BAB II KAJIAN TEORI
C. Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
1. Strategi Pengorganisasian Isi Pembelajaran Pendidikan
mengorganisasikan isi bidang studi yang telah dipilih untuk pembelajaran. “Mengorganisasi” mengacu pada suatu tindakan seperti pemilihan isi, penataan isi, pembuatan diagram, format dan lain-lainnya yang setingkat dengan itu.48
Strategi ini dibedakan menjadi dua jenis, yaitu strategi pengorganisasian pada tingkat mikro dan tingkat makro. Strategi mikro adalah mengacu kepada metode untuk mengorganisasi isi pembelajaran yang berkisar pada satu konsep, prosedur atau prinsip. Sedangkan strategi makro mengacu pada metode untuk mengorganisasi isi pembelajaran yang melibatkan lebih dari satu konsep, prosedur atau prinsip.
Strategi makro adalah berurusan dengan bagaimana memilih, menata urutan, membuat sintesis dan rangkuman isi pembelajaran (apakah itu berupa konsep, prosedur, atau prinsip) yang saling berkaitan. Pemilihan ini berdasarkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai mengacu pada penataan konsep-konsep yang diperlukan untuk mencapai tujuan itu. Penataan urutan isi mengacu kepada keputusan tentang bagaimana cara menata atau
47
Muhaimin, dkk. Strategi Belajar Mengajar. (Surabaya: CV. Citra Media, 1996), hlm. 103
48
I Nyoman S. Degeng, Ilmu Pengajaran: Taksonomi Variabel, (Jakarta: Depdikbud, DIKTI, Proyek LPTK, 1989), hlm. 14
menentukan urutan konsep, prosedur atau prinsip-prinsip hingga tampak keterkaitannya dan menjadi mudah dipahami.49
Salah satu dari strategi pengorganisasian isi pembelajaran adalah strategi pengorganisasian pembelajaran model elaborasi. Ciri pengorganisasian pembelajaran model elaborasi adalah melalui pembelajaran dari penyajian isi dari tingkat umum bergerak ke tingkat rinci (urutan elaboratif). Pengorganisasian urutan isi pembelajaran berdasarkan teori elaborasi, diambil dengan disajikan gambaran hal yang paling umum, paling penting, dan paling sederhana dari isi pengetahuan yang akan disampaikan. Sajian pertama disebut epitome (sari). Epitome mencakup sebagian kecil isi pelajaran yang paling umum bagian yang penting. Epitome merupakan unit konseptual yang serupa dengan skemata. Dalam hal ini epitome menyajikan hubungan-hubungan konseptual isi bidang studi.50
Setelah penyajian epitome, isi pembelajaran disampaikan lapis demi lapis. Dimulai dari lapis umum menuju pada lapis yang lebih rinci. Menata isi pembelajaran dalam lapisan-lapisan tersebut mengelaborasi isi pembelajaran. Pada lapisan pertama disajikan uraian bagian-bagian tersebut pada epitome. Disajikan pula uraian dari sub-sub bagian meskipun belum secara rinci kemudian bergerak pada bagian mendalam. Demikian seterusnya sampai isi ajaran bergerak ke lapisan berikutnya, yaitu
49
Ibid., hlm. 15
50
menguraikan secara rinci sub-sub bagian. Hal ini dilakukan secara bertahap dari satu subbagian menuju subbagian yang lain.51
Berikut ini adalah tahapan yang perlu dilewati dalam proses pengorganisasian isi dengan model elaborasi.
1. Menetapkan tipe struktur orientasi
Dalam menetapkan tipe struktur orientasi isi bidang studi yang akan diorganisasi perlu dikaji secara cermat agar diketahui tipe struktur orientasi apakah konseptual, prosedural, ataukah teoritik. Keputusan tentang struktur bidang studi ini dilakukan pertama kali dalam pengembangan pengorganisasian dengan model elaborasi.
2. Memilih dan menata isi ke dalam strukturnya
3. Menetapkan isi penting yang akan dimasukkan dalam epitome 4. Mengidentifikasi dan menetapkan struktur pendukung
5. Menata urutan elaborasi
6. Merancang epitome dan tahapan elaborasi 7. Memberikan rangkuman dan sintesis.52
Pengorganisasian isi pembelajaran pendidikan agama Islam meliputi kegiatan analisis isi pembelajaran. Dengan melakukan analisis isi pembelajaran akan tergambar perilaku khusus dari yang paling awal sampai yang paling akhir. Analisis isi pembelajaran pendidikan agama adalah sangat penting artinya bagi kegiatan pembelajaran, karena pengetahuan, keterampilan dan sikap yang harus diberikan lebih dahulu dari yang lain
51
Ibid., hlm 122
52
dapat ditentukan dari hasil analisis isi pembelajaran.53 Dengan demikian, analisis isi pembelajaran dapat menghindarkan pendidik dari pemberian materi pelajaran agama yang tidak relevan dengan tujuan pembelajaran umum.
Ada 4 macam struktur perilaku yang dihasilkan dari analisis isi pembelajaran, yaitu:54
a. Struktur Hierarchic
Struktur perilaku hierarchic adalah kedudukan dua perilaku yang menunjukkan bahwa salah satu perilaku hanya dapat dilakukan bila telah dikuasai perilaku yang lain. Misalnya, perilaku B hanya dapat dipelajari jika telah dapat melakukan perilaku A. Kedudukan perilaku A dan B disebut hierarkikal.
Untuk lebih memahami analisis isi pembelajaran agama Islam yang berbentuk hirarkikal dapat dilihat pada contoh berikut.
Gambar 2.1
Struktur Perilaku Hierarkikal materi Berwudlu55
53
Muhaimin, Strategi Belajar... op.cit., hlm. 109
54
Muhaimin, Strategi Belajar...., hlm. 110-111
55
Ibid., hlm. 116
Membedakan air suci dan air najis Hafal Bacaan dalam berwudlu Menerapkan Tata
b. Struktur Prosedural
Struktur perilaku prosedural adalah kedudukan beberapa perilaku yang menunjukkan satu seri urutan penampilan perilaku, tetapi tidak ada yang menjadi perilaku prasyarat untuk yang lain. Walaupun kedua perilaku khusus itu harus dilakukan berurutan untuk dapat melakukan suatu perilaku umum, tetapi setiap perilaku itu dapat dpelajari secara terpisah.
Untuk lebih memahami analisis isi pembelajaran agama Islam yang berbentuk prosedural dapat dilihat pada contoh berikut.
Gambar 2.2
Struktur Perilaku Prosedural materi Shalat56 c. Struktur Pengelompokan
Dalam struktur pengelompokan, terdapat perilaku-perilaku khusus yang tidak mempunyai ketergantungan antara satu dan yang lain, walaupun semuanya berhubungan sehingga garis penghubung antara perilaku khusus satu dan yang lain tidak diperlukan.
Gambar 2.3
Struktur Perilaku Prosedural materi Shalat Berjamaah57
56
Ibid., hlm. 117
57
Ibid., hlm. 118
Berwudlu Mengatur Kiblat Shalat
Memperkirakan Tempat Shalat Imam Memperkirakan tempat makmum laki-laki Memperkirakan tempat makmum perempuan
d. Struktur Kombinasi
Suatu perilaku umum jika diuraikan menjadi perilaku khusus sebagian tersebar akan terstruktur secara kombinasi antara struktur hierarkikal, prosedural, dan pengelompokan.
Gambar 2.4
Struktur Perilaku Prosedural materi Praktek Shalat58
Cara-cara pengorganisasian isi tersebut didasarkan atas pertimbangan karakteristik peserta didik, kendala, serta pengalaman guru dalam kegiatan pembelajaran dan sebagainya.