• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. GAMBARN UMUM OBJEK PENELITIAN

D. Struktur Organisasi Badan Kepegawaian Daerah

Struktur organisasi Badan Kepegawaian Daerah terdiri dari beberapa bidang dan sub bidang, yaitu :

a. Kepala Badan

b. Secretariat, terdiri dari :

1. Sub bagian penyusunan program 2. Sub bagian keuangan

3. Sub bagian umum

c. Bidang Pengembagan Pegawai, terdiri dari : 1. Sub bidang perencanaan dan pengadaan

2. Sub bidang pemberhentian dan kesejahteraan pegawai d. Bidang Mutasi Pegawai, terdiri dari :

1. Sub bidang penempatan dan mutasi jabatan 2. Sub bidang kepangkatan

e. Bidang Diklat aparatur, terdiri dari :

1. Sub bidang diklat structural dan pendidikan umum 2. Sub bidang teknis dan fungsional

f. Bidang Data dan Informasi Pegawai 1. Sub bidang informasi kepegawaian 2. Sub bidang data dan dokumentasi g. Unit pelaksana teknis badan (UPTB) h. Kelompok jabatan fungsional

Tugas dan fungsi dari masing-masing bidang adalah sebagai berikut : a. Sekretariat

Sekretariat mempunyai tugas membantu kepala badan melakukan koordinasi penyusunan program, pelayanan administrasi serta pengelolaan keuangan, baik dalam satuan organisasi badan maupun dalam lembaga antara badan /perangkat daerah lainnya. Secretariat menyelenggarakan fungsi : 1. Pengkoordinasian penyusunan program

2. Pengelolaan keuangan

3. Pelayanan administrasi yang meliputi surat menyurat, umum, keuangan dan rumah tangga, dan

4. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh kepala badan kepegawaian daerah

b. Uraian Tugas Subbagian Penyusunan Program

1. Subbagian Penyusunan Program mempunyai tugas melakukan pengelolaan surat menyurat, Umum, Keuangan dan rumah tangga.

2. Uraian tugas Subbagian Penyusunan Program meliputi:

a. Menghimpun dan membuat rencana strategis, program kerja serta kegiatan di lingkungan Sekretariat Badan;

b. Merencanakan kegiatan Subbagian Penyusunan Program berdasarkan kegiatan tahun sebelumnya, sebagai bahan untuk melaksanakan kegiatan sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan;

c. Memberi petunjuk kepada bawahan di lingkungan Subbagian Penyusunan Program agar dalam melaksanakan tugas sesuai dengan petunjuk dan ketentuan yang berlaku sehingga tercapai efektifitas dan efisiensi pelaksanaan tugas;

d. Membagi tugas atau kegiatan kepada para bawahan di lingkungan Subbagian Penyusunan Program dengan memberikan arahan baik secara tertulis maupun lisan sesuai dengan permasalahan dan bidang tugasnya masing-masing;

e. Membimbing para bawahan di lingkungan Subbagian Penyusunan Program dan melaksanakan tugas agar sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku;

f. Memeriksa, mengoreksi dan mengontrol hasil kerja para bawahan di lingkungan Subbagian Penyusunan Program guna penyempurnaan lebih lanjut;

g. Menilai kinerja para bawahan di lingkungan Subbagian Penyusunan Program berdasarkan ketentuan yang berlaku untuk dipergunakan sebagai bahan dalam peningkatan karier;

h. Menghimpun dan mempelajari peraturan perundang-undangan, kebijakan teknis, pedoman dan petunjuk teknis serta bahan-bahan lainnya yang berhubungan dengan penyusunan program-program pada Subbagian Penyusunan Program sebagai pedoman dan landasan kerja;

i. Menghimpun, membuat dan mengevaluasi Laporan Akuntabilitas Kinerja Triwulan, Semester dan Tahunan di lingkungan Subbagian Penyusunan Program;

j. Mencari, mengumpulkan, menghimpun, dan mengolah data dan informasi yang berhubungan dengan penyusunan program-program di lingkungan Subbagian Penyusunan Program;

k. Menyiapkan bahan-bahan dalam rangka penyusunan kebijakan, pedoman, dan petunjuk teknis mengenai penyusunan program-program kerja di lingkungan Subbagian Penyusunan Program serta program kerja tahunan;

l. Menginventarisasi permasalahan yang berhubungan dengan penyusunan program-program di lingkungan Subbagian Penyusunan Program serta menyiapkan bahan-bahan dalam rangka pemecahan masalah;

m. Menghimpun dan menginventarisasi dalam rangka perumusan kebijakan bidang Penyusunan Program;

n. Melakukan koordinasi terhadap satuan kerja perangkat daerah dalam proses perencanaan, pelaksanaan, monitoring, evaluasi dan pelaporan bidang Penyusunan Program;

o. Melakukan koordinasi dengan satuan kerja perangkat Daerah terkait melalui Sekretariat Badan Kepegawaian Daerah, dalam pelaksanaan tugas subbagian pemerintahan Penyusunan Program;

p. Melakukan tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris baik secara tertulis maupun lisan sesuai dengan tugasnya dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas Sekretaris.

c. Uraian Tugas Subbagian Keuangan

1. Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan penyusunan program serta melakukan evaluasi Keuangan.

2. Uraian tugas Subbagian Keuangan meliputi:

a. Menghimpun dan membuat rencana strategis, program kerja serta kegiatan di lingkungan Sekretariat Badan;

b. Merencanakan kegiatan Subbagian Keuangan berdasarkan kegiatan tahun sebelumnya, sebagai bahan untuk melaksanakan kegiatan sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan;

c. Memberi petunjuk kepada bawahan di lingkungan Subbagian Keuangan agar dalam melaksanakan tugas sesuai dengan petunjuk dan ketentuan yang berlaku sehingga tercapai efektifitas dan efisiensi pelaksanaan tugas;

d. Membagi tugas atau kegiatan kepada para bawahan di lingkungan Subbagian Keuangan dengan memberikan arahan baik secara tertulis maupun lisan sesuai dengan permasalahan dan bidang tugasnya masing-masing;

e. Membimbing para bawahan di lingkungan Subbagian Keuangan dan melaksanakan tugas agar sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku;

f. Memeriksa, mengoreksi dan mengontrol hasil kerja para bawahan di lingkungan Subbagian Keuangan guna penyempurnaan lebih lanjut;

g. Menilai kinerja para bawahan di lingkungan Subbagian Keuanganberdasarkan ketentuan yang berlaku untuk dipergunakan sebagai bahan dalam peningkatan karier;

h. Menghimpun dan mempelajari peraturan perundang-undangan, kebijakan teknis, pedoman dan petunjuk teknis serta bahan-bahan lainnya yang berhubungan dengan penyusunan program-program pada Subbagian Keuangan sebagai pedoman dan landasan kerja;

i. Menghimpun, membuat dan mengevaluasi Laporan Akuntabilitas Kinerja Triwulan, Semester dan Tahunan di lingkungan Subbagian Keuangan;

j. Mencari, mengumpulkan, menghimpun, dan mengolah data dan informasi yang berhubungan dengan penyusunan program-program di lingkungan Subbagian Keuangan;

k. Menyiapkan bahan-bahan dalam rangka penyusunan kebijakan, pedoman, dan petunjuk teknis mengenai penyusunan program-program kerja di lingkungan Subbagian Keuangan serta program-program kerja tahunan;

l. Menginventarisasi permasalahan yang berhubungan dengan penyusunan program-program di lingkungan Subbagian Keuangan serta menyiapkan bahan-bahan dalam rangka pemecahan masalah;

m. Menghimpun dan menginventarisasi dalam rangka perumusan kebijakan bidang Keuangan;

n. Melakukan koordinasi terhadap satuan kerja perangkat Daerah dalam proses perencanaan, pelaksanaan, monitoring, evaluasi dan pelaporan bidang Keuangan;

o. Melakukan koordinasi dengan satuan kerja perangkat Daerah terkait melalui Sekretariat Badan Kepegawaian Daerah, dalam pelaksanaan tugas Subbagian Keuangan; dan

p. Melakukan tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris baik secara tertulis maupun lisan sesuai dengan tugasnya dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas Sekretaris.

d. Uraian Tugas Subbagian Umum

1. Subbagian Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan Umum.

2. Uraian tugas Subbagian Umum meliputi:

a. Menghimpun dan membuat rencana strategis, program kerja serta kegiatan di lingkungan Sekretariat Badan;

b. Merencanakan kegiatan Subbagian Umum berdasarkan kegiatan tahun sebelumnya, sebagai bahan untuk melaksanakan kegiatan sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan;

c. Memberi petunjuk kepada bawahan di lingkungan Subbagian Umum agar dalam melaksanakan tugas sesuai dengan petunjuk dan ketentuan yang berlaku sehingga tercapai efektifitas dan efisiensi pelaksanaan tugas;

d. Membagi tugas atau kegiatan kepada para bawahan di lingkungan Subbagian Umum dengan memberikan arahan baik secara tertulis maupun lisan sesuai dengan permasalahan dan bidang tugasnya masing-masing;

e. Membimbing para bawahan di lingkungan Subbagian Umum dan melaksanakan tugas agar sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku;

f. Memeriksa, mengoreksi dan mengontrol hasil kerja para bawahan di lingkungan Subbagian Umum guna penyempurnaan lebih lanjut;

g. Menilai kinerja para bawahan di lingkungan Subbagian Umum berdasarkan ketentuan yang berlaku untuk dipergunakan sebagaibahan dalam peningkatan karier;

h. Menghimpun dan mempelajari peraturan perundang-undangan, kebijakan teknis, pedoman dan petunjuk teknis serta bahan-bahan lainnya yang berhubungan dengan penyusunan program-program pada Subbagian Umum sebagai pedoman dan landasan kerja;

i. Menghimpun, membuat dan mengevaluasi Laporan Akuntabilitas Kinerja Triwulan, Semester dan Tahunan di lingkungan Subbagian Umum;

j. Mencari, mengumpulkan, menghimpun, dan mengolah data dan informasi yang berhubungan dengan penyusunan program-program di lingkungan Subbagian Umum;

k. Menyiapkan bahan-bahan dalam rangka penyusunan kebijakan, pedoman, dan petunjuk teknis mengenai penyusunan program-program kerja di lingkungan Subbagian Umum serta program-program kerja tahunan;

l. Menginventarisasi permasalahan yang berhubungan dengan penyusunan program-program di lingkungan Subbagian Umum serta menyiapkan bahan-bahan dalam rangka pemecahan masalah

m. Menghimpun dan menginventarisasi dalam rangka perumusan kebijakan bidang Umum;

n. Melakukan koordinasi terhadap satuan kerja perangkat Daerah dalam proses perencanaan, pelaksanaan, monitoring, evaluasi dan pelaporan bidang Umum;

o. Melakukan koordinasi dengan satuan kerja perangkat Daerah terkait melalui Sekretariat Badan Kepegawaian Daerah, dalam pelaksanaan tugas subbagian pemerintahan Umum; dan

p. Melakukan tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris baik secara tertulis maupun lisan sesuai dengan tugasnya dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas Sekretaris.

e. Uraian Tugas Bidang Pengembangan Pegawai

Bidang Pengembangan Pegawai mempunyai tugas membantu kepala badan dan melakukan kegiatan dalam menyusun kebijakan teknis, pemberian dukungan atas penyelenggaraan tugas di Pengembangan Pegawai.

Bidang Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi :

1. Penyusunan perumusan kebijakan teknis di Bidang Pengembangan Pegawai;

2. Pemberian dukungan dan pelaksanaan tugas pemerintahan di Bidang Pengembangan Pegawai;

3. Pembinaan dan pelaksanaan tugas di Bidang Pengembangan Pegawai; dan

4. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Badan Kepegawaian Daerah.

f. Uraian Tugas Subbidang Perencanaan dan Pengadaan

1. Subbidang Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis dan pemberian dukungan serta pelaksanaan tugas pemerintahan di bidang Perencanaan dan Pengadaan.

2. Uraian tugas Subbidang Perencanaan dan Pengadaan meliputi:

a. Merencanakan kegiatan Subbidang Perencanaan dan Pengadaan berdasarkan kegiatan tahun sebelumnya, sebagai bahan untuk melaksanakan kegiatan sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan b. Memberi petunjuk kepada bawahan di lingkungan Subbidang

Perencanaan dan Pengadaan dalam melaksanakan tugas sesuai dengan petunjuk dan ketentuan yang berlaku sehingga tercapai efektifitas dan efisiensi pelaksanaan tugas;

c. membagi tugas atau kegiatan kepada para bawahan di Subbidang Perencanaan dan Pengadaan dengan memberikan arahan baik secara

tertulis maupun lisan sesuai dengan permasalahan dan bidang tugasnya masing-masing;

a. Membimbing para bawahan di lingkungan Subbidang Perencanaan dan Pengadaan melaksanakan tugas agar sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku;

b. Memeriksa, mengoreksi dan mengontrol hasil kerja para bawahan di lingkungan Subbidang Perencanaan dan Pengadaan guna penyempurnaan lebih lanjut;

c. Menilai kinerja para bawahan di lingkungan Subbidang Perencanaan dan Pengadaan berdasarkan ketentuan yang berlaku untuk dipergunakan sebagai bahan dalam peningkatan karier;

d. Menghimpun dan mempelajari peraturan perundang-undangan, kebijakan teknis, pedoman dan petunjuk teknis, serta bahan-bahan lainnya yang berhubungan dengan Subbidang Perencanaan dan Pengadaan sebagai pedoman dan landasan kerja;

e. Mencari, mengumpulkan, menghimpun dan mengestimasikan, mengolah data dan informasi yang berhubungan dengan tugas Subbidang Perencanaan dan Pengadaan;

f. Memberikan saran pertimbangan kepada Kepala Bidang Pengembangan Pegawai tentang langkah atau tindakan yang perlu diambil dibidang tugasnya;

g. Melakukan koordinasi antar Subbidang Perencanaan dan Pengadaan;

h. Melakukan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Pengembangan Pegawai baik secara tertulis maupun lisan sesuai dengan tugasnya dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas Bidang Pengembangan Pegawai; dan

i. Melaporkan dan bertanggungjawab kepada Kepala Bidang Pengembangan Pegawai dalam melaksanakan tugas di lingkungan Subbidang Perencanaan dan Pengadaan.

i. Uraian Sub bidang Pemberhentian dan Kesejahteraan Pegawai

1. Subbidang Pemberhentian dan Kesejahteraan Pegawai mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis dan pemberian dukungan serta pelaksanaan tugas pemerintahan di bidang Pemberhentian dan Kesejahteraan Pegawai .

2. Uraian tugas Subbidang Pemberhentian dan Kesejahteraan Pegawai meliputi:

a. Merencanakan kegiatan Subbidang Pemberhentian dan Kesejahteraan Pegawai berdasarkan kegiatan tahun sebelumnya, sebagai bahan untuk melaksanakan kegiatan sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan;

b. Memberi petunjuk kepada bawahan di lingkungan Subbidang Pemberhentian dan Kesejahteraan Pegawai dalam

c. Melaksanakan tugas sesuai dengan petunjuk dan ketentuan yang berlaku sehingga tercapai efektifitas dan efisiensi pelaksanaan tugas;

d. Membagi tugas atau kegiatan kepada para bawahan di Subbidang Pemberhentian dan Kesejahteraan Pegawai dengan memberikan arahan baik secara tertulis maupun lisan sesuai dengan permasalahan dan bidang tugasnya masing-masing;

e. Membimbing para bawahan di lingkungan Subbidang Pemberhentian dan Kesejahteraan Pegawai melaksanakan tugas agar sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku;

f. Memeriksa, mengoreksi dan mengontrol hasil kerja para bawahan di lingkungan Subbidang Pemberhentian dan Kesejahteraan Pegawai guna penyempurnaan lebih lanjut;

g. Menilai kinerja para bawahan di lingkungan Subbidang Pemberhentian dan Kesejahteraan Pegawai berdasarkan ketentuan yang berlaku untuk dipergunakan sebagai bahan dalam peningkatan karier;

h. Menghimpun dan mempelajari peraturan perundang-undangan, kebijakan teknis, pedoman dan petunjuk teknis, serta bahan-bahan lainnya yang berhubungan dengan Subbidang Pemberhentian dan Kesejahteraan Pegawai sebagai pedoman dan landasan kerja;

i. Mencari, mengumpulkan, menghimpun dan mengestimasikan, mengolah data dan informasi yang berhubungan dengan tugas Subbidang Pemberhentian dan Kesejahteraan Pegawai;

j. Memberikan saran pertimbangan kepada Kepala Bidang Pengembangan Pegawai tentang langkah atau tindakan yang perlu diambil dibidang tugasnya;

k. Melakukan koordinasi antar Subbidang Pemberhentian dan Kesejahteraan Pegawai;

l. Melakukan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Pengembangan Pegawai baik secara tertulis maupun lisan sesuai dengan tugasnya dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas Bidang Pengembangan Pegawai ; dan

m. Melaporkan dan bertanggungjawab kepada Kepala Bidang Pengembangan Pegawai dalam melaksanakan tugas di lingkungan Subbidang Pemberhentian dan Kesejahteraan Pegawai.

Struktur organisasi Badan Kepegawaian Daerah adalah sebagai berikut :

Sumber : Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Barru K E P A L A

BAB V

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Sistem Akuntansi Pada Badan Kepegawaian Daerah

1. Analisis Transaksi a. Pendapatan

Pendapatan yang dimaksud adalah pendapatan yang diterima oleh Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Barru selama Tahun Anggaran bersangkutan. Karena Badan Kepegawaian Daerah merupakan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang tidak mengelola penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka tidak ada pencatatan terhadap pendapatan, sehingga tidak ada bendahara penerimaan pada Badan Kepegawaian Daerah.

Transaksi penerimaan kas hanya dilakukan oleh Bendahara Pengeluaran yaitu penerimaan kas atas dana yang akan digunakan untuk kegiatan Badan Kepegawaian Daerah selama Tahun Anggaran bersangkutan.

b. Belanja

Pengeluaran pada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Barru di bagi dalam beberapa kelompok, yaitu sebagai berikut : q. Belanja Operasi yang terdiri atas :

a. Belanja pegawai, yakni belanja yang berhubungan langsung dengan pegawai yang ada di lingkungan Badan Kepegawaian Daerah berupa gaji dan tunjangan, honor, serta belanja pegawai lainnya yang bersifat variable atau tidak tetap

b. Belanja barang, mrupakan pengeluaran untuk penyediaan Barang dan Jasa antara lain Biaya Alat Tulis Kantor, Biaya Cetak dan Penggadaan, Biaya Pemeliharaan Peralatan Kantor, Biaya Telepon, Biaya Perjalanan Dinas, biaya BBM, biaya jasa servis dan pemeliharaan peralatan dan perlengkapan kantor, belanja makanan dan minuman, dan lain sebagainya.

r. Belanja Modal, yaitu belanja untuk pengadaan peralatan dan mesin (aset tetap), antara lain adalah computer, laptop, printer, mesin hitung, meja kerja, dan kursi kerja, lemari arsip, meja computer dan lain sebagainya.

c. Aset

Aset yang dimaksud adalah asset tetap yang dikuasai atau digunakan oleh Badan kepegawaian Daerah Kabupaten Barru, yaitu berupa Peralatan dan Mesin, Gedung dan Bangunan dan Aset Tetap lainnya.

2. Jurnal

Dari bukti-bukti transaksi yang ada pada bendahara pengeluaran, maka PPK-BKD melakukan penjurnalan, yang antara lain adalah sebagai berikut :

a. Akuntansi Belanja (Pengeluaran Kas)

Berikut adalah jurnal akuntansi belanja (pengeluaran kas) yang terjadi pada Badan Kepegawaian Daerah :

1. Akuntansi Belanja Uang Persedian (UP)/Ganti Uang (GU)/

Tambahan Uang (TU)

Berdasarkan dokumen sumber yakni mulai dari SPP-UP terdiri dari Surat Pernyataan Pengajuan UP, Surat Pengantar SPP-UP, Ringkasan, Rincian Rencana Penggunaan, Surat Perintah Membayar (SPM) sampai dengan SP2D-UP yang diterbitkan oleh PPKD selaku BUD, maka PPK-BKD akan mencatat transaksi tersebut dalam Jurnal Penerimaan Kas. Jurnal penerimaan kas dibuat oleh PPK-BKD per bulan dengan memperlihatkan rekening Kas di Bendahara Pengeluaran di debet serta no rekening, tanggal terjadinya transaksi, no bukti (di isi dengan no SP2D), R/K PPkD sebagai rekening yang di kredit, jumlah dana yang diterima serta akumulasinya dari tanggal 2 sampai dengan tanggal akhir tiap bulan.

Contoh jurnal penerimaan kas yang tejadi pada Badan Kepegawaian Daerah adalah sebagai berikut :

Pada tanggal 2 Januari 2013 bendahara pengeluaran menerima SP2D Nomor 5360/UP/2013 untuk menerima Uang Persedian.

Berdasarkan bukti tersebut PPK-BKD mencatat transaksi dengan jurnal sebagai berikut :

Tgl 2013

Kode Perkiraan

Nama Perkiraan Ref Debet Kredit

2 Jan Kas di Bendahara Pengeluaran RK-PPKD

343.043.000

343.043.000

Sumber : Jurnal Penerimaan Kas Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Barru

Secara berkala PPK_BKD akan menerima SPJ dari bendahara pengeluaran. SPJ tersebut dilampiri dengan bukti transaksi atas pemakaian Uang Persedian, maka berdasarkan SPJ dan bukti transaksi yang diterimanya PPK-BKD akan mencatatnya dalam jurnal pengeluaran kas dengan rekening belanja-belanja di debet dan kas di Bendahara Pengeluaran di kredit

Contoh jurnal yang dibuat oleh PPK-BKD adalah : Tgl

Sumber : Jurnal Pengeluaran Kas Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Barru

Uang persedian yang telah di belanjakan akan diisi kembali dengan mengajukan SPP-GU dan SPM-GU dan PPKD selaku BUD akan

menerbitkan SP2D-GU. Jika dana yang ada tidak mencukupi untuk kebutuhan belanja organisasi maka Bendahara Pengeluaran akan mengajukan SPP-TU dan SPM –TU.

SPJ yang dibuat oleh bendahara pengeluaran juga dilengkapi dengan Laporan Pertanggungjawaban Bendahara Pengeluaran (SPJ-Belanja Fungsional) dan Buku Kas Umum (BKU). SPJ-Belanja Fungsional menggambarkan:

a. SPJ-LS Gaji sampai dengan bulan lalu, bulan ini dan sampai dengan bulan ini.

b. SPJ-LS Barang dan Jasa sampai dengan bulan lalu, bulan ini dan sampai dengan bulan ini.

c. SPJ-UP/GU/TU sampai dengan bulan lalu, bulan ini dan sampai dengan bulan ini.

Sedangkan BKD menggambarkan jumlah penerimaan, pengeluaran dan saldo dana oleh pada bendahara pengeluaran

2. Akuntansi Belanja Langsung (LS)

Berdasarkan SP2D-LS untuk Gaji dan Tunjangan serta SPJ yang diterima dari bendahara pengeluaran PPK-BKD mencatatnya dalam jurnal penerimaan kas serta jurnal pengeluaran kas.

Sedangkan untuk pencatatan berdasarkan SP2D-LS untuk belanja Barang dan Jasa PPK-BKD mencatatnya pada jurnal Umum dengan mendebet rekening belanja dan mengkredit rekening R/K PPKD.

b. Akuntansi Aset

Belanja modal di lakukan dengan mengajukan SPP-LS dan SPM-LS untuk

pengadaan aset tetap. Berdasarkan SP2D-LS , PPK-BKD akan mencatat belanjanya sedangkan pencatatan pengeluaran kasnya dilakukan oleh PPKD, untuk pengakuan terhadap aset tetapnya maka dibuat jurnal korolari yang dicatat dalam jurnal umum.

Contoh jurnal yang dibuat PPK-BKD adalah:

Tgl 2013

Kode

Perkiraan Nama Perkiraan Ref Debet Kredit

10 Des Belanja Modal

RK-PPKD Peralatan dan Mesin (Sepeda Motor)

Diinvestasikan dlm asset tetap

47.520.000

Sumber : Jurnal Umum Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Barru

Dari data penelitian akuntansi aset Badan Kepegawaian Daerah Kabupten Barru Tahun anggaran 2013 terdiri dari :

Uraian

Jumlah Lebih/ (Kurang)

Tahun 2013 Tahun 2012 Jumlah (Rp) % Sumber : Neraca Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Barru

3. Posting ke Buku Besar

Setelah melakukan pencatatan pada buku jurnal, maka langkah selanjutnya PPK-BKD akan melakukan posting ke buku besar rekening masing-masing. Posting dilakukan secara periodik (bulanan).

4. Jurnal Penyesuaian

Jurnal penyesuaian yang dibuat oleh PPK-BKD adalah untuk koreksi kesalahan atas pencatatan yang terjadi dan tidak ada penyesuaian untuk penyusutan aset tetap baik penyusutan untuk Peralatan dan Mesin, Gedung

dan Bangunan, maupun untuk aset tetap lainnya. Hal ini karena belum diperhitungkannya nilai penyusutan atas aset tetap tersebut, dan ini sudah dijelaskan dalam Catatan atas Laporan Keuangan.

5. Neraca Saldo Setelah Penyesuaian

Setelah melakukan posting ke buku besar terhadap jurnal penyesuaian, maka akan ada beberapa perkiraan yang akan mengalami perubahan dan juga akan ada rekening baru yang muncul. Saldo-saldo perkiraan yang masuk dalam Neraca Saldo setelah Penyesuaian adalah saldo rekening yang sudah disesuaikan. Apabila dalam jurnal penyesuaian muncul rekening baru, maka perkiraan tersebut dimasukkan dalan Neraca Saldo setelah Penyesuaian.

Neraca Saldo dan Neraca Saldo Setelah Penyesuaian tidak dibuat secara terpisah oleh PPK-BKD tetapi hanya dalam kertas kerja

(worksheet), dan dari kertas kerja tersebutlah PPK-BKD menyusun Laporan Keuangan.

6. Laporan Keuangan

Langkah selanjutnya PPK-BKD akan menyiapkan Laporan Keuangan SKPD untuk tahun anggaran yang bersangkutan. Laporan Keuangan ini nantinya disampaikan kepada Kepala SKPD untuk ditetapkan sebagai Laporan Pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran SKPD.

Laporan Keuangan yang disusun oleh PPK-Badan Kepegawaian Daerah terdiri dari: Laporan Realisasi Anggaran, Neraca dan Catatan atas Laporan Keuangan, dengan rincian dari masing-masing laporan tersebut adalah sebagai berikut :

a. Laporan Realisasi Anggaran

Berdasarkan data penelitian, Laporan Realisasi Anggaran Badan Kepegawaian Daerah tahun anggaran 2013 hanya berupa Belanja.Total realisasi belanja untuk tahun 2013 adalah Rp 3.417.223.249 atau Mencapai 74.09% dari total belanja yang dianggarkan pada tahun tersebut yaitu sebesar Rp 4.612.606.928, sehingga terdapat Surplus/(Defisit) tahun anggaran 2013 sebesar Rp 1.195.383.679. Realisasi belanja tersebut terdiri dari:

Uraian Anggaran Realisasi %

Belanja Pegawai 2.721.906.328 Rp

2.307.324.520

(84,76%)

Belanja Barang dan Jasa

1.890.700.600 Rp

1.109.898.729

(58,70%)

Belanja Modal 72.104.220 Rp 66.735.477 (92,55%) Sumber : Data Laporan Keuangan Badan Kepegawaian Daerah

Kabupaten Barru

b. Neraca

Berdasarkan data penelitian, Neraca Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Barru Tahun Anggaran 2013 menunjukkan bahwa aset yang dimiliki oleh Badan Kepegawaian Daerah sebesar Rp 1.368.169.798 yang terdiri dari Aset Lancar sebesar Rp 408.075 dan Aset Tetap sebesar Rp 1.367.76.1723. Ekuitas dana yang dimiliki adalah dana lancar sebesar Rp 3.483.550.651 dan ekuitas dana investasi sebesar Rp 1.367.761.723.

Uraian

Jumlah Lebih/ (Kurang)

Tahun 2013 Tahun 2012 Jumlah

(Rp) %

Aset 1.368.169.798,00 1.301.853.746,00 66.316.052,00 4,84

Kewajiban - - - -

Ekuitas dana lancar

Ekuitas dana lancar

Dokumen terkait