BAB III : SEJARAH DAN PERKEMBANGAN KOMUNITAS
7. Struktur Komunitas Al Humaira
Linda Setyawati Ketua
Nabila Khaira Azhar Anggota Rahayu Alfina Anggota Yulia Usfa Anggota Dinda Anggota Nanda Anggota Venta Rini Anggota
53
B. Motivasi Komunitas Al Humaira Banda Aceh dalam Penguatan Identitas Muslimah di Kalangan Anak Muda Perkotaan
Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan Ketua Komunitas Al Humaira beserta sembilan anggotanya, maka motivasi komunitas Al Humaira sebagai berikut:
Pertama menurut ketua komunitas Al Humaira kegiatan ini termotivasi untuk adanya komunitas ini melihat bahwa banyak muslimah yang berpakaian
syar’i, kemudian remaja-remaja yang sangat fashionnable di Aceh tentunya, ingin
berinisiatif membentuk komunitas hijabers yang dimana untuk mengasah kemampuan dari remaja-remaja khususnya muslimah di aceh. Komunitas ini lebih kepada busana muslimah dalam sehari untuk menutup aurat, seperti hijab yang juga merupakan suatu kewajiban bagi muslimah, selain menjaga aurat hijab juga menjaga martabat seorang perempuan serta dapat melindungi diri dari segala gangguan".10
Sedangkan menurut anggota-anggotanya seperti Venta Rini meyatakan bahwa motivasi menjadi komunitas Al Humaira adalah "menginspirasi dan menjadi satu perubahan dalam gaya berbusana, menjadikan pribadi lebih baik lagi, dan memberikan manfaat kepada orang lain. Menjadi satu komunitas harus lah berpakaian dengan berbusana muslimah yang wajib harus dikenakan oleh perempuan muslimah. Sebagai panutan muslimah Aceh terutama remaja agar menjadi sosok muslimah yang tidak hanya cantik, namun juga dilengkapi dengan talenta dan sikap yang patut dicontoh oleh orang lain". "Dalam kegiatan
10
Hasil Wawancara dari Ketua Al Humaira Linda Setywati pada tanggal 11 Desember 2017.
komunitas yang diselenggarakan oleh anggota sebagian anggota aktif untuk mengikuti semua aktifitas yang disediakan, dan adapula sebagian yang masih sibuk dalam perkuliahan. Sejauh ini, sebagian dari anggota Al Humaira sudah
duluan dikenal di media sosial oleh masyarakat luas, ujar Venta Rini.11
Menurut anggota komunitas yang bernama Yulia Ulfa, "motivasi untuk menjadi anggota komunitas Al Humaira tentu ada, ketika sedang berkumpul dengan anggota lainm, banyak sekali kegiatan yang dilakukan, apalagi kegiatan
tersebut bermanfaat bagi orang lain seperti berkenjung ke panti asuhan".12
Menurut Nadia Cinintya Lestari motivasi komunitas Al Humaira adalah "motivasi yang diberikan sebagai muslimah yang berhiab tentunya menjadi sosok
muslimah yang baik dan patut di contohkan oleh remaja muslimah lainnya".13
Menurut Yayank Raudhatul Safitri motivasi ketika menjadi komunitas Al Humaira adalah "sosialisai yang diberikan dalam bentuk sosialisai setiap wanita,
kegiatan yang diberikan selalu bermanfaat bagi orang lain".14
Sedangkan menurut Mia Rizky Safitri menyakan bahwa "hijab adalah selendang yang dipakai dikepala, hijab merupakan pakaian wajib yang harus
dikenakan oleh perempuan musimah".15
Menurut salah satu anggota Komunitas Al Humaira yang juga berprofesi sebagai Duta yaitu Fauziah Aida Fitri menjadi salah satu anggota ini karena
11
Hasil Wawancara bersama Venta Rini Anggota Komunitas Al Humaira pada tanggal 11 Desember 2017.
12
Hasil Wawancara bersama Yulia Ulfa Anggota Komunitas Al Humaira pada tanggal 11 Desember 2017.
13
Hasil Wawancara dengan Nadia Cinintya Lestari Anggota Komunitas Al Humaira pada tanggal 11 Desember 2017.
14
Hasil Wawancara dengan Yayank Raudhatul Safitri Anggota Komunitas Al Humaira pada tanggal 11 Desember 2017.
15
Hasil Wawancara dengan Mia Rizky Fitri Anggota Komunitas Al Humaira pada tanggal 12 Desember 2017.
55
"komunitas yang mengutamakan sosial kepada masyarakat dan yang terutama tentang berbusana muslimah seperti hijab. Hijab merupakan hal yang wajib bagi wanita dalam ajaran Islam. Islam menjadikan diri saya merasa lebih aman dan nyaman untuk menjalani kegiatan sehari-hari, kegiatan apapun itu, sehingga hijab tersebut menjadi salah satu hal yang paling penting di saat menentukan fashion yang ingin digunakan".16
Menurut Desyifa Fratifa melihat sebuah komunitas Al Humaira yang paling menariknya adalah "memotivasi dalam berhijab, saya berhijab karena bagi perempuan berhijab itu adalah suatu kewajiban dan dengan berhijab membuat hati tenang, tentram dan semakin dekat dengan Allah. Berhijab juga melatih diri menjadi sosok yang memiliki rasa malu, karena hijab yang menutup auratnya menjadikan hati seorang perempuan lebih terlatih dan terjaga. Malu tersebut bukan hanya terhadap manusia namun juga merasa malu kepada Allah, karena sadar akan hijab dan berusaha menunaikan semua kewajiban tersebut. Hijab mampu memberi pengaruh terhadap pikiran dan pribadi kita. Misalkan yang dulunya mudah emosi, berprasangka buruk, lama-lama akan mengikis dan berubah menjadi pribadi yang lebih sabar dan selalu berpikir positif. Hijab yang digunakan dapat menjauhkan kita dari hal-hal yang negatif, misalnya kejahatan terhada perempuan dan sebagainnya. Hijab mau menjadi salah satu perlindungan bagi perempuan".17
16
Hasil Wawancara dengan Venta Rini Anggota Komunitas Al Humaira pada tanggal 11 Desember 2017.
17
Hasil Wawancara dengan Desyifa Fratifa Anggota Komunitas Al Humaira pada tanggal 13 Desember 2017.
Menurut Firah Mungkamil dan juga menjadi salah satu anggota Inoeng Banda Aceh kalau bentuk motivasi saya rasa bisa salah satunya dari media sosial seperti instagram, dan menurut saya cara cenderung efektif karena anggota dari komunitas ini pun semakin lama semakin bertambah. Untuk para anggotanya kita sering sharing-sharing. Motivasi saya menggunakan hijab yang pastinya untu berusaha menjalankan perintah Allah sebagaimana wanita muslimah harus menutup auratnya. Mengarap ridha Allah Swt, karena bagi saya kalau Allah sudah ridha, InsyaAllah semua jalan saya dimudahkan dan Alhamdulillah untuk sekarang ini saya tidak memiliki masalah baik dalam hal pergaulan, karir dan lain-lain selama saya berhijab. InshaAllah semua wanita apabila bersungguh-sunggu
berhijab dan istiqamah pasti bisa meraih cita-citanya".18
Sedangkan menurut Cut Annisa perempuan yang juga aktif di komunitas Al Humaira meyatakan bahwa yang sangat memotivasi di komunitas ini adalah "sifat kekeluargaan yang sangat erat terjalin pada saat bersama, membuat satu kegiatan selalu kekompakan yang harus diutamakan, dan hal yang terpenting adalah berbusana muslimah yang sangat harus digunakan oleh wanita yang ada dikomunitas ini. Bahkan dengan berbusana muslimah mengadakan acara-acara fashion dan tutorial hijab untuk mengajarkannya juga kepada wanita muslimah lainnya. Dibalik berbusana dan berhijab ada keindahan tersendiri yang terpancar dari aura wajah, akan tetapi kita juga tidak boleh memaksa orang lain untuk
mengenakannya secara paksa".19
18
Hasil Wawancara Firah Mungkamil Anggota Komunitas Al Humaira pada tanggal 13 Desember 2017.
19
Hasil Wawancara dengan Cut Annisa Anggota Komunitas Al Humaira pada tanggal 13 Desember 2017.
57
Dari beberapa persepsi tentang motivasi Komunitas Al Humaira yang diutarakan oleh responden dapat disimpulkan bahwa, motivasi komunitas Al Humaira merupakan kewajiban bagi setiap muslimah agar senantiasa mengenakan pakaian yang dapat menutupi auratnya. Berbusana muslimah dan berhijab dapat melindungi diri seorang muslimah dari gangguan yang tidak diinginkan. Selain itu berbusana muslimah dan berhijab dapat pula menjaga martabat seorang muslimah serta dapat membedakannya dari wanita nonmuslim.
C. Metode Mengungkapkan Identitas Diri Muslimah di Komunitas Al-Humaira Banda Aceh
Cara mengungkapkan identitas diri menurut ketua komunitas Al Humaira Mbak Linda Setywati bahwa "sebagai komunitas yang mengedepankan silaturahmi dan penguatan nilai-nilai Islam melalui cara berbusana, kami berusaha melakukan kegiatan-kegiatan yang memiliki nilai manfaat kepada kami sebagai anggota dari komunitas itu sendiri maupun ke luar. Selama ini manfaat yang kami rasakan secara internal adalah semakin kuatnya silaturahmi antaranggota, terasa semakin menguatkan rasa persahabatan dan persaudaraan sesama muslim, dan semakin bertambah pengetahuan serta pemahaman nilai-nilai Islam dalam diri kami. Itu karena kegiatan pengajian yang kami adakan menghadirkan penceramah dengan tausiah-tausiah penyejuk hati.
Selain itu, untuk dampak yang sifatnya eksternal, kami bisa merasakan syiar kami melalui fashion mendapat respons positif dari muslimah. Aktivitas yang kami lakukan Alhamdulillah juga semakin bertambah, seperti mengunjungi panti asuhan, berbagi dengan anak yatim. Semakin bertambahnya anggota
semakin banyak pula jumlah sumbangan yang dapat kami beri pada yang membutuhkan. Hal inilah yang menjadi dampak aktivitas yang kami lakukan. setiap manusia pasti akan berhubungan dengan orang lain. Oleh karena itu manusia disebut makhluk sosial karena manusia tidak bisa hidup tanpa orang lain. Manusia adalah makhluk sosial yang memiliki tujuan dalam hidupnya. Manusia juga diciptakan sebagai makhluk multidimensional, memiliki akal pikiran dan kemampuan berinteraksi secara personal maupun sosial Kebutuhan untuk bermasyarakat atau berkumpul dengan sesama merupakan kebutuhan dasar (naluri) manusia itu sendiri".20
Menurut Desyifa Fratifa mengungkapkan identitas diri muslimah adalah "kehidupan manusia berhubungan erat dengan interaksi yang hanya terjadi jika melibatkan dua orang atau lebih. Interaksi manusia dalam masyarakat menjadi lebih kompleks daripada hanya interaksi antar dua pribadi. Disaat itulah manusia akan mulai mencari jati diri melalui kebersamaan dengan orang lain sekaligus membentuk identitas diri. Faktor genetik memainkan sebuah peran terhadap identitas diri, atau konsep self, yang sebagian didasarkan pada interaksi dengan orang lain yang dipelajari dan dimulai dengan anggota keluarga terdekat,
kemudian meluas ke interaksi dengan mereka di luar".21
Sedangkan Venta Rini meyatakan bahwa mengungkapkan jadi diri muslimah adalah "mengenal jati diri dan memperkuat identitas diri di tengah masyarakat dapat dipermudah ketika manusia tergabung dalam sebuah komunitas
20
Hasil Wawancara dari Ketua Al Humaira Linda Setywati pada tanggal 11 Desember 2017.
21
Hasil Wawancara dengan Desyifa Fratifa Anggota Komunitas Al Humaira pada tanggal 13 Desember 2017.
59
atau kelompok. Karena dalam komunitas atau kelompok inilah setiap individu secara perlahan membuka diri untuk berinteraksi dengan anggota lain". Komunitas Al Humaira tidak hanya memfokuskan diri di komunitas ini saja. Akan tetapi setiap anggota pasti mengikuti atau mendaftarkan diri di komunitas-komunitas lainnya, seperti halnya mengikuti komunitas-komunitas yang ada di kampus masing-masing. Ada juga salah satu dari anggota Al Humaira menjadi finalis
Hijab Hunt 2016.22 Bahkan ada yang pernah menduduki duta wisata berbagai
daerah juga. Salah satu kesempatan yang di dapatkan oleh setiap anggota adalah berkesempatan untuk menghadiri acara TV MNC Muslim yaitu "Hijab Me". Acara "Hijab Me" merupaka sebuah acara yang membahas tentang busana dan gaya hijab yang sedang trendy dikalangan remaja muslimah. Diacara tersebut anggota Al Humaira memaparkan bahwasanya hijab bukanlah pengahalang bagi setiap wanita untuk terus berkarya menciptakan ide-ide cemerlang dan pastinya untuk berfashion sesuai trend masa kini. Komunitas Al Humaira berkokoh untuk menjadi panutan bagi muslimah Aceh terutama remaja agar menjadi sosok muslimah yang tidak hanya cantik, namun juga dilengkapi dengan talenta dan
sikap yang patut dicontohkan.23
Menurut Yayank Raudhatul Safitri mengetahui jati diri muslimah komunitas Al Humaira adalah "ketika manusia menjadi anggota dalam komunitas, selalu ingin merasa satu dalam upaya pembentukan pribadi diri. Semakin
22
Hasil Wawancara dengan Venta Rini Anggota Komunitas Al Humaira pada tanggal 11 Desember 2017.
23
Hasil Wawancara dengan Venta Rini Anggota Komunitas Al Humaira pada tanggal 11 Desember 2017.
meningkatnya pengetahuan tentang diri kita, maka semakin mudah untuk kita
dalam membentuk identitas diri yang akan membedakan kita dari orang lain".24
Sedangkan menurut Mia Rizky Safitri menyakan bahwa "dalam komunitas inilah terjalinnya komunikasi kelompok yang dapat mempengaruhi pikiran dan perilaku anggota yang tergabung didalamnya. Saat ini semua wanita
tertarik untuk motivasi hijab Islami, termasuk setiap wanita remaja Aceh.25
Menurut salah satu anggota Komunitas Al Humaira yang juga berprofesi sebagai Duta yaitu Fauziah Aida Fitri mengungkapkan jati diri muslimah adalah "komunitas Al Humaira telah menginspirasi banyak kaum muslimah muda untuk bergaya dan berbusana ala Hijabers yang stylish dan modern. Buktinya, sudah banyak muslimah yang bergabung dalam komunitas Al Humaira seperti
komunitas Hijabers khusus untuk para mahasiswi muslim".26
Menurut Firah Mungkamil kalau untuk mengungkapkan identitas jati diri muslimah yaitu berupa "Kesadaran taat beragama dan tuntutan fashion membuat banyak wanita Indonesia mengkreasikan busana muslimah dengan berbagai model dan gaya. Dari apa yang mereka kenakan, mereka ingin mengungkapkan nilai sosial mereka dan ingin mendapatkan pengakuan tersebut dari lingkungan sosial di sekitarnya".27
24
Hasil Wawancara dengan Yayank Raudhatul Safitri Anggota Komunitas Al Humaira pada tanggal 11 Desember 2017.
25
Hasil Wawancara dengan Mia Rizky Fitri Anggota Komunitas Al Humaira pada tanggal 12 Desember 2017.
26
Hasil Wawancara dengan Fauziah Aida Fitri Anggota Komunitas Al Humaira pada tanggal 12 Desember 2017
27
Hasil Wawancara dengan Firah Mungkamil Anggota Komunitas Al Humaira pada tanggal 12 Desember 2017
61
Sedangkan menurut Cut Annisa perempuan yang juga aktif di komunitas Al Humaira meyatakan bahwa jati diri pada seorang muslimah sangat diperlukan karena "menguatkan jati diri untuk berbusana muslimah adalah alat sebagai untuk mencapai tujuan hidup di dunia dan akhirat. Bagi mereka penggunaan berbusana muslimah secara syar’i merupakan satu-satunya cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan hidup mereka agar mencapai kedamaian baik di dunia maupun di akhirat. Hijab sebagi identitas, individu berusaha menunjukkan tentang identitas
dirinya kepada orang lain sebagi seorang muslimah".28
Menurut anggota komunitas yang bernama Yulia Ulfa, identitas jadi diri seorang perempuan muslimah didapatkan pada "penilaian terhadap diri muncul dari interaksi berdasarkan konteks kelompok. Hal inilah yang mengembangkan
konsep diri dan menentukan perkembangan kepribadian seseorang."29
Menurut Nadia Cinintya Lestari menemukan identitas jadi diri perempuan muslimah adalah "ditinjau dari aspek kewajiban, adalah murni untuk menemukan dan memenuhi kewajiban dan perintah agama, sebagai penyempurnaan pakaian muslimah, sebagai pelindung kehormatan wanita muslim, dan hijab berfungsi sebagai identitas muslim yang modern dan
fashionable".30
Dari beberapa jawaban dari responden tentang mengungkapkan identitas jati diri muslimah adalah peranan wanita penghayatan dan pengamalan dalam
28
Hasil Wawancara dengan Cut Annisa Anggota Komunitas Al Humaira pada tanggal 13 Desember 2017.
29
Hasil Wawancara bersama Yulia Ulfa Anggota Komunitas Al Humaira pada tanggal 11 Desember 2017.
30
Hasil Wawancara dengan Nadia Cinintya Lestari Anggota Komunitas Al Humaira pada tanggal 11 Desember 2017.
kehidupan sehari-hari sengat penting, bahkan menentukan. Seorang muslimah yang beriman, beramal soleh dan selalu menjaga diri dari perbuatan dan sikap yang dilarang Allah, dapat membawa ketenangan bagi keluarga dan masyarakat sekitarnya.
Dalam hal ini maka pengetahuan, pemahaman dan keyakinan muslimah terhadap Islam sebagai sumber nilai dan sebagai pandangan hidup, akan sangat menentukan dalam memerankan peran ganda muslimah sehingga tidak akan terjadi konflik peran.
61 BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian dari hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, peneliti dapat menarik kesimpulan terhadap kokunitas Al Humaira sebagai berikut:
Komunitas Al Humaira berdiri pada 1 Juli 2016 diinisiatorkan oleh Rara Tarmizi, Alinda Iin dan Venta Rini, walau masih tergolong baru komunitas ini mendapat respon postif dari masyarakat, terbukti sudah lebih dari 89 muslimah telah bergabung menjadi anggotanya. Dalam perkembangannya komunitas Al Humaira telah menjadi wadah untuk berkumpulnya para perempuan muslimah Aceh untuk mengembangkan kreatifitas dan jiwa sosialnya. Untuk terwujudnya suatu wadah perempuan muslimah yang sholeha dan modern pada gaya berbusana khususnya menjadi motivasi awal dari komunitas Al Humaira. Dengan adanya wadah ini komunitas Al Humaira terus berkembang dengan adanya penambahan anggota dari waktu ke waktu.
Peran komunitas Al Humaira terhadap terjadinya interaksi sosial didalam maupun diluar komunitas yaitu sebagai tempat coming out, tempat tukar informasi, tempat menunjukkan eksistensi, dan tempat untuk saling menguatkan. Keempat peran tersebut ada di dalam Komunitas Al Humaira Banda Aceh dimana dalam setiap perannya, anggota secara tidak langsung akan melakukan interaksi baik dalam penyampaian pesan, interaksi saat berkumpul dengan komunitas lain dan interaksi dengan masyarakat maupun interaksi dengan sesama anggota untuk saling membantu dan memberi dukungan.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian ini berikut beberapa saran yang dapat peneliti ajukan:
Pada setiap interaksi yang terjadi di Komunitas Al Humaira harus benar-benar diperhatikan ketika melakukan interaksi baik dengan sesama anggota dab bahkan masyarakat sekitar. Adakalanya terjadi perselisihan hanya karena kesalah pahaman dalam berinteraksi.
Dalam hal perekrutan pelatih pengurus tidak hanya ketua dan pengurus yang bergerak, para anggota sebaiknya bisa bersuara untuk menunjuk salah satu cara untuk merekrut anggota baru sesuai dengan aturan yang telah ditentukan, sehingga wanita muslimah lain mengetahui kapan penerimaan anggota baru.
Sebaiknya dalam setiap kegiatan yang diadakan oleh Komunitas Al Humaira para anggota mengajak teman lain untuk ikut dan mau bergabung dengan komunitas Al Humaira, sehingga perlahan-lahan bisa muncul ketertarikan terhadap komunitas ini.
65
DAFTAR PUSTAKA
Abu Ahmadi. Psikologi Sosial. Surabaya: PT. Bina Ilmu Offset, 1979
Ambar Teguh Sulistiyani. Kemitraan dan Model-Model Pemberdayaan. Jakarta; 2004
Danny Haryanto dan G. Edwi Nugroho. Pengantar Sosiologi Dasar. Jakarta 2011 Cholil Mansyur. Sosiologi Masyarakat Desa dan Kota. Surabaya: Usaha
Nasional, 1987
D. Sirojuddin Ar. Ensiklopedi Hukum Islam. Jakarta: PT Ictiar Br Van Hoeve, 1997
George Ritzer, Sosiologi Ilmu Pengetahuan Berparadigma Ganda, Jakarta: Pt. Raja Grafindo Persada, 2010
George Ritzer, Teori Sosiologi Klasik, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2012 http://sosiologiada.blogspot.co.id/2015/11/pengertian-ciri-dan-jenis komunitas-sosial.html
http://www.kuttabku.com/2017/08/pengertian-ciri-ciri-jenis-serta-contoh-komunitas-sosial-pedesaan-perkotaan-religius-dan-ekonomi.html Ibnu Taimiyyah. Jilbab dan Cadar Dalam Al-Qur’an. Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, 1994
Muhammad Fahd Als-Tsuwaini, Makin Cantik dengan Berjilbab. Jakarta: Najla Perss, 2006
Murtadha Muthahhahi. Wanita dan Hijab. Jakarta: Lentera, 2003
M.D. Laode, Etnis Cina Indonesia dalam Politik. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor, 2012
sel Nogi. Menejmen Politik. Jakarta: PT. Grasinada, 2005
Suginin Pronoto. Pemebelajaran Rehat Rekom Pasca Gempa di Sumatera. Yogya: Gramedia 2009
Soerjono Soekanto. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Yayasaan Penerbit Universitas Indonesia, 1975
Fredian Tonny. Webster Twentich Centuri Dictionary Cet 11. Amrika Serikat: Noah Webster 2003
Bimo Walgito. Psikologi Sosial. Yogyakarta: Andi Offset. 1994
Fada Abdur Razak Al-Qashir. Wanita Muslimah Antara Syariat Islam dan
Budaya Barat. Yogyakarta: Darussalam Perum Griya Asri 2004
Syeikh Muhammad Nasruddin Al-Abani. Jilbab Wanita Muslimah. Solo: At-Tibian
Soejono dan Abdurrahman. Metode Penelitian Suatu Pemikiran dan Penerapan. Jakarta: Bina Adi Aksara 2005
Prasetia Heru, Pakaian, Gaya, dan Identitas Perempuan Islam, Desantara Foundation: Depok, 2010.
SELURUH KEGIATAN ANGGOTA KOMUNITAS AL HUMAIRA BANDA ACEH
Gambar 1: selesai rapat setiap anggota Al Humaira
Gambar 3: Optimalisasi Peningkatan Wisata Halal Melalui Media Sosial
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
1. Identitas Diri
Nama : Uswatun Maqfirah
Tempat/Tgl. Lahir : Aceh Besar, 29 Januari 1996
Pekerjaan/Nim : Mahasiswi/ 361303548
Agama : Islam
Kebangsaan/Suku : Indonesia/ Aceh
Status : Belum Menikah
Alamat : Gampong Seureumo, Indrapuri, Aceh Besar
2. Orang Tua/Wali
Nama Ayah : Syamsuddin
Pekerjaan : Wiraswasta
Nama Ibu : Ainal Mardhiah
Pekerjaan : IRT
3. Riwayat Pendidikan
1. MIN Lampupok Raya Tahun Lulus 2007
2. SMPN 14 Banda Aceh Tahun Lulus 2010
3. SMAN 13 Banda Aceh Tahun Lulus 2013
Banda Aceh, 31 Januari 2018 Penulis,