KABUPATEN PELALAWAN
D. Faktor ancaman ( Threat )
6.7. Strategi, Program dan Rencana Kegiatan
Dari formulasi strategi pada tabel maka dapat diformulasikan program dan rencana kegiatan untuk meningkatkan dan mempertahankan program BPLM/PMUK pada Tabel 19.
Tabel 19. Formulasi Strategi, Program dan Rencana Kegiatan
Strategi Program Rencana kegiatan
Mempercepat sertifikasi lahan petani PMUK
Penyusunan RTRW a.Penyusunan kawasan komoditas unggulan pertanian dalam mendukung ekonomi kerakyatan.
b.Penumbuhan dan pemantapan kawasan sayuran.
c.Memberikan Penguatan hak atas tanah kepada petani
Mempercepat
peningkatan akses jalan pemasaran
Pengembangan prasarana dan sarana kawasan agropolitan
a. Penyediaan prasarana dan sarana agropolitan dengan tahapan kegiatan :
- Detail Enginering Disain (DED)
Pemberdayaan kelembagaan penyuluhan di Kabupaten Pelalawan untuk mendukung program PMUK Manfaatkan Program Pengembangan Agribisnis Hortikultura di Riau dalam mendukung Program PMUK
a. Menumbuhkan keuangan mikro b. Menumbukan Kios produksi c. Menumbuhkan/membentuk
asosiasi dibidang hortikultura. d. Temu Kemitraan
e. Menumbuhan terminal agribisnis f. Melaksanakan Pelatihan petugas
pendamping
g. Menyusun Petunjuk Pelaksanan Petunjuk teknis.
h. Melaksanakan Identifikasi Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) penerima bantuan
i. Melakukan Verifikasi terhadap usulan dari Kelompok Tani j. Mengeluarkan rekomendasi bagi
petani yang memenuhi syarat . k. Melakukan pengawasan
penggunaan dana oleh petani l. Maksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan
1. Strategi Mempercepat sertifikasi lahan petani PMUK, berdasarkan strategi ini program yang dapat diturunkan adalah Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah melalui kegiatan sebagai berikut:
a. Penyusunan kawasan komoditas unggulan pertanian dalam mendukung ekonomi kerakyatan artinya tidak akan terjadi lagi alih fungsi lahan dari komoditi hortikultura ke komoditi perkebunan,
b. Penumbuhan dan pemantapan kawasan sayuran artinya melakukan menambah luas areal tanam sayur dan meningkatkan intensifikasi pada lahan yang telah ada selanjutnya memberikan nilai tambah bagi kelompok tani.
c. Penguatan hak atas tanah kepada petani sayur artinya petani yang mendapat sertifik lahannya merasa tenang dalam berusaha tani dan ini juga
memberikan akses kepada petani dalam mendapatkan modal usaha melalui perbankan.
2. Strategi mempercepat peningkatan akses jalan pemasaran, berdasarkan strategi ini program yang dapat diturunkan adalah Pengembangan prasarana dan sarana kawasan agropolitan melalui kegiatan sebagai berikut :
a. Penyediaan prasarana dan sarana agropolitan seperti jalan usaha tani yaitu jalan yang dilalui oleh petani untuk membawa sarana produksi ke lahan usaha taninya dan jalan menuju sub terminal agribisnis agar tidak terjadi kendala dalam pengankutan hasil produksi karena diketahui bahwa produksi sayuran ini cepat rusak apabila tidak ditangani secara cepat untuk mengerjakan jalan perlu dilakukan pembuatan Detail Enginering Disain (DED) setelah disusun DED ini baru dilaksaaan pembangunan jalan (Fisik).
3. Strategi Pemberdayaan kelembagaan penyuluhan di Kabupaten Pelalawan untuk mendukung program PMUK. Berdasarkan strategi ini program yang dapat diturunkan adalah Pemanfaatan Program Pengembangan Agribisnis Hortikultura dalam mendukung Program PMUK di Kabupaten Pelalawan melalui kegiatan sebagai berikut :
a. Menumbuhkan lembaga keuangan mikro (KUD) artinya petani tidak lagi mengharapkan bantuan dari pemerintah akan kebutuhan sarana produksi yang diperlukannya dalam berusaha tani dan dengan adanya keuangan mikro pemerintah talah mengajarkan kepada petani bagaimana memanfaatkan fasilitas keuangan mikro tersebut.
b. Menumbuhkan kios-kios sarana produksi artinya untuk memberikan kemudahan kepada petani untuk mendapatkan sarana produksi seperti bibit, pupuk, pestisida dan sarana produksi lainnya.
c. Menumbuhkan asosiasi-asosiasi yang bergerak di bidang hortikultura artinya dengan adanya asosiasi ini petani akan mudah mendapatkan informasi-informasi tentang permintaan pasar sehingga tidak lagi terjadi over produksi dan melalui asosiasi ini petani dapat menentukan pola tanam secara teratur.
d. Temu kemitraan antara produsen dan konsumen artinya petani dapat menyusun jadwal tanam antara kelompok tani sayur yang satu dengan kelompok tani sayur lainnya dengan harapan permintaan akan sayuran dapat tersedia setiap saat.
e. Menumbuhkan sub terminal agribisnis artinya dengan adanya sub-sub terminal agribisnis ini petani akan mudah menjual hasil produksinya dan tidak perlu lagi menjual kepasar kecamatan atau kabupaten dan ini dapat menekan tingkat kerusakan produksi yang dapat merugikan petani ini merupakan salah satu upaya untuk memperpendek rantai pemasaran.
f. Melaksanakan Pelatihan petugas pendamping artinya agar petugas pelaksanaan program PMUK dapat memandu mengarahkan dan membina petani penerima program PMUK sehingga pelaksanaan di lapangan dapat terarah dengan baik.
g. Penyusunan Petunjuk Palaksanaan (Juklak) oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi dapat dijadikan sebagai acuan dan pedoman dalam melaksanakan kegiatan BPLM dengan harapan semua kegiatan yang terdapat dalam petunjuk pelaksanaan aan dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan dan sasaran yang telah ditetpkan. dan Petunjuk Teknis (juknis) dibuat oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten tujuan yang mengacu kepada petunjuk pelaksanaan yang dibuat oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi.
h. Melakukan Identifikasi calon petani dan calon Lokasi (CPCL) penerima bantuan artinya melakukan observasi lapangan untuk mengetahui dan menetapkan calon petani dan calon lokasi penerima PMUK yang tepat sesuai persyaratan yang telah ditetapkan dalam Juklak dan Juknis selanjutnya menetapkan Petani dan lokasi yang akan mendapatkan program PMUK melalui Surat Keputusan Bupati sebagai kepala Daerah Kabupaten.
i. Melakukan Verifikasi terhadap usulan dari Kelompok Tani artinya usulan kegiatan yang dibuat oleh petani dilaksanakan pemeriksaan atau verifikasi oleh tim teknis apakah sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
j. Mengeluarkan rekomendasi bagi petani yang memenuhi syarat artinya petani yang telah memenuhi ketentuan dikeluarkan oleh tim teknis berupa rekomendasi untuk mencairkan anggaran yang petani usulkan.
k. Melakukan pengawasan penggunaan dana oleh petani artinya supaya tidak terjadi yang tidak diinginkan seperti penyimpangan penggunaan dana yang telah diusulkan.
l. Melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan guna melihat sejauh mana pelaksanaan program PMUK dilapangan apakah dapat berjalan sesuai dengan ketentuan yang ada dan selanjutnya menyusun rencana tindak lanjut kegiatan berikutnya.