Pendidikan, Bandung:

PT.Rosda Karya , 2003

Usman, Moh Uzer, Menjadi Guru Profesional, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2000

Winkel, W.S., Psikologi Pengajaran, Jakarta: Grasindo, 1999, Cet. V

A. Identitas Diri

1. Nama Lengkap : Ahmad Hamdan Asyachowi 2. Tempat Tanggal Lahir : Demak, 02 Juni 1984

3. NIM : 3104151

4. Alamat Rumah : Ds. Kangkung Krajan RT 01 RW 02 Kec. Mranggen Kab. Demak

HP : 081228109491

e-mail : [email protected]

B. Riwayat Pendidikan 1. Pendidikan Formal

a. SD Negeri I Kebonbatur Lulus tahun 1997 b. Mts Futuhiyyah Mranggen Lulus Tahun 2000 c. MA Futuhiyyah Mranggen Lulus Tahun 2003 d. Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang,

Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) angkatan 2004 2. Pendidikan Non-Formal

a. Pondok pesantren K.H. Murodi Suburan Mranggen Demak

Demikian riwayat hidup ini penulis buat dengan sebenar-benarnya.

Semarang, Mei 2011

Ahmad Hamdan Asyachowi NIM. 3 1 0 4 1 5 1

No Nama Peserta Didik Jenis Kelamin

23 Elizabeth Jovanka Radjawane P

24 Elsha Evi Komalasari P

25 Fijar Ginanjar Pangestu L

26 Fitri Andriyani P

No Absen : ____________

Pilih salah satu jawaban dengan memberi tanda silang (X) a, b, c, atau d sesuai dengan pendapat anda!

1. Ilmu yang mempelajari tata cara membaca al-Qur’an dengan baik dan benar

5. Idgham dalam nun sukun dan tanwin terbagi menjadi ….

a. 5 c. 3

9. Dibawah ini yang bukan termasuk huruf idgham bighunnah adalah ….

a.

ي

c.

و

b.

م

d.

ء

10. Dalam ilmu tajwid bacaan mim tasydid dan nun tasydid dikenal dengan istilah

….

a. Idgham bilaghunnah c. Gunnah musyaddadah b. Idgham bi ghunnah d. Iqlab

Selamat Mengerjakan

No Absen : ____________

Pilih salah satu jawaban dengan memberi tanda silang (X) a, b, c, atau d sesuai dengan pendapat anda!

1. Berikut ini makna izhar, kecuali ...

a. Terang/Jelas b. Jelas

c. Samar d. Terang

2. Ada berapakah huruf-huruf idghom dalam hukum nun mati …

a. 4 b. 2

c. 6 d. 5

3. Macam-macam idghom dalam hukum nun mati ada berapa …

a. 3 b. 4

a. Idgham Mutajanissain b. Idgham Mutamatsilain c. Idgham Mutaqoribain d. a, b, c benar semua

6. Mim mati apabila bertemu dengan Mim disebut..

a. Idzhar c. Ikhfa

b. Idghom Mutamatsilain d. Iqlab 7. Nun mati bertemu dengan

ب

disebut …. 9. Huruf yang berkumpul dalam lafadz

َ?ْوُBَ@ْCَD

disebut ….

No Absen : ____________

I. Pilih salah satu jawaban dengan memberi tanda silang (X) a, b, c, atau d sesuai dengan pendapat anda!

1. Mengidghamkan suatu huruf sukun ke dalam huruf yang sama didepannya dinamakan idgham ….

c. Mutajanisain c. Mutamasilain

d. Mutaqoribain d. Bighunnah

2.

Pcُd

Adalah bacaan ….

a. Ghunnah musyaddadah c. Idgham bi ghunnah b. Idgham bilaghunnah d. Iqlab

3. Mengidghamkan suatu huruf yang sukun ke dalam huruf yang makhrajnya sama yang ada di depannya tetapi bunyinya sedikit berbeda disebut idgham

….

a. Mutajanisain c. Mutamasilain

b. Mutaqoribain d. Bighunnah

4. Surat Yasin Ayat 52 terdapat huruf nun mati bertemu dengan huruf ba’.

Apakah hukum bacaannya dalam ilmu tajwid?

(#θä9$s% terdapat berapa hukum bacaan ?

÷Πr&

7. Sesuatu huruf yang dibaca terang/ jelas yang berbunyi “ L “ disebut ….

a. Idzhar c. Al Syamsyiah b. Al-Qamariah d. Iqlab

8. Potongan ayat LنَNَOْPُDَQ LRَآ dalam QS. Al-Humazah mengandung bacaan ….

a. ikhfa’ c. idhhar b. iqlab d. idghom

9. Pada ayat pertama QS. Al-Bayyinah اوُCَUَآ َ?ْVِNQLا ِ?ُWَVْ َXQ terdapat bacaan ….

a. ikhfa’ syafawi c. iqlab b. idhhar syafawi d. idhar

10. Contoh bacaan idzhar syafawi di bawah ini adalah ….

a. ٍ8َYِZ ْ?ِ@ ْXَآ c. ْXِ\ِ_`َر َbْPِ[ ْXُ\ُ]اَ^َK b. َ?ْDِPِ@ْcُ;ْQIِ` ْXُهَو d. 8َP_DَOQْا ُXُه

Nama : ____________

No Absen : ____________

Temukanlah bacaan nun mati/tanwin dan mim mati dari ayat-ayat berikut ini!

3. Surat al-Baqarah Ayat 171

È...

5. Surat Ghaasyiyah Ayat 22

|Mó¡©9

Nama : ____________

No Absen : ____________

Temukanlah bacaan nun mati/tanwin dan mim mati dari surat al-Bayyinah

Nama : ____________

No Absen : ____________

Temukanlah bacaan nun mati/tanwin dan mim mati dari surat al-Mutoffifin berikut ini!

A. Pendahuluan

Upaya meningkatkan semangat belajar siswa berawal dengan adanya pembelajaran dengan strategi pembelajaran berbasis PAIKEM tipe Information Search yaitu sebuah pembelajaran yang mengaitkan antara materi pembelajaran dengan situasi dunia nyata yang berkembang dan terjadi di lingkungan sekitar peserta didik sehingga mampu menghubungkan dan menerapkan kompetensi hasil belajar dengan kehidupan sehari-hari mereka.1 Sehingga dalam proses pembelajaran anak akan menemukan sebuah situasi baru yang menyenangkan dan bermakna ketika belajar bersama teman-temannya. Dan mampu menyelesaikan permasalahan baik individu maupun kelompok.

Di era KTSP saat ini ada beberapa model pembelajaran yang mampu mengaktifkan siswa dalam kelas. Diantaranya model pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAIKEM). Dalam penulisan karya ilmiah ini penulis akan membahas model pembelajaran dengan strategi pembelajaran berbasis PAIKEM, dimana anak akan dituntut mandiri dalam mengikuti proses pembelajaran.

Strategi dan metode pembelajaran menjadi lebih utama daripada hasil. Dalam proses pembelajaran ini peran guru sebagai pengarah dan pembimbing sangat penting bagi siswa yang memposisikan sebagai diri sendiri yang memerlukan bekal untuk hidupnya di masa mendatang. Oleh karenanya proses pembelajaran berlangsung secara alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami bukan hanya transfer pengetahuan dari guru ke siswa.2

Dari keterangan di atas dapat ditarik simpulan bahwa kemandirian siswa dalam belajar meningkat karena siswa merasa nyaman terhadap situasi yang ada baik dari segi ruang waktu dan sarana yang begitu

1 Khairuddin, et. al., Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, (Jogjakarta,: Nuansa Aksara, 2007), hlm. 199.

2 Ibid., hlm. 200

B. Landasan Konseptual

Dalam strategi pembelajaran berbasis PAIKEM ini siswa mempunyai gairah dan semangat untuk melaksanakan proses pembelajaran yang ada di kelas. Siswa yang gairah dan semangat merupakan siswa yang aktif dalam proses pembelajaran. Dibawah ini secara konseptual dipaparkan pengertian:

1. Aktif dalam arti bahasa adalah giat,3 (dalam melaksanakan pekerjaan) menjalankan kewajiban dengan rajin, bersemangat dan sungguh-sungguh. Aktif juga dimaksud bahwa dalam proses pembelajaran guru menciptakan suasana yang mendukung (kondusif) sehingga siswa aktif bertanya dan dapat mempertanyakan gagasannya. Belajar aktif harus gesit, menyenangkan, bersemangat dan penuh gairah. Siswa bahkan sering meninggalkan tempat duduk mereka bergerak leluasa dan berfikir keras (moving abot and thuinking aloud)4

2. Dalam pembelajaran aktif, yang dimaksud aktif adalah pembelajaran yang banyak melibatkan peserta didik dalam mengakses berbagai informasi dan pengetahuan untuk dibahas dan dikaji dalam pembelajaran dikelas.5

3. Aktif maksudnya pembelajaran sebuah proses aktif mambangun makna/ pemahaman dari informasi maupun pengalaman oleh si siswa sendiri. Sehingga dalam pembelajaran guru mampu menciptakan suasana yang memungkinkan siswa untuk aktif menemukan, memproses dan mengkonstruksi pengetahuan dan ketrampilan-ketrampilan baru.6

3 Depdiknas, Kamus Besar Bahas Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 2005), Cet. 3, hlm. 23.

4 Melvin L. Sil Berman, Active Learning, 101 Cara Siswa Belajar Aktif, (Bandung: Nusa Media, 2004), terj. Raisul Muttaqien, hlm. 1

5 Khairuddin, et. al. Op.cit hlm. 208

6 Modul Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG), Panitia Sertifikasi Guru (PSG) LPTK Rayon IAIN Walisongo Semarang tahun 2008, hlm. 126

ditarik sebuah pengertian secara operasional bahwa yang dimaksud keaktifan siswa dalam pembelajaran adalah

"Keaktifan siswa dalam rangka menemukan makna tentang materi yang sedang dipelajari, mengakses informasi untuk didiskusikan dengan guru atau teman sekelas, mampu menyelesaikan permasalahan atau tugas baik individu maupun kelompok, serta mempunyai keinginan atau motivasi dalam mengikuti pembelajaran"

D. Indikator

1. Kesiapan menerima pelajaran

2. Keaktifan siswa dalam pembelajaran 3. Ketrampilan siswa dalam pembelajaran .

4. Hasil Belajar. Rata-rata nilai yang dicapai diatas hasil ketuntasan belajar yang ditentukan yaitu 70.

E. Butir-Butir Pernyataan

No Indikator Aspek Perilaku yang Diamati Skor 1 2 3 4 5

1. Kesiapan menerima pelajaran

1. Menyediakan buku dan alat tulis

2. Suasana kelas tenang dan siswa mengkondisikan diri menerima pelajaran 3. Ketenangan atau suasana

kelas pada saat pelajaran dimulai pelajaran dan sumber belajar lainnya yang berkaitan dengan materi

2. Keaktifan siswa dalam pembelajaran

2. Kektifan bertanya 3. Kektifan menjawab 4. Keaktifan menulis 5. Keaktifan dalam

mengungkapkan pendapat

6. Menyelesaikan tugas individu

7. Menyelesaikan tugas kelompok

8. Keaktifan siswa dalam mencari pengetahuan dan informasi untuk disampaikan atau diungkapkan dalam kelas.

Keterangan:

Jumlah maksimal skor = 70 Skor yang dicapai

Nilai = X 100 %

Skor maksimal

DALAM PEMBELAJARAN PAI

No. Indikator Pra Siklus Siklus I Siklus II

1. Kesiapan dalam menerima pelajaran dan

Keaktifan siswa dalam pembelajaran

Jumlah Rata-rata Prosentase (%) Kriteria nilai

Kriteria Nilai :

80% - 100% = Baik sekali 50% - 79% = Baik 25% - 59% = Cukup 0% - 24% = Kurang

Instrumen tes dalam penelitian ini yaitu dengan memberikan soal setelah pembelajaran berupa lembar kerja yang berisikan soal-soal pada prasiklus, siklus I, siklus II, dengan mengambil rata-rata nilai pada setiap siklus. Adapun rata-rata nilai yang ditetapkan untuk mencapai ketuntasan minimal adalah 70.

No. Nama Siswa/Responden Pra Siklus Siklus I Siklus II

Jumlah Skor Rata-rata Prosentase (%) Kriteria Penilaian Kriteria Penilaian:

80% - 100% = Baik sekali 50% - 79% = Baik 25% - 59% = Cukup 0% - 24% = Kurang

Satuan Pendidikan : SMP N 2 Bonang Demak Mata Pelajaran : Pendidikan agama Islam (PAI) Kelas/ Semester : VIII/ Ganjil

Standar Kompetensi :

6. Membiasakan sujud sahwi 7. Membiasakan sujud syukur 8. Membiasakan sujud tilawah Kompetensi Dasar :

1.1. Menjelaskan pengertian sujud syukur, sujud sahwi, dan sujud tilawah.

1.2. Menjelaskan tata cara sujud syukur, sujud sahwi, dan sujud tilawah.

1.3. Mempraktikkan sujud syukur, sujud sahwi, dan sujud tilawah.

Indikator :

1. Menjelaskan pengertian sujud syukur, sujud sahwi, dan sujud tilawah.

2. Melakukan sujud syukur, sujud sahwi, dan sujud tilawah.

Alokasi Waktu : 2 x 40 menit

IV. Langkah-langkah Pembelajaran

No. Kegiatan Pembelajaran Pengorganisasian

Peserta Waktu Kegiatan Awal

1. Menyampaikan tujuan, apersepsi dan motivasi dengan cara bertanya pernahkah anak-anak melakukan sujud sahwi, sujud syukur, sujud tilawah dalam kesehariannya?

K 3 menit

Kegiatan Inti

2. Guru memberi kesempatan membaca buku panduan atau Lembar Kerja Siswa (LKS) terhadap pokok bahasan yang akan dibahas

K 10 menit I. Tujuan Pembelajaran : Dengan menjelaskan sujud sahwi, sujud syukur, sujud

tilawah siswa dapat mempraktekannya dalam kehidupan sehari-hari

II. Materi Ajar : Sujud sahwi, sujud syukur, sujud tilawah

III. Metode Pembelajaran : Ceramah, Tanya jawab, simulasi / praktek bila waktu memungkinkan

pokok bahasan yang telah diterangkan ketika ada suatu permasalahan yang belum jelas

K 10 menit 5 Setelah guru selesai memberi penjelasan dan

peserta didik tidak ada pertanyaan sebagai akhir pelajaran diadakan tes secara tertulis untuk mengetahui seberapa jauh daya tangkap peserta didik dalam menerima materi yang telah diajarkan

I 20 menit

Penutup

6 Menyimpulkan tentang ketentuan-ketentuan sujud K 7 menit Keterangan : I = individual; K = klasikal;

Demak, 02 November 2009

Guru Kolaborator Observer

Masrur, S. Ag A. Hamdan Asyachowi

NIP. 195612071984051001

V. Bahan ajar dan alat bantu Pembelajaran:

- Buku paket PAI kelas VIII - Lembar Kerja Siswa (LKS) VI. Penilaian

1. Tes akhir

2. Jenis tes : tes tertulis 3. Alat tes : terlampir

yang paling benar!

1. Hukum mensyukuri nikmat Allah SWT adalah … bagi setiap muslim.

a. sunah muakad b. fardhu kifayah c. sunah ghairu muakad d. wajib

2. Sujud dilakukan sebagai bukti ….

a. rasa cinta dan kasih sayang

b. rasa kagum terhadap keagungan Allah SWT c. rasa hormat dan tunduk kepada Allah SWT d. rasa takut sebenar-benarnya takut

3. Menurut Islam sujud hanya boleh dilakukan terhadap….

a. Allah SWT

b. Allah SWT dan Rasul-Nya c. Hal-hal yang terpuji d. Kholik dan makhluk-Nya

4. Secara bahasa sujud tilawah berarti sujud karena….

a. ketaatan b. ayat c. bacaan d. perasaan

5. Sujud yang dilakukan seseorang memiliki beberapa unsur perasaan. Di bawah ini yang tidak termasuk unsur yang dimaksud adalah….

a. kepasrahan hati b. kesamaan hati c. ketundukan hati d. kepatuhan jiwa

6. Hukum melakukan sujud tilawah adalah….

a. sunah muakad b. fardhu kifayah c. sunah

d. fardhu ain

7. Sujud yang dilakukan karena ragu dalam rakaat shalat disebut….

a. sujud tilawah b. sujud syukur c. sujud sahwi d. sujud karena lupa

8. Di bawah ini yang menyebabkan orang melakukan sujud sahwi adalah….

a. mendapatkan rizki b. tertimpa musibah c. mendengar ayat sajadah

d. lupa mengerjakan salah satu rukun shalat

9. Sujud syukur dan sujud tilawah sama dalam hal….

d. pelakunya

10. Sujud tilawah dapat dilakukan….

a. pada waktu shalat b. di luar shalat

c. di dalam atau di luar shalat d. di dalam shalat

II. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar!

1. Apa yang kamu ketahui tentang sujud sahwi, sujud tilawah dan sujud syukur?

2. Jelaskan ketentuan-ketentuan orang melakukan sujud sahwi!

3. Apa sebab-sebab dilakukannya sujud syukur?

4. Tulis ayat yang menyebabkan orang melakukan sujud tilawah!

5. Apa hikmah orang melakukan sujud sahwi, sujud tilawah dan sujud syukur?

Satuan Pendidikan : SMP N 2 Bonang Demak Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam (PAI) Kelas/ Semester : VIII/ Ganjil

Standar Kompetensi :

1. Memahami sujud sahwi 2. Memahami sujud syukur 3. Memahami sujud tilawah Kompetensi Dasar :

1.1. Menjelaskan pengertian sujud dan macam-macam sujud

1.2. Menjelaskan ketentuan-ketentuan, menghafal do’a, dan mempraktekan sujud sahwi, sujud syukur, sujud tilawah

1.3. Menjelaskan tata cara melakukan sujud sahwi, sujud syukur, sujud tilawah serta mempraktekannya.

Indikator :

1. Menjelaskan pengertian sujud 2. Menyebutkan macam-macam sujud

3. Menjelaskan pengertian sujud sahwi, sujud syukur, sujud tilawah

4. Menjelaskan ketentuan-ketentuan, menghafal do’a, dan mempraktekan sujud sahwi, sujud syukur, sujud tilawah

5. Mempraktikan sujud sahwi, sujud syukur, sujud tilawah

Alokasi Waktu : 2 x 40 menit

I. Tujuan Pembelajaran : Dengan menjelaskan sujud sahwi, sujud syukur, sujud tilawah peserta didik dapat mempraktekannya dalam kehidupan sehari-hari

II. Materi Ajar : Sujud sahwi, sujud syukur, sujud tilawah

III. Metode Pembelajaran : Everyone Is A Teacher Here

No. Kegiatan Pembelajaran Pengorganisasian Peserta Waktu

No. Kegiatan Pembelajaran Pengorganisasian Peserta Waktu

Dokumen terkait