B. Kegiatan Usaha Serta Kecenderungan dan Prospek Usaha
10. Strategi Usaha
1) Diferensiasi produk sesuai dengan segmentasi market dan sales channel Perseroan membagi beberapa kategori pada sales channel:
a. Traditional Market
Traditional market mencakup rural area dengan segmentasi menengah ke bawah.
Jaringan distribusi dilakukan oleh para reseller di tiap daerah dengan sistem door to door. Fokus daerah saat ini Gresik, Mojokerto, Surabaya, Jogja, Solo, Semarang, Brebes, Pemalang, Sragen, Boyolali, Kudus dan akan melakukan ekspansi bertahap ke Jawa Barat serta DKI Jakarta.
b. Modern Market
Kecenderungan berbelanja Masyarakat Indonesia mengalami perubahan dengan lebih sering berbelanja ke pasar modern seperti /supermarket yang juga dilakukan oleh kalangan menengah ke bawah. (sumber: Riset AC Nielsen). Kedepannya, Perseroan berencana untuk meningkatkan strategi private label untuk modern channel dengan membagi segmen modern market sebagai berikut:
Modern Market - All Genre
Perseroan akan melakukan pengembangan jalur distribusi pada modern market, baik melalui brand supermarket ternama serta melakukan penetrasi di modern market khas daerah. Modern market memiliki kecenderungan pembeli yang loyal karena dikembangkan secara mandiri oleh pemilik selama puluhan tahun dan customer turun temurun serta sudah mendapatkan kepercayaan konsumen terkait kelengkapan produk dan harga lebih murah.
Modern Market - Middle Up
Pengembangan jalur distribusi pada modern market, baik melalui brand supermarket ternama serta melakukan penetrasi di modern market khas daerah. Modern market memiliki kecenderungan pembeli yang loyal karena dikembangkan secara mandiri oleh pemilik selama puluhan tahun dan customer turun temurun serta sudah mendapatkan kepercayaan konsumen terkait kelengkapan produk dan harga lebih murah.
Selanjutnya, Perseroan juga akan memasuki toko Bulk Store atau dikenal sebagai toko modern dengan mengedepankan produk-produk ramah lingkungan dan zero waste juga sangat sesuai dengan produk Perseroan yang ramah lingkungan karena terbuat dari limbah tekstil. Bulk Store akan mempertemukan Perseroan dengan end-user dengan karakter niche market yang peduli dengan lingkungan dan bisa menjadi alat untuk strategi word of mouth. Perseroan mampu menciptakan kustomisasi produk segmented khususnya untuk menjangkau modern market dengan segmen menengah ke atas dengan menampilkan kualitas produk yang lebih baik dan packaging dan tampilan display yang lebih menarik.
2) Melakukan ekspansi produksi dengan memperluas jaringan distribusi dan kerjasama dengan berbagai pihak
Dengan total penduduk terbesar ke-4 di dunia, Perseroan meyakini bahwa kebutuhan akan produk kebersihan masih terbuka lebar terlebih mengacu pada segmentasi usia milenial
148 mencakup 40% dari total populasi Indonesia yang merupakan target market utama Perseroan dalam memasarkan produk. Perseroan saat ini memiliki 16 varian produk dan akan terus berkembang ke depannya mengikuti peluang serta perkembangan pasar.
Hingga tahun 2021, Perseroan berhasil memperluas jaringan distribusinya hingga ke-33 kota dan akan terus bertambah hingga 46 kota pada tahun 2025. Sebagian besar telah dipegang oleh distributor handal yang sudah sangat mengetahui kondisi di lapangan serta karakter end-user dari produk kebersihan. Produk kebersihan yang dimiliki oleh Perseroan telah teruji dan mendapat respon positif dari konsumen terutama dari sisi kualitas dan harga yang kompetitif.
3) Meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) untuk menciptakan inovasi dan diversifikasi produk sesuai dengan kebutuhan pasar
Produk kebersihan yang beredar di dalam negeri terbagi menjadi 3 kategori yaitu grade A berasal dari produk impor dengan fitur aksesoris tambahan yang mempermudah kinerja konsumen dalam melakukan aktivitas kebersihan. Grade B adalah kategori produk lokal yang dilakukan oleh Perseroan dan kompetitor sedangkan grade C adalah UKM.
Perseroan meyakini bahwa produk yang dimiliki saat ini mampu bersaing dengan kompetitor di grade yang sama yakni Grade B, terutama dari sisi kualitas dan harga. Yang kedepannya akan ditunjang oleh peningkatan kapasitas produksi yang dilengkapi dengan area pengujian untuk R&D yang melibatkan SDM terbaik di bidangnya, sehingga Perseroan dapat menciptakan produk sekelas Grade A buatan lokal standar kualitas global dengan harga yang kompetitif.
4) Pemeliharaan mesin produksi secara berkala a. Preventive maintenance
Preventive maintenance dilakukan dengan harapan mesin terpelihara sebelum terjadi kerusakan pada mesin dan menghindari kerusakan yang cukup parah, hal ini dilakukan dengan melakukan
• Pemeliharaan rutin seperti penggantian oli mesin, pembersihan area mesin, penggantian part yang sudah di indikasikan rusak.
• Pemeliharaan dengan waktu berkala yang dapat dikelompokkan per hari, per minggu dan per bulan
• Overhaul dilakukan dengan pembongkaran secara menyeluruh untuk mengganti dan memelihara part-part yang cukup detail, dilakukan 1-2 tahun sekali tergantung kebutuhan
b. Corrective maintenance
Pemeliharaan dilakukan ketika mesin ada trouble. Ini diantisipasi dengan penyediaan spare part yang memadai sehingga mengurangi down-time mesin berhenti akibat kerusakan.
5) Memperluas lini bisnis dan melakukan pemasaran melalui business-to-business (B2B)
Perseroan melihat peluang baik untuk segmen B2B dan fokus pada beberapa target seperti:
a. Perusahaan Kebersihan (Cleaning Service Company)
Saat ini, sebanyak 18 provinsi telah tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Klining Indonesia dengan cakupan target klien yang beragam, mulai dari pusat perbelanjaan,
149 hospitality, perkantoran, industri, manufaktur, apartment, sarana & fasilitas umum, serta melayani rumah tinggal. (Sumber: Apklindo)
Saat ini Perseroan telah bekerja sama dengan ISS, salah satu perusahaan terdepan dalam layanan kebersihan. Kedepannya Perseroan menargetkan cleaning company lainnya di Indonesia seperti CareFast, HeloKlin, Gemilang, Resik Cemerlang dan Tukangbersih.com.
b. Food and Beverage (F&B) & Waralaba
Secara umum, F&B group atau restaurant dan waralaba menerapkan standar kebersihan yang tinggi terutama berkaitan dengan standar operasional serta protokol kesehatan yang berlaku, sehingga perlu untuk mengelola perawatan kebersihan outlet-nya secara internal. Perseroan berencana untuk bekerjasama dengan berbagai F&B Group atau Restaurant untuk dapat mendistribusikan produk Perseroan kedepannya. Melihat pertumbuhan F&B dan waralaba di Indonesia cukup tinggi, maka Perseroan memiliki target untuk melakukan penetrasi ke berbagai F&B dan Waralaba yang ada di Indonesia. Perseroan berkomitmen untuk memperkenalkan produk kebersihannya yang memiliki value tinggi sebagai produk ramah lingkungan serta melakukan edukasi kepada para pelaku usaha bahwa produk kebersihan menjadi sebuah alat yang perlu diganti secara berkala, sehingga kedepannya Perseroan akan membuat program yang berkesinambungan dengan para pelaku usaha untuk bekerjasama dengan Perseroan.
6) Meningkatkan kapasitas produksi setiap bulannya
Perseroan berupaya untuk meningkatkan kapasitas produksi setiap tahunnya. Hal tersebut didukung dengan Perseroan yang memiliki akses mudah dalam mendapatkan bahan baku dari sister company yaitu PMT yang dikenal sebagai salah satu produsen benang terbesar di Indonesia. Dengan mengedepankan bahan baku daur ulang, Perseroan mendapatkan prioritas untuk memperoleh bahan baku yang dimiliki oleh PMT yang kemudian akan diolah oleh Perseroan hingga membuat produk kebersihan.
Sumber: Perseroan
Saat ini Perseroan baru memegang market share sebanyak 2,5% dimana pada 5 tahun mendatang, Perseroan menargetkan untuk dapat mencapai posisi ke-2 dengan jangkauan market share sebesar 20%-30% dengan menghadirkan varian produk kebersihan yang lebih beragam dan menjangkau semua lini di Masyarakat.
0 50 100 150 200
2022 2023 2024 2025 2026
Grafik Target Pertumbuhan Produksi
Persentase
150 7) Strategi dalam Menghadapi Pandemi Covid-19
Dalam kondisi Pandemi Covid-19 saat ini, Perseroan memiliki strategi untuk berfokus menjual produk Perseroan secara lokal mengingat biaya ekspor yang masih cukup tinggi.
Selain itu, Perseroan juga berupaya untuk meningkatkan penjualan secara online di berbagai marketplace dan media sosial melihat pertumbuhan belanja online juga meningkat pada kondisi pandemi Covid-19.