• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III GAMBARAN UMUM PT. BPRS GALA MITRA ABADI

B. Struktur Organisasi

1. Struktur Organisasi BPRS Gala Mitra Abadi:

a. Komisaris Utama : Arif Hidayat, SE

b. Komisaris : Betty Anovia

c. Ketua DPS : Drs. H. Harno Harnadi Isa, MPd

d. Anggota DPS : H. Ghuron Halim,SE.MM

b. Direktur Utama : Iqbal Faza, SE

c. Direktur : Ahmad Saeful Annas,S.pd.I

d. SKAI : Ana Chuzaimatul Choiriyah,A.Md

e. Kabag Operasional : Angga Kurniawan, S.Si

f. Accounting : Heny Pujiati,A.Md

g. Admin Pembiayaan : Susiyanti, S.pd

h. Funding Officer : Yanaili, M.SE

i. Remedial :

1. Hardiyanto

2. Sugeng Heryawan

j. Slik/Umum : Puji Utami, SE

k. Penaksir Emas : Puji Utami, SE

l. Customer Service : Lisa Yosi A.,S.Pd

m. Teller :

1. Nimas Efiana N

2. Gilang Surya Saputra, S.Pd

n. Account Officer : 1. Arif Budi N, SE 2. Jemmy Panduwinata, SE 3. Atut Cahyana, ST 4. M. Yusrul Wafa 4

5

5. Rudi

C. Tugas dan Tanggung Jawab pengurus BPRS Gala Mitra Abadi Purwodadi :5

1. Dewan Komisaris, bertugas :

i. Mempertimbangkan, menyempurnakan dan mewakili

para pemegang saham dalam memutuskan perumusan kebijaksanaan umum perseroan yang baru diusulkan oleh redaksi untuk melaksanakan persoalan yang akan datang.

ii. Menyelenggarakan rapat umum luar biasa para pemegang

saham dalam hal pembebebasan tugas dan kewajiban direksi.

iii. Mempertimbangkan dan menyetujui rancangan anggaran

perusahaan dan rencana kerja perusahaan dan rencana kerja untuk tahun buku baru yang diusulkan direksi.

iv. Memberikan penilaian atas neraca dan perhitungan laba/

rugi tahunan serta laporan-laporan berkala lainnya yang disampaikan oleh direksi

v. Mempertimbangkan dan memutuskan permohonan kredit

yang diajukan kepeda perseroan yang jumlahnya melebihi maksimum yang diputuskan oleh direksi.

vi. Memberikan persetujuan mengenai pengikatan perseroan

sebagai penanggung, penggadaian serta penjualan baik untuk barang bergerak maupun tidak bergerak kepunyaan perseroan.

vii. Menyetujui atau menolak pinjaman yang diajukan oleh

anggota direksi

5

6

viii. Menyetujui semua hala yang menyangkut perubahan

modal dan pembagian laba.

ix. Menandatangani surat-surat saham yang telah diberi

nomer urut sesuai wewenang yang telah diberikan dalam anggaran dasar perseroan.

x. Menyetujui pembagiantugas dan kewajiban antara

direktur utama dan direktur. 2. Direksi, bertugas:

i. Merumuskan dan mengusulkan kebujaksanaan umum

baik untuk masa yang akan datang kepada dewan

komisaris agar tercapai tujuan dan kontinuitas

perusahaan.

ii. Menyusun dan mengusulkan rancangan anggaran

perusahaan dan rencana kerja untuk tahun buku yang baru dewan komisaris.

iii. Mengajukan rencana dan perhitungan laba rugi tahunan

serta laporan-laporan berkala lainnya kepada dewan komisaris untuk mendapat penilaian.

iv. Mengundang para pemegang saham untuk mengahadiri

rapat pemegang saham.

v. Mengangkat pejabat-pejabat yang akan diberi tanggung

jawab mengawasi perseroan.

vi. Menyetujui besarnya gaji dan tunjangan lainnya yang

harus dibayarkan para pejabat dan pegawai perseroan.

vii. Memajukan kepada dewan komisaris, jenis pelayanan

baru yang dapat diberikan perseroan kepada masyarakat untuk disetujui.

viii. Mengamankan harta kekayaan perseroan agar terlindungi

7 3. Direktur Utama

i. Mewakili direksi atas nama perseroan.

ii. Memimpin dan mengelola perseroan sehingga tujuan

perseroan tercapai.

iii. Bertanggung jawab terhadap operasional perseroan

khususnya dalam hubungan dengan pihak ekstern perusahaan.

iv. Bertanggung jawab kepada rapat umum pemegang

saham. 4. Direktur, bertugas:

i. Mewakili direktur utama atas nama direksi.

ii. Membantu direktur utama dalam mengelola perusahaan

sehingga tercapai tujuan perseroan.

iii. Bertanggung jawab terhadap operasional, khusunya dalam

hubungan dengan pihak intern perusahaan.

iv. Bersama- sama direktur utama bertanggung jawab kepada

rapat pemegang saham. o. Marketing

i. Menerima, melayani nasabah yang datang ke bak dan

memerlukan pelayanan pemberian kredit dari bank dan/ atau jasa perbankan lainnya.

ii. Melakukan, membuat analisa ekonomis/ nalisa kredit

yang diperlukan untuk setiap pemberian kredit yang diproses atau ditangani untuk mendapatkan approval.

iii. Mengusahakan kepada lembaga kredit commite untuk

setiap pemberian kredit yang diproses atau ditangani untuk mendatakan approval.

iv. Memelihara dan membina hubungan baik dengan

8

menjaga mutu pelayanan kepda masyarakat sehingga berda pada tingkat memuaskan.

v. Melakukan marketing nasabah baik dalam rangka

penghimpunan sumber-sumber dana masyarakat maupun alokasi pemberian kredit secara efektif dan terarah. p. Staf dan Teller

i. Melakukan pekerjaan sebagai kuasa bank dalam hal

penerimaan setoran tunai maupun cek/ bilyet giro bank lain, maupun penarikan atau pembayaran yang dilakukan oleh nasabah sesuai dengan ketentuan berlaku.

ii. Bertanggung jawab atas keselamatan ketepatan dalam

menghitung uang baik pada saat pembayaran maupun saat penerimaan.

iii. Stiap hari menutup buku kasir dan menghitung saldo kas

sesuai dengan voucher yang ada bersama-sama dengan pimpinan.

iv. Membuat kas register berdasarkan courporus.

v. Membuat laporan kas harian kepada direktur.

q. Akuntansi/ Pembukuan, bertugas :

i. Membukukan semua transaksi-transaksi usaha bank

dengan dilampiri bukti pendukung sah.

ii. Berkewajiban membuat laporan secara rutin menyangkut

laporan keuangan perusahaan baik untuk manajemen maupun pihak ketiga atau pemeriksa Bank Indonesia.

iii. Menyimpan semua arsip pembukuan voucher-voucher

dan bukti transaksi kas dengan baik dan teratur. r. Satpam

9

ii. Membina kerjasama dan koordinasi dengan aparat

keamanan yang terkait.

iii. Mebuat laporan situasi keamanan dalam buku register.

iv. Membina hubungan baik dengan pihak intern maupun

ekstern nasabah bank. s. Dewan Pengurus Syariah

i. Menelaah (mereview) peraturan korporat yang berlaku

apakah sesuai dengan aturan dan syariah peraturan lain yang berlaku, etika serta tak ada benturan kepentingan maupun unsur-unsur yang melanggar kepatuhan.

ii. Menelaah semua produk dan atau jasa BPRS Gala Mitra

Abadi Purwodadi apakah sesuai syariah.

iii. Menelaah nasabah perilaku manajemen atau karyawan

yang menyangkut : benturan kepentingan, melanggar kepatuhan, melakukan kecurangan, manipulasi.

iv. Menilai kebijakan akuntan dan penerapannya meneliti

laporan keuangan. D. Ruang Lingkup Usaha

1. Menghimpun dana – dana komersial berupa

simpanan/tabungan maupun sumber dana lain yang sah dan halal.

2. Memberikan pembiayaan kepada nasabahnya sesuai dengan penilaian kelayakan usaha.

3. Mengelola usaha tersebut secara profesional sehingga

menguntungkan dan dapat dipertanggungjawabkan.6

E. Produk PT. BPRS Gala Mitra Abadi Purwodadi

10

Produk yang digunakan BPRS Gala Mitra Abadi sebagai suatu lembaga intermediasi PT.BPR Syariah Gala Mitra Abadi telah dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik, Fungsi tersebut adalah berkewajiban untuk menampung masyarakat yang memiliki kelebihan dana dan menyalurkannnya kembali kepada masyarakat yang membutuhkan dana.PT. BPRS Gala Mitra Abadi merancang dan mengembangkan aneka produk dan layanan untuk memenuhi berbagai kebutuhan nasabah akan transaksi perbankan.

Produk dan layanan tersebut berbasis bonus dan bagi hasil

yang kompetitif, diantaranya:7

1. Tabunngan IB Simpel yaitu tabungan untuk pelajar TK, SD, SMP, SMA Maupun mahasiswa. Syarat pembukaan :

- Copy kartu keuarga/kk - Copy Kartu Pelajar

- Setoran pertama minimal RP 5000; - Mengisi slip setoran

2. Tabungan IB Gala Mitra yaitu tabungan untuk membantu para nasabah dalam bertransaksi, berinvestasi dan untuk menunjang bisnis nasabah. Syarat pembukaan untuk nasabah perorangan :

- Copy KTP/Paspor

- Setoran pertama minimal Rp 10.000; - Mengisi formulir pembukaan

Syarat pembukaan untuk nasabah Instansi :

- Legalitas Perusahaan (AKTA Pendirian, SIUP, SIGU, TDP,NPWP dll)

- Setoran pertama minimal Rp 100.000;

7

11

- Mengisi formulir pembukaan

3. Tabungan IB Al Haromain yaitu tabungan untuk

merencanakan perjalanan wisata maupun ibadah haji dan umroh. Syarat pembukaan :

- Copy KTP/Paspor

- Setoran pertama minimal Rp 100.000; - Mengisi formulir pembukaan

4. Tabungan IB Mudharabah Premium yaitu bagi hasil setara deposito 1 bulan, bebas tarik/setor kapanpun. Syarat pembukaan nasabah perorangan :

- Copy KTP/Paspor

- Setoran saldo pertama minimal Rp 5.000.000; - Mengisi formulir pembukaan

- Saldo minimal Rp 5.000.000;

Syarat pembukaan nasabah Instansi :

- Legalitas Perusahaan (AKTA Pendirian, SIUP, SIGU, TDP,NPWP dll)

- Setoran saldo pertama minimal Rp 10.000.000; - Mengisi formulir pembukaan

- Saldo mengendap minimal Rp 5.000.000;

5. Deposito IB Mudharabah Abadi yaitu Deposito dengan jangka waktu 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan dan 12 bulan memberikan pilihan kepada nasabah untuk berinvestasi dengan bagi hasil yang sangat menguntungkan.

6. Murabahah, yaitu pembiayaan dengan akad murabahah atau jual beli. Contoh pembiayaan dengan akad murabahah (jual beli) pembiayaan pembelian emas, pemebelian rumah,

12

pembelian material bahan bangunan, kendaran dan lain sebagainya. Syarat pembukaan :

- fotocopy identitas (KTP/Paspor) - fotocopy kartu keluarga

- fotocopy buku nikah/akte cerai - fotocopy NPWP

- Identitas suami/istri penjamin - rekening tabungan

- slip gaji (untuk karyawan baik PNS maupun Swasta) - rekening listrik/telepon

- laporan keuangan

- surat keterangan usaha (SKU) bagi pemohon yang memiliki usaha

- anggaran dasar /akta pendirian dan perubahannya - TDP,SIUP

- surat ijin usaha lainnya

7. Musyarakah, yaitu pembiayaan dengan akad musyarakah atau sistem bagi hasil. pembiayaan ini cocok untuk usaha

dibidang pertanian, perkebunan, proyek-proyek

pembangunan, dan lain sebagainya. syarat pembiayaan: - fotocopy identitas (KTP/Paspor)

- fotocopy kartu keluarga

- fotocopy buku nikah/akte cerai - fotocopy NPWP

- Identitas suami/istri penjamin - rekening tabungan

- slip gaji (untuk karyawan baik PNS maupun Swasta) - rekening listrik/telepon

13

- surat keterangan usaha (SKU) bagi pemohon yang memiliki usaha

- anggaran dasar /akta pendirian dan perubahannya - TDP,SIUP

- surat ijin usaha lainnya

8. Mitra GEMAS IB (Gadai Emas Syariah) , layanan gadai emas syariah yang bebas dari riba, pelayanan cepat, biaya penitipan yang murah. syarat gadai hanya dengan fotocopy

identitas dan surat bukti kepemilikan emas.8

9. Multijasa, pembiayaan dengan akad qardh wal ijarah kepada nasabah, dimana nasabah memperoleh manfaat atas suatu jasa. dalam hal ini bank memperoleh imbalan jasa atau fee. contoh dari pembiayaan ini adalah talangan haji atau umroh, pendidikan sekolah. sayarat pembiayaan :

- fotocopy identitas (KTP/Paspor) - fotocopy kartu keluarga

- fotocopy buku nikah/akte cerai - fotocopy NPWP

- Identitas suami/istri penjamin - rekening tabungan

- slip gaji (untuk karyawan baik PNS maupun Swasta) - rekening listrik/telepon

- laporan keuangan

- surat keterangan usaha (SKU) bagi pemohon yang memiliki usaha

- anggaran dasar /akta pendirian dan perubahannya - TDP,SIUP

8

14

- surat ijin usaha lainnya

10. Layanan Bank Syariah Gala Mitra Abadi, bank syariah Gala Mitra Abadi melayani antar jemput setoran/penarikan tabungan, transfer online real time, payroll gaji perusahaan, dsb.

1

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Dasar Penetapan Penjaminan Simpanan

Penjaminan simpanan nasabah bank dilakukan oleh suatu lembaga yang disebut Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Saat ini lebih dari 100 negara yang telah memiliki Program Penjaminan Simpanan. Kelembagaannya sangat bervariasi satu sama lain. Di Indonesia sendiri setiap bank yang melakukan kegiatan usaha di wilayah RI wajib menjadi peserta penjaminan LPS, termasuk kantor cabang dari bank yang berkedudukan di luar negeri yang melakukan kegiatan perbankan di Indonesia. Jumlah Bank Peserta Penjaminan LPS untuk Bank Umum berjumlah 118 dengan rekening 187 juta yang berjumlah Rp 4.678.000.000.000, dan untuk BPR atau BPRS mencapai 1.794 dengan rekening 12 juta yang berjumlah Rp 76.000.000.000.000.

Pendirian LPS pada dasarnya dilakukan sebagai upaya memberikan perlindungan terhadap dua resiko yaitu irrational run terhadap bank dan systemic risk. Dalam menjalankan usaha bank biasanya hanya menyisakan sebagian kecil dari simpanan yang diterimanya untuk berjaga-jaga apabila ada

penarikan dana oleh nasabah.1

Penjaminan simpanan nasabah yang dilakukan oleh LPS berlaku juga bagi bank syariah, sebagaimana ditentukan dalam Peraturan Pemerintah RI No.39 Tahun 2005 tentang penjaminan simpanan nasabah bank dengan prinsip syariah.karena adanya perbedaan mendasar antara bank syariah dan bank konvensional adalah dimana perjanjian pada pembukaan rekening, bank konvensional menjanjikan bunga dengan prosentase tertentu. Sedangkan bank syariah hanya menetapkan nisbah atau berapa bagian hak nasabah dari

1 Danang Wahyu Muhammad, Konsep Pengaturan Penjaminan Simpanan Nasabah Pada Bank Syariah, Journal UMY, tahun 2015 hlm 280.

2

keuntungan bank. Jadi nilainya bergantung pada kinerja bank, semakin besar

nisbah, maka besar juga keuntungan yang didapat, begitu pula sebaliknya.2

Dalam kegiatan usahanya tentu saja Bank Syariah termasuknya ada BPRS bersifat khusus, artinya bank syariah tidak hanya tunduk pada ketentuan perbankan tetapi juga tunduk pada ketentuan- ketentuan syariah Islam. keberadaan bank syariah di Indonesia pada dasarnya di dorong keyakinan bahwa sistem bunga yang ada pada bank konvensional adalah riba yang artinya

adalah diharamkan oleh syariat Islam.3 Berdasarkan hal tersebut, kemunculan

bank syariah dimaksudkan untuk menyediakan sarana perbankan bagi masyarakat yang mempunyai keyakinan bahwa bunga (riba) adalah haram dan ingin menjalankan ajaran sesuai dengan syariat Islam. Oleh karena itu, bank syariah harus dapat menjamin nasabahnya, bahwa kegiatan yang dilakukannya tidak bertentangan dengan ketentuan syariah, sehingga bank syariah dapat menjaga kehalalan dari usaha dan kegiatan yang dilakukannya.

Dalam kegiatan usahanya, BPRS Gala Mitra Abadi lebih

mengutamakan produk pembiayaannya sebagai ujung tombak utama dalam upaya mengimplementasikan akses terhadap masyarakat dan UMKM. Terutama kepada kelompok usaha kecil menengah yang sedang membutuhkan bantuan modal untuk meningkatkan kapasitas usahanya dalam hal produksi yang kemudian akan berimplikasi pada penyerapan tenaga kerja yang lebih banyak. Peran BPRS tidak hanya sebatas pembiayaan terhadap UMKM sebagai target utama penggerak perekonomian mikro dan menengah teapi juga pada pendampingan dan pengelolaan dana yang sehingga akan membuat keuangan UMKM menjadi lebih accountable, credible, transparant, dan managable yang artinya antara kedua belah pihak akan memperoleh manfaat pembagian hasil yang lebih maksimal.

2 Sutrisno Mukayan, Penjaminan Simpanan Bank Syariah, (www.replubika.co.id Kamis, 12 Januari 2006)

3 Muhammad Syafi’i Antonio, Bank Syariah, Dari Teori ke Praktek, Jakarta: Gema Insani, 2001, hlm. 25.

3

Dalam memperoleh dana untuk melakukan kegiatan usahanya, BPRS Gala Mitra Abadi juga menyediakan berbagai produk tabungan maupun investasi. Berbagai produk tabungan inilah yang akan dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan apabila BPRS tersebut mengalami likuiditas. Namun, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi nasabah jika ingin simpanannya di bank terjamin oleh LPS. Syarat tersebut yaitu 3T :

1. Tercatat dalam pembukuan bank;

2. Tingkat bunga tidak melebihi batas bunga yang ditentukan oleh LPS; 3. Nasabah Tidak melakukan kegiatan yang merugikan bank seperti kredit

macet.4

Namun, khusus bagi nasabah yang menyimpan dananya pada bank yang berbasis syariah, syarat bunga tidak diberlakukan. Jaminan LPS dapat diterima nasabah bank ketika pihak yang berwenang telah menetapkan bahwa Indonesia berada pada fase krisis. LPS akan memberikan jaminan yang kredibel sehingga nasabah tidak perlu menyerbu bank untuk menarik dana simpanannya. Hal ini juga sudah ditetapkan pada BPRS Gala Mitra Abadi Purwodadi, sesuai dengan syarat yang ditentukan dari LPS. BPRS Gala Mitra Abadi menggunakan sistem bagi hasil, jadi tidak terpaku dengan besaran tingkat bunga yang diberlakukan oleh LPS, berapapun bagi hasilnya tidak berpengaruh pada simpanan yang dijamin nantinya.

Sebagai dasar penetapan penjaminan juga ada pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan, sebagimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2009. Selanjutnya, dalam penjelasan Pasal 2 PP Nomor 39 Tahun 2005 dijelaskan bahwa :

“Bersadarkan ketentuan pasal ini, LPS menjamin simpanan nasabah dari bank berdasarkan prinsip syariah, baik bank umum dan bank perkreditan rakyat yang melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah , maupun Unit

4

4

Usaha Syariah (UUS) dari bank konvensional. Seperti halnya kantor cabang, UUS merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari bank induknya. Untuk itu, tidak ada persyaratan kepesertaan yang harus dipenuhi oleh UUS karena persyaratan kepesertaan merupakan kewajiban yang harus dipenuhi bank konvensional yang menjadi induk dari UUS tersebut.”

Fatwa Penjaminan Syariah yang merupakan bagian dari sharia governance melengkapi landasakan hukum yang telah ada (existing) dalam rangka melaksanakan program penjaminan simpanan nasabah bank berdasarkan prinsip syariah oleh Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS). Dimulai dari keberadaan LPS melalui UU No 24 tahun 2004 yang memberikan mandat LPS melakukan penjaminan simpanan nasabah bank. Selanjutnya diikuti dengan diterbitkannya PP No. 39 tahun 2005 yang secara spesifik mengatur kewenangan LPS dalam melakukan penjaminan simpanan nasabah bank berdasarkan prinsip syariah. Landasan hukum terakhir adalah UU No. 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah sebagai dasar hukum industri perbankan syariah di Indonesia. Dengan demikian keberadaan Fatwa DSNMUI No. 118 menjadikan panduan dalam penerapan penjaminan simpanan nasabah bank yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah (sharia compliance).5

Adapun Bentuk simpanan yang dijamin sesuai ketentuan Pasal 3 PP Nomor 39/2005 dan Pasal 23 Peraturan LPS Nomor 1/PLPS/2006, simpanan di Bank Syariah yang dijamin oleh LPS terdiri dari :

a. Giro berdasarkan prinsip wadiah (untuk BUS dan UUS); b. Tabungan berdasarkan prinsip wadiah;

c. Tabungan berdasarkan prinsip mudharabah mutlaqah atau prinsip mudharabah muqayyadah yang resikonya ditanggung oleh bank;

5

d. Deposito berdasarkan prinsip mudharabah mutlaqah atau prinsip mudharabah muqayyadah yang risikonya ditanggung oleh bank; dan/atau, e. Simpanan berdasarkan prinsip syariah lainnya yang ditetapkan oleh LPS

setelah mendapat pertimbangan LPP (Bank Indonesia).6

Tabungan dan deposito berdasarkan prinsip mudharabah mutlaqah dijamin oleh LPS. Sedangkan untuk tabungan dan deposito berdasarkan prinsip mudharabah muqayyadah tidak semua dijamin oleh LPS. Dalam akad mudharabah muqayyadah, pemilik dana/nasabah memberikan arahan atau batasan tertentu atas pengolahan dananya, misalka mengenai

jangka waktu, jenis usaha, tempat usaha, dan/atau jenis pelayanan.7

B. Mekanisme Penetapan Penjaminan Simpanan

Dalam penjaminan simpanan syariah, kontrak (akad) anatara penjamin simpanan dan bank peserta penjamin harus jelas dan ditetapkan diawal. Dalam akad tabarru’, bank peserta (BPRS Gala Mitra Abadi) mengumpulkan premi (fee) untuk dikelola oleh penjamin simpanan yang nantinya akan digunakan untuk membayar kembali simpanan nasabah ketika ada bank peserta (BPRS Gala Mitra Abadi) dicabut izin usahanya. Kesediaan bank mengumpulkan premi (fee) dan saling menanggung sesama peserta penjaminan tersebut secara syariah harus didasarkan padaa sifat sukarela. Sehingga, dalam sistem penjaminan simpanan, penerapan akad tabarru’ lebih tepat dilakukan untuk penjaminan simpanan yang sifat kepesertaannya tidak wajib. Pemberian wewenang memungut premi penjaminan tersebut dimaksudkan untuk memberi kemaslahatan kepada nasabah penyimpan berupa perlindungan atas keamanan

6

Hamid Awaludin, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 39 tahun 2005 Tentang

Penjaminan Simpanan Nasabah Bank Berdasarkan Prinsip Syariah, (Jakarta, Menteri Hukum Dan

Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, 12 Oktober 2005)

7 Arie Syantoso, Analisis Fiqh keuangan Terhadap PP No.39 Tahun 2005 Tentang

Penjaminan Simpanan Pada Perbankan Syariah Di Indonesia, Jurnal Al Iqtishadiyah, Vol. I, edisi I,

6

simpanannya di bank syariah dan terciptanya stabilitas sistem perbankan syariah.

Pengelolaan dana penjaminan, LPS telah membayar klaim terhadap simpanan pada beberapa BPRS yang dicabut izin usahanya. Nasabah penyimpan pada BPRS tersebut tentu berharap pembayaran klaim penjaminan yang diterima berasal dari premi yang dibayar bank syariah dan hasil kelolaan dana yang sesuai dengan prinsip syariah. Sampai saat ini, pengelolaan dana penjaminan dari penerimaan premi sampai pembayaran klaim penjaminan belum dipisahkan antara perbankan konvensional dan perbankan syariah.

1. Konsep Penjaminan Simpanan BPRS Gala Mitra Abadi

a. Nasabah menempatkan simpanannya pada bank syariah (BPRS Gala Mitra Abadi);

b. Simpanan dana dalam bentuk akad wadiah atau mudharabah;

c. Pihak nasabah BPRS Gala Mitra Abadi membayar premi atau fee untuk melindungi simpanan;

d. Apabila bank dicabut izinnya, penjamin simpanan membayar klaim penjaminan atas simpanan nasabah tersebut.

2. Resolusi Bank Gagal Non Sistemik

a. Bank bermasalah/ bank dalam pengawasan/ bank gagal non sistemik dapat diselamatkan oleh LPS apabila dengan syarat :

1) Perkiraan biaya penyelamatan lebih murah dari pada biaya tidak menyelamatkan;

2) Memiliki prospek usaha;

3) Pernyataan RUPS yang menyerahkan wewenang RUPS dan kepengurusan bank kepada LPS;

4) Menyerahkan dokumen – dokumen kepada LPS, misalnya dokumen penggunaan fasilitas pinjaman.

b. LPS merekomendasi OJK cabut izin usaha bank gagal; c. OJK mencabut izin usaha bank;

7

d. Setelah itu LPS menlikuidasi bank dan membayar simpanan nasabah yang dijamin.

3. Pembayaran Klaim Penjaminan

Pembayaran klaim penjaminan kepada nasabah penyimpanan dilakukan berdasarkan simpanan yang layak dibayar sesuai hasil rekonsiliasi dan verifikasi. Pembayaran klaim penjaminan yang layak dibayar kepada nasabah penyimpanan dilakukan oleh LPS melalui bank pembayar yang ditunjuk oleh LPS. Pembayaran klaim atas simpanan yang layak dibayar mulai dilakukan paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah tanggal rekonsiliasi dan verifikasi dimulai.

Dalam hal terdapat nasabah penyimpanan yang sebagian dari saldo rekeningnya tidak dibayarkan oleh LPS karena saldo simpanan nasabah yang bersangkutan melebihi jumlah simpanan yang dijamin. LPS menerbitkan surat keterangan mengenai saldo rekening yang tidak dibayarkan tersebut. Pembayaran klaim penjaminan atas simpanan yang layak dibayar dilakukan secara tunai dengan mata uang rupiah dan atau setara tunai, antara lain dengan mengalihkan rekening nasabah penyimpan tersebut kepada bank pembayar. Dalam hal klaim penjaminan berupa valuta asing, maka pembayaran dilakukan dengan menggunakan kurs tengah yang berlaku pada tanggal pencabutan izin usaha bank tersebut. Kurs tengah adalah rata-rata kurs beli dan kurs jual per akhir hari, yang diumumkan Bank Indonesia.

Dalam hal nasabah penyimpanan pada saat yang bersamaan mempunyai kewajiban pembayaran kepada bank yang telah jatuh tempo

Dokumen terkait