• Tidak ada hasil yang ditemukan

STRUKTUR ORGANISASI BIRO ORGANISASI DAN SDM

BAB 1 PENDAHULUAN

C. STRUKTUR ORGANISASI BIRO ORGANISASI DAN SDM

Berdasarkan Peraturan Menteri Perindustrian nomor 7 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perindustrian, Biro Organisasi dan SDM terdiri atas kelompok jabatan fungsional dan Subbagian Tata Usaha. Lebih jelas, struktur organisasi Biro Organisasi dan SDM adalah sebagai berikut.

Gambar 1.1 Struktur Organisasi Biro Organisasi dan SDM

LAKIP 2021 – Biro Organisasi dan SDM

4 BAB 2

PERENCANAAN KINERJA

A. Perencanaan Kinerja

Dalam rangka meningkatkan akuntabilitas dan sebagai bentuk komitmen tertulis terkait target yang ingin dicapai, Biro Organisasi dan SDM menetapkan sasaran kegiatan berikut target tahunan masing-masing indikator. Indikator-indikator tersebut dituangkan dalam dokumen Perjanjian Kinerja beserta targetnya masing-masing. Perjanjian Kinerja Biro Organisasi dan SDM pada awal tahun adalah sebagai berikut.

Pada 20 Desember 2021, penyesuaian Rencana Strategis Kementerian telah selesai dilaksanakan. Hal tersebut mengakibatkan disesuaikannya pula Rencana Strategis Sekretariat Jenderal dan Rencana Strategis Biro Organisasi dan SDM. Atas perubahan Rencana Strategis tersebut, dilakukan penyesuaian Perjanjian Kinerja Biro Organisasi dan SDM TA 2021.

Nomor Sasaran Strategis Indikator Kinerja Satuan Target 2021 CUSTOMER PERSPECTIVE

1 Terwujudnya ASN yang Kompeten dan Berintegritas

a Rata-Rata Indeks

Profesionalitas ASN Persentase 71 b Indeks Kepuasan Pelanggan

Biro OSDM Indeks 3,2

2

Terwujudnya Organisasi dan Tatalaksana yang Tepat Fungsi, tepat proses dan Tepat Ukuran

a Nilai Evaluasi Kelembagaan Nilai 78 b Nilai Evaluasi Tata Laksana Nilai 70 INTERNAL PROCESS PERSPECTIVE

1 Meningkatnya Kualitas Sarana dan Prasarana Kerja

a Indeks kepuasan pelanggaan

layanan internal Indeks 3 b

Indeks kepuasan ketersediaan sarana dan prasarana kerja internal

Indeks 3 LEARNING & GROWTH PERSPECTIVE

1

Meningkatnya Kompetensi SDM dan Tata Kelola Organisasi Biro Organisasi dan

a Nilai SAKIP Biro Organisasi

dan SDM Nilai 72

b Nilai Penilaian Kinerja Unit

Biro Organisasi dan SDM Nilai 79

Tabel 2.1 Perjanjian Kinerja Biro Organisasi dan SDM TA 2021 Sebelum Perubahan Renstra

LAKIP 2021 – Biro Organisasi dan SDM

5

No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Satuan Volume

2021 CUSTOMER PERSPECTIVE

1 Terwujudnya ASN yang Kompeten dan Berintegritas

a Rata-Rata Indeks Profesionalitas

ASN Indeks 71

b Indeks Kepuasan Pegawai

Kemenperin Indeks 3,2

c Persentase jumlah laporan disiplin

yang ditindaklanjuti Persen 77

INTERNAL PROCESS PERSPECTIVE

1

Terwujudnya Organisasi dan Tata Laksana yang Tepat Fungsi, Tepat Proses dan Tepat Ukuran

a Nilai Evaluasi Kelembagaan Nilai 78

b Nilai Evaluasi Tata Laksana Nilai 70 LEARNING & GROWTH PERSPECTIVE

1 Meningkatnya Kualitas Sarana dan Prasarana Kerja

a Indeks kepuasan pelanggaan

layanan internal Indeks 3

b

Indeks kepuasan ketersediaan sarana dan prasarana kerja internal

Indeks 3

2

Meningkatnya Kompetensi SDM dan Tata Kelola Organisasi Biro Organisasi dan SDM

a Nilai SAKIP Biro Organisasi dan

SDM Nilai 72

b

Persentase nilai capaian

penggunaan produk dalam negeri dalam pengadaan barang dan jasa di Biro OSDM internal telah ditindaklanjuti oleh Biro OSDM

Persen 91,5

Tabel 2.2 Perjanjian Kinerja Biro Organisasi dan SDM TA 2021 Setelah Perubahan Renstra

Dari dua tabel di atas, terlihat bahwa Perjanjian Kinerja pascaperubahan Rencana Strategis menjadi lebih luas dan terukur. Perubahan Perjanjian Kinerja di antaranya adanya penambahan indikator efektivitas regulasi yang ditetapkan di lingkungan Setjen, persentase nilai capaian penggunaan PDN dalam PBJ di Biro OSDM, dan rekomendasi hasil pengawasan internal telah ditindaklanjuti oleh Biro OSDM. Ketiga indikator baru tersebut merupakan hasil cascading Rencana Strategis Sekretariat Jenderal, sehingga harus diakomodir dalam Rencana Strategis Biro OSDM.

LAKIP 2021 – Biro Organisasi dan SDM

6

B. Dukungan Anggaran

Pada TA 2021, pagu anggaran Biro OSDM adalah Rp9.193.664.000. Anggaran tersebut telah direalisasikan sebesar 98,25% untuk mencapai target-target yang telah ditetapkan pada TA 2021. Keterkaitan pendanaan dengan sasaran kegiatan yang telah ditetapkan dapat dilihat pada tabel berikut.

Kode Nomenklatur Satuan

2021

Target Anggaran (dlm ribu) SP11 Terwujudnya ASN yang Kompeten dan Berintegritas

SP11.1 Rata-Rata Indeks Profesionalitas ASN Indeks 71 3.317.095

1826.EBC Layanan Manajemen SDM Internal

SP11.2 Indeks Kepuasan Pegawai Kemenperin Indeks 3,2 2.693.588

1826.EBC Layanan Manajemen SDM Internal

954 Layanan Manajemen SDM

52 Administrasi Kepegawaian 2.693.588

SP11.2 Persentase jumlah laporan disiplin yang

ditindaklanjuti Persen 77 134.426

1826.EBC Layanan Manajemen SDM Internal

954 Layanan Manajemen SDM

55 Pemantauan Dan Penilaian Kinerja Pegawai 134.426 SP13 Terwujudnya Organisasi dan Tata Laksana yang Tepat Fungsi, Tepat Proses dan

Tepat Ukuran

SP13.1 Nilai Evaluasi Kelembagaan Nilai 78 852.756

1826.EBA Layanan Dukungan Manajemen Internal 960 Layanan Organisasi dan Tata Kelola Internal

51 Pengelolaan Organisasi 852.756

SP13.2 Nilai Evaluasi Tata Laksana Nilai 70 194.744

1826.EBA Layanan Dukungan Manajemen Internal 960 Layanan Organisasi dan Tata Kelola Internal

52 Pengelolaan Tata Laksana 194.744

SK1 Meningkatnya Kualitas Sarana dan Prasarana Kerja

LAKIP 2021 – Biro Organisasi dan SDM

7

SK1.1 Indeks kepuasan pelanggaan layanan internal Indeks 3 - 1826.EBD Layanan Manajemen Kinerja Internal

952 Layanan Perencanaan dan Penganggaran

54 Pengelolaan Kepegawaian N/A

955 Layanan Manajemen Keuangan

51 Pengelolaan Keuangan dan Perbendaharaan N/A

SK1.2 Indeks kepuasan ketersediaan sarana dan

prasarana kerja internal Indeks 3 307.136

1826.EBA Layanan Dukungan Manajemen Internal

962 Layanan Umum

51 Pelayanan Umum, Pelayanan Rumah Tangga

dan Perlengkapan 307.136

SK2 Meningkatnya Kompetensi SDM dan Tata Kelola Organisasi Biro Organisasi dan SDM

SK2.1 Nilai SAKIP Biro Organisasi dan SDM Nilai 72 90.919 1826.EBD Layanan Manajemen Kinerja Internal

Persentase nilai capaian penggunaan produk dalam negeri dalam pengadaan barang dan jasa di Biro OSDM

Persen 75 1.603.000

1826.EBA Layanan Dukungan Manajemen Internal

994 Layanan Perkantoran

2 Operasional dan Pemeliharaan Kantor 1.603.000

SK3 Meningkatnya kualitas dokumen evaluasi dan akuntabilitas kinerja SK3.1 Rekomendasi hasil pengawasan internal telah

ditindaklanjuti oleh Biro OSDM Persen 91,5 0 1826.EBD Layanan Manajemen Kinerja Internal

953 Layanan Perencanaan dan Penganggaran

51 Pemantauan dan Evaluasi Kinerja N/A

Tabel 2.3 Keterkaitan Anggaran dan Sasaran Kegiatan

Sepanjang Tahun Anggaran 2021, anggaran Biro Organisasi dan SDM beberapa kali mengalami penyesuaian. Beberapa penyesuaian anggaran tersebut adalah sebagai berikut.

LAKIP 2021 – Biro Organisasi dan SDM

8

1. Penghematan untuk pengadaan tabung oksigen pada bulan Juli

Anggaran semula : Rp11.384.526.000

Anggaran pascapemotongan : Rp9.803.616.000

Pergeseran : (1.580.910.000)

2. Penghematan pada bulan Agustus

Anggaran semula : Rp9.803.616.000

Anggaran pascapemotongan : Rp8.593.664.000

Pergeseran : (1.209.952.000)

3. Penambahan pada bulan September untuk rekrutmen CPNS

Anggaran semula : Rp8.593.664.000

Anggaran pascapemotongan : Rp9.193.664.000

Pergeseran : 600.000.000

Anggaran akhir Biro Organisasi dan SDM pada TA 2021 adalah sebagai berikut.

KODE OUTPUT / RINCIAN AKUN PAGU REALISASI % SISA

WA Program Dukungan Manajemen 9.193.664 9.032.626 98,25 161.038 1826 Pengelolaan Organisasi Dan Sdm 9.193.664 9.032.626 98,25 161.038

1826.EAA Layanan Perkantoran 1.603.000 1.577.062 98,38 25.938

1 Layanan Perkantoran 1.603.000 1.577.062 98,38 25.938

2 Operasional Dan Pemeliharaan Kantor 1.603.000 1.577.062 98,38 25.938

A Operasional Perkantoran 1.153.050 1.131.953 98,17 21.097

B Perawatan Dan Pemeliharaan Sarana Kantor 132.390 128.363 96,96 4.027 C Sewa Kendaraan Pejabat Dan Operasional 317.560 316.746 99,74 814 1826.EAB Layanan Perencanaan Dan Penganggaran

Internal

398.055 391.455 98,34 6.600 51 Layanan Perencanaan Dan Penganggaran

Internal

398.055 391.455 98,34 6.600 51 Penyusunan Rencana Program Dan Penyusunan

Rencana Anggaran

41.980 38.850 92,54 3.130

LAKIP 2021 – Biro Organisasi dan SDM

9

A Penyusunan Rencana Program Dan Anggaran Tahun 2022

41.980 38.850 92,54 3.130

52 Pelaksanaan Pemantauan Dan Evaluasi 48.939 45.988 93,97 2.952 A Monitoring Dan Evaluasi Program 48.939 45.988 93,97 2.952 55 Pelayanan Umum, Pelayanan Rumah Tangga Dan

Perlengkapan

307.136 306.617 99,83 519

A Pembinaan Dan Konsultasi Pimpinan 237.778 237.729 99,98 49 B Pelayanan Tata Usaha, Keuangan, Dan

Kepegawaian

69.358 68.888 99,32 470

1826.EAF Layanan Sdm 6.002.359 5.908.876 98,44 93.483

1 Layanan Sdm 6.002.359 5.908.876 98,44 93.483

51 Rekrutmen Dan Pengangkatan Pegawai 3.053.015 3.020.447 98,93 32.568

A Penyusunan Formasi Asn 33.668 32.656 96,99 1.012

B Rekrutmen Asn 2021 2.491.394 2.473.190 99,27 18.204

D Rekrutmen Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Dan Atase Perindustrian

491.501 486.326 98,95 5.175 E Pelantikan Dan Pengambilan Sumpah Jabatan 36.452 28.275 77,57 8.177 52 Administrasi Kepegawaian 1.954.754 1.929.092 98,69 25.662

A Administrasi Kenaikan Pangkat 160.222 160.087 99,92 135

C Pengembangan Sistem Informasi Kepegawaian 114.725 113.344 98,8 1.381

D Integrasi Data Sipeg Dan Sapk 6.915 6.895 99,7 21

E Ujian Dinas 6.308 5.796 91,88 512

F Penyetaraan Ijazah 3.911 0 0 3.911

G Administrasi Jabatan Fungsional 1.591.508 1.572.053 98,78 19.455

H Administrasi Pencantuman Gelar 71.165 70.917 99,65 248

53 Pembinaan Kepegawaian 234.713 223.566 95,25 11.147

A Bimbingan Teknis Sdm 14.828 11.008 74,23 3.821

B Koordinasi Manajemen Sdm 219.885 212.559 96,67 7.326

54 Pengembangan Pegawai 504.121 494.343 98,06 9.778

A Standar Kompetensi 36.049 32.418 89,93 3.631

B Asesmen Kompetensi 379.618 376.656 99,22 2.962

C Manajemen Talenta 8.572 7.742 90,32 830

D Pengembangan Dan Pembinaan Jabatan Fungsional 48.905 48.555 99,28 350 E Orientasi Dan Penguatan Kompetensi Teknis Bidang

Tugas Cpns

7.807 5.805 74,35 2.003

F Pengembangan Kompetensi 23.170 23.167 99,99 3

55 Pemantauan Dan Penilaian Kinerja Pegawai 134.426 125.572 93,41 8.854

A Penyelesaian Kasus Disiplin 55.680 52.416 94,14 3.264

B Monitoring Dan Evaluasi Prestasi Kerja 56.396 53.276 94,47 3.120

C Penilaian Kinerja Unit 6.974 4.954 71,04 2.020

D Kesejahteraan Sdm 15.376 14.926 97,07 450

56 Penempatan/mutasi Pegawai 50.438 50.418 99,96 20

A Administrasi Mutasi Pegawai 50.438 50.418 99,96 20

57 Pemberhentian Pegawai 70.892 65.438 92,31 5.454

A Administrasi Pemberhentian Dan Pemensiunan 70.892 65.438 92,31 5.454 1826.EAH Layanan Organisasi Dan Tata Kelola Internal 1.047.500 1.022.969 97,66 24.531 1 Layanan Organisasi Dan Tata Kelola Internal 1.047.500 1.022.969 97,66 24.531

LAKIP 2021 – Biro Organisasi dan SDM

10

51 Pengelolaan Kelembagaan 852.756 836.040 98,04 16.716

A Penataan Organisasi 373.830 373.830 100 0

B Penyusunan Peta Dan Kelas Jabatan 446.526 429.810 96,26 16.716 C Penyusunan Pedoman Organisasi Perangkat Daerah

Bidang Industri

32.400 32.400 100 0

52 Tata Laksana Organisasi 194.744 186.928 95,99 7.816

A Proses Bisnis 193.744 186.928 96,48 6.816

B Sop 1.000 0 0 1.000

1826.UAC Peningkatan Kapasitas Aparatur Negara 142.750 132.264 92,65 10.486 1 Peningkatan Kapasitas Aparatur Sipil Negara

Kementerian Perindustrian

142.750 132.264 92,65 10.486

51 Magang 4.0 142.750 132.264 92,65 10.486

A Tanpa Sub Komponen 142.750 132.264 92,65 10.486

T O T A L 9.193.664 9.032.626 98,25 161.038

Tabel 2.4 Pagu Anggaran Final Biro OSDM

LAKIP 2021 – Biro Organisasi dan SDM

11 BAB 3

AKUNTABILITAS KINERJA

A. Capaian Kinerja Biro Organisasi dan SDM 2021

Tabel berikut menggambarkan sasaran kegiatan Biro OSDM pada 2021 berikut target serta capaiannya.

1. Perspektif Pemangku Kepentingan (Stakeholders Perspective)

Sasaran Strategis 1 = Terwujudnya ASN yang Kompeten dan Berintegritas.

SS ini mempunyai tiga indikator, yaitu:

1. Rata-Rata Indeks Profesionalitas ASN

Indeks Profesionalitas ASN adalah suatu instrumen yang digunakan untuk mengukur secara kuantitatif tingkat profesionalitas pegawai ASN yang hasilnya dapat digunakan sebagai dasar penilaian dan evaluasi dalam upaya pengembangan profesionalisme ASN dengan mengacu kepada Perka BKN No. 8 Tahun 2019 tentang Indeks Profesionalitas ASN. Indeks ini merupakan salah satu indikator kinerja utama Biro Organisasi dan SDM. Indeks Profesionalitas ASN Kementerian Perindustrian pada 2021 telah dikalkulasi dengan nilai 73,24 dari target 71.

Tabel 3.1 Penghitungan IP ASN Pada 2021

Tabel di atas menunjukkan rekapitulasi penghitungan IP ASN Kementerian Perindustrian pada 2021. Penghitungan IP ASN Kementerian Perindustrian berpedoman pada Peraturan BKN Nomor 8 Tahun 2019 tentang Pedoman Tata Cara

LAKIP 2021 – Biro Organisasi dan SDM

12

Pelaksanaan Pengukuran Indeks Profesionalitas ASN dengan melihat dari 4 dimensi, yaitu:

a. Kualifikasi Pendidikan;

b. Kompetensi;

c. Kinerja; dan d. Disiplin.

Untuk dimensi kompetensi, pejabat struktural dianggap telah mengikuti diklat struktural dan diklat teknis, pejabat fungsional dianggap telah mengikuti diklat fungsional dan diklat teknis, dan pelaksana dianggap telah mengikuti diklat teknis.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa target kinerja indeks profesionalitas ASN Kementerian Perindustrian pada 2021 telah tercapai.

2. Indeks Kepuasan Pegawai Kemenperin

Indeks kepuasan pegawai Kemenperin memperlihatkan tingkat kepuasan pegawai Kemenperin terhadap layanan Biro Organisasi dan SDM. Cara penghitungan indeks tersebut adalah melalui penyebaran kuesioner terhadap pegawai Kemenperin, khususnya pegawai-pegawai yang menerima layanan langsung dari Biro Organisasi dan SDM.

Berdasarkan hasil kuesioner yang telah disebar, hasil perolehan indeks kepuasan adalah 3,87 dari target 3,2. Sehingga, target indikator indeks kepuasan pegawai Kemenperin pada tahun 2021 telah tercapai.

3. Persentase jumlah laporan disiplin yang ditindaklanjuti

Salah satu layanan dan kegiatan yang ada di Biro Organisasi dan SDM adalah terkait penyelesaian kasus disiplin. Dibutuhkan layanan penyelesaian kasus disiplin yang optimal, efektif, dan efisien demi menunjang sasaran terwujudnya ASN yang

Gambar 3.1 Hasil Survei Indeks Kepuasan Pegawai Kemenperin

LAKIP 2021 – Biro Organisasi dan SDM

13

kompeten dan berintegritas. Indikator ini melihat jumlah laporan disiplin yang ditindaklanjuti dari seluruh laporan disiplin yang dilaporkan ke Biro Organisasi dan SDM sepanjang tahun 2021.

Berdasarkan data yang ada, laporan disiplin yang dilaporkan ke Biro Organisasi dan SDM pada tahun 2021 sebanyak 5 laporan dan telah ditindaklanjuti sebanyak 5 laporan dengan rincian sebagai berikut.

1. Sejumlah tiga laporan disiplin sudah ditindaklanjuti dengan menjatuhi hukuman disiplin dalam bentuk Surat Keputusan; dan

2. Sejumlah dua laporan disiplin sudah ditindaklanjuti dan tercapai kesimpulan bahwa menurut tim disiplin, laporan yang disampaikan dapat diselesaikan di unit kerja/unit pembina.

Persentase jumlah laporan disiplin yang ditindaklanjuti pada tahun 2021 adalah sebanyak 100% dari target 77%, sehingga indikator persentase jumlah laporan disiplin yang ditindaklanjuti telah melampaui target yang ditetapkan.

2. Perspektif Proses Bisnis Internal (Internal Process Perspective)

Sasaran Strategis 2 = Terwujudnya Organisasi dan Tata Laksana yang Tepat Fungsi, Tepat Proses dan Tepat Ukuran. Kedua indikator dari SS ini merupakan indikator kinerja utama yaitu nilai evaluasi kelembagaan dan nilai evaluasi tata laksana. Demi terwujudnya organisasi dan tata laksana yang tepat fungsi, tepat proses, dan tepat ukuran, sesuai dengan Peraturan Men-PAN dan standar pemerintahan nasional maupun internasional, diperlukan adanya kegiatan pengelolaan organisasi dan pengelolaan tata laksana di lingkungan Kementerian Perindustrian. Sasaran ini diperlukan untuk memastikan kesesuaian kelembagaan dan tata laksana di Kementerian Perindustrian sudah sesuai dengan standar serta aturan yang telah ditetapkan. Cara penghitungan kedua indikator tersebut berpedoman pada Permen-PAN Nomor 20 Tahun 2018.

Kedua indikator tersebut telah dilakukan penghitungan pada 2021, dengan nilai indikator Nilai Evaluasi Kelembagaan 78,17 dari target 78 dan indikator Nilai Evaluasi Tata Laksana 80,36 dari target 70. Dengan demikian, telah diperoleh juga nilai 79,27 untuk indikator tujuan Efektivitas Organisasi dan Tata Laksana pada 2021.

LAKIP 2021 – Biro Organisasi dan SDM

14

NO SUB DIMENSI

UNIT PUSAT

UNIT DAERAH

1 KOMPLEKSITAS 0,7908 0,7874

2 FORMALISASI 1,2116 1,3393

3 SENTRALISASI 0,7745 0,8680

4 KESELARASAN 0,9380 0,9973

5 TATA KELOLA DAN KEPATUHAN 1,0710 1,1539

6 PERBAIKAN DAN PENINGKATAN PROSES 1,8750 1,7336

7 TEKNOLOGI INFORMASI 1,2500 1,2864

8 MANAJEMEN RESIKO 1,5000 1,5143

Tabel 3.2 Penghitungan Berdasarkan Subdimensi Sesuai Permen-PAN 20 Tahun 2018

79,2663 Organisasi dan Tatalaksana 40,1815 80,363 Tatalaksana

39,0848 78,17 Organisasi

Tabel 3.3 Hasil Akhir Penghitungan

3. Perspektif Pembelajaran Organisasi (Learn & Growth Perspective)

Sasaran Strategis 3 = Meningkatnya Kualitas Sarana dan Prasana Kerja.

Sasaran Strategis ini membahas terkait layanan internal, khususnya kualitas dan ketersediaan sarana dan prasarana kerja internal. Dengan demikian, terdapat dua indikator kinerja terkait sasaran strategis ini yaitu indeks kepuasan pelanggan layanan internal dan indeks kepuasan ketersediaan sarana dan prasarana kerja internal.

Berdasarkan hasil penghitungan yang telah dilakukan terhadap penyebaran kuesioner kepuasan pelanggan layanan internal, diperoleh indeks kepuasan pelanggan layanan internal sebesar 3,48 dari target 3. Layanan internal yang dimaksud meliputi seluruh layanan internal, seperti, tetapi tidak terbatas pada, layanan umum, layanan persuratan, layanan operasional, layanan sarana dan prasarana, layanan penganggaran dan perencanaan internal, dan lain-lain.

LAKIP 2021 – Biro Organisasi dan SDM

15

Gambar 3.2 Hasil Survei Kepuasan Pelanggan Layanan Internal

Sedangkan indikator indeks kepuasan ketersediaan sarana dan prasarana kerja internal memperoleh nilai indeks 3,22 dari target indeks 3. Hasil penyebaran kuesioner tersebut dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 3.3 Survei Kepuasan Ketersediaan Sarana dan Prasarana Internal

Sehingga, dapat disimpulkan bahwa kedua indikator untuk SS meningkatnya kualitas sarana dan prasarana kerja telah tercapai pada tahun 2021.

Sasaran Strategis 4 = Meningkatnya Kompetensi SDM dan Tata Kelola Organisasi Biro Organisasi dan SDM. Terdapat tiga indikator pada SS ini, dengan penjabaran sebagai berikut.

1. Nilai SAKIP Biro Organisasi dan SDM

Demi terselenggaranya tata kelola pemerintahan yang optimal, good governance, dan meningkatnya akuntabilitas pemerintah, diperlukan adanya monitoring berkala terkait akuntabilitas berikut laporan akuntabilitas. Laporan

LAKIP 2021 – Biro Organisasi dan SDM

16

akuntabilitas tersebut dituangkan dalam dokumen LAKIP dan keseluruhan sistem akuntabilitas tersebut akan dinilai dengan penilaian SAKIP yang diselenggarakan setiap tahunnya. Salah satu indikator meningkatnya kompetensi SDM dan tata kelola organisasi adalah dengan nilai SAKIP, di mana target Biro Organisasi dan SDM pada 2021 adalah 72.

Gambar 3.4 Hasil Evaluasi SAKIP di Lingkungan Setjen pada 2021

Berdasarkan Nota Dinas Sekretaris Jenderal Nomor B/37/SJ-IND/PR/VI/2021 tentang Hasil Evaluasi SAKIP Unit Eselon II, nilai SAKIP Biro Organisasi dan SDM TA 2021 adalah 74,08. Sehingga indikator nilai SAKIP Biro Organisasi dan SDM pada tahun 2021 telah tercapai.

2. Persentase nilai capaian penggunaan produk dalam negeri dalam pengadaan barang dan jasa di Biro OSDM

Indikator persentase nilai capaian penggunaan produk dalam negeri dalam pengadaan barang dan jasa di Biro OSDM merupakan indikator baru yang tertuang dalam Rencana Strategis Sekretariat Jenderal pascapenyesuaian. Karena indikator tersebut tertuang dalam Rencana Strategis Sekretariat Jenderal, maka harus diakomodir juga dalam Rencana Strategis unit-unit di bawahnya, tidak terkecuali Biro Organisasi dan SDM.

LAKIP 2021 – Biro Organisasi dan SDM

17

Jumlah Pengadaan 1.184.181.335

Jumlah Pengadaan yang Menggunakan PDN 1.168.269.179

Persentase 98,66%

Tabel 3.4 Penggunaan Produk Dalam Negeri

Indikator persentase nilai capaian penggunaan produk dalam negeri dalam pengadaan barang dan jasa di Biro OSDM mempunyai target sebesar 75% pada tahun 2021, sedangkan realisasi persentase nilai capaian penggunaan produk dalam negeri dalam pengadaan barang dan jasa di Biro OSDM adalah sebesar 98,66%. Oleh karena itu, dapat dikatakan untuk indikator persentase nilai capaian penggunaan produk dalam negeri dalam pengadaan barang dan jasa di Biro OSDM.

Sasaran Strategis 5 = Meningkatnya kualitas dokumen evaluasi dan akuntabilitas kinerja. Sasaran ini memiliki satu indikator baru yang muncul dalam Rencana Strategis Sekretariat Jenderal sehingga harus diakomodir juga dalam Rencana Strategis Biro Organisasi dan SDM. Indikator tersebut adalah rekomendasi hasil pengawasan internal telah ditindaklanjuti oleh Biro OSDM dengan target 91,5% pada 2021.

Pada 2020, terdapat rekomendasi hasil pengawasan internal sebanyak 40 rekomendasi. Sepanjang tahun 2021, 40 rekomendasi hasil pengawasan internal tersebut telah ditindaklanjuti sebanyak 39 rekomendasi hingga laporan ini dibuat.

Sehingga persentase rekomendasi hasil pengawasan internal telah ditindaklanjuti oleh Biro OSDM pada 2021 adalah 97,5%, lebih besar dari target yang telah ditetapkan.

B. Perbandingan Realisasi dalam Perjanjian Kinerja Biro Organisasi dan SDM Tahun 2016-2020 dan 2021

Sehubungan dengan perubahan target kinerja dan Rencana Strategis Sekretariat Jenderal, serta situasi dan kondisi yang dinamis, terdapat beberapa penyesuaian dari segi nomenklatur sehingga lebih relevan dengan gambaran keadaan saat ini dan target yang ingin dicapai. Tabel berikut adalah perbandingan realisasi Perjanjian Kinerja Biro Organisasi dan SDM yang sudah dilakukan penyesuaian sehingga relevan dengan kondisi terkini.

LAKIP 2021 – Biro Organisasi dan SDM

18

Sasaran Kegiatan

Indikator Kinerja

Target Kinerja Realisasi

Satuan

Tabel 3.5 Perbandingan Perjanjian Kinerja 2016-2020

Sedangkan berikut adalah target yang tercantum pada Perjanjian Kinerja tahun 2021 berikut capaiannya.

No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Satuan Target Hasil

CUSTOMER PERSPECTIVE

1 Terwujudnya ASN yang Kompeten dan Berintegritas

a Rata-Rata Indeks

Profesionalitas ASN Indeks 71 73,24 b Indeks Kepuasan Pegawai

Kemenperin Indeks 3,2 3,87

c Persentase jumlah laporan

disiplin yang ditindaklanjuti Persen 77 100 INTERNAL PROCESS PERSPECTIVE

1

Terwujudnya Organisasi dan Tata Laksana yang Tepat Fungsi, Tepat Proses dan Tepat Ukuran

a Nilai Evaluasi Kelembagaan Nilai 78 78,17 b Nilai Evaluasi Tata Laksana Nilai 70 80,36 LEARNING & GROWTH PERSPECTIVE

1 Meningkatnya Kualitas

Sarana dan Prasarana Kerja a Indeks kepuasan pelanggaan

layanan internal Indeks 3 3,48

LAKIP 2021 – Biro Organisasi dan SDM

19

b

Indeks kepuasan ketersediaan sarana dan prasarana kerja internal

Indeks 3 3,22

2

Meningkatnya Kompetensi SDM dan Tata Kelola Organisasi Biro Organisasi dan SDM

a Nilai SAKIP Biro Organisasi dan

SDM Nilai 72 74,08

b

Persentase nilai capaian penggunaan produk dalam negeri dalam pengadaan barang dan jasa di Biro OSDM

Persen 75 98,66 ditindaklanjuti oleh Biro OSDM

Persen 91,5 100

Tabel 3.6 Perjanjian Kinerja Tahun 2021 dan Capaiannya

C. Perbandingan Realisasi Kinerja TA 2021 dengan Target Jangka Menengah dan Standar Nasional

Kondisi saat ini terkait Rencana Strategis Biro Organisasi dan SDM masih akan dilakukan perbaikan dan penyesuaian subtansi di dalamnya, termasuk di dalamnya target jangka menengah dikaitkan dengan amanat yang tertuang dalam RPJMN dan standar nasional. Nantinya, Rencana Strategis Biro Organisasi dan SDM akan memuat target yang lebih rigid dan detail terutama target jangka menengah dan target jangka panjang. Namun, saat ini target jangka menengah yang terdapat dalam Rencana Strategis Biro Organisasi dan SDM hanya memuat target jangka menengah secara umum, hal ini sedikit banyak disebabkan karena Rencana Strategis Kementerian Perindustrian dan Rencana Strategis Sekretariat Jenderal yang baru selesai mengalami perubahan dan penyesuaian. Target jangka menengah umum yang ada di Rencana Strategis Biro Organisasi dan SDM saat ini adalah sebagai berikut.

a. Industri 4.0

Revolusi industri 4.0 merupakan strategi untuk mempercepat pencapaian targetpengembangan industri yang implementaasinya tidak lepas dari rencana strategis pengembangan perindustrian yang sudah ada. Percepatan pengembangan industri melalui pemanfaatan teknologi disruptive sekalipun tetap membutuhkan perbaikan dasar mulai dari penguatan rantai nilai untuk industri bahan baku/hulu, pengolahan/antara, serta produk siap konsumsi/hilir, pengembangan wilayah industri, pengembangan jaringan pasar, serta pengembangan kapasitas tenaga kerja.

LAKIP 2021 – Biro Organisasi dan SDM

20

Oleh karena itu, Indonesia perlu menata kembali ekosistem pengembangan industri melalui pembinaan kawasan/wilayah industri berdasarkan sumber daya alam.

Efisiensi proses pengolahan bahan baku, air, dan energi dengan aplikasi teknologi disruptive menjadi kunci utama dalam pengembangan industri yang berkelanjutan.

Efisiensi proses pengolahan bahan baku, air, dan energi dengan aplikasi teknologi disruptive menjadi kunci utama dalam pengembangan industri yang berkelanjutan.

Produksi manufaktur Indonesia juga masih menitikberatkan pada proses di tingkat hilir sehingga memiliki nilai tambah yang rendah. Hal-hal tersebut sangat mempengaruhi pengembangan industri manufaktur.

b. Making Indonesia 4.0

Making Indonesia 4.0 memiliki aspirasi untuk menjadi top 10 ekonomi dunia pada tahun 2030 dengan target berikut:

1. Meningkatkan daya saing dengan target 10% porsi ekspor netto terhadap PDB, ataupeningkatan sebesar 13x dari kondisi saat ini;

2. Meningkatkan rasio produktivitas tenaga kerja per biaya hingga 2x dari kondisi saat ini;

3. Meningkatkan pengeluaran litbang nasional hingga 2% PDB, atau peningkatansebesar tujuh kali lipat dari kondisi saat ini. Pencapaian aspirasi dilakukan melalui fokus 5 sub-sektor manufaktur dan 3 horizon yang disajikan dalam tabel di bawah.

LAKIP 2021 – Biro Organisasi dan SDM

21

Tabel 3.7 Pencapaian Aspirasi Target Jangka Menengah

Dalam implementasinya, Making Indonesia 4.0 memiliki 10 prioritas nasional dengan penjelasan berikut:

1. Memperbaiki alur aliran material;

2. Mendesain ulang zonasi/ perwilayahan industri;

3. Mengakomodir standar sustainability;

4. Memberdayakan Industri Kecil dan Menengah ; 5. Membentuk infrastruktur digital nasional;

6. Menarik investasi asing;

7. Meningkatkan kualitas SDM;

8. Membentuk ekosistem inovasi;

9. Menerapkan insentif investasi teknologi;

10. Harmonisasi peraturan dan kebijakan.

Sedangkan berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional, sebagaimana tercantum dalam Perpres 18 Tahun 2020 terdapat lima arahan utama sebagai strategi dalam pelaksanaan misi Nawacita dan pencapaian sasaran Visi Indonesia 2045. Kelima arahan tersebut mencakup Pembangunan Sumber Daya

No. Sektor Horizon 1 (2021) Horizon 2 (2025) Horizon 3 (2030) 1

4 Kimia Mengurangi impor

kimia dasar 30%

5 Elektronik Mengurangi impor 30%

LAKIP 2021 – Biro Organisasi dan SDM

22

Manusia, Pembangunan Infrastruktur, Penyederhanaan Regulasi, Penyederhanaan Birokrasi, dan Transformasi Ekonomi.

Berdasarkan uraian di atas, target jangka menengah yang ingin direalisasikan,

Berdasarkan uraian di atas, target jangka menengah yang ingin direalisasikan,

Dokumen terkait