3.2 Oetode Penelitian
3.2.3 Unit Observasi
3.2.3.4 Struktur Organisasi CV. AGNI BIRU
Warnet KUBUS Setiabudhi merupakan salah satu cabang dari CV. AGNI BIRU. Struktur organisasi CV. AGNI BIRU dibentuk agar setiap karyawan dapat bekerja secara efektif dan efisien, serta mempermudah pengkoordinasian keputusan-keputusan yang diambil oleh pimpinan guna mencapai sasaran organisasi. Berikut ini akan dijelaskan mengenai struktur organisasi CV. AGNI BIRU beserta tanggungjawab setiap anggota:
• DIREKTUR UTAOA
Direktur Utama merupakan pimpinan tertinggi dalam kegiatan sehari hari dan bertanggung jawab penuh terhadap kelancaran kegiatan perusahaan dan menjalankan sesuai dengan kebijakan, rencana dan sasaran yang telah ditetapkan dalam melaksanakan pekerjaannya.
• MARKETING
Marketing bertugas untuk membantu perusahaan memasarkan produk hingga dikenal oleh konsumen.
Marketing membantu perusahaan untuk mendapatkan solusi, pemecahan masalah yang dihadapi oleh perusahaan dalam proses penjualan produk dan Jasa.
Tanggung jawab Akunting dalam hal ini adalah
• Melaksanakan penerimaan dan pembayaran uang serta pemindah bukuan antar bank
• Melakukan pembayaran terhadap faktur-faktur yang telah disetujui untuk dibayar
• Memeriksa dokumen pendukung untuk dilampirkan bukti pengeluaran kas/bank dan mencantumkan secara jelas keperluan pengeluaran tersebut.
• Mencatat transaksi yang terjadi setiap hari
Membuat Laporan keuangan .
• MANAGER
Bertanggung jawab penuh atas keseluruhan operasional cabang Kubus .
Membuat pelaporan perkembangan operasional cabang yang ditangani setiap akhir bulan untuk kemudian dipresentasikan dalam rapat bulanan.
Membuat program dan perencanaan target penjualan untuk bulan selanjutnya
Mengevaluasi kinerja operasional cabang yang ditangani
• SUPERVISOR
Membantu pekerjaan manager dan siap menjadi delegasi apabila manager berhalangan.
Mengatur jadwal kerja dan mengkoordinasikan semua staff Kubus agar dapat bekerja sama dengan baik.
Menampung semua usulan yang berasal dari staff Kubus, user untuk segera dibahas dengan manager.
Memantau dan mengevaluasinya dengan manager terhadap semua program kerja yang ditetapkan.
Membantu manager dalam mengatasi masalah pembukuan keuangan ; seperti : mencatat pendapatan dan pengeluaran harian serta melaporkannya setiap perkembangan yang terjadi pada manager.
Ikut bertanggung jawab atas perkembangan dan kemajuan usaha Kubus dalam mencapai target
• ADMINISTRATOR
Menjaga dan memeriksa secara periodik mengenai kestabilan server
terhadap koneksi internet agar koneksi dapat berjalan optimal.
Mengantisipasi kemungkinan putus sambungan internet (Disconnected) dengan alternatif pemecahan masalah lainnya agar koneksi internet dapat tetap terus berjalan
Memberi bimbingan kepada maintenance dan operator lainnya agar dapat memahami kemacetan server yang sifatnya ringan.
Menyediakan fasilitas untuk mengawasi traffic Local Area Network dari
server ke client atau sebaliknya, transfer data dapat berjalan lancar dan dapat dikendalikan.
Siap panggil apabila diperlukan dalam keadaan darurat terhadap koneksi
internet.
Menyediakan software atau sejenisnya untuk pencatatan waktu apabila terjadi putusnya koneksi internet (downtime).
Bertanggung jawab atas hasil kerja bawahan yakni maintenance secara keseluruhan.
• MAINTENANCE
Pengecekan rutin semua komputer client agar selalu layak pakai.
Meng-install program client sesuai standar, dan menjaganya supaya semua software berjalan semestinya.
Memperbaiki kerusakan hardware terhadap komputer client..
Menyimpan dan menjaga perlengkapan dan peralatan komputer secara rapi sesuai dengan fungsinya.
Bertanggung jawab terhadap aset-aset KUBUS dalam hal pencegahan dari kerusakan atau kehilangan barang.
• OPERATOR KOMPUTER
Memberikan pelayanan yang ramah, menyenangkan, dan memuaskan pada user.
Ikut membantu pekerjaan maintenance apabila dibutuhkan
Menjaga kebersihan dan kenyamanan ruangan yang digunakan fasilitas
internet, dan games center.
Memperhatikan / memeriksa ulang setiap awal masuk kerja terhadap kondisi ruangan AC, kipas, dan lampu-lampu serta mematikan atau menghidupkannya kembali apabila dianggap perlu.
Memeriksa perlengkapan kerja internet dan games center seperti : tinta. toner, kertas dan lain sebagainya untuk menghindari barang kosong dalam keadaan dibutuhkan.
Memeriksa persediaan uang receh dan segera menukarkannya apabila persediaan menipis atau habis.
Mengisi daftar hadir dan form laporan pembukuan warnet dan games center serta yang lainnya (misal: hasil penjualan softdrink, makanan ringan dan lain-lain) setiap kali pertukaran shift secara benar dan akurat.
• OFFICE BOY
menjaga keharuman dan kenyamanan semua ruangan.
Memasukan softdrink ke dalam lemari pendingin jika persediaan
softdrink sudah habis.
Gambar 3.3
Struktur Organisasi CV. AGNI BIRU
Direktur Utama
Marketing
Senior Operator
Administrator Pusat Accounting & Secretary
Supervisor Bushboy Teknisi/ Maintenace Manager Cabang Admin Cabang Operator
BABBV
KESIMPULANBDANBSARAN
5.1BKesimpulan
Setelah melaksanakan penelitian pada Warnet KUBUS Setiabudhi penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Analisis biaya-volume-laba belum berperan dalam perencanaan laba Warnet KUBUS Setiabudhi. Hal ini ditunjang oleh kenyataan sebagai berikut:
a. Dalam melakukan perencanaan laba, perusahaan hanya melakukan perkiraan dengan memperhatikan laba atau rugi periode sebelumnya, kondisi pasar dan persaingan.
b. Warnet KUBUS Setiabudhi belum mengklasifikasikan biaya-biaya yang ada menjadi biaya tetap dan biaya variabel.
2. Warnet KUBUS Setiabudhi pada periode 6 bulan pertama tahun 2006 telah memperoleh laba sebesar Rp57.565.259.
3. Setelah menghitung titik impas (break even point) Warnet KUBUS Setiabudhi, diketahui bahwa titik impas Warnet KUBUS Setiabudhi adalah 51168 jam occupancv atau penjualan sebesar Rp 191.800.612 yang terdiri dari:
• 31967 jam occupancv Produk A atau penjualan Produk A sebesar Rp143.850.459 (Internet pukul 07.00-23.00, harga Rp 4.500)
• 1699 jam occupancv Produk B atau penjualan Produk B sebesar Rp 5.945.819 (Internet pukul 23.00-07.00, harga Rp 3.500)
• 7001 jam occupancv Produk C atau penjualan Produk C sebesar Rp 21.002.167 (Games (tanpa paket), harga Rp 3.000)
• 10501 jam occupancv Produk D atau penjualan Produk D sebesar Rp 21.002.167 (Paket games 5 jam dengan harga Rp 10.000)
4. Untuk mencapai rencana laba sebesar Rp 65.000.000, Warnet KUBUS Setiabudhi harus mencapai 71164 jam occupancv atau penjualan sebesar Rp 266.754.487 yang terdiri :
• 44459 jam occupancv Produk A atau penjualan Produk A sebesar Rp 200.065.865.
• 2363 jam occupancv Produk B atau penjualan Produk B sebesar Rp 8.269.389.
• 9737 jam occupancv Produk C atau penjualan Produk C sebesar Rp 29.209.616.
• 14605 jam occupancv Produk D atau penjualan Produk D sebesar Rp 29.209.616
5. Analisis biaya-volume-laba dapat digunakan untuk mengetahui dampak perubahan harga, biaya variabel dan biaya tetap dalam menentukan volume penjualan sesuai dengan laba yang dikehendaki.
• Dengan menaikkan harga Produk B (Internet pukul 23.00-07.00, harga Rp 3.500/jam) menjadi Rp 4.000 jam, penjualan yang diperlukan untuk mencapai laba Rp 65.000.000 adalah 70826 jam occupancv atau penjualan sebesar Rp 266.600.774, yang terdiri dari:
Produk A= 44433 jam occupancv atau penjualan sebesar Rp199.950.581
Produk B= 2066 jam occupancv atau penjualan sebesar Rp 8.264.624
Produk C= 9731 jam occupancv atau penjualan sebesar Rp 29.192.785
Produk D= 14596 jam occupancv atau penjualan sebesar Rp 29.192.785
• Dengan menurunkan biaya variabel bekisar 10 % yaitu dari Rp 498 menjadi Rp 448, penjualan yang diperlukan untuk mencapai laba Rp 65.000.000 adalah 70088 jam occupancv atau penjualan sebesar Rp 262.725.146, yang terdiri dari:
Produk A= 43788 jam occupancv atau penjualan sebesar Rp197.043.860
Produk B= 2324 jam occupancv atau penjualan sebesar Rp 8.144.480.
Rp 28.768.403
Produk D= 14596 jam occupancv atau penjualan sebesar Rp 28.768.403
• Dengan menurunkan biaya tetap bekisar 15 % yaitu dari Rp 166.329.491 menjadi Rp 141.380.067, penjualan yang diperlukan untuk mencapai laba Rp 65.000.000 adalah 63488 jam occupancv atau penjualan sebesar Rp 237.984.395, yang terdiri dari:
Produk A= 39.664 jam occupancv atau penjualan sebesar Rp 178.488.296
Produk B= 2108 jam occupancv atau penjualan sebesar Rp 7.377.516
Produk C= 8686 jam occupancv atau penjualan sebesar Rp 26.059.291
Produk D= 13030 jam occupancv atau penjualan sebesar Rp 26.059.291
• Dengan menurunkan biaya variabel bekisar 10 % yaitu dari Rp 498 menjadi Rp 448 dan biaya tetap bekisar 15 % yaitu dari Rp 166.329.491 menjadi Rp 141.380.067, penjualan yang diperlukan untuk mencapai laba adalah 62529 jam occupancv atau penjualan Rp 65.000.000 sebesar Rp 234.389.628, yang terdiri dari:
Rp 175.792.221
Produk B= 2067 jam occupancv atau penjualan sebesar Rp 7.266.078
Produk C= 8555 jam occupancv atau penjualan sebesar Rp 25.665.664
Produk D= 12833 jam occupancv atau penjualan sebesar Rp 25.665.664
5.2BSaran
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, penulis mencoba memberikan saran sebagai berikut:
1. Setelah mengetahui manfaat dan cara menggunakan analisis biaya-volume-laba, sebaiknya perusahaan menggunakan analisis biaya-volume-laba dalam merencanakan laba.
2. Untuk memisahkan biaya semivariabel ke dalam unsur biaya tetap dan unsur biaya variabel sebainya menggunakan metode least squares (Least Squares Methoi), karena metode ini lebih tepat dan lebih teliti dibandingkan dengan metode lainnya.
3. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, untuk mempercepat pencapaian laba yang direncanakan, alternatif yang paling logis dilakukan adalah:
• Menurunkan biaya variabel, yaitu biaya listrik dengan cara memadamkan komputer yang menganggur atau menyalakan AC dengan suhu yang sedang saja.
• Menurunkan biaya tetap, yaitu biaya rumah tangga dan biaya maintenance dan service. Peralatan rumah tangga digunakan seefisien mungkin, sedangkan maintenance dan service harus dijadwalkan secara tepat.