• Tidak ada hasil yang ditemukan

Strategi Pendahuluan Pengoptimalan Penyaluran Dana Bina Ekonomi Program Ppmk Ekonomi Program Ppmk

BAB VII. RANCANGAN STRATEGI PENGOPTIMALAN PENYALURAN DANA BINA EKONOMI PROGRAM PPMK PENYALURAN DANA BINA EKONOMI PROGRAM PPMK

7.1. Strategi Pendahuluan Pengoptimalan Penyaluran Dana Bina Ekonomi Program Ppmk Ekonomi Program Ppmk

Dengan semakin kompleks dan berkembangnya permasalahan pelaksanaan Program Bina Ekonomi PPMK sebagaimana analisis studi pada bab-bab sebelumnya, dirasakan perlu adanya upaya-upaya penyesuaian suatu rumusan strategi dengan karakteristik wilayah setempat dimana Program Bina Ekonomi dilaksanakan per kelurahan di DKI Jakarta. Adapun upaya pendahuluan tersebut adalah :

- Penyusunan profil sosial (social profiel) - Pemetaan sosial (social mapping)

7.1.1. Penyusunan Profil Sosial (Social Profile)

7.1.1.1. Makna Pembuatan Profil Sosial

Untuk dapat menyiapkan strategi penanganan pengelolaan permasalahan dampak sosial yang besar dan penting tersebut di atas, diperlukan pemahaman terhadap masyarakat agar selanjutnya dapat menyiapkan proses partisipasi masyarakat ang efektif. Oleh karena itu data rona lingkungan sosial perlu dilanjutkan dengan penyusunan profil sosial yang merupakan ringkasan pemahaman kita atas karakter-karakter penting komunitas dalam masyarakat pada batas sosial pemberdayaan melalui bina ekonomi PPMK. Dengan dibuatnya social profile, maka dapat diketahui kondisi sosial budaya masyarakat yang perlu

untuk dipertimbangkan agar pemberdayaan melalui bina ekonomi PPMK dapat direalisasikan.

Para pemerakarsa memerlukan gambaran mengenai komunitas, termasuk bagaimana nilai-nilai, tujuan, perhatian dan sudut pandang mereka sebagai warga yang akan menerima dampak pemberdayaan melalui bina ekonomi PPMK tersebut. Demikian pula mengenai adanya perbedaan-perbedaan respons kelompok masyarakat yang satu dengan kelompok lainnya.

7.1.1.2 Sistematika Penyusunan Profil Sosial

(1). Sejarah Lokal

- Identifikasi keadaan perkampungan awal, kejadian-kejadian penting dan tokoh-tokoh masyarakat sebelumnya.

- Statistik masyarakat, contoh statistik populasi, jumlah kelompok berdasarkan jenis kelamin dan umur, pekerjaan, migrasi, suku dan pendidikan.

- Bagaimana sejarah lokal menjelaskan keadaan masyarakat sekarang. (2). Sosial Ekonomi

- Apa pekerjaan utama, barang dagangan, dan keahlian sebagian besar masyarakat.

- Bagaimana hal tersebut mempengaruhi tingkah laku masyarakat. (3). Permasalahan Sosial

- Hal atau persoalan apa yang berkembang dalam lima tahun belakangan? Siapa terlibat ? Apa yang terjadi ? Bagaimana persoalan tersebut terselesaikan ?

- Apa persoalan yang sedang berkembang di masyarakat ? Apa yang telah dilakukan untuk menyelesaikannya ?

- Identifikasi trend perkembangan permasalahan

- Apa implikasi persoalan tersebut terhadap pemberdayaan melalui bina ekonomi PPMK pemberdayaan melalui PPMK yang direncanakan (4). Organisasi Sosial dan Tokoh Masyarakat

- Daftar kelompok-kelompok kepentingan, kegiatan mereka, pekerjaannya, dan peraturan dalam kelompoknya.

- Identifikasi dan deskripsi para tokoh masyarakat yang berpengaruh, contoh yang memiliki banyak pengikut

- Apa yang berpengaruh bagi para pemrakarsa dan perencanaannya. (5). Akses Informasi

- Identifikasi media komunikasi di komunitas tersebut, contoh wilayah peredaran, kapasitas, dan kredibilitas masing-masing, sirkulasi/ pembacanya.

- Deskripsi jaringan informal, titik-titik strategis penyebaran informasi di masyarakat.

- Saluran-saluran informasi tersebut di atas dapat menjadi sumber yang bermanfaat bagi perencanaan.

(6). Pengetahuan Berhubungan Dengan Pemberdayaan melalui bina ekonomi PPMK

- Informasi yang belum diketahui dan didapat dari tokoh masyarakat atau kelompoknya.

- Bagaimana informasi tersebut mempengaruhi sikapnya terhadap pemberdayaan melalui bina ekonomi PPMK yang akan dikerjakan. (7). Peran Komunitas

- Ringkasan mengenai karakteristik dasar dari tiap komunitas, seperti bahasa, pendidikan, organisasi, pemimpin dan lain-lain.

- Pengaruh dari mereka dalam pembentukan struktur masyarakat, kelompok-kelompok dan lain-lain.

(8). Rekomendasi Masukan Kebijakan

- Garis besar mengenai karakteristik dari komunitas yang tampaknya memiliki pengaruh pada perencanaan pemberdayaan melalui bina ekonomi PPMK dan juga implikasinya pada partisipasi masyarakat dalam program tersebut jika dibutuhkan.

7.1.2 Pemetaan Sosial (Social Mapping)

Berdasarkan prakiraan dampak penting dan evaluasi dampak penting di beberapa lokasi, maka pemetaan sosial dapat dilakukan, yaitu : merupakan kategorisasi-kategorisasi dari kelompok-kelompk sosial atau masyarakat berdasarkan reaksi dan tanggapannya terhadap rencana pemberdayaan melalui bina ekonomi PPMK.

Pertama, kelompok sosial yang mengalami keresahan sangat tinggi adalah mereka yang memiliki keinginan dan memiliki usaha namun belum memiliki KK (kartu Keluarga) dalam lingkungan. Kelompok sosial ini sangat potensial melakukan resistensi yang sangat kuat jika mereka tidak diperkenankan dalam pengajuan bina ekonomi PPMK.

Kedua, kelompok sosial yang mengalami keresahan dalam kategori tinggi adalah mereka yang memiliki usaha, memiliki KK (kartu keluarga) namun tidak terdaftar

Ketiga, kelompok sosial yang mengalami keresahan dalam kategori sedang adalah kelompok masyarakat yang tidak memiliki usaha namun memiliki keinginan kuat untuk berusaha. Mereka ini pada umumnya resah terutama apakah pelaksana pemberdayaan melalui bina ekonomi PPMK akan mengikutkan partisipasi mereka dalam kegiatan ekonomi.

Keempat, kelompok sosial yang mengalami keresahan dalam kategori rendah, adalah mereka yang memiliki harapan namun belum tahu untuk apa pengajuan dana bina ekonomi PPMK. Kelompok sosial ini mengalami keresahan terutama karena banyaknya masyarakat lainnya yang mengajukan dana pinjaman PPMK dengan kondisi yang sama.

7.1.2.2. Kategorisasi Kerawanan Sosial

a. Dampak yang menimbulkan emosi masyarakat

Dari beberapa jenis dampak hasil prakiraan dampak penting tersebut di atas, terdapat dampak-dampak yang dapat menimbulkan masalah dampak lanjutan, yaitu munculnya emosi masyarakat dan benih-benih konflik sosial, baik vertikal maupun horizontal. Permasalahan tersebut timbul karena adanya kesenjangan antara apa yang diinginkan

masyarakat dengan kenyataan yang dihadapi, artinya ada masyarakat yang mendapat bantuan namun kurang sesuai dengan apa yang diharapkan, atau ada masyarakat yang menginginkan dan telah sesuai dengan apa yang di kerjakan namun harapan akan direalisasikannya dana PPMK tidak pernah terwujud atau di terimannya, dan permasalan permasalahan lainnya akibat ketidak mampuan pelaksana dilapangan untuk menganalisis potensi dan sumber ekonomi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat melalui program bina PPMK.

b. Potensi benih-benih konflik sosial vertikal dan horizontal

1. Ketidakpuasan masyarakat terhadap petugas PPMK di tingkat RW, Pemberdayaan melalui bina ekonomi PPMK atas pengajuan yang tidak dapat diterima

2. Kecemburuan sosial terhadap warga masyarkat lainnya yang telah menerima dana bina ekonomi PPMK namun dipandang mereka tidak berhak menerima dana bina ekonomi PPMK

7.2 Strategi Perbaikan Bidang Kelembagaan: Perbaikan Sistem