• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAGMAR MODEL

4.2.3 Strategi Promosi Listrik Pintar

Gb.4.5 Diagram hasil kuesioner Pengguna Listrik Pintar dan Pasca Bayar (Sumber: Hasil penelitian yang dilakukan peneliti)

Dengan mengetahui bahwa masyarakat masih dalam tahap

unawareness maka proses pengukuran teori DAGMAR selanjutnya

seperti Awareness, Comprehension, Conviction, Action (Purchase) belum dapat terimplementasi dengan baik.

4.2.3 Strategi Promosi Listrik Pintar

Komponen alat-alat bauran komunikasi pemasaran (Marcomm Mix) atau bauran promosi (promotion mix) dapat dilihat di bawah (Gb. 2.4):

The Promotional Mix

Gb.2.7 Bauran Komunikasi Pemasaran (Sumber: Soemanagara,2006)

Secara umum, berdasarkan teori IMC kegiatan marketing communication dikendalikan bagian marketing. Para marketer memiliki beberapa strategi dalam menjalankan kegiatannya agar sesuai dengan tujuan perusahaan. Salah satu strategi yang digunakan adalah teori Promotion Mix. Promotion Mix adalah alat komunikasi para pemasar dari perusahaan kepada publiknya.

Dalam penelitian yang telah dilakukan di PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang, yang bertindak menjadi pemasar adalah Bidang Niaga. Sesuai dengan teori promotional mix diatas, maka bidang lain yang membantu mendukung kegiatan bidang Niaga adalah sub. bidang komunikasi yang dalam hal ini diperankan oleh Humas.

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti teori promotion

mix tersebut hanya empat yang dimplementasikan di PLN Disjaya, yakni Advertising, Publicty/Public Relation, Direct Marketing, dan Sales promotion,

dan berikut penjelasannya: Advertising Sales Promotion Personal Selling Publisitas / Public Relation Direct Marketing

a. Advertising yang dilakukan oleh PLN Disjaya sejak periode brand

Listrik Pra Bayar sampai dengan saat ini periode Listrik Pintar adalah melalui media elektronik seperti radio dan televisi dengan scope lokal, banner, spanduk, brosur, dan website PLN.

b. Publicity/Public Relation di PLN Disjaya melakukan kegiatan seperti

talkshow di televisi dan radio-radio, juga melakukan sosialisasi langsung yang bersifat mengedukasi masyarakat di tempat yang telah direncanakan.

c. Sedangkan untuk Direct Marketing yang dilakukan oleh PLN Disjaya yang diperoleh berdasarkan hasil wawancara dengan Bidang Niaga di Bab III adalah memberikan informasi kepada masyarakat yang melakukan kontak langsung dengan Call Center 123.

d. Dan untuk Sales Promotion, PLN Disjaya selalu menyelenggarakan

event-event pameran dengan segementasi pasar kalangan menegah ke

atas.

Namun dari sekian banyak kegiatan promosi yang telah dilakukan oleh PLN Disjaya, ternyata ditemukan bahwa masih banyak masyarakat yang belum mengetahui promosi dan informasi mengenai Listrik Pintar tersebut. Hal tersebut didukung pula dari hasil wawancara yang telah dilakukan peneliti terhadap lima responden yang menjadi pelanggan PLN.

Pelanggan yang menjadi responden dibagi menjadi dua, yaitu 3 orang responden sebagai pengguna pasca bayar (konvensional) dan 2 orang responden

sebagai pengguna listrik Pintar. Dan dari dua responden Listrik Pintar, hanya ada satu responden yang menggunakan Listrik Pintar sebagai bentuk feedback dari dari banyaknya bentuk promosi yang dilakukan oleh PLN Disjaya, sosialisasi yang dilakukan oleh Humas (PR). Sedangkan keempat responden lainnya, teori

promotion mix ini masih belum terimplementasi secara maksimal, sehingga dapat

dikatakan strategi promosi yang dilakukan oleh PLN Disjaya masih belum mencapai target yang diinginkan.

.Kembali kepada teori public relation, seorang PR bertanggung jawab melakukan komunikasi kepada pihak internal dan eksternalnya melalui kegiatan dibawah ini.(Gb. 2.5)

Gb. 2.8 Komunikasi yang dilakukan oleh Public Relations (Sumber: Penggabungan berbagai sumber buku)

Public Relations Advertising Corporate Image Publications Annual report Magazines Videos Brochures Books Website Press relations Press releases Press conferences Press briefings Press receptions Events Social events Factory Tours Annual general meeting Internal House of Journals Staff briefings

Ket: Kegiatan yang dilakukan oleh Humas PLN Disjaya Kegiatan yang tidak dilakukan oleh Humas PLN Disjaya

Mengacu pada teori tersebut, seyogyanya seorang praktisi Public

Relation/Humas melakukan kegiatan tersebut untuk memaksimalkan tujuan

perusahaan yang ingin dicapai. Namun berdasarkan observasi, kegiatan yang dilakukan oleh Humas PLN hanya Publications dan Event.

Publications telah dilakukan oleh Humas, namun penyebaran media publikasi ini kepada masyarakat tidak berjalan dengan baik. Menurut wawancara, umumnya kelima responden mengatakan tidak pernah mendapatkan informasi mengenai Listrik Pintar melalui brosur, dan juga buku panduan ketika melakukan transaksi pembayaran PLN. Peran website PLN juga tidak berdampak efektif, karena seringkali masayarakat membuka website tersebut jika memiliki kepentingan tersendiri yang berkaitan dengan listrik seperti keluhan. Dan untuk video, Humas telah melakukan kegiatan tersebut dengan menayangkannya melalui TV Visual Management yang ada di kantor PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang dengan maksud agar publik internal seperti pegawai dapat mengetahui juga kegiatan yang telah dilakukan.

Mengenai event, kegiatan yang dilakukan bersifat sosialisasi yang bersifat mengedukasi masyarakat. Mempelajari data laporan kegiatan semester yang merupakan hasil evaluasi Humas PLN Disjaya, dan hasil wawancara yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa kegiatan sosialisasi yang dilakukan semenjak

masa brand Listrik Pra Bayar hingga saat ini menjadi Listrik Pintar masih tetap sama yaitu melakukan sosialisasi ke suatu daerah yang sebelumnya meminta izin terlebih dahulu kepada RT/RW setempat untuk mengadakan acara tersebut, untuk kemudian RT/RW setempat menginformasikan acara ini kepada warga. Dan dari pihak PLN menyiapkan suatu acara yang yang bersifat mengajak warga untuk berpartisipasi dalam acara tersebut. Contohnya, mengajak ibu-ibu untuk lomba masak dengan tujuan meningkatkan interest masyarakat sehingga tujuan PLN dapat tersampaikan sesuai dengan targetnya. Ini mencerminkan bahwa tidak ada satu inovasi baru yang dilakukan untuk dapat meningkatkan interest dan

awareness masayarakat terhadap Listrik intar tersebut.

Di saat event tersebut berlangsung, metode komunikasi yang dilakukan hanya sekedar memberikan edukasi sesaat dengan memberitahukan cara penggunaan Listrik Pintar ini tanpa didukung dengan adanya media publikasi sebagai bahan informasi tambahan yang diberikan seperti brosur, dan buku petunjuk penggunaan Listrik Pintar dan media pendukung lainnya yang dapat memberikan dampak yang maksimal kepada perusahaan.

Dokumen terkait