ini dihadiri oleh pejabat dari Tiongkok, perwakilan dari ke enam perusahaan yang telah mendapat ijin, dan media cetak serta elektronik RI-RRT, dikutip dari KBRI Beijing, Laporan Kinerja KBRI
Beijing Tahun 2015, Januari 2016, hal. 54-55.
152
Badan Karantina Pertanian, Laporan Tahunan Badang Karantina Pertanian 2014, Op. Cit., hal. 40.
153
SAKIP Kementerian Pertanian, Struktur Organisasi Kementerian Pertanian, Kementerian Pertanian, diakses dari http://sakip.pertanian.go.id/sakip2/struktur.php?unit=kementan (29/12/2019, 19.17 WIB) dan About AQSIQ, General Administration of Quality Supervision Inspection and Quarantine AQSIQ Organization, diakses dari http://www.aqsiq.org/list.php?fid=1, (29/12/2019, 19.21 WIB)
Kementerian Indonesia
Menteri Pertanian
Badan Karantina Pertanian
State Council of The People’s Republic of China
AQSIQ
72
Dengan dibukanya peluang penjualan sarang burung menuju Tiongkok, kemudian menjadikan harga barang dapat meningkat kembali karena biaya rantai distribusi panjang dari negara ketiga untuk memasuki pasar Tiongkok dapat dipotong.154 Selain itu, hal tersebut juga merupakan peluang yang sudah lama dinanti para pengusaha, karena 60% dari total produk yang diekspor ditujukan ke Tiongkok.155 Kesinambungan ekspor komoditi ini sangat diharapkan dapat meminimalisir neraca perdagangan Indonesia yang defisit terhadap Tiongkok, serta dapat meningkatkan kembali nilai ekspor sarang burung walet Indonesia dan juga tentunya memiliki makna penting untuk peningkatan hubungan bilateral kedua negara.156 Perkembangan realisasi ekspor sarang burung Indonesia terlihat terus meningkat. Nilai peningkatan itu dapat dilihat pada (tabel 2.5 dan 2.6)
Tabel 2.5 Berat Bersih Ekspor Sarang Burung Walet Indonesia Menurut
Negara Tujuan Utama Tahun 2012-2017 (Dalam Ton)157
Negara Tujuan 2012 2013 2014 2015 2016 2017 Hongkong 235.2 286.4 392.3 474.4 625.5 487.8 Tiongkok 12.4 1.2 0.0 18.4 23.0 55.5 Singapura 131.9 194.1 131.8 100.2 96.8 71.6 Amerika Serikat 14.2 18.0 17.7 17.1 16.8 18.2 Vietnam 0.0 16.3 42.3 124.3 203.7 624.5 Kanada 5.3 6.0 3.4 4.2 3.5 3.4 154
Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Guangzhou, Republik Rakyat China, Sarang Burung
Walet Indonesia Semakin Digemari di RRT, diakses dari
http://www.kemlu.go.id/guangzhou/id/berita-agenda/berita-perwakilan/Pages/Sarang-Burung-Walet-Indonesia-Semakin-Digemari-di-RRT.aspx (12/6/2017, 10.51 WIB)
155
Atase Perdagangan Beijing, Op. Cit., hal. 25.
156Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing, Republik Rakyat Tiongkok Merangkap Mongolia, Sarang Burung Walet Indonesia Kembali Merambah Pasar Tiongkok, diakses dari http://www.kemlu.go.id/beijing/id/arsip/siaran-pers/Pages/Sarang-Burung-Walet-Indonesia-Kembali-Merambah-Pasar-Tiongkok.aspx (12/6/2017, 10.34 WIB)
157 Badan Pusat Statistik, Ekspor Sarang Burung Menurut Negara Tujuan Utama, 2012-2017, diakses dari https://www.bps.go.id/statictable/2019/02/25/2022/ekspor-sarang-burung-menurut-negara-tujuan-utama-2012-2017.html (01/04/2019, 11.00 WIB)
73 Taiwan 1.4 5.2 12.7 11.9 11.7 8.3 Thailand 3.1 3.0 13.7 4.0 5.0 3.9 Jepang 0.3 0.1 0.1 0.5 0.2 0.3 Kamboja 0.0 0.0 0.0 0.0 0.5 0.6 Lainnya 1.7 6.4 22.1 6.0 5.5 12.6 Jumlah 405.3 536.7 636.1 761.2 992.1 1,286.7
Tabel 2.6 Nilai FOB158 (Free On Board) Ekspor Sarang Burung Walet
Indonesia Menurut Negara Tujuan Utama Tahun 2012-2017 (Dalam 000
US$)159 Negara Tujuan 2012 2013 2014 2015 2016 2017 Hongkong 50,048.3 67,598.2 65,621.8 42,907.4 117,319.4 132,233.0 Tiongkok 410.9 141.8 0.0 16,412.6 35,704.0 102,897.7 Singapura 77,081.3 64,799.8 39,946.8 20,802.1 18,404.1 8,213.8 Amerika Serikat 7,700.0 8,615.7 7,891.5 7,977.0 10,445.3 13,248.6 Vietnam 3.1 3,587.0 6,806.9 5,917.1 6,522.9 19,087.3 Kanada 4,246.3 3,674.4 2,004.3 2,018.8 1,991.0 2,275.9 Taiwan 460.1 1,581.1 2,537.2 3,439.9 1,610.5 1,526.6 Thailand 4,105.5 2,023.3 2,693.9 166.0 113.1 90.9 Jepang 147.9 113.7 24.0 64.3 97.6 202.4 Kamboja 0.2 1.2 2.8 0.1 96.8 22.2 Lainnya 201.2 1,094.7 509.3 114.1 190.5 485.9 Jumlah 153,404.9 153,230.8 128,038.6 99,819.5 192,495.4 280,284.3
Pada tabel 2.5 dan 2.6 bisa dilihat bahwa meski ekspor sarang burung secara resmi telah dibuka dari Indonesia ke Tiongkok pada tahun 2015, namun angka ekspor ke Tiongkok masih belum begitu banyak jika dibandingkan dengan ke negara lain seperti misalkan ke Singapura. Pada tahun 2015, pengiriman dari Indonesia ke Tiongkok masih berjumlah sekitar 4/5 dari yang dikirim ke
158
FOB (Free On Board) merupakan istilah dalam kegiatan perdagangan yang berarti bahwa penawaran harga hanya sampai di pelabuhan terdekat dari penjual itu saja. Jadi, beban biaya kapal hingga tempat tujuan ditanggung oleh pembeli. Istilah ini hanya digunakan ketika pengiriman barang dilakukan menggunakan kapal laut, lihat dalam Agfian, International Trade Logistic: Yang
Sebaiknya Anda Ketahui Tentang FOB, CNF, dan CIF, diakses dari
http://finishgoodasia.com/fob-cnf-dan-cif/ (12/10/2019, 15.11 WIB)
74
Singapura. Hal tersebut disebabkan karena pada tahun 2015 perusahaan yang mendapat ijin untuk melakukan pengiriman hanya sebanyak 6 perusahaan. Namun setelah itu, angka ekspor ke Tiongkok pada tahun-tahun berikutnya terlihat terus meningkat, dan begitu pula angka ekspor ke negara lain, seperti misalkan Singapura terlihat menurun. Hal tersebut dikarenakan jumlah perusahaan yang mendapat ijin juga terus bertambah. Yaitu, 7 perusahaan di tahun 2016, 8 perusahaan di tahun 2017,160 dan 11 perusahaan di tahun 2018161.
Setelah melalui serangkaian pemenuhan persyaratan, pada awal dibukanya akses ekspor di tahun 2015, terdapat delapan perusahaan yang tercatat telah melakukan pengajuan untuk melakukan ekspor. Namun, sayangnya kemudian hanya enam perusahaan yang dinyatakan layak untuk mempunyai ijin. Ke-enam perusahaan itupun, tidak diberikan ijin bersama-sama sekaligus. Awalnya hanya 3 perusahaan yang telah mendapat persetujuan untuk melakukan ekspor. 3 perusahaan lainnya masih dalam proses persetujuan dari RRT. Sedangkan 2 perusahaan yang belum lolos sedang dalam perbaikan sebelum diajukan kembali ke pemerintahan RRT.162 Ke enam perusahaan yang dapat melakukan ekspor di tahun 2015 tersebut diantaranya adalah PT. Adipurna Mranata Jaya (Jakarta), PT Esta Indonesia (Semarang), PT Surya Aviesta (Surabaya), CV. Sumber Alam
160
Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian, Terus Meningkat, Ini 3 Syarat Utama
Ekspor Sarang Walet ke Tiongkok, diakses dari
https://karantina.pertanian.go.id/pers-539-terus-meningkat-ini-3-syarat-utama-ekspor-sarang-walet-ke-tiongkok.html (12/10/2019, 16.42 WIB)
161
Dukung Ekspor, Kementan Paparkan Sistem Sertifikasi Karantina Dihadapan Ratusan Buyer
Asal Tiongkok, Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian, diakses dari http://karantina.pertanian.go.id/berita-678-dukung-ekspor-kementan-paparkan-sistem-sertifikasi-karantina-dihadapan-ratusan-buyer-asal-tiongkok.html (27/07/2019, 12.30 WIB)
162
Badan Karantina Pertanian, Laporan Tahunan Badang Karantina Pertanian 2014, Op. Cit., hal. 40.
75
(Surabaya), CV. Mutiara Alam (Jakarta), dan PT. Walet Kembar Lestari (Pekalongan).163
Ekspor perdana yang dilakukan oleh 3 perusahaan awal pada Januari 2015 hingga Februari 2015 telah melakukan eskpor sejumlah 863.13 kg. Perusahaan-perusahaan tersebut diantaranya yaitu PT Adipurna Mranata Jaya, PT Esta Indonesia, dan PT Surya Aviesta. Produk yang telah dikirim telah masuk Tiongkok dengan melalui Pelabuhan Shenzhen, Guangzhou, Shanghai, Beijing, dan Qingdao. Proses ekspor telah berjalan lancar dan tidak ada hambatan selama masa pengujian di pelabuhan, serta produk pun telah beredar di pasar Tiongkok.164 Hal tersebut sebagai bukti bahwa produk Indonesia secara resmi telah dapat memasuki pasar Tiongkok dengan aman.
Gambar 2.5 Ekspor Perdana Sarang Burung Walet ke Tiongkok oleh Badan
Karantina Pertanian dan Perusahaan Terkait165
163
KBRI Beijing, Op. Cit., hal. 55.
164
Badan Karantina Pertanian, Laporan Tahunan Badang Karantina Pertanian 2014, Op. Cit.,hal. 40.
165