BAB II: GAMBARAN UMUM DINAS PENDAPATAN KOTA MEDAN
B. Struktur Organisasi Dinas Pendapatan Kota Medan
Untuk memperlancar dan mengatur kegiatan-kegiatan dalam melaksanakan aktifitasnya, Kantor Dinas Pendapatan Kota Medan telah membuat struktur organisasi. Stuktur organisasi merupakan salah satu sarana untuk mencapai tujuan yang efektif yakni terciptanya garis koordinasi yang baik serta adanya hubungan yang baik antara pimpinan dengan bawahan.
Untuk menunjang seluruh kegiatan yang ada pada Dinas Pendapatan Kota Medan dan untuk pencapaian tujuan maka diadakan pembagian tugas dan fungsi masing-masing sehingga memudahkan mengawasi pekerjaan. Dengan adanya pembagian tugas yang dituangkan dalam struktur organisasi akan memberikan penjelasan tentang batas-batas wewenang dan tanggung jawab.
Struktur organisasi yang digunakan untuk Dinas Pendapatan Kota Medan adalah bentuk organisasi garis dimana bentuk tersebut menggunakan sistem
koordinasi mengalir dari pimpinan ke bawahan secara langsung dimana pihak bawahan bertanggung jawab kepada pimpinan atas pekerjaaan yang diberikan kepadanya.
Adapun susunan organisasi Dinas Pendapatan Kota Medan terdiri dari : 1. Dinas
2. Sekretariat, membawahkan : a) Sub Bagian Umum
b) Sub Bagian Keuangan
c) Sub Bagian Penyusunan Program 3. Bidang Pendapatan dan Penetapan,
a) Seksi Pendataan dan Pendaftaran b) Seksi Pemeriksaan
c) Seksi Penetapan
d) Seksi Pengolahan dan Informasi 4. BidangPenagihan, Membawahkan:
a) Seksi Pembukuan dan Vertifikasi b) Seksi Penagihan dan Perhitungan c) Seksi Pertimbangan dan Restitusi
5. Bidang Bagi Hasil Pendapatan, Terdiri Atas:
a) Seksi Bagi Hasil Pajak
b) Seksi Bagi Hasil Bukan Pajak c) Seksi Penatausahaan Bagi Hasil
d) Seksi Peraturan Perundang-undangan dan Pengkajian Pendapatan 6. Bidang Pengembangan Pendapatan Daerah, Terdiri Atas:
a) Seksi Pengembangan Pajak b) Seksi Pengembangan Retribusi
c) Seksi Pengembangan Pendapatan Lain-lain 7. Unit Pelaksanaan Teknis (UPT)
8. Kelompok Jabatan Fungsional
C. Uraian Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi Dinas Pendapatan Kota Medan Adapun susunan organisasi Dinas Pendapatan Kota Medan berdasarkan Keputusan Walikota Medan Nomor 1 tahun 2010, pasal 2 tentang Rincian Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Pendapatan Kota Medan.
Dalam Peraturan Walikota, yang dimaksud yaitu : 1. Daerah adalah Kota Medan
2. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kota Medan 3. Walikota adalah Walikota Medan
4. Sekretaris Daerah adalah Sekretaris Daerah Kota Medan 5. Dinas adalah Dinas Pendapatan Kota Medan
6. Kepala Dinas adalah Kepala Dinas Pendapatan Kota Medan
7. Unit Pelaksana Teknis (UPT) adalah unsure pelaksan teknis pada Dinas yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas 8. Kelompok Jabatan Fungsional adalah pemegang jabatan fungsional yang
tugasnya didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai kebutuhan daerah.
Adapun tugas pokok dari Kepala Dinas Dinas dan masing-masing seksi pada Kantor Dinas Pendapatan Kota Medan adalah sebagai berikut :
1. Dinas
Dinas merupakan unsur pelaksana pemerintah daerah, yang dipimpin oleh Kepala Dinas yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Walikota melalui Sekretaris Daerah. Dinas mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian urusan pemerintahan daerah di bidang pendapatan daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan.
Dalam melaksanakan tugas pokok, Dinas menyelenggarakan fungsi : a. Perumusan kebijakan teknis di bidang pendapatan.
b.Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang pendapatan.
c. Pembinaan dan pelaksanaan tgas di bidang pendapatan.
d.Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan tugas dan fungsinya.
2. Sekretariatan
Sekretariat dipimpin oleh Sekretaris, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada kepala Dinas. Sekretariat mempunyai tugas pokok melaksanakan
sebagian tugas Dinas lingkup kesekretariatan meliputi pengelolaan administasi umum, keuangan dan penyusunan program.
Adapun fungsi sekretarian adalah sebagai berikut:
a. penyusunan rencana, program, dan kegiatan kesekretariatan.
b. pengkoordinasian penyusunan perencanaan program Dinas.
c. pelaksanaan dan penyelenggaraan pelayanan administrasi kesekretariatan Dinas yang meliputi administrasi umum, kepegawaian, keuangan, dan kerumahtanggaan Dinas.
d. pengelolaan dan pemberdayaan sumber daya manusia, pengembangan organisasi, dan ketatalaksanaan.
e. pelaksanaan koordinasi penyelenggaraan tugas-tugas Dinas.
f. penyiapan bahan pembinaan, pengawasan, dan pengendalian.
g. pelaksanaan monitoring, evaluasi, dan pelaporan kesekretariatan.
h. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Bagian sekretariatan terdiri dari beberapa sub dan tugas-tugas pokok, yaitu:
1) Sub Bagian Umum
Sub Bagian Umum mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas sekretariat lingkup administrasi Umum.
2) Sub Bagian Keuangan
Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas sekretariat lingkup pengelolaan administrasi keuangan.
3) Sub Bagian Penyusunan Program
Sub Bagian Penyusunan Program mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas sekretariatlingkup penyusunan program dan pelaporan.
3. Sub Bidang Pendataan dan Penetapan
Bidang Pendataan dan Penetapan dipimpin oleh Kepala Bidang,yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas.
Bidang Pendataan dan Penetapan mempunyai tugas dan fungsi, yaitu :
a. Bidang Pendataan dan Penetapan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Dinas lingkup pendataan, pendaftaran, pemeriksaan penetapan, dan pengolahan data informasi
b. Dalam melaksanakan tugas pokok, Bidang Pendataan dan Penetapan menyelenggarakan fungsi :
1) penyusunan rencana, program, dan kegiatan Bidang Pendataan dan Penetapan.
2) penyusunan petunjuk teknis ruang lingkup pendataan, pendaftaran, pemeriksaan penetapan, dan pengolahan data dan informasi.
3) melaksanakan pendaftaran dan pendataan seluruh wajib pajak, wajib retribusi dan pendapatan daerah lainnya.
4)pelaksanaan pengolahan dan informasi baik dari Surat Pemberitahuan Pajak Daerah (SPTPD), Surat Pemberitahuan Retribusi Daerah (SPTRD), hasil pemeriksaan dari instansi yang terkait.
5) pelaksanaan proses penetapan pajak daerah, retribusi daerah dan
pendapatan daerah lainnya.
6) perencanaan dan penatausahaan hasil pemeriksaan terhadap Wajib Pajak dan Wajib Retribusi.
7) pelaksanaan monitoring, evaluasi, dan pelaporan lingkup bidang pendataan dan penetapan.
8) pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.
c. Bidang pendataan dan pendaftaran terdiri dari beberapa seksi dan tugas-tugas pokok, yaitu:
1) Seksi pendataan dan pendaftaran
Seksi ini mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas bidang pendataan dan penetapan lingkup pendataan dan pendaftaran.
2) Seksi pemeriksaan
Seksi ini mempunyai tugas pokok sebagian bidang pendataan dan penetapan lingkup pemeriksaan.
3) Seksi penetapan
Seksi ini mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas bidang pendataan dan penetapan pokok pajak daerah / pokok retribusi daerah.
4) Seksi pengolahan data
Seksi ini mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas bidang pendataan dan penetan lingkup data dan informasi.
4. Bidang Penagihan
Bidang Penagihan dipimpin oleh Kepala Bidang, yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas.
Bagian Penagihan mempunyai tugas dan fungsi, yaitu :
a. Bidang Penagihan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Dinas lingkup pembukuan, verifikasi, penagihan, perhitungan, pertimbangan, dan restitusi.
b. Dalam melaksanakan tugas pokok, Bidang Penagihan mempunyai tugas dan fungsi yaitu :
1) penyusunan rencana, program, dan kegiatan Bidang Penagihan.
2) penyusunan petunjuk teknis lingkup pembukuan, verifikasi, penagihan, perhitungan, pertimbangan dan restitusi.
3) pelaksanaan pembukuan dan verifikasi atas pajak daerah, retribusi daerah dan pendapatan daerah lainnya.
4) pelaksanaan penagihan dan tunggakan pajak daerah, retribusi daerah dan pendapatan daerah lainnya.
5) pelaksanaan perhitungan restitusi dan atau pemindahbukuan atas pajak daerah, retribusi daerah dan pendapatan daerah lainnya.
6) pelaksanaan telaan dan saran pertimbangan terhadap keberatan wajib pajak atas permohonan wajib pajak.
7)pelaksanaan monitoring, evaluasi, dan pelaporan lingkup bidang penagihan.
8) pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh kepada Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.
c. Bidang pelaksanaan terdiri dari beberapa seksi dan tugas-tugas pokok, yaitu : 1) Seksi Pembukuan dan Verifikasi
Seksi Pertimbangan dan Restitusi mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Bidang Penagihan lingkup pertimbangan dan restitusi.
2) Seksi Penagihan dan Perhitungan
Seksi Penagihan dan Perhitungan mempunyai tugas pokok melaksanakan tugas Bidang Penagihan dan Perhitungan.
3) Seksi Pertimbangan dan Restitusi
Seksi Pertimbangan dan Restitusi mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Bidang Penagihan lingkup pertimbangan dan restitusi.
5. Bidang Bagi Hasil Pendapatan
Bidang Bagi Hasil Pendapatan dipimpin oleh Kepala Bidang, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas.
Bidang Bagi Hasil Pendapatan mempunyai tugas pokok dan fungsi, yaitu:
a. Bidang Bagi Hasil Pendapatan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Dinas lingkup bagi hasil pajak dan bukan pajak, penatausahaan bagi hasil dan perundang-undangan dan pengkajian pandapatan.
b. Dalam melaksanakan tugas pokok Bidang Bagi Hasil Pendapatan menyelenggarakan fungsi :
1) penyusunan rencana, program, dan kegiatan Bidang Bagi Hasil Pendapatan.
2) penyusunan bahan petunjuk teknis lingkup bagi hasi pajak dan bukan pajak, penata usahaan bagi hasil dan perundang-undangan dan pengkajian pendapatan.
3) pelaksanaan penatausahaan bagi hasil pendapatan pajak dan bukan pajak, DAU, DAK, dan lain-lain pendapatan yang sah.
4) pelaksanaan koordinasi dengan instansi pemberi bagi hasil pajak dan bukan pajak, DAU, DAK, dan lain-lain pendapatan yang sah.
5) pelaksanaan perhitungan penerimaan dari dana bagi hasil pajak/ bukan pajak provinsi dan dana bagi hasil pajak/bukan pajak pusat, DAU, DAK, dan lain-lain pendapatan yang sah.
6) pelaksanaan pengkajian pelaksanaan peraturan perundang-undangan dan pengkajian hasil pendapatan daerah dibidang dana perimbangan, dan lain-lain pendapatan yang sah.
7) penyiapan bahan monitoring, evaluasi, dan pelaporan lingkup bidang bagi hasil pendapatan.
8) pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang sesuai dengan
tugas dan fungsinya .
c. Bidang pelaksanaan terdiri dari beberapa seksi dan tugas-tugas pokok, yaitu:
1) Seksi Bagi Hasil Pajak
Seksi Bagi Hasil Pajak mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Bidang Bagi Hasil Pendapatan lingkup bagi hasil pajak.
2) Seksi Bagi Hasil Bukan Pajak
Seksi Bagi Hasil Bukan Pajak mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Bidang Hasil Pendapatan lingkup bagi hasil bukan pajak.
3) Seksi Penatausahaan Bagi Hasil
Seksi Penatausahaan Bagi Hasil mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Bidang Bagi Hasil Pendapatan lingkup penatausahaan bagi hasil.
4) Seksi Peraturan Perundang-Undangan dan Pengkajian Pendapatan
Seksi Peraturan Perundang-Undangan dan Pengkajian Pendapatan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Bidang Bagi Hasil Pendapatan lingkup peraturan perundang-undangan dan kajian pendapatan.
6. Bidang Pengembangan Pendapatan Daerah
Bidang Pengembangan Pendapatan Daerah dipimpin oleh Kepala Bidang, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas.
Bidang Pengembangan Pendapatan Daerah mempunyai tugas pokok dan fungsi, yaitu:
a. Bidang Pengembangan Pendapatan Daerah mempunyai tugas pokok melaksanakan
sebagian tugas Dinas lingkup pengembangan pajak, retribusi dan pendapatan lain-lain.
b. Dalam melaksanakan tugas pokok Bidang Pengembangan PendapatanDaerah menyelenggarakan fungsi :
1) penyusunan rencana, program, dan kegiatan Bidang Pengembangan Pendapatan Daerah.
2) penyusunan bahan petunjuk teknis lingkup pengembangan pajak, retribusi dan pendapatan lain-lain.
3) pelaksanaan pengkajian potensi pajak daerah, retribusi daerah dan pendapatan lainnya.
4) penghitungan potensi pajak dan retribusi daerah.
5) pelaksanaan monitoring, evaluasi, dan pelaporan lingkup bidang pengembangan pendapatan daerah.
6) pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang sesuai dengan tugas dan fungsinya.
c. Bidang pelaksanaan terdiri dari beberapa seksi beserta tugas-tugas pokok, yaitu : 1) Seksi Pengembangan Pajak
Seksi Pengembangan Pajak mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Bidang Pengembangan Pendapatan Daerah lingkup pengembangan pajak.
2) Seksi Pengembangan Retribusi
Seksi Pengembangan Retribusi mempunyai tugas pokok melaksanakan
sebagian tugas Bidang Pengembangan Pendapatan Daerah lingkup pengembangan retribusi.
3) Seksi Pengembangan Pendapatan Lain-lain
Seksi Pengembangan Pendapatan Lain-lain memiliki tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Bidang Pengembangan Pendapatan lain-lain.
7. Unit Pelaksana Teknis
Pembentukan, nomenklatur, tugas pokok dan fungsi Unit Pelaksana Teknis ditetapkan lebih lanjut dengan Peraturan Walikota.
8. Kelompok Jabatan Fungsional
Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas sesuai dengan keahlian dan kebutuhan.
Adapun peraturan yang berlaku, yaitu :
a.Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang diatur dan ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan.
b. Setiap Kelompok Jabatan Fungsional, dipimpin oleh Tenaga Fungsional Senior yang ditunjuk.
c. Jumlah tenaga kerja fungsional, ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.
d. Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan.
D. Visi dan Misi Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan
Visi Dinas Pendapatan Kota Medan yaitu “Terwujudnya Pendapatan Daerah
Sebagai Andalan Pembiayaan Pembangunan Daerah”
Sedangkan Misi Dinas Pendapatan Kota Medan, yaitu:
a. Meningkatkan kualitas pelayanan terhadap sumber dan pengelola pendapatan daerah.
b. Meningkatkan sarana dan prasarana dinas.
c. Intensifikasi dan ekstensifikasi subjek dan objek pajak.
d. Meningkatkan penegakan hukum.
E. Gambaran Jumlah Pegawai Dinas Pendapatan Kota Medan Tabel 2.1
Rekapitulasi Pegawai Dinas Pendapatan Kota Medan Tahun 2016
Bidang Penagihan 47
Bidang Pendataan & Penetapan
(DATAP) 81
Bidang Bagi Hasil Pendapatan
(BHP) 82
Penempatan Bidang BHP 35
TNI Yang Dikaryakan 1 PNS Di UPT :
Jumlah Pegawai Dinas Pendapatan Kota Medan Berdasarkan Golongan
Sumber : Dinas Pendapatan Kota Medan
Keterangan :
Pegawai Negeri Sipil : 362 orang Pegawai Honorer : 110 orang Pegawai Outshourcing : 341 orang Cleaning service : 27 orang
Security : 30 orang
Jumlah : 891 orang
No. Golongan Jumlah
1 IV 10 Orang
2 III 307 Orang
3 II 44 Orang
4 I 1 Orang
Jumlah keseluruhan 362 Orang
BAB III
SAJIAN DATA DAN PEMBAHASAN
A. Sajian Data
1. Masalah Yang Dihadapi Dalam Pendaftaran dan Pendataan Pajak Restoran
Pajak Restoran merupakan salah satu sumber penerimaan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan yang sangat potensial, dimana Pajak Restoran dipergunakan untuk mendukung dan membiayai penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan Kota Medan. Kebanyakan masyarakat membuka usaha restoran untuk menunjang kehidupan sehari - harinya, karena banyak orang berpendapat bahwa usaha dibidang kuliner adalah usaha atau bisnis yang sangat menjanjikan untuk memenuhi kebutuhan sehari - hari mereka. Tetapi dengan maraknya restoran dan rumah makan di berbagai jalan Kota Medan ini, penerimaan pajak daerah terutama pada pajak restoran tidak memenuhi atau mencapai target, tidak tercapainya target dikarenakan kurangnya kesadaran wajib pajak dalam melaporkan kegiatan usaha restorannya dan membayar pajaknya yang terutang.
Hal tersebut dikarenakan juga, kurangnya pelaksanaan kegiatan sosialisasi dari pihak Dinas Pendapatan Kota Medan untuk memberikan pemahaman kepada para wajib pajak, sehingga kurangnya kegiatan pendaftaran dan pendataan yang dilakukan setiap wajib pajak dengan menggunakan SPOPD kepada Dinas
Pendapatan Kota Medan melalui Bidang Pendataan dan Pendaftaran. Dan dalam hal pendataanobjek pajak restoran dilakukan dengan memberikan Surat Pemberitahuan Pajak Daerah (SPTPD) kepada wajib pajak restoran yang diambil sendiri. Dalam hal tersebut, petugas pajak juga sering menemukan data - data yang tidak sesuai dengan keadaan wajib pajak sendiri, biasanya menyangkut identitas wajib pajak seperti Nama, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan Alamat Wajib Pajak . Berdasarkan hal tersebut dapat dilihat dari data yaitu, tidak tercapainya jumlah data wajib pajak dalam membayar pajak guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kota Medan.
Dan penulis akan membahas seberapa patuhnya wajib pajak dalam membayar pajaknya yaitu pajak restoran dengan melihat dari jumlah wajib pajak yang terdaftar pada Dinas Pendapatan Kota Medan dengan menggunakan sistem Self Assesment dan melalui target dan realisasi yang bersumber dari Dinas Pendapatan Kota Medan pada 5 (lima) tahun terakhir yaitu tahun 2011 - 2015.
B. Pembahasan Data
1. Jumlah Wajib Pajak Restoran dengan Self Assesment di Tahun 2015
Jumlah Wajib Pajak Restoran Tahun 2015 yang terdaftar di Dinas Pendapatan Kota Medan adalah sebanyak 1.193 Wajib Pajak (WP) yang menggunakan sistem Self Assesment karena berdasarkan sumber dari Dinas Pendapatan Kota Medan bahwa
di Tahun 2011 sampai seterusnya tidak lagi menggunakan sistem Official Assesmenttetapi menggunakan sistem Self Assesment. yaitu wajib pajak memenuhi
kewajiban perpajakannya sendiri yang terutang berdasarkan SPTPD.
Berikut ini adalah data tabel jumlah wajib pajak restoran yang terdaftar pada Dinas Pendapatan Kota Medan tahun 2015 dengan menggunakan sistem Self Assesmentserta pembagian klasifikasi restorannya :
TABEL 3.1
Jumlah Wajib Pajak Restoran Yang Terdaftar Di Tahun 2015
Klasifikasi Restoran
Wajib Pajak
Jumlah Self Assesment Official
Assesment
1 Restoran Cepat Saji 89 - 89
2 Restoran Nasional 81 - 654
3 Restoran Nasional 654 - 654
4 Warung Nasi / Kedai
Kopi / dll 369 - 369
Jumlah 1193 - 1193
Sumber : Dinas Pendapatan Kota Medan
Dari tabel diatas, jumlah wajib pajak restoran yang terdaftar di Dinas Pendapatan Kota Medan, yaitu Restoran Cepat Saji dan Restoran Khas Daerah, wajib pajak yang terdaftar memang lebih sedikit dibandingkan dengan Restoran Nasional dan Warung Nasi / Kedai Kopi / dll. Sedikitnya wajib pajak yang terdaftar dalam Restoran Cepat Saji dan Khas Daerah dikarenakan Restoran Cepat Saji contohnya : KFC , Mac Donald, dll di Kota Medan ini tidak terlalu banyak dibandingkan Warung
Nasi atau Kedai Kopi yang ada di Kota Medan ini. Tetapi dari tahun ke tahun wajib pajak restoran yang terdaftar di Dinas Pendapatan Kota Medan mengalami peningkatan yang sangat memuaskan, seperti di tahun 2015 ini jumlah wajib pajak restoran dari setiap klasifikasi restoran makin bertambah meskipun belum semua masyarakat yang memiliki usaha restoran mendaftarkan dirinya untuk dikukuhkan sebagai wajib pajak restoran yang patuh akan membayar pajaknya.
2. Data Target dan Realisasi Pajak Restoran
Untuk dapat meningkatkan penerimaan pajak restoran, Dinas Pendapatan Kota Medan dalam setiap tahun merencanakan target yang akan dicapai untuk setiap Pajak Daerah atau Retribusi Daerah yang memenuhi atau mencapai target yang telah ditetapkan sebelumnya.
Adapun Target dan Realisasi Penerimaan Pajak Restoran pada tahun 2011 - 2015, yaitu sebagai berikut :
Tabel 3.2
Target dan Realisasi Pajak Restoran Kota Medan Tahun 2011 - 2015
Tahun Target ( Rp ) Realisasi ( Rp ) Persentase ( % )
2011 96.209.441.389,00 70.485.458.321,76 73,26 %
2012 113.209.441.000,00 83.182.567.950,56 73,48 %
2013 113.209.441.000,00 91.590.223.058,75 80,90 % 2014 113.209.441.000,00 106.429.552.172,14 94,01%
2015 123.215.837.083,00 124.409.617.130,10 100,97%
Sumber : Dinas Pendapatan Kota Medan
Berdasarkan tabel diatas dapat dianalisa bahwa pada tahun 2011 target penerimaan pajak restoran yang ditetapkan adalah sebesar Rp. 96.209.441.389,00 dengan realisasinya sebesar Rp. 70.485.458.321,76 artinya penerimaan pajak restoran pada Dinas Pendapatan Kota Medan dengan persentase sebesar 73,26 % . Ini menunjukkan bahwa penerimaan pajak restoran belum mencapai dari target yang telah ditetapkan. Penerimaan pajak restoran ini didapatkan dari Restoran Cepat Saji, Restoran Khas Daerah, Restoran Nasional, dan Warung Nasi/Kedai Kopi/dll.
Pada tahun 2012 target penerimaan pajak restoran yang telah ditetapkan sebesar Rp. 113.209.441.000,00 dengan realisasi penerimaan mencapai sebesar Rp.83.182.567.950,56 artinya penerimaan pajak restoran di Dinas Pendapatan Kota Medan terealisasi dengan persentase sebesar 73,48%. Ini juga menunjukkan bahwa
penerimaan di tahun ini belum mencapai dari target dan menurunnya penerimaan pajak restoran dari target yang telah ditetapkan pada tahun ini.
Pada tahun 2013 target penerimaan pajak restoran yang telah ditetapkan sebesar Rp.113.209.441.000,00 dengan realisasi penerimaan mencapai sebesar Rp.
91.590.223.058,75 artinya penerimaan pajak restoran di Dinas Pendapatan Kota Medan terealisasi dengan persentase sebesar 80,90%. Tahun ini juga menunjukkan bahwa penerimaaan pajak restoran belum mencapai target yang telah ditetapkan.
Pada tahun 2014 target penerimaan pajak restoran yang telah ditetapkan sama seperti tahun - tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp.113.209.441.000,00 dengan realisasi penerimaannya sebesar Rp.106.429.552.172,14 artinya penerimaan pajak restoran di Dinas Pendapatan Kota Medan terealisasi dengan persentase sebesar 94,01%. Dengan ini menunjukkan bahwa penerimaan di tahun ini juga belum mencapai target yang telah ditetapkan. Tetapi realisasi penerimaan di tahun 2014 ini jauh lebih meningkat dari tahun sebelumnya yaitu di tahun 2011,2012, dan di tahun 2013.
Kemudian pada tahun 2015 target penerimaan pajak restoran yang ditetapkan Rp.123.215.837.083.083,00 dengan realisasi penerimaan mencapai sebesar Rp.124.409.617.130,10 artinya penerimaan pajak restoran pada Dinas Pendapatan Kota Medan terealisasi dengan persentase sebesar 100,97%. Pada tahun 2015 ini menunjukkan bahwa penerimaan pajak restoran telah mencapai target atau melebihi
target yang telah ditetapkan. Dapat dilihat realisasi penerimaannya di tahun ini jauh lebih meningkat dari tahun sebelumnya yaitu di tahun 2011 sampai tahun 2014.
Target dan realisasi tercapai dipengaruhi dengan meningkatnya jumlah penerimaan pajak restoran di tahun 2015 disebabkan oleh bertambahnya objek -objek pajak restoran yang baru dan merupakan sumber pendapatan pajak restoran antara lain :
a. Rumah Makan Baru seperti Ayam Penyet, Warung Bebek, dll.
b. Beberapa Cafetarian Baru.
c. Restoran Western.
Dari data diatas, dapat dilihat terjadinya peningkatan penerimaan pajak restoran pada tahun 2011 - 2015 dan dapat dikatakan wajib pajak patuh akan pembayaran pajak restorannya. Meskipun dalam penetapan target pajak restoran realisasinya ada yang belum mencapai target yang telah ditetapkan yaitu pada tahun 2011 - 2014, tetapi setidaknya dalam pembayaran pajak restoran, wajib pajak masih bisa meningkatkan lagi pembayaran pajak restorannya setiap tahunnya.
C.Kendala Dalam Pendaftaran dan Pendataan Pajak Restoran
Adapun kendala - kendala yang dihadapi dalam pendaftaran dan pendataan pajak restoran yaitu :
a. Masih kurangnya kesadaran wajib pajak akan kewajibannya dalam pembayaran pajak restoran , sehingga terdapat wajib pajak yang tidak menaati peraturan dan tidak sesuai dengan yang diharapkan.
b. Masih terdapat wajib pajak yang belum menyampaikan Surat Pemberitahuan Pajak Daerah ( SPTPD), hal ini disebabkan wajib pajak berusaha menghindari utang pajaknya.
c. Dalam hal pendataan petugas banyak menemukan data - data yang tidak sesuai dengan keadaan wajib pajak sendiri. Biasanya menyangkut identitas wajib pajak seperti, Nama, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan alamat.
d. Setelah dilakukan pemeriksaan atau pendataan kembali terhadap jumlah wajib pajak di lapangan banyak yang tidak sesuai dengan jumlah yang ada pada data yang sebenarnya dikarenakan banyak yang sudah menutup usaha atau pindah tanpa memberitahu dan melaporkan kepada petugas Dinas Pendapatan Kota Medan.
D. Upaya Peningkatan Penerimaan Pajak Restoran
Adapun upaya - upaya yang dilakukan Dinas Pendapatan Kota Medan dalam peningkatan penerimaan pajak restoran yaitu :
a. Melakukan pemeriksaan pajak daerah dalam menyampaikan pajak daerah.
b. Melakukan upaya penjagaan dimana petugas pajak daerah melaksanakan pendataan ulang terhadap potensi atau omzet wajib pajak Dan sekarang ini wajib pajak sudah memakai Self Assesment System yaitu bisa melaporkan,
b. Melakukan upaya penjagaan dimana petugas pajak daerah melaksanakan pendataan ulang terhadap potensi atau omzet wajib pajak Dan sekarang ini wajib pajak sudah memakai Self Assesment System yaitu bisa melaporkan,