BAB VI ACUAN PERANCANGAN
C. Acuan Perancangan fisik dan Perlengkapan Bangunan
5. Sistem Utilitas Dan Pendukung Bangunan
Pada bangunan kantor Bupati Menggunakan listrik PLN sebagai tenaga utama dan menyediakan genset sebesar 100% dari daya terpasang yang dapat bekerja secara otomatis bila listrik dari PLN padam. Ruang mesin genset memiliki spesifikasi khusus karena getaran dan kebisingan yang ditimbulkan cukup jauh dari daerah yang membutuhkan privasi, namun mudah dicapai untuk pengisian bahan bakar.
Gambar 6.17 : Sistem Elektrikal Sumber :Analisa Penulis,2020 b. Sitem air bersih
Pengadaan air bersih bersumber dari PAM dan sumur bor/sumur artesis (deep well) sebagai cadangan. Air yang ditampung direservoir bawah langsung disuplay dengan pompa otomatis kelantai atas dan 143 ditampung direservoir atas.
139 Selanjutnya air dialirkan menggunakan pompa untuk distribusi ketiap lantai
Gambar 6.18 :Sistem Distribusi Air Bersih Sumber :Analisa penulis,2020
c. Sistem pembuangan air kotor dibagi menjadi tiga golongan :
1) Air kotor, berupa air buangan dari kloset.
2) Air bekas, berupa air buangan dari bak mandi, pantry, bak cuci tangan dan sebagainya.
3) Air hujan
Skema 6.19 : System Pembuangan Air Kotor Sumber : Analisa penulis,2020
140 d. Sistem Sistem Pencahaaan, system pencayaan ada dua yaitu
pencahayaan alami dan pencahayaan buatan 1) Pencahaan alami
Sistem pencahaan alami hanya dapat digunakan pada siang hari, dapat dimanfaatkan secara maksimal dengan menerapkan bukaan dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku karena jika sinarnya langsung masuk ke dalam bangunan dapat menimbulkan kesilauan dan kerusakan pada benda-benda yang peka terhadap sinir matahari
Gambar 6.20 : pencahaan Alami Sumber : Analisa Penulis,2020 2) Pencahaan buatan
Pencahayaan buatan ini dibutuhkan terutama untuk penerangan pada ma lam hari dan membantu penerangan pada siang hari dalam keadaan dan kondisi tertentu. dalam pencahaan alami dapat digunakan lampu pijar dan lampu TL
Dengan mengingat bahwa organisasi kegiatan utamanya adalah kegiatan perkantoran seperti : menulis, pelayanan
141 kepada tamu dan sebagainya maka jenis lampu yang digunakan umumnya lampu TL (neon) dengan pertimbangan.
a) Radiasi panas yang dihasilkan relatif kecil.
b) Cahaya yang dihasilkan baik untuk kesehatan.
e. Sistem Penghawaan
Sistem penghawaan ada dua yaitu : 1) Penghawaan alami
Mengkondisikan udara atau mengatur sirkulasi udara dengan semaksimal mungkin, agar dicapai suasana ruang yang diinginkan. Pada penghawaan alami, udara diatur melalui ventilasi dan jendela . pemanfaatan unsure landscape/tata ruang luar
Gambar 6.21 : Penghawaan Alami Sumber : Analisa Penulis,2020
2) Penghawaan buatan
Penggunaan penghawaan buatan ini dimanfaatkan untuk : a) Penanggulangan distribusi udara bersih yang merata
terhadap ruang-ruang yang tidak terjangkau dengan sistem penghawaan alami.
142 b) Berfungsi sebagai filter debu, suara bising yang dating dari
luar atau bau-bauan yang kurang enak.
c) Sebagai pelindung terhadap perabot atau peralatan yang mudah rusak akibat serangga dan debu
Untuk penghawaan buatan dapat digunakan AC
Gambar 6.22 : Penghawaan Buatan Sumber : Analisa Penulis, 2020 f. Sistem pembuangan sampah
Sampah yang ada dalam bangunan pada tiap lantai baik sampah kering berupa kertas, plastic maupun sampah basah yang berasal dari pantri dan lavatory dikumpulkan pada tempat-tempat sampah yang telah disediakan di setiap ruangan juga pada selasar, selanjutnya dikumpulkan ketempat penampungan sampah dan kemudian diangkut oleh petugas Dinas Kebersihan Kota dengan mobil angkutan sampah ketempat pembuangan sampah.
143 Gambar 6. 23 : System Pembuangan Sampah
Sumber : Analisa Penulis,2020
g. System pencegah kebakaran
Mempunyai 2 prinsip keamanan terhadap bahaya kebakaran yaitu:
1) Sistem tanda bahaya (fire detector). Hal ini bekerja sebelum terjadi kebakaran pada suatu tempat sehingga dapat diketahui datangya api, terdiri dari smoke detector, thermal detector dan combustasion gas detector.
2) Sistem pelawanan kebakaran Sistem ini bekerja saat terjadinya kebakaran dan terdiri dari splinker sistem, hydrant box, fire extinghiser (tabung pemadam).
Gambar 6.24 : Sytem Pemadam Kebakaran Sumber : Analisa Penulis,2020 h. System komunikasi
1) Jaringan telepon
144 Merupakan alat komunikasi percakapan yang dapat digunakan percakapan dalam kota maupun percakapan antar kota melalui pesawat telepon yang diselenggarakan oleh PT. Telkom
2) Air phone
yaitu alat telekomunikasi antar ruang dengan jarak yang relatif pendek. Kelebihannya adalah mudah, sederhana, langsung dan hemat. Kelemahannya adalah pembicara perlu bersuara keras dan jarak jangkaunya relatif pendek. Cara pemakaian sama dengan telepon biasa, menekan nomor kemudian berbicara langsung.
i. System penangkal petir
Penangkal petir bertujuan untuk menyalurkan arus ke dalam tanah,Bangunan yang direncanakan adalah bangunan berlantai dan sangat memerlukan instalasi petir. Beberapa alternatif penangkal petir yang dapat digunakan adalah :
1) Franklin Road, tipe ini akan memberikan perlindungan pada bangunan dengan membentuk sudut lebih kurang 45 derajat.
2) Sangkar Faraday dan Melsens, tipe ini memberikan perlindungan pada bangunan dengan jarak antara kawat mendatar tidak lebih 20 meter pada 2 titik tertentu dan member ujung vertical ½ meter
System penangkar petir yang digunakan yaitu sangkar Faraday, system ini memiliki syarat-syarat sebsgsi berikut:
145 a) Konduktor horizontal (KH) dipasang disekeliling bidang
tepi atap.
b) Bidang atap yang lebar beberapa deret konduktor dengan ketentuan :jarak maximum dari tepi 9m dan jarak maximum 2 konduktor paralel 18m; pada sepanjang konduktor horizontal 148 dipasang antena dengan tinggi atas permukaan atap datar 25 – 90cm dan jarak masing-masing antena 7,5 meter
Gambar 6.25 ;System Penangkal Petir Sumber :Analisa Penulis,2020
146 DAFTAR PUSTAKA
Andi Saman Rukka, Pengaruh Pembangunan Kota Baru Pattalassang Terhadap Aspek Ruang Fisik Di Kecamatan Pattalassang Kabupaten Gowa, 2018.
Ariyanto. 2017. Determinan, Pembangunan Kawasan Kota Baru Moncongloe-Pattallassang Metropolitan Mamminasata, Perencanaan Wilayah Dan Kota Universitas Bosowa Makassar.
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kab. Gowa,.
Bagian Organisasi Dan Tata Laksana Kantor Bupati Kabupaten Gowa. 2020.
Skema Bentuk Struktur Organisasi Kantor Bupati.
Ching Francis Dk, 1985. Elemen-Elemen Dasar Ruang, Aksara Baru
Http://Www.Gentengmetal.Com/Index.Php?/Blog/Detail/234/Pengaturan-Penghawaan-Dan-Pencahayaan-Pada-Bangunan
Http://Www.Mitra-Arsitek.Com/2015/09/Cara-Mudah-Menghitung-Kebutuhan-Daya-Ac_15.Html
Http://Www.Rihants.Com/2013/11/Optimalisasi-Pencahayaan-Alami.Html https://www.pinterest.ph/pin/505106914431834697/?amp_client_id=CLIENT_ID
(_)&mweb_unauth_id={{default.session}}
https://www.google.com/search?q=gypsum&tbm=isch&ved=2ahUKEwi2gt22lrbt AhUULHIKHaxRD6sQ2-
Menteri Dalam Negeri Nomor 24 Tahun 2008 Tentang Tugas Pokok, Fungsi Dan Rincian Tugas Jabatan Struktural Pada Sekretariat Daerah Kabupaten Gowa.
Muhammad Arif Mus. 2011. Redesain Kantor Bupati Kabupaten Gowa. skripsi sarjana. Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.
Nurhan. 2017. Kantor Bupati Di Kabupaten Buton Tengah Provinsi Sulawesi Tenggara. Teknik Arsitektur Jurusan Teknik Arsitektur Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.
Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Maros Bidang Cipata Karya.
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 45/Prt/M/2007 Tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara
147 Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2011 Tanggal 11
Oktober 2011 Standar Luas Bangunan Gedung Kantor Raodah (Kajian Arsitektur Tradisional Makassar)
Sapri Tallesang. 2017. Kantor Bupati Kabupaten Luwu Provinsi Sulawesi Selatan Dengan Pendekatan Arsitektur Hijau. Skripsi sarjana, Universitas Bosowa.
Yunus H S, 2008. Dinamika Wilayah Peri-Urban Determinan Masa Depan Kota, Yogyakarta.
PERANCANGAN KANTOR BUPATI GOWA DI PATTALASSANG DENGAN KONSEP ARSITEKTUR TRADISIONAL KONTEMPORER
LAPORAN PERANCANGAN
DIAJUKAN SEBAGAI PERSYARATAN UNTUK UJIAN SARJANA ARSITEKTUR
DI SUSUN OLEH :
WAWAN 4513043019
PROGRAM STUDI ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BOSOWA MAKASSAR
2021
ii
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas Rahmat dan karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaiakan Laporan ini.Dalam penyelesaian tugas ini penulis menyadari begitu banyak hambatan dan kesulitan yang dihadapi, Namun karena bantuan,Doa dan bimbingan dari semua pihak sehingga penulisan ini dapat selesai. Maka pada kesempatan ini penulis pmenyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar besarnya kepada semua pihak yang telah membantu langsung maupun tidak langsung dalam penyelesaian penelitian ini.
Ucapan terima kasih yang begitu besar terkhusus kepada Orang Tua saya tercinta Ayahanda Lambik dan Ibunda Misik yang tanpa kenal lelah memberikan Doa dan dukungan sehingga bisa terselesaikannya studi ini.
Ucapan terima kasih juga kepada:
1. Bapak Dr.Ridwan, ST,M,Si. selaku Dekan Fakultas Teknik Universita Bosowa Makassar
2. Bapak Dr. H. Nasrullah. ST.,MT. Selaku ketua Prodi Teknik Arsitektur Universita Bosowa Makassar
3. Ibu Satriani Latief.,ST. MT. selaku pembimbing 1 sekaligus sebagai penasehat akademik saya yang telah membimbing dalam mengrahkan dalam menyelesaiakn penulisan ini.
4. Ibu Lisa Amalia ST. MT. selaku pembimbing 2 yang telah membimbing dalam mengrahkan dalam menyelesaiakn penulisan ini.
5. Dan Seluruh Dosen Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Bosowa, Terimah kasih atas ilmunya selama ini
iii 6. Untuk Teman-teman Angkatan 2015 Program Studi Arsitektur Universitas
Bosowa Makassar yang tidak bisa saya sebut namanya satu per satu,
7. Serta untuk kakakku Fransiska S.Kep dan Evi Noviyanti SE dan segenap keluargaku yang telah memberikan dukungan dan bantuan baik itu secara moril maupun materil.semoga Tuhan memberikan perlindungan dan kebahagian kepada kita semu.
8. Segenap Instansi beserta karyawannya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Gowa, yang memberikan masukan dan bantuan dalam mengumpulan data selama penelitian.
9. Menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan tidak dapat saya sebutkan satu-persatu, yang membantu kelancaran studi dan penulisan ini
Akhir kata, semoga penulisan dapat menjadi bacaan yang memberi manfaat dan ilmu bagi kita semua.
Makassar, 06 Maret 2021 Penulis
Wawan
iv
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i HALAMAN PENGESAHAN ... ii KATA PENGANTAR ... iii DAFTAR ISI ... v DAFTAR GAMBAR ... vii DAFTAR TABEL ... viii
BAB I PENDAHULUAN ... 1 A. Latar Belakang ... 1 B. Tujuan Proyek ... 2 C. Batasan Proyek ... 2
BAB II RINGKASAN PROYEK ... 3 A. Data Fisik ... 3 B. Pengertian kantor Bupati ... 3 C. Jenis kegiatan ... 3
BAB III RINGKASAN FISIK PROYEK
A. Perancangan Makro ... 9 1. lokasi ... 9 2. site plan kawasan ... 10 3. Perencanaan Tapak ... 11 B. Tata Ruang Mikro ... 13 1. Besaran Ruang Kantor ... 13 a. Lantai 1 gedung utama ... 13
v b. Lantai 2 gedung utama ... 15 2. Besaran Ruang Pola ... 16 3. Besaran ruang Masjid ... 17 4. Besaran Ruang Wudhu ... 18 5. Besaran Ruang Pos Jaga ... 18 C. Bentuk Fisik dan tampilan Bangunan ... 19 D. Sistem Struktur Dan Bahan Bangunan ... 20 a. Struktur ... 20 b. Bahan struktur ... 21 E. Sistem Utilitas ... 21 1. Kebutuhan Elektrikal ... 21 2. Sistem Jaringan air bersih... 21 3. Sistem pembuangan air kotor ... 22 4. Sistem pencahayaan ... 23 5. Sistem penghawaan ... 24 6. Sistem pembuangan sampah ... 25 7. Sistem pencegah kebakaran ... 26 8. Sistem Penangkal Petir ... 27 DAFTAR PUSTAKA ... 2
1 BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Negara Republik Indonesia sebagai Negara Kesatuan menganut asas desentralisasi dalam menyelenggarakan pemerintahan dengan memberikan kesempatan dan keleluasaan kepada daerah untuk menyelenggarakan otonomi daerah. Karena itu, pasal 18 Undang-Undang Dasar 1945 antara lain menyatakan bahwa pembagian daerah Indonesia atas daerah besar dan daerah kecil dengan bentuk dan susunan pemerintahannya ditetapkan dengan Undang-undang. Dalam penjelasan tersebut, antara lain dikemukakan bahwa “Oleh karena Negara Indonesia itu suatu Eenheidsstaat, maka Indonesia tidak akan mempunyai daerah dalam lingkungan yang bersifat Staat juga. Daerah Indonesia akan dibagi dalam daerah provinsi dan daerah provinsi akan dibagi dalam daerah yang lebih kecil. Di daerah yang bersifat otonom atau bersifat administrasi belaka, semuanya menurut aturan yang akan ditetapkan Undang-Undang”. Di daerah-daerah yang bersifat otonom akan diadakan badan perwakilan daerah. Sejalan dengan kebijakan otonomi daerah sebagaimana tertuang dalam Undang-undang No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Kebijakan otonomi daerah tersebut mengharuskan setiap daerah untuk mampu berkembang secara mandiri, bertumpuh dari pemanfaatan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimilikinya secara cerdasdan bijaksana demi mencapai tujuan kesejahteraan masyarakatnya
Pemerintahan daerah seperti tersebut di atas dasar pasal 18 Undang-Undang Dasar 1945 yang menyatakan bahwa pembagian daerah Indonesia atas daerah besar dan daerah kecil dengan bentuk dan susunan dengan memandang dan mengingat dasar permusyawaratan dalam system pemerintahan Negara dan hak-hak asal-usul dalam daerah-daerah yang bersifat istimewa
2 Di lain pihak perkembangan tarap hidup masyarakat dewasa ini dan juga berbanding lurus dengan infrastuktur tapi pada umumnya masih sedikit masyarakat yang mengembangkan pemikiran kreatif dan inspirasi baru, mengembangkan dan mental untuk mencapai tujuan tersebut tentu perlu adanya perencanaan atau inisiatif yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sejalan adanya aktivitas hidup masyarakat, maka diperlukan adanya suatu lembaga yang memimpin, mengatur dan mengelolah administrasi pemerintahan seperti halnya di Kabupaten Gowa.
Demikian pula halnya pada pelaksanaan pembangunan Kantor Bupati Kepala Daerah Kabupaten Gowa yang merupakan bagian dari pembangunan regional bertujuan untuk mengembangkan potensi daerah baik sumberdaya manusianya maupun sumberdaya alamnya guna mengingkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dari isu inilah muncul ide untuk Perencanaan Kantor Bupati Gowa Di Pattalassang dengan Konsep Arsitektur Tradisional kontemporer ,yang selanjutnya akan di terapkan pada desain yang mengacu pada rumah khas Gowa.
B. Tujuan
Mengungkapkan hal-hal yang dapat menunjang gagasan konsep perancangan yang dapat menampung seluruh kegiatan yang ada didalam pemerintahan Bupati dan sejajarannya agar mudah terorganisir.
C. Batasan pembahasan
Lingkup pembahasan difokuskan pada gagasan yang tepat untuk mengungkapkan suatu wadah Kantor Bupati Gowa yang berlokasi di Kecamatan Pattalassang Dengan konsep Arsitektur Tradisional kontemporer
3 BAB II
PERANCANGAN KANTOR BUPATI GOWA DI PATTALASSANG DENGAN KONSEP ARSITEKTUR TRADISIONAL KONTEMPORER
A. Data Fisik
Judul : Perancangan kantor Kantor Bupati Gowa di pattalassang dengan konsep Arsitektur Tradisional Kontemporer
Lokasi : Kecamatan Pattalassang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan
Luas Tapak : 2,3 Ha
B. Pengertian Kantor Bupati
a. Kantor (serapan dari bahasa Belanda kantoor, yang diturunkan dari bahasa Prancis comptoir) adalah sebutan untuk tempat yang digunakan untuk perniagaan atau perusahaan yang dijalankan secara rutin.
b. Bupati adalah (jabatan, sebutan) kepala daerah kabupaten (daerah tingkat II) Jadi, Kantor Bupati adalah Bangunan tempat bupati melakukan kegiatan administrasi di wilayah administrasinya
C. Jenis kegiatan kantor bupati
Untuk menjalankan tugas sebagaimana yang dimaksud, Kantor Bupati mempunyai fungsi yaitu:
Adapun Lingkup Tugas dan kegiatan Kantor Bupati Kepala Daerah Kabupaten Gowa sebagai alat pemerintahan pusat dan alat pemerintahan Daerah yang dipimpin oleh bupati. Kepala Daerah Gowa mempunyai lingkup tugas dan kegiatan dalam kantor bupati sesuai dengan struktur organisasinya sebagai berikut :
4 a. Kepala Daerah/Bupati
Bupati sebagai pemimpin Daerah mengkoordinasi pembangunan dan membina masyarakat dari segala bidang mempunyai peranan sebagai berikut:
1) Memimpin daerah dan membina seluruh perangkat kerja Daerah Kabupaten Gowa
2) Menjalin kerjasama dengan DPRD dan BPD Gowa.
3) Membina ketenteraman dan ketertiban
4) Menetapkan landasan kebijaksanaan umum bersama DPRD kabupaten b. Sekertaris Daerah
Sekretariat Daerah mempunyai tugas pokok dan kewajiban membantu Bupati dalam melaksanakan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pembinaan masyarakat, pembinaan administrasi, organisasi dan tatalaksana serta menyusun kebijakan dan mengkoordinasikan Dinas Daerah dan Lembaga Teknis Daerah.
Tugas dan fungsi sekertaris Daerah kabupaten Gowa:
1) Penyusunan kebijakan Pemerintahan Daerah.
2) Pengkoordinasian pelaksanaan tugas Dinas Daerah dan Lembaga Teknis Daerah.
3) Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan Pemerintahan Daerah.
4) Pembinaan administrasi dan aparatur Pemerintahan Daerah.
c. Bagian Administrasi Pemerintahan Umum
Bagian Administrasi Pemerintahan Umum mempunyai fungsi yaitu :
1) Penyusunan kebijakan teknis Bagian Administrasi Pemerintahan Umum.
2) Penyelenggaraan program kerja Bagian Administrasi Pemerintahan Umum.
5 3) Pembinaan, pengkoordinasian, pengendalian, pengawasan tugas Kepala Sub
Bagian lingkup Bagian Administrasi Pemerintahan Umum.
4) Penyelenggaraan monitoring dan evaluasi tugas Kepala Sub Bagian lingkup Bagian Administrasi Pemerintahan Umum.
d. Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat
Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat mempunyai fungsi yaitu :
1) Penyusunan kebijakan teknis Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat.
2) Penyelenggaraan program kerja Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat.
3) Pembinaan, pengkoordinasian, pengendalian, pengawasan tugas Kepala Sub Bagian lingkup Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat.
4) Penyelenggaraan monitoring dan evaluasi tugas Kepala Sub Bagian lingkup Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat.
5) Penyelenggaraan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
e. Bagian Administrasi Perekonomian Terdiri atas 3 sub bagian yaitu :
1) Sub Bagian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah 2) Sub Bagian Perindustrian dan Perdagangan
3) Sub Bagian Penanaman Modal dan Badan Usaha Milik Daerah Menyelenggarakan tugas pokok,
Bagian Administrasi Perekonomian mempunyai fungsi yaitu :
(1) Penyusunan kebijakan teknis Bagian Administrasi Perekonomian.
(2) Penyelenggaraan program kerja Bagian Administrasi Perekonomian.
(3) Pembinaan, pengkoordinasian, pengendalian, pengawasan tugas Kepala Sub Bagian lingkup Bagian Administrasi Perekonomian.
6 (4) Penyelenggaraan monitoring dan evaluasi tugas Kepala Sub Bagian lingkup
Bagian Administrasi Perekonomian.
f. Bagian Administrasi Sumber Daya Alam Terdiri atas 3 sub bagian :
1) Sub Bagian Tanaman Pangan dan Hortikultura 2) Sub Bagian Peternakan dan Perikanan
3) Sub Bagian Kehutanan, Perkebunan, Pertambangan, Energi dan Lingkungan Hidup.
Menyelenggarakan tugas pokok, Bagian Administrasi Sumber Daya Alam mempunyai fungsi yaitu :
(1) Penyusunan kebijakan teknis Bagian Administrasi Sumber Daya Alam.
(2) Penyelenggaraan program kerja Bagian Administrasi Sumber Daya Alam.
(3) Pembinaan, pengkoordinasian, pengendalian, pengawasan tugas Kepala Sub Bagian lingkup Bagian Administrasi Sumber Daya Alam.
(4) Penyelenggaraan monitoring dan evaluasi tugas Kepala Sub Bagian lingkup Bagian Administrasi Sumber Daya Alam.
g. Bagian Administrasi Pembangunan Terdiri atas 3 sub bagian yaitu :
1) Sub Bagian Perencanaan Pembangunan, Litbang dan Statistik 2) Sub Bagian Perhubungan, Kebudayaan dan Pariwisata 3) Sub Bagian Pekerjaan Umum
Menyelenggarakan tugas pokok, Bagian Administrasi Pembangunan mempunyai fungsi yaitu :
(1) Penyusunan kebijakan teknis Bagian Administrasi Pembangunan;
(2) Penyelenggaraan program kerja Bagian Administrasi Pembangunan.
7 (3) Pembinaan, pengkoordinasian, pengendalian, pengawasan tugas Kepala
Sub Bagian lingkup Bagian Administrasi Pembangunan.
(4) Penyelenggaraan monitoring dan evaluasi tugas Kepala Sub Bagian lingkup Bagian Administrasi Pembangunan.
h. Bagian Hubungan Masyarakat Dan Protokol Terdiri atas 3 sub bagian yaitu :
1) Sub Bagian Peliputan dan Pemberitaan 2) Sub Bagian Protokol dan Perjalanan 3) Sub Bagian Santel
Menyelenggarakan tugas pokok, Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol mempunyai fungsi yaitu :
(1) Penyusunan kebijakan teknis Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol.
(2) Penyelenggaraan program kerja Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol.
(3) Pembinaan, pengkoordinasian, pengendalian, pengawasan tugas Kepala Sub Bagian lingkup Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol.
(4) Penyelenggaraan monitoring dan evaluasi tugas Kepala Sub Bagian lingkup Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol.
i. Bagian Hukum Dan Perundang–Undangan
Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai fungsi yaitu:
1) Penyusunan kebijakan teknis Bagian Hukum dan Perundang– undangan.
2) Penyelenggaraan program kerja Bagian Hukum dan Perundang– undangan.
3) Pembinaan, pengkoordinasian, pengendalian, pengawasan tugas Kepala Sub Bagian lingkup Bagian Hukum dan Perundang– undangan.
8 4) Penyelenggaran evaluasi tugas Kepala Sub Bagian lingkup Bagian Hukum dan
Perundang–undangan.
j. Bagian Organisasi Dan Tatalaksana
Bagian Organisasi dan Tatalaksana mempunyai fungsi yaitu :
1) Penyusunan kebijakan teknis Bagian Organisasi dan Tatalaksana.
2) Penyelenggaraan program kerja Bagian Organisasi dan Tatalaksana.
3) Pembinaan, pengkoordinasian, pengendalian, pengawasan tugas Kepala Sub Bagian lingkup Organisasi dan Tatalaksana.
4) Penyelenggaran evaluasi tugas Kepala Sub Bagian lingkup Organisasi dan Tatalaksana
k. Bagian Umum
Bagian Umum mempunyai fungsi yaitu :
1) Penyusunan kebijakan teknis Bagian Umum.
2) Penyelenggaraan program kerja bagian Umum.
3) Pembinaan, pengkoordinasian, pengendalian, pengawasan tugas Kepala Sub Bagian Lingkup Bagian Umum.
4) Penyelenggaran evaluasi tugas Kepala Sub Bagian Lingkup Bagian Umum
9 BAB III
PERENCANAAN FISIK
PERANCANGAN KANTOR BUPATI GOWA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR TRADISIONAL KONTEMPORER
A. Perencanaa Ruang Makro 1. Lokasi
Gambar III.1. Peta Kabupaten (Sumber : Makassar Dalam Angka 2019)
Kabupaten Gowa adalah salah satu Kabupaten yang terdapat di propinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Kota Sungguminasa. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 1.883,33 kilometer persegi atau sama dengan 3,01 persen dari luas wilayah Propinsi Sulawesi Selatan dan pertumbuhan penduduk Kabupaten Gowa dari tahun
10 ke tahun mengalami peningkatan menurut data dari Kantor Badan Pusat Statistik2 pada tahun 2009 tercatat sebesar 617.317 jiwa. Posisi Kabupaten Gowa sangat strategis bagi Sulawesi Selatan. Kabupaten Gowa terletak di bagian selatan Pulau Sulawesi. Kota Sungguminasa berjarak sekitar 6 km dari ibukota Sulawesi Selatan yaitu Makassar.
2. Site Plan Kawasan
Gambar III.2. Site Plan Perancangan
(Sumber :Desain Studio Akhir, Hal 01, Wawan,Maret 2021)
Lokasi perencanaan kantor Bupati di kabupaten Gowa yang rencananya akan dibangun di kecamatan pattalassang karena pattalassang lokasinya strategis yaitu berada pada posisi segitiga (Gowa, Maros dan Makassar).dan dari segi fisik kawasan,yang merupakan daerah yang dilalui jalur bypass Mamminasata. Adapun luasan zona perkantoran 32,16 HA dan peruntukan untuk kantor Bupati memiliki luas
11 tapak 140 x 170 = 23.800 atau sekitar ±2,3 ha.yang merupakan lokasi yang diperuntukan pusat perkantoran dimana akan dibangun kantor Bupati Gowa dan kantor lainnya
3. Perancangan Tapak a. Sirkulasi
Analisis ini digunakan untuk memperjelas letak jalur pejalan kaki dan kendaraan roda dua, meunuju ke bangunan.
Gambar III.3 sirkulasi
(Sumber :Desain Studio Akhir, Hal 02, Wawan,Maret 2021)
12 Analisis sirkulasi pada tapak dengan pemisahan jalur kendaraan mobil, motor serta sirkulasi pejalan kaki pada tapak akses masuk ke tapak terdapat pada bagian barat jalan raya Metro Tanjung Bunga sebagai akses masuk dan keluar tapak.
1) Sirkulasi Kendaraan
Sirkulasi kendaraan dibuat dua jalur sirkulasi, yaitu jalur masuk dan keluar untuk memaksimalkan pencapaian
Gambar III.4. sirkulasi kendaraan
(Sumber : Desain Studio Akhir, Hal 39, Wawan,Maret 2021)
2) Sirkulasi Pejalan Kaki
Sirkulasi pejalan kaki dengan material paving blok
Gambar III.5. Sirkulasi Pejalan Kaki
(Sumber : Desain Studio Akhir, Hal 39, Wawan,Maret 2021)
13 B. Perencanaan Ruang Mikro
1. Besaran Ruang Kantor a. Lantai 1 gedung utama
Gambar III.6. Denah Gedung Utama lantai 1
(Sumber :Desain Studio Akhir, Hal 02, Wawan,Maret 2021)
1) Lobby = 144 m²
2) Ruang pembangunan = 100,8 m²
3) Gudang = 50,4 m²
4) Ruang bagian hokum = 100,8 m²
5) Ruang kesejahteraan rakyat = 100,8 m²
6) Ruang administrasi = 100,8 m²
14
7) Ruang perpustakaan = 100,8 m²
8) Ruang aspirasi = 100,8 m²
9) Ruang bagian organisasi = 75,6 m²
10) Ruang bagian keuangan = 108 m2
11) Smoking area = 36 m2
12) Ruang bagian umum = 108 m2
13) Ruang bagian pemerintahan = 75,6 m2
14) Ruang humas = 100,8 m2
15) Toilet = 50,4 m2
16) Ruang genset = 50,4 m2
17) Kantin = 160,2 m2
18) Atm = 36 m2
19) Selasar = 646,30
TOTAL= 2.246,5 m2
15 b. Lantai 2 gedung utama
Gambar III.7. Denah Gedung utama lantai 2 (Sumber :Desain Studio Akhir, Hal 03, Wawan,Maret 2021)
1) Ruang Bupati = 360 m²
2) Ruang wakil bupati = 197 m²
3) Ruang sekertaris Daerah = 197 m²
4) Smoking area = 36 m²
5) WC (2) = 36 m²
6) Selasar = 108 m²
Jumlah =934 m²
16 2. Besaran Ruang pola
Gambar III.8. Denah Ruang Pola
(Sumber :Desain Studio Akhir, Hal 14, Wawan,Maret 2021)
1) Ruang pola = 648 m²
2) Wc (2) = 18 m²
3) Selasar = 13,5 m²
Jumlah = 679,5 m²