KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERFIKIR
2.1 Kajian Pustaka
2.1.2 Belajar Gerak
2.1.4.2 Struktur Modifikasi Permainan Olahraga
Menurut (Adang Suherman, 2000: 31) Tahap dalam belajar bermain adalah mempelajari strategi dasar permainan. Sering kali para guru mengajar permainan secara khusus tetapi terkadang lupa sekaligus mengajar struktur permainannya. Untuk itu pembelajaran dapat dimodifikasi dengan cara mengurangi struktur permainan yang sebenarnya hingga pembelajaran strategi dasar bermain dapat diterima dengan relatif mudah oleh siswa. Pengurangan struktur permainan ini dapat dilakukan terhadap faktor :
1) Ukuran lapangan.
2) Bentuk, ukuran, dan jumlah peralatan yang digunakan. 3) Jenis skill yang digunakan.
4) Aturan.
5) Jumlah pemain.
2.1.5 Pendidikan Jasmani, Olahraga Dan Kesehatan.
Pada dasarnya penjasorkes merupakan proses pendidikan melalui proses aktifitas jasmani sekaligus untuk meningkatkan kesegaran jasmani. Oleh karena itu tujuan yang ingin dicapai melalui pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan
adalah mencakup perkembangan individu secara menyeluruh. Artinya cakupan penjasorkes tidak hanya pada aspek jasmani saja, akan tetapi juga aspek mental, aspek emosional, social dan spiritual.
2.1.6 Permainan Dan Pendidikan Jasmani.
Permainan merupakan salah satu bentuk kegiatan pendidikan jasmani. Oleh karena sebab itu permainan atau bermain mempunyai tugas dan tujuan yang sama dengan tugas dan tujuan pendidikan jasmani (Sukintaka, 1992: 11).
Menurut (Sukintaka, 1992: 7) menyatakan bahwa sifat bermain adalah sebagai berikut :
1) Bermain merupakan aktivitas yang dilakukan dengan suka rela atas dasar rasa senang.
2) Bermain dengan rasa senang akan menimbulkan aktivitas yang dilakukan secara spontan.
3) Bermain dengan rasa senang untuk memperoleh kesenangan menimbulkan kesadaran agar bermain dengan baik dan perlu berlatih, kadang-kadang memerlukan kerjasama dengan teman, menghormati lawan, mengetahui kemampuan teman, patuh pada peraturan, dan mengetahui kemampuan dirinya sendiri.
2.1.7 Pendidikan Jasmani SMP
Pendidikan jasmani adalah suatu proses pembelajara melalui aktivitas jasmani yang didesain untuk meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan keterampilan motorik, pengetahuan dan perilaku hidup sehat dan aktif, sikap sportif, dan kecerdasan emosi. Lingkungan belajar diatur secara seksama untuk
meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan seluruh ranah pendidikan jasmani, psikomotor, kognitif, dan afektif setiap siswa.
Menurut Hough, dkk dalam Rusli Lutan (2000: 3), mendefinisikan mengajar sebagai proses penataan manusia, materi, dan sumber-sumber untuk keperluan kelancaran proses belajar. Khususnya untuk pendidikan jasmani, penataan dalam proses pembuatan perencanaan mengajar pendidikan jasmani nampak lebih penting mengingat lingkungan belajarnya yang agak unik. Pentingnya suatu perencanaan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain :
1) Waktu mengajar yang relatif terbatas
Jumlah waktu yang relatif terbatas untuk mengajar pendidikan jasmani merupakan salah satu faktor pentingnya membuat perencanaan pengajaran. Rata-rata frekuensi mengajar pendidikan jasmani dalam seminggu adalah satu kali dengan jumlah waktu sekitar 2 x 30 atau 40 menit.
2) Jumlah siswa dan fasilitas
Jumlah siswa yang cukup banyak dan peralatan dan fasilitas yang relatif terbatas akan mempengaruhi teknik dan strategi mengajar agar tujuan pengajaran dapat tercapai dengan baik.
3) Latar belakang guru
Walaupun kemungkinan besar semua guru pendidikan jasmani adalah lulusan dari lembaga persiapan guru pendidikan jasmani, tapi tidak menutup kemungkinan guru pendidikan jasmani harus mengajar pelajaran yang tidak diperolehnya waktu mengikuti pendidikan. Dalam hal ini perencanaan pengajaran sangat membantu guru agar dapat mengajar dengan baik.
4) Karakteristik siswa
Setiap siswa mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, seperti kemampuan fisik, pengetahuan, minat, lingkungan sosial dan ekonomi, dan letak geografisnya. Semua itu memerlukan perencanaan yang baik sehingga semua siswa ikut belajar sesuai dengan tingkat kemampuan dan perkembangannya.
5) Keterlibatan guru lain
Terkadang guru pendidikan jasmani memerlukan bantuan guru lain untuk mengawasi program yang diberikan kepada siswa. Dalam kasus demikian perencanaan perlu dibuat sehingga guru yang terlibat tahu secara pasti arah, tujuan, dan jenis kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa yang diawasinya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa proses mengajar pada dasarnya adalah proses penataan yang akan selalu melibatkan proses sebelum pelaksanaan (perencanaan), pelaksanaan (melaksanakan perencanaan), dan proses setelah pelaksanaan (evaluasi).
2.1.8 Pengembangan Permainan Bolavoli
Permainan bola voli adalah merupakan cabang olahraga permainan bola besar yang dimainkan oleh dua regu yang masing–masing regu terdiri dari 6 orang. Permainan ini adalah permainan kontak tidak langsung, sebab masing-masing regu bermain dalam lapangannya sendiri yang dibatasi oleh jaring atau net. Prinsip permainan bola voli adalah memvoli (memantulkan dengan tangan) dan berusaha menjatuhkan kedalam bidang permainan lawan dengan menyeberangkan bola melewati jaring atau net, dan mempertahankan bola agar tidak jatuh dibidang pertahanan sendiri. Bola harus benar-benar dipukul tidak
boleh ditangkap, dipegang dan dilemparkan. Setiap regu diperbolehkan memantulkan bola sebanyak tiga kali sebelum melewati net. Selama permainan pemain tidak diperkenankan memegang jaring atau net dan melewati garis tengah masuk kedaerah pertahanan lawan, adapun gambar lapangan bola voli sebagai berikut :
Gambar 1.
Bentuk dan Ukuran Lapangan Bola Voli.
(Sumber: Yunus. M., Olahraga Pilihan Bolavoli, 1992: 72). 2.1.8.1Teknik- Teknik Dasar Permainan Bolavoli
Permainan bola voli memiliki gerak dasar yang memuat keterampilan: servis, mengoper (passing), memukul (spiking), mengumpan (setting), dan membendung (blocking). Keterampilan melakukan servis, mengumpan pada teman sesama tim, dan usaha mengembalikan bola ke tim lawan dalam usaha terjadinya relly dalam bermain adalah aktivitas permainan bola voli yang dapat dimainkan di tingkat SMP.
Gambar 2.
Posisi siap menerima bola
Teknik adalah suatu proses melahirkan keaktifan jasmani dan pembuktian suatu praktek dengan sebaik mungkin untuk menyelesaikan tugas yang pasti pada cabang bola voli.
Adapun teknik dasar permainan bola voli terdiri dari servis, passing, set-up, smash dan block ( M.Yunus, 1992: 62) :
1) Servis
Pada mulanya servis ini hanya merupakan pukulan pembukaan untuk memuli suatu permainan sesuai dengan kemajuan permainan,tetapi bila ditinjau dari sudut taktik sudah merupakan suatu serangan awal untuk mendapatkan nilai agar suatu regu berhasil meraih kemenangan dalam permainana. Menurut (M. Yunus, 1992: 137) bahwa“ servis merupakan permulaan untuk memulai pertandingan dilakukan dari daerah servis dibelakang lapangan sebelah kanan selebar 3 meter”. Demikian halnya menurut (Beutelstahl dieter, 2007: 8) yang menyatakan bahwa “servis adalah sentuhan pertama dengan bola” dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa servis adalah sentuhan pertama dengan bola untuk memulai suatu pertandingan. Servis dengan teknik yang tinggi akan mempersulit lawan untuk menerima bola.
Gerakan servis bawah
(Sumber : Viera, Barbara L., Bola voli Tingkat pemula, 2004: 200). 2) Passing
Passing adalah mengoper bola kepada teman satu regu dengan suatu teknik tertentu, sebagai langkah pertama untuk menyusun pola serangan kepada lawan (M.Yunus, 1992: 97). Macam- macam passing adalah passing bawah dan atas :
Gambar 4. Gerakan passing bawah
(Sumber : Viera, Barbara L, Bola voli Tingkat pemula, 2004: 20). 3) Umpan( Set – up )
Umpan adalah menyajikan operan bola atau umpan kepada teman dalam satu regu, yang kemudian diharapkan bola tersebut dapat diserangkan kedaerah lawan dalam bentuk Smash. Umpan yang baik harus memenuhi beberapa persyaratan agar teman satu regu mudah untuk melakukan serangan kepertahanan lawan. Kriteria tersebut yakni :
a. Bola harus melambung diatas jaring dengan tenang didaerah serang lapangan sendiri.
b. Bola harus berada diatas jaring-jaring dengan ketinggian yang cukup agar dapat di smash oleh Smasher.
c. Jarak umpan dengan net sesuai tipe serangan yang diinginkan. Pada umpan normal jarak bola dengan net berkisar 20 – 50 cm (Suharno HP, 1979: 19-20).
Gambar 5. Gerakan passing atas
(Sumber: Yunus, M. Olahraga Pilihan Bola voli, 1992: 9). 4) Smash/ spike
Smash adalah tindakan memukul bola yang lurus kebawah dengan tenaga atau dorongan yang kuat sehingga bola akan bergerak dengan cepat dan menukik melewati atas jaring menuju lapangan lawan dan lawan akan sulit menerimanya. Dalam permainan bola voli smash berguna sebagai alat penyerangan yang paling mematikan dan sebagai teknik yang paling sulit untuk dilakukan oleh pemula dan perlu latihan secara bertahap seperti yang dikatakan oleh (M. Yunus, 1992: 108), smash merupakan pukulan yang utama dalam penyerangan permainan bola voli dalam usaha mendapatkan angka/point untuk meraih suatu kemenangan dalam suatu pertandingan.
Bendungan adalah tindakan yang dilakukan untuk membentuk benteng pertahanan untuk menangkis serangan dari lawan dan dapat dikatakan bahwa block merupakan pertahanan yang pertama bagi menahan serangan yang dilakukan oleh lawan dengan cara membendung smash tersebut di depan jaring (M. Yunus 1992: 119).