HASIL DAN PEMBAHASAN
4.4 Uji Fit and Goodness
4.6.6. Struktur Kepemilikan terhadap Indeks Pengungkapan CSR
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan tidak
mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap indeks pengungkapan CSR.
Hal ini ditunjukkan dengan nilai t hitung serta nilai beta pada variabel
struktur kepemilikan (OWNER) adalah 6,02 dan 0,48 dengan signifikansi
0,00 (<0,05). Dengan demikian hipotesis 6 dalam penelitian ini yang menyatakan bahwa “struktur kepemilikan berpengaruh positif terhadap indeks pengungkapan CSR suatu perusahaan” diterima. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Prencipe (2004) dalam
Reverte (2008).
Perusahaan dengan struktur kepemilikan terdispersi pengungkapannya
lebih informatif dibandingkan dengan perusahaan yang struktur kepemilikan
memusat. Hal ini berfungsi untuk mengurangi kemungkinan adanya asimetri
informasi antara perusahaan dan para stakeholder perusahaan.
Perusahaan-perusahaan yang mempunyai saham tersebar luas atau
disebut dengan struktur kepemilikan yang terdispersi, akan lebih mungkin
80
pengungkapan CSR untuk mengurangi asimetri informasi. Sebaliknya,
perusahaan-perusahaan dengan struktur kepemilikan memusat kurang
termotivasi untuk mengungkapkan informasi tambahan pada CSR mereka.
Hal ini dikarenakan para shareholder perusahaan tersebut dapat memperoleh
81 BAB V
PENUTUP
5.1. KESIMPULAN :
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan, maka berikut
adalah kesimpulan yang dapat diberikan:
1. Secara simultan atau bersama-sama, variabel ukuran perusahaan,
sensitivitas industri, profitabilitas, leverage, pengungkapan media
(media exposure), dan struktur kepemilikan berpengaruh secara
signifikan terhadap indeks pengungkapan CSR. Hal tersebut
ditunjukkan pada uji F dimana tingkat signifikan uji F adalah sebesar
0,000.
2. Dari 7 variabel yang mempengaruhi indeks pengungkapan CSR,
menunjukkan bahwa 3 variabel yaitu struktur kepemilikan,
sensitivitas industri, dan pengungkapan media (media exposure),
berpengaruh secara positif terhadap indeks pengungkapan CSR. Dari
sini dapat disimpulkan bahwa semakin terdispersi struktur kepemilikan di dalam suatu perusahaan, maka semakin banyak mengungkapkan informasi sosial. Hal ini sesuai teori stakeholder, yaitu struktur kepemilikan yang semakin terdispersi pada umumnya pengungkapannya lebih informatif dibandingkan dengan perusahaan
82
untuk mengurangi kemungkinan adanya asimetri informasi antara
perusahaan dan para stakeholder perusahaan. Selain itu sensitivitas
industri juga berpengaruh sama terhadap kebijakan perusahaan dalam mengungkapkan informasi sosial. Hal ini berarti bahwa perusahaan dengan tingkat sensitivitas industri tinggi yaitu perusahaan yang memiliki potensi tinggi untuk bersinggungan dengan kepentingan
luas akan cenderung mengungkapkan informasi sosial yang lebih
banyak dibandingkan sensitivitas industri rendah. Hal ini dikarenakan perusahaan-perusahaan tersebut lebih banyak mendapat sorotan dari masyarakat dibandingkan perusahaan sensitivitas industri rendah. Di sisi yang sama, pengungkapan media juga menunjukkan pengaruh positif terhadap kebijakan perusahaan dalam mengungkapkan informasi sosial. Hal ini mendukung teori legitimasi yaitu pengkomunikasian CSR melalui media akan meningkatkan reputasi
perusahaan di mata masyarakat sehingga membangun image serta
legitimasi atas perusahaan.
3. Dari 7 variabel yang mempengaruhi indeks pengungkapan CSR,
menunjukkan bahwa 3 variabel yaitu ukuran perusahaan,
profitabilitas, dan leverage, berpengaruh secara negatif terhadap
indeks pengungkapan CSR. Penelitian ini tidak berhasil membuktikan pengaruh ukuran perusahaan, leverage dan profitabilitas terhadap indeks pengungkapan CSR perusahaan. Hal ini
83
dimungkinkan karena keadaan pasar sedang dalam keadaan yang tidak stabil akibat adanya krisis ekonomi.
5.2. Keterbatasan
Keterbatasan dalam penelitian ini adalah penelitian ini mengukur size
perusahaan dengan nilai kapitalisasi pasar pada masa yang tidak stabil akibat
adanya krisis. Hal ini membuat harga pasar yang digunakan dalam mengukur
nilai kapitalisasi pasar menghasilkan pengukuran yang kurang valid karena
beberapa perusahaan mengalami penurunan harga saham yang signifikan,
sedangkan beberapa lainnya tidak mengalaminya. Keterbatasan selanjutnya
adalah penelitian ini tidak mampu memasukkan perusahaan non keuangan
yang mengalami kerugian pada tahun penelitian sebagai populasi penelitian.
Hal ini dikarenakan data tersebut tidak dapat diolah akibat error.
Keterbatasan selanjutnya adalah penelitian ini mengukur pengungkapan CSR
hanya melalui standar GRI saja, dan tidak melihat kualitas pengungkapan
CSR itu sendiri. Dalam mengukur pengungkapan seharusnya tidak hanya
melihat berdasarkan standar GRI saja, melainkan juga kualitas dari
pengungkapan itu sendiri. Keterbatasan lainnya adalah penelitian ini
mengukur variabel media exposure hanya melalui media web perusahaan.
Media ini pada umumnya hanya di akses oleh pihak-pihak tertentu saja.
Penelitian ini tidak mengukur variabel media exposure melalui media yang
84 5.3. Saran
Berdasarkan hasil dan simpulan yang diperoleh, maka saran serta
rekomendasi bagi penelitian yang akan datang:
1. Penelitian selanjutnya diharapkan untuk menggunakan pengukuran
total asset dalam mengukur size perusahaan. Dengan pengukuran tersebut, akan mencegah perolehan hasil yang kurang valid. Hal ini
dikarenakan pengukuran tersebut tidak terpengaruh oleh pasar,
sehingga mampu menghasilkan data yang valid.
2. Penelitian selanjutnya diharapkan mampu memasukkan pula
perusahaan-perusahaan yang mengalami kerugian sebagai populasi
penelitian. Hal ini diharapkan mampu menambah literatur penelitian.
3. Penelitian selanjutnya diharapkan tidak hanya mengukur
pengungkapan CSR melalui standar saja, akan tetapi kualitas
pengungkapan pula dipertimbangkan didalamnya.
4. Penelitian selanjutnya diharapkan untuk menggunakan pengukuran
variabel media exposure dengan media lain diluar WEB perusahaan
misalnya menggunakan newspaper atau media lainnya di luar WEB.
Hal ini diharapkan mampu menambah literatur penelitian di
85 DAFTAR PUSTAKA
Anggraini, Fr. RR. 2006.”Pengungkapan Informasi Sosial dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengungkapan Informasi Sosial dalam Laporan Keuangan
Tahunan (Studi Empiris pada Perusahaan-Perusahaan yang Terdaftar pada Bursa Efek Jakarta)”. Simposium Nasional Akuntansi 9. Padang, 23-26 Agustus.
Branco, M. C. dan Rodrigues, L. L. 2008. “Factors Influencing Social
Responsibility Disclosure by Portuguese Companies”. Journal of Business
Ethics (2008) 83:685–701 DOI 10.1007/s10551-007-9658-z.
Chrismawati, D. T. 2007. “Pengaruh Karakteristik Keuangan dan Non Keuangan
Perusahaan terhadap Praktik Environmental Disclosure di Indonesia”. Skripsi S1 Program Akuntansi Undip.
Ghozali, I. 2007. Analisis multivariate dengan Program SPSS. Semarang : Badan
Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro.
Ghozali, I dan A. Chariri. 2007. Teori Akuntansi. Semarang : Badan Penerbit
Universitas Diponegoro.
Gossling, T dan C. Voucht, 2007, “Social Role Conception and CSR Policy
Success”, Journal of Business Ethics, Vol. 74, Hal. 363-372
Astrotama, G. A. 2009. ”Faktor Faktor yang mempengaruhi Pengungkapan
86
Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Jakarta”. Skripsi S1 Program Akuntansi Undip.
Hackston, D and M. J. Milne. 1996. “Some Determinants of Social and Environmental Disclosure in New Zealand Companies”. Accounting, Auditing and Accountability Journal. Vol. 9, No. 1, p. 77-108
http://3jun.wordpress.com/corporate-social-responsibility-csr-disclosure-alternatif-pengambilan-keputusan-bagi-investor/ diakses tanggal 05-04-2010 jam 21.36
http://akuntansi-ku.blogspot.com/2009/01/agency-theoryextremeaccountingways.html
diakses tanggal 4-11-2009 jam 10.16.
http://djoe2x.wordpress.com/2010/01/25/tentang-teori-csr/ diakses tanggal 05-04-2010
jam 21.40.
http://marisha-rachmawati.blogspot.com/2009/11/studi-perbandingan-pengaturan-tentang.html diakses tanggal 05-04-2010 jam 22.05.
http://www.google.co.id/#hl=id&source=hp&q=SK+BAPEPAM+No.+Kep38%2FPM
%2F1996&aq=f&aqi=&aql=&oq=&gs_rfai=&fp=cdb10cf31c974f8f diakses
tanggal 12-03-2010 jam 11.24.
Inawesnia, K. 2008. “Motif Dibalik Praktik dan Pengungkapan CSR Dari Stakeholder Ke Award”. Skripsi S1 Program Akuntansi Undip.
Mahdiyah, F. 2008. “Analisis Karakteristik Perusahaan dan Pengungkapan
Tanggung Jawab Sosial dalam Laporan Tahunan Perusahaan serta Pengaruhnya pada Reaksi Investor”. Skripsi S1 Program Akuntansi Undip.
87
Ahmad, N dan M. Sulaiman. 2004. “Environmental Disclosure in Malaysian
Annual Reports: A Legitimacy Theory Perspective”. International Journal
of Commerce & Management. Vol.14, No.1, pp. 44-58.
Reverte, C. 2008. “Determinants of Corporate Social Responsibility Disclosure
Ratings by Spanish Listed Firms”, Journal of Business Ethics (2009) 88:351–366 DOI 10.1007/s10551-008-9968-9.
Sekaran, U. 2003. Research Methods For Business Fourth Edition. John Wiley &
Sons, Inc.
Sembiring, E. R. 2005. “Karakteristik Perusahaan dan Pengungkapan Tanggung
Jawab Sosial : Studi Empiris pada Perusahaan yang Tercatat di Bursa Efek Jakarta”. Makalah Disampaikan dalam Simposium Nasional Akuntansi VIII. Solo, 15-16 September.
Suwardjono. 2005. Teori Akuntansi : Perekayasaan Pelaporan Keuangan.
Yogyakarta : Badan Penerbit Universitas Gadjah Mada.
www.google.com
www.wikipedia.org
Zaleha, S. 2005. “Pengaruh Karakteristik Perusahaan terhadap Pengungkapan
Sosial dalam Laporan Tahunan Perusahaan GO PUBLIC di BEJ Tahun 2003”. Skripsi S1 Program Akuntansi Undip.