HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian Perairan Sekatap
4.4 Struktur Komunitas Lamun di Perairan Sekatap
Data struktur komunitas lamun di perairan Sekatap diantaranya meliputi kerapatan, frekuensi, tutupan, indeks nilai penting, indeks keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi. Data struktur komunitas lamun disajikan seperti pada sub bab berikut.
4.4.1. Kerapatan Lamun di Perairan Sekatap
Kerapatan lamun di perairan Sekatap secara lengkap dan rinci disajikan seperti pada tabel 9.
Tabel 9 Kerapatan lamun di perairan Sekatap
No. Jenis Kerapatan
(tegakan/m2) Kerapatan Relatif (%) 1 E. Accoroides 26.3 40.7 2 T. Hemprichii 25.9 40.0 3 H. Uninervis 2.5 3.9 4 C. Serullata 4.6 7.1 5 H. Ovalis 5.3 8.3 JUMLAH 64.6 100
Data kerapatan lamun untuk semua jenis yang dijumpai diketahui berbeda-beda nilainya, namun kerapatan lamun berkisar antara 4,6 – 26,2 tegakan/m2 dengan kerapatan rata-rata pada nilai 64,6 tegakan/m2. Jika mengacu pada pernyataan terkait dengan kondisi kesuburan lamun melalui nilai kerapatan, maka kesuburan lamun di perairan Sekatap tergolong rendah.
Merujuk pada sumber literatur Gosari dan Haris (2012)mengatakan bahwa kelas kondisi padang lamun skala 5 memiliki nilai kerapatan > 175 (sangat rapat), jumlah tegakan 125-175 (rapat), jumlah tegakan 75-125 (agak rapat), jumlah tegakan 25-75 (jarang), dan jumlah tegakan <25 (sangat jarang). Melihat dari keterangan diatas, diperoleh kesimpulan bahwa kerapatan total vegetasi lamun di perairan Sekatap sebesar 64 tegakan/m2 tergolong jarang. Untuk melihat kerapatan perjenis lamun yang ditemukan disajikan pada gambar 6.
Gambar 6 Kerapatan dan Kerapatan Relatif Lamun di perairan Sekatap Terlihat pada gambar menunjukkan bahwa kerapatan tertinggi maupun kerapatan relatif tertinggi terjadi pada jenis lamun Enhallus accoroides
dengankerapatan mencapai 26,27 tegakan/m2 (41%), sedangkan kelompok jenis yang memiliki kerapatan terendah yakni Halodule uninervis dengan kerapatan 2,53 tegakan/m2 (4%). Tingginya jenis Enhallus accoroides diduga oleh adanya perakaran yang kokoholeh jenis ini sehingga mampu menjalar dan menguat pada substra sehingga lebih luas area penyerapan unsur haranya, sedangkan pada jenis lamun Halodule uninervis merupakan jenis lamun pionir kecil yang sistem perakarannya halus seperti rambut tipis.
Pendapat para ahli yang dikemukakan oleh Dahuri. (2003) bahwa jenis lamunEnhallus accoroides atau yang disebut dengan Tropical Eelgrass umumnya tumbuh pada sedimen berpasir hingga berlumpur dan didaerah dengan pengadukan alami atau dikenal dengan istilah bioturbasi yang tinggi, juga dapat tumbuh pada sedimen medium dan kasar, dominan pada padang lamun campuran, selalu tumbuh dengan jenis Thalassia hemprichiidan dapat hidup pada kedalaman intertidal hingga 25 meter. Pendapat diatas menerangkan bahwa memang jenis lamun pada Enhallus accoroidesdan Thalassia hemprichii merupakan kelompok jenis lamun yang umumnya dominan pada suatu komunitas lamun.
4.4.2. Frekuensi Lamun di Perairan Sekatap
Frekuensi lamun di perairan Sekatap secara lengkap dan rinci disajikan seperti pada tabel 10.
Tabel 10 Frekuensi lamun di perairan Sekatap
No. Jenis Frekuensi Frekuensi Relatif (%)
1 E. Accoroides 1.0 50.0 2 T. Hemprichii 0.8 38.3 3 H. Uninervis 0.1 3.3 4 C. Serullata 0.1 5.0 5 H. Ovalis 0.1 3.3 JUMLAH 2 100
Nilai frekuensi menggambarkan peluang kehadiran jenis lamun pada suatu area sampling yang disajikan dengan menggunakan nilai persentase. Jika nilai frekuensi yang diperoleh semakin besar, maka peluang kehadiran jenis tersebut pada masing-masing plot juga semakin besar. Jenis yang memiliki nilai frekuensi tertinggi merupakan jenis yang biasanya dominan pada suatu lokasi komunitas
lamun. Untuk melihat nilai frekuensi dan frekuensi relatif lamun di perairan Sekatap disajikan pada gambar 7.
Gambar 7 Frekuensi dan Frekuensi Relatif Lamun di perairan Sekatap
Gambar diatas menujukkan adanya dominan nilai frekuensi tertinggi yang juga terdapat pada jenis Enhallus accoroides dengan nilai frekuensi mencapai 1,0 artinya semua plot pengamatan dapat dijumpai jenis lamun Enhallus accoroides ini. Nilai frekuenis relatif pada lamun Enhallus accoroides juga sebesar 50%, artinya jenis lamun Enhallus accoroides berjumlah sebanyak 50% dari total keseluruhan jenis lamun yang ada, atau dominan dibandingkan dengan jenis lamun lainya. Sedangkan pada jenis lamun Halodule uninervis paling terendah dengan nilai frekuensi hanya 0,07 (3%). Artinya jumlah dari jenis Halodule
uninervis hanya sebanyak 3% dari total keseluruhan lamun yang ditemukan. 4.4.3. Penutupan Lamun di Perairan Sekatap
Penutupan lamun di perairan Sekatap secara lengkap dan rinci disajikan seperti pada tabel 11.
Tabel 11 Penutupan lamun di perairan Sekatap
No. Jenis Penutupan (%) Penutupan Relatif
(%) 1 E. Accoroides 12.7 54.3 2 T. Hemprichii 9.2 39.5 3 H. Uninervis 0.8 3.4 4 C. Serullata 0.5 2.3 5 H. Ovalis 0.1 0.6 JUMLAH 23.4 100
Tutupan lamun di perairan Sekatap berkisar antara 0,13 – 12,7% dengan rata-rata penutupan lamun untuk semua jenis hanya sebebsar 23,4%. Jika merujuk
pada Kep Men LH No. 200 (2004) bahwa tutupan lamun dibagi atas 3 kondisi yakni; penutupan > 60% terkategorikan baik dengan status kaya/sehat, penutupan 30 – 59,9% terkategorikan buruk dengan status kurang kaya/kurang sehat, penutupan < 29, 9% terkategorikan rusak dengan status miskin.Jika dibandingkan dengan hasil kajian dilapangan, maka nilai penutupan lamun tergolong miskin.
Miskinnya tutupan lamun di perairan Sekatap mencirikan adanya penurunan kesuburan lamun akibat dari aktifitas-aktifitas yang ada disekitarnya. Seperti yang diketahui adanya bekas penambangan bauksit, permukiman, pembangunan infrastruktur perkantoran provinsi, jalur transportasi, serta aktifitas perikanan masyarakat. Ada beberapa kegiatan-kegiatan tersebut yang secara langsung akan mengganggu komunitas lamun sehingga kerusakannya akan terus terjadi dikemudian hari. Menurut Septian. (2016) bahwa turunnya kondisi kesehatan lamun dapat ditandai dengan rendahnya nilai tutupan areanya, pengaruh terbesar adalah bersumber dari adanya aktifitas antropogenik yang bersumber dari aktivitas manusia. Untuk melihat jenis lamun yang memiliki nilai frekuensi tertentu, maka disajikan seperti pada gambar 8.
Gambar 8 Tutupan dan Tutupan Relatif Lamun di perairan Sekatap
Tutupan lamun di perairan Sekatap menunjukkan adanya dominan tutupan jenis tertentu yakni Enhallus accoroides dengan nilai tutupan mencapai 12,7 % dengan nilai tutupan relatif 54%. Dibandingkan dengan jenis yang memiliki tutupan terendah yakni Halophila ovalis yang hanya sebesar 0,13% dengan nilai penutupan relatif sebesar 1%.
Data diatas menunjukkan bahwa kondisi morfologi lamun sangat menentukan nilai tutupan suatu jenis lamun, diketahui bahwa lamun Enhallus accoroides yang
memiliki struktur daun besar lebih dominan tingkat tutupannya sedangakan pada lamun Halophila ovalis merupakan jenis lamun kecil dengan ukuran daun yang kecil pula. Sesuai dengan pernyataan yang dikemukakan oleh Hasanuddin. (2013) bahwa umumnya tingkat tutupan lamun tergantung pada ukuran morfometriknya, semakin besar ukuran morfometrik jenis lamun tertentu maka semakin tinggi pula nilai tutupan terhadap jenis tersebut.
4.4.4. Indeks Nilai Penting (INP) Lamun di Perairan Sekatap
Indeks Nilai Penting (INP) lamun di perairan Sekatap secara lengkap dan rinci disajikan seperti pada tabel 12.
Tabel 12 Indeks Nilai Penting (INP) lamun di perairan Sekatap
No. Jenis Frekuensi Relatif
(%)
Penutupan
Relatif (%) Relatif (%) Kerapatan INP (%)
1 E. accoroides 50.0 54.3 40.7 144.9 2 T. hemprichii 38.3 39.5 40.0 117.8 3 H. uninervis 3.3 3.4 3.9 10.7 4 C. serullata 5.0 2.3 7.1 14.4 5 H. ovalis 3.3 0.6 8.3 12.2 JUMLAH 100 100 100 300
Gambar 9 Indeks Nilai Penting Lamun perairan Sekatap
Berdasarkan hasil data yang telah terhimpun dari nilai kerapatan relatif, frekuensi relatif, serta tutupan relatif, diperoleh nilai indeks nilai penting seperti tersaji pada tabel diatas, menunjukkan bahwa nilai INP berkisar antara 10,7% –
144.9 117.8 10.7 14.4 12.2 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 100.0 120.0 140.0 160.0
E. accoroides T. hemprichii H. uninervis C. serullata H. ovalis