• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

A. Strategi Pengembangan Mitra Dhuafa Lenteng Agung

Philip Kotler (1997), Pengembangan adalah suatu usaha untuk meningkatkan kemampuan teknis, teoritis, konspetual, dan moral karyawan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan/ jabatan melalui pendidikan dan latihan. Pendidikan meningkatkan keahlian teoritis, konseptual, dan moral karyawan, sedangkan latihan bertujan untuk menigkatkan ketrampilan teknis pelaksanaan pekerjaan karyawan, workshop bagi karyawan dapat meningkatkan pengetahuan lebih lagi di luar perusahaan.24

Menurut Fred R David (2004), strategi pengembangan menjadi bagian dalam strategi intensif, yakni strategi yang terdiri atas penetrasi pasar, pengembangan pasar dan pengembangan produk. Strategi penetrasi pasar dilakukan dengan meningkatkan pangsa pasar produk atau jasa yang telah ada. Upaya yang dapat dilakukan adalah melakukan promosi penjualan, menambah biaya iklan dan publisitas lainnya.

Pengembangan pasar merupakan cara yang digunakan dalam memperkenalkan produk atau jasa ke wilayah baru. Sementara pengembangan produk adalah strategi meningkatkan penjualan. Yang dapat dilakukan dengan memperbaiki, memodifikasi, atau membuat inovasi produk atau jasa yang telah ada.25

24

Philip Kotler. Manajemen Pemasaran Analisis, Perencanaan, Implementasi dan Control (perpustakaan Nasional: katalog dalam terbitan (KDT)1997), h. 286

25Fred R. David, Manajemen Strategis, Konsep-Konsep (Indonesia: PT. Indeks, 2004), Ed. Kesembilan, h.239-241

2. Pengertian pemasaran

Pemasaran dalam arti sempit oleh para pengusaha sering diartikan sebagai pendistribusian, termasuk kegiatan yang dibutuhkan untuk menempatkan produk yang berwujud pada tangan konsumen rumah tangga dan pemakaian industry. Pengertian ini tidak mencakup kegiatan mengubah bentuk barang. Akan tetapi, pengertian tentang pemasaran sebenarnya lebih luas dari kegiatan tersebut. Dari pandangan lain, pemasaran diartikan sebagai kegiatan penciptaan dan penyerahan tingkat kesejahteraan hidup kepada anggota masyarakat.26

Pemasaran telah didefinisikan dalam berbagai pengertian, seperti telah diutarakan diatas. Menurut American marketing

association, pemasaran diartikan sebagai hasil prestasi kerja kegiatan

usaha yang langsung berkaitan dengan mengalirnya barang atau jasa dari produsen ke konsumen. Pengertian ini hampir sama dengan kegiatan distribusi, sehingga gagal menunjukan asas-asas pemasaran, terutama dalam menentukan barang atau jasa apa yang akan dihasilkan. Disamping pengertian yang telah disebutkan, terdapat pengertian yang sering digunakan dalam pembahasan tentang pemasaran, pengertian tersebut menyatakan pemasaran sebagai kegiatan manusia yang diarahkan untuk memenuhi dan memuaskan kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran. Berdasarkan pengertian ini, pembahasan tentang pemasaran dapat lebih jelas dan terbatas dalam pembatasan yang tegas, terkait dengan kegiatan pemasaran yang berlaku universal.

3. Strategi Pemasaran Secara Umum a. Perkembangan pemasaran

Pemasaran sudah ada sejak zaman rosulullah, dimana rasulullah mengajarkan untuk berniaga, menjual dan membeli. Tapi pada zaman itu bertransaksi tidak menggunakan dengan mata uang

26Assauri Sofjan. Manajemen Pemasaran, Dasar Konsep dan Strategi (PT. Raja Grafindo Persada, 2004), h. 4

yaitu membeli barang dan membayarnya dengan mata uang. tetapi pada zaman itu menjual barang dengan barang contohnya seperti si A membutuhkan beras dan dia mempunyai kelebihan gula maka dari itu si A memberikan gulanya kepada si B untuk mendapatkan beras disebut dengan barter.

Kegiatan pemasaran sebenarnya berkembang sejak adanya kebutuhan manusia dan usaha untuk memenuhi kebutuhan manusia itu melalui pertukaran. Perkembangan peradaban manusia menimbulkan perkembangan penggunaan alat pertukaran. Dengan adanya perkembangan tersebut mulailah dikenal transaksi jual beli. Pada masa itu pemasaran barulah merupakan kegiatan transaksi jual beli dimana seluruh barang-barang yang dihasilkan atau diproduksikan dengan mudah dapat terjual. Masalah yang diutamakan pada saat itu bagaimana menghasilkan suatu barang. Hal ini terutama disebabkan barang apapun yang dihasilkan akan dapat terjual. Oleh karena itu, orientasi pemikiran manajemen pada saat itu adalah orientasi produksi.27

Assauri Sofjan menyatakan Secara singkat bahwa manajemen pemasaran mencakup seluruh falsafat, konsep, tugas, dan proses manajemen pemasaran. Perkembangan pendekatan dalam manajemen pemasaran dilandasi oleh konsep yang merupakan dasar dari pimpinan perusahaan atau organisasi lainnya dalam menjalankan kebijakan dan strategi pemasaran yang akan dilakukannya. Hal ini karena manajemen pemasaran merupakan usaha-usaha yang dilakukan untuk mencapai hasil yang diingikan pada pasar yang dituju (sasaran).

b. Konsep pemasaran

Konsep pemasaran merupakan orientasi manajemen yang menekankan bahwa kunci pencapaian tujuan organisasi terdiri dari

27Assauri Sofjan. Manajemen Pemasaran, Dasar Konsep dan Strategi (PT. Raja Grafindo Persada, 2004), h.5-6

kemampuan perusahaan/ organisasi menentukan kebutuhan dan keinginan pasar yang dituju (sasaran) dan kemampuan perusahaan/ organisasi tersebut memenuhinya dengan kepuasan yang diinginkan secara lebih efektif dan efisien dari para saingan. Ada tiga landasan yang penting dari konsep pemasaran, yaitu:

1) Konsumen dapat dikelompokan ke dalam segment pasar yang berbeda tergantung dari kebutuhan dan keinginannya.

2) Konsumen dalam suatu segment pasar tertentu lebih menyenangi atau tertarik akan apa yang ditawarkan perusahaan/ organisasi yang dapat berlangsung memenuhi kepuasan dan keinginan tertentu dari mereka.

3) Tugas organisasi adalah untuk meneliti dan memilih pasar yang dituju (sasaran) dan berusaha mengembangkan usaha- usaha penawaran dan program-program pemasaran sebagai kunci untuk menarik dan mempertahankan/ membina langganan.28

Konsep inti dalam pemasaran adalah memahami kebutuhan, keinginan dan permintaan. Tidak semua orang mempunyai keinginan dan kebutuhan yang sama, oleh karena itu perusahaan harus membagi-bagi pasar ke dalam segmen-segmen. Tiga strategi yang harus digunakan dalam pemasaran.29

Pertama, targeting. Ada tiga kriteria untuk melakukan targeting, yaitu:

a. Memastikan bahwa segmen yang akan dimasuki pasarnya cukup besar (market size), atau masih kecil tapi memiliki potensi yag besar di masa yang akan datang (market growth). b. Perusahaan harus memiliki kekuatan daya saing (competitive

advantages) untuk medominasi pasar yang akan dimasuki.

28

Assauri Sofjan. Manajemen Pemasaran, Dasar Konsep dan Strategi (PT. Raja Grafindo Persada, 2004), h.77-78

29Assauri Sofjan. Manajemen Pemasaran, Dasar Konsep dan Strategi (PT. Raja Grafindo Persada, 2004), h.13

c. Mengoptimalkan segala usaha agar efektif dan efisien di tengah persaingan (competitive situation).

Apabila persaingan semakin ketat sampai para konsumen sulit untuk membedakan keunggulan dari suatu produk karena masing-masing produk memiliki kualitas yang hampir sama dan tidak ada perbedaan yang signifikan, maka langkah yang akan ditempuh oleh perusahaan syariah adalah membidik hati dan jiwa konsumen. Strategi ini bertujuan untuk mengikat hati dan jiwa konsumen pada suatu produk atau perusahaan agar setia dalam waktu panjang.30

Kedua, positioning. Dalam Legacy Marketing, Positioning dilakukan setelah kita melakukan Segmentasi dan Targeting. Positioning ini maksudnya bukan peringkat produk itu di pasar. Masih ada yang keliru soal ini. Dikiranya kalau bicara soal positioning berarti bicara soal ada di posisi nomor berapa produk itu di pasar. Bukan itu definisi positioning. Positioning adalah apa yang kita inginkan ada di benak konsumen ketika mereka mendengar brand kita. Positioning ini berkaitan dengan persepsi. Persepsi ini harus bisa unik sehingga pelanggan bisa langsung membedakan antara brand kita dan brand pesaing kita. Misalnya saja Volvo, BMW, dan Mercedes-Benz. Ketiganya merupakan produk yang berada dalam satu kategori dan juga menyasar segmen pasar yang relatif sama. Namun, positioning-nya bisa berbeda. Kalau ingat Volvo kita ingat ”safety”, sementara BMW adalah ”the ultimate driving machine” dan Mercedes-Benz merupakan ”a symbol of luxury”. Itulah positioning dari ketiga brand mobil mewah tersebut.31

Menurut Fanggidae (2006), positioning adalah suatu strategi dalam kegiatan pemasaran yang bertujuan untuk

30Ibid

31

menciptakan perbedaan (differents), keuntungan (advantages), manfaat (benefit) yang membuat konsumen selalu ingat dengan suatu produk. Dengan kata lain positioning berkenaan dengan upaya identifikasi, pengembangan dan kemunikasi keunggulan yang bersifat khas dan unik sedemikian rupa sehingga produk dan jasa perusahaan dipersepsikan lebih superior dan khusus. Jadi, focus utama positioning adalah pada persepsi pelanggan dan bukan sekedar produk fisik yang dihasilkan.32

Menurut Kotler (1997:262) “ positioning is the act of designing the companys offer so that is occupies a distinct and value placed in the target customer mind” maknanya, mencapai “posisi” didalam pasar, langkah ini dilakukan setelah menentukan strategi segmentasi yang dipakai. Dengan kata lain positioning adalah suatu tindakan atau langkah-langkah dari produsen untuk mendesain citra perusahaan dan penawaran nilai dimana konsumen didalam suatu segmen tertentu mengerti dan menghargai apa yang dilakukan suatu segmen tertentu, mengerti dan menghargai apa yang dilakukan suatu perusahaan, dibandingkan dengan pesaingnya.

Dalam proses positioning selalu dimulai product positioning. Pendapat ini dikemukakan oleh Regis Mc Kenna (1985:37), yang juga mengemukakan definisi produk positioning the positioning process should begin with the product themselves. To gain a strong product positioning, a company must differentiate its product from all other products on the market. The goals is so give the product a unique position in the market place” dari definisi diatas mengandung pengertian bahwa proses positioning harus dimulai dengan produk itu sendiri. Untuk mencapai produk positioning yang kuat suatu perusahaan perlu dilakukan

32

diferensiasi dalam banyak factor yaitu: teknologi, harta, kualitas, saluran distribusi atau sasaran konsumennya.

Produk positioning sangat berhubungan dengan segmentasi pasar karena menempatkan produk tersebut ditunjukan melayani target market tertentu. Oleh karena itu, pengertian strategi product positioning sebagai suatu strategi yang digunakan untuk menanamkan suatu citra produk dibenak konsumen sehingga produk tersebut terlihat menonjol dibandingkan dengan produk pesaing.

Focus utamanya adalah bagaimana caranya sehingga konsumen mempunyai persepsi yang sama dengan yang diharapkan produsen tentang produk yang ditawarkan. Kembali Kotler (1997:265) menjelaskan beberapa cara product positioning yang dapat dilakukan pemasaran dalam memasarkan produk kepada konsumen yang dituju, antara lain:

1) Penentuan posisi menurut atribut

Ini terjadi bila suatu perusahaan memposisikan dengan menonjolkan atribut produk yang lebih unggul dibandingkan pesaingnya, seperti ukuran, lama keberadaanya, dan seterusnya. 2) Penentuan posisi menurut manfaat

Dalam pengertian ini produk diposisikan sebagai pemimpin dalam suatu manfaat tertentu.

3) Penentuan poisisi menurut penggunaan atau penerapan seperangkat nilai-nilai pengunaan atau penerapan inilah yang digunakan sebagai unsur yang ditonjolkan dibandingkan pesaingnya.

4) Penentuan posisi menurut pemakai

Ini berarti memposisikan produk sebagai yang terbaik untuk sejumlah kelompok pemakai. Dengan kata lain pasar sasaran lebih ditunjukan pada sebuah atau lebih komunitas, baik dlam arti sempit maupun dalam arti luas.

5) Penentuan posisi menurut pesaing

Disini produk secara keseluruhan menonjolkan nama mereknya secara utuh dan diposisikan lebih baik dari pada pesaing.

6) Penentuan posisi menurut kategori produk

Disini produk diposisikan sebagai pemimpin dalam suatu kategori produk.

7) Penentun posisi harga atau kualitas

Disini produk diposisikan sebagai menawarkan nilai terbaik untuk harga.33

Tujuan dari positioning pasar adalah untuk menciptakan citra yang berbeda guna memperkenalkan bisnis dan produk anda di benak para konsumen.34

Ketiga, diverensiasi. Setelah mengidentifikasi segmen pasar, maka sebuah perusahaan juga harus mengidentifikasi cara-cara spesifik yang dapat mendiferensiasikan produknya dan memilih “competitive positioning” Pada dasarnya diferensiasi adalah tindakan merancang satu set perbedaaan yang berarti untuk membedakan penawaran perusahaan dari penawaran pesaing (Kotler, 1997). Diferensiasi dapat dilakukan melalui lima dimensi berikut ini:

a. Diferensiasi Produk, membedakan produk utama berdasarkan keistimewaan, kinerja, kesesuaian, daya tahan, keandalan, kemudahan untuk diperbaiki, gaya dan rancangan produk.35 b. Diferensiasi Pelayanan, jika produk fisik tidak bisa diferensiasi

secara mudah, kunci untuk mencapai keberhasilan kompetitif terletak pada penambahan layanan bernilai tambah dan

33Jurnal Manajemen, “Peran Positioning Dalam Strategi Pemasaran” diakses dari

http://jurnal-sdm.blogspot.co.id/2009/04/peran-positioning-dalam-strategi.html

34Paul N. Bloom & Louise N. Boone. Strategi Pemasaran Produk 18 Langkah Membangun Jaring Pemasaran Produk yang Kokoh ( Prestasi Pustakaraya- Jakarta- Indonesia 2006), h. 57

35Diferensiasi dan Positioning diakses dari

meningkatkan kualitas layanan tersebut. Factor diferansiasi layanan yang utama, antara lain kemudahan pemesanan, penyerahan, pemasangan, pelatihan pelanggan, konsultasi pelanggan dan perawatan dan perbaikan.36

c. Diferensiasi Personil, membedakan personil perusahaan berdasarkan kemampuan, kesopanan, kredibilitas, dapat diandalkan, cepat tanggap dan komunikasi yang baik.

d. Diferensiasi Saluran, langkah pembedaan melalui cara membentuk saluran distribusi, jangkauan, keahlian dan kinerja saluran-saluran tersebut.

e. Diferensiasi Citra, membedakan citra perusahaan berdasarkan perbedaan identitas melalui penetapan posisi, perbedaan lambang dan perbedaan iklan.37

c. Ruang lingkup Strategi pemasaran 1) Pengertian strategi pemasaran

Strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan. Dalam perkembangannya konsep mengenai strategi terus berkembang. Definisi strategi yang dikemukakakan oleh Chandler menyebutkan bahwa “strategi adalah tujuan jangka panjang dari suatu perusahaan, serta pendayagunaan dan alokasi semua sumber yang penting untuk mencapai tujuan tersebut” pemahaman yang baik mengenai konsep strategi dan konsep-konsep lain yang berkaitan, sangat menentukan suksesnya strategi yang disusun.

Arti kata strategi “seni umum” yang berasal dari kata yunani kuno untuk umum “strategos” sebelum napoleon memiliki konotasi militer menyiratkan seni dan ilmu

36

Philip Kotler, Swee Hoon Ang dkk Manajemen Pemasaran Sudut Pandang Asia (PT. INDEKS kelompok GRAMEDIA 2004) , h.365

37Diferensiasi dan Positioning diakses dari

mengarahkan pasukan militer untuk megalahkan musuh atau untuk mengurangi hasil kekalahan.38

Dalam sebuah perusahaan, strategi merupakan salah satu factor terpenting agar perusahaan dapat berjalan dengan baik. Strategi menggambarkan arah bisnis yang mengikuti lingkungan yang dipilih dan merupakan pedoman untuk mengalokasikan sumber daya usaha sutau organisasi. Atau suatu cara mencapaian tujuan dari sebuah perusahaan.39

Setiap perusahaan mempunyai tujuan untuk dapat tetap hidup dan berkembang, tujuannya tersebut hanya dapat dicapai melalui usaha mempertahankan dan meningkatkan tingkat keuntungan atau laba perusahaan. Usaha ini hanya dapat dilakukan apabila perusahaan dapat mempertahankan dan meningkatkan penjualannya.

Strategi pemasaran pada dasarnya adalah rencana yang menyeluruh, terpadu dan menyatu di bidang pemasaran, yang memberikan panduan tentang kegiatan yang akan dijalankan untuk dapat tercapainya tujuan pemasaran suatu perusahaan. Dengan kata lain strategi pemasaran adalah serangkaian tujuan dan sasaran, kebijakan dan aturan yang memberi arah kepada usaha-usaha pemasaran perusahaan dari waktu ke waktu, pada masing-masing tingkatan dan acuan serta alokasinya, terutama sebagai tanggapan perusahaan dalam menghadapi lingkungan dan keadaan persaingan yang selalu berubah. Oleh karena itu, penentuan srategi pemasaran harus didasarkan atas analisis lingkungan dan internal prusahaan melalui analisis keunggulan dan kelemahan perusahaan, serta analisis kesempatan dan ancaman yang dihadapi perusahaan dari lingkungannya.

38

Arthur meidan. Marketing Strategies, Organization and Performance Control In Insurance (the journal of risk and insurance, vol.49 No.3 h.1 (sep, 1982) diakses dari

www.jstor.org

39

Disamping itu strategi pemasaran yang telah ditetapkan dan dijalankan, harus dinilai kembali, apakah masih sesuai dengan keadaan atau kondisi pada saat ini. Penilaian atau evaluasi ini menggunakan analisis keunggulan, kelemahan, kesempatan, dan ancaman. Hasil penilaian atau evaluasi ini digunakan sebagai dasar untuk menentukan apakah strategi yang sedang dijalankan perlu diubah, sekaligus digunakan sebagai landasan untuk mneyusun atau menentukan strategi yang akan dijalankan pada masa yang akan datang.40

Gambar 2.1 Proses pemasaran

Dalam proses pemasaran, tahap pertama yang dilakukan adalah menganalisis kesempatan/ peluang pasar yang dapat di manfaatkan dalam usaha yang dilakukan perusahaan untuk mencapai tujuannya.

40Assauri Sofjan. Manajemen Pemasaran Dasar, Konsep,& Strategi (PT. Raja Grafindo Persada, 2011), h. 168-169 analisis peluang/ kesempatan pasar Pengembangan system pemasaran Pengembangan/penyus usnan pencana pemasaran Pemilihan/ penetapan sasaran pasar Ptrategi peningkatan

Tahap kedua adalah penentuan sasaran pasar, yang akan dilayani oleh perusahaan. Suatu perusahaan akan sulit sekali untuk melayani seluruh pasar yang ada, karena setiap pasar terdiri dari kelompok konsumen yang berbeda, kebutuhan dan keinginan yang berbeda serta kebiasaan dan reaksi yang berbeda pula.

Tahap ketiga dari proses pemasaran ini adalah menilai kedudukan dan menetapkan strategi peningkatan posisi atau kedudukan perusahaan dalam persaingan pada sasaran pasar yang dilayani. Dalam tahap ini perusahaan harus mempunyai pandangan atau keputusan mengenai produk (barang atau jasa) apa yang akan ditawarkan kepada sasaran pasar, dalam hubungannya dengan bidang usaha perusahaan yang telah ditentukan sebelumnya.

Tahap keempat dari proses pemasaran adalah mengembangkan system pemasaran dalam perusahaan. Yang dimaksudkan dengan mengembangkan system pemasaran dalam hal ini adalah tugas untuk mengembangkan organisasi pemasaran, system informasi pemasaran, system perencanaan, dan pengendalian pemasaran yang dapat menunjang tercapainya tujuan perusahaan dalam melayani sasaran pasar.

Tahap kelima dari proses pemasaran ini adalah mengembangkan rencana pemasaran, usaha pengembangan ini diperlukan karena keberhasilan perusahaan terletak pada kualitas rencana pemasaran yang bersifat jangka panjang dan jangka pendek (tahunan, triwulan, dan bulanan) yang diperlukan untuk mengarahkan kegiatan untuk mencapai sasaran pasar. Dalam rencana pemasaran hendaknya dirinci tujuan, strategi, dan taktik yang digunakan untuk mempertahankan dan meningkatkan posisi perusahaan dalam

menghadapi saingan. Untuk mencapai tujuan pemasaran, perlu ditentukan strategi pemasaran yang akan digunakan.

Tahap keenam dari proses pemasaran adalah menerapkan atau melaksanakan rencana pemasaran yang telah disusun dan mengendalikannya. Penerapan atau pelaksanaan rencana harus mempertimbangkan situasi dan kondisi pada saat itu, sehingga perlu lebih pempunyai taktik yang dijalankan, dan untuk keberhasilannya taktik yang dijalankan dapat berbeda antara satu saat/ waktu dengan saat/ waktu lainnya, serta dapat berbeda pula antara satu daerah/ wilayah dengan daerah/ wilayah pemasaran lainnya.41

2) Proses Perencanaan Strategi Pemasaran

a) Analisis Hasil Prestasi Kegiatan Pemasaran

Dalam analisis ini dilakukan pengkajian mengenai perkembangan hasil penjualan dan realisasi kegiatan yang dilakukan dalam bidang pemasaran. Analisis ini harus dapat memberikan kesimpulan tentang sebab-sebab naik atau turunnya hasil penjualan khususnya dan pemasaran umumnya.

b) Analisis SWOT Pemasaran Perusahaan

Dalam analisis ini dilakukan pengkajian atas keadaan lingkungan pemasaran perusahaan terutama perkembangan ekonomi, sosial, budaya, teknologi dan pemerintah. Pengaruh pertumbuhan ekonomi masyarakat terhadap kemungkinan potensi pasar. Faktor- faktor di dalam perusahaan yang dapat menimbulkan keunggulan dan kelemahan perusahaan, Sebagai contoh kemampuan sumber daya manusia dan dana yang dimiliki perusahaan.

41

c) Penentuan Tujuan (Objek) Pemasaran

Dalam hal ini perusahaan harus menetapkan tujuan yang ingin dicapai dalam bidang pemasaran, apakah tingkat penjualan ataupun tingkat laba yang diharapkan.

d) Penetapan Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran yang ditetapkan didasarkan atas sasaran pasar (target market) dan tujuan (objektif) perusahaan. Strategi perusahaan yang ditetapkan mencakup strategi harga, produk, penyaluran atau distribusi dan promosi.

e) Penetapan Target Pemasaran

Berdasarkan pertimbangan hasil keempat langkah di atas, kemudian ditetapkanlah target pemasaran. Target pemasaran yang ditetapkan dapat dinyatakan dalam volume penjualan (unit) atau nilai penjualan (rupiah) maupun laba.

f) Penyusunan Rencana Pemasaran

Setelah target pemasaran ditetapkan, langkah selanjutnya adalah penyusunan rencana pemasaran. Rencana pemasaran yang disusun menggambarkan kegiatan yang dilakukan dalam bidang pemasaran. g) Penyusunan Program Pemasaran

Berdasarkan rencana pemasaran tersebut, kemudian disusun rincian kegiatan yang akan dilakukan yang dikaitkan atas waktu, tempat, dan oleh siapa dilaksanakan. Rincian kegiatan ini disebut program pemasaran.

h) Penyusunan Anggaran Pemasaran.

Langkah terakhir dalam perencanaan pemasaran adalah penyusunan anggaran pemasaran. Anggaran

pemasaran yang disusun hendaklah didasarkan atas program pemasaran yang telah ditetapkan. Hal ini karena akan terjadi kebutuhan anggrana yang berbeda apabila waktu dan tempat pelakasanaan kegiatan berbeda. Sehingga dalam penyusunan anggaran pemasaran selain diperhatikan produknya juga perlu diperhatikan waktu dan pelakasaaan.42

4. Pengertian Efektivitas

Efektivitas berasal dari Bahasa inggris, yaitu effectiveness yang berarti efektivitas, keefektifan, kemujaraban, kemanjuran, dan keampuhan. Effectiveness erat kaitannya dengan kata effect dan effective, effect berarti efek, akibat, kesan, kemanjuran, dampak, dan pengaruh. Adapun effective berarti efektif, manjur, ampuh, berlaku, mujarab, berpengaruh, dan berhasil guna.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, efektif berarti ada efeknya (akibatnya, pengaruhnya, kesannya), manjur atau mujarab, dapat membawa hasil, sedangkan efektivitas adalah sesuatu yang memiliki pengaruh atau akibat yang ditimbulkan, manjur, membawa hasil, dan merupakan keberhasilan dari suatu usaha atau tindakan.

Efektivitas merujuk pada kemampuan untuk memiliki tujuan yang tepat atau mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Efektivitas juga berhubungan dengan masalah cara pencapaian tujuan atau hasil yang diperoleh, kegunaan atau manfaat dari hasil yang diperoleh, tingkat daya fungsi unsur atau komponen, serta masalah tingkat kepuasan penggunaan / client.43

Efektivitas menunjukan kemampuan suatu perusahaan dalam mencapai sasaran hasil akhir yang telah ditetapkan secara tepat. Pencapaian hasil akhir yang sesuai dengan target waktu yang telah

42

Proses Perencanaan Pemasaran diakses pada 15 April 2011 dari

https://mara04sweet.wordpress.com/2011/04/15/proses-perencanaan-strategi-pemasaran/

43 Mia Lasmi Wardiah, Jurnal “Teori Perilaku dan Budaya Organisasi” (Bandung: CV Pustaka Setia, 2016), h.243-244

ditetapkan dan ukuran maupun standar yang berlaku mencerminkan suatu perusahaan tersebut telah memperhatikan efektivitas oprasional.44

Untuk melihat tercapai atau tidaknya nilai kefektivan, berikut adalah syarat-syarat dan ukuran yang harus dipenuhi, diantaranya:

a. Kegunaan, yakni agar berguna bagi manajemen dalam pelaksanaan fungsi-fungsinya yang lain, suatu rencana harus fleksibel, stabil, berkesinambungan dan sederhana.

b. Ketetapan dan objektivitas, maksudnya semua rencana harus

Dokumen terkait