• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

D. Struktur Organisasi

Organisasi merupakan kumpulan orang-orang atau kelompok orang yang melakukan kerjasama untuk mencapai tujuan tertentu. Setiap

organisasi perusahaan merupakan suatu kesatuan yang tidak terpisah pada suatu sistem organisasi yang mencirikan adanya saling hubungan antarabagian yang satu dengan bagian yang lain dan secara formal digambarkan dalam struktur organisasi masing-masing perusahaan yang bersangkutan.

Dalam struktur organisasi tersebut diatas, batas-batas wewenang tugas dan tanggung jawab masing-masing bagian sudah digambarkan dengan jelas. Wewenang adalah merupakan perintah kepada orang lain yang berada dibawah kedudukannya untuk melakukan sesuatu yang biasanya merupakan hak manjer dan sekaligus melakukan penilaian terhadap hasil kerja karyawannya. Sedangkan tanggung jawab adalah kewajiban untuk mempertanggung jawabkan atas apa yang telah dikerjakan.

Adapun Struktur oranisasi pada PT. Indomobil Fnance Indonesia :

Gambar 3 struktur organisasi

Struktur organisasi tersebut diatas memiliki uraian tugas masing-masing sebagai berikut:

Colletion Head Kolektor Marketing Head Finance & Accounting

sumber : Kasubag TU PT. indomobil Fiannce Makassar bbkkbj

Branch Manager

Colletion Head Marketing Head Finance & Accounting

Remidial Staff CMO Cashier

Kolektor Acount Officer

1. Branch Manager

Bertanggung jawab atas pencapaian dan kinerja cabang dengan melakukan perencanaan, monitoring dan evaluasi fungsi dan pencapaian sales, covering area dan pengelolaan customer untuk memenuhi target penjualan yang ditetapkan perusahaan, adapun yang menjadi tugas dari seorang branch manajer adalah :

a. Merencanakan langkah strategis cabang, mengatur penjadwalan kunjungan dan target sales untuk pencapaian target penjualan secara maksimal.

b. Memonitor dan mengevaluasi pencapaian target penjualan secara berkelanjutan.

c. Memantau tugas penagihan kolektor dan tempo pembayaran customer d. Mereview dan memastikan kesiapan sales order untuk proses

pengiriman barang.

e. Berkoordinasi dengan pusat dan cabang lain untuk penentuan wilayah penjualan dan koordinasi target penjualan.

f. Memonitor dan mengevaluasi pasar dan kompetitor untuk melihat kedudukan cabang dengan pasar sejenis di area yang sama, menganalisa kebutuhan pasar untuk menyusun dan mengusulkan strategi penjualan.

g. Menjalankan tugas-tugas terkait lainnya dalam upaya pencapaian target cabang

2. Marketing Head

Bertanggung jawab atas pencapaian dan kinerja staff marketing dalam suatu cabang.

Adapun yang menjadi tugas marketing head adalah

a. Mengkoordinasikan dan mengawasi bagian-bagian yang ada pada bagian pemasaran agar dapat bekerja sesuai dengan tujuan perusahaan.

b. Menjalin hubungan baik dengan dealer yang telah bekerjasama dengan perusahaan.

c. Merencanakan program khusus untuk pencapaian target cabang, 3. Credit Marketing Officer

Credit Marketing Oficer bertanggung jawab mencari Aplikasi permohonan kredit Kendaraan Roda 4

Adapun tugas credit marketing officer adalah:

a. menerima aplikasi permohonan kredit dari calon Debitor melalui Dealer yang telah menjalin kerjasama dengan Cabang,

b. Memberikan dan membantu calon Debitor mengisi Form Aplikasi Permohonan Pembiayaan (FAPP),

c. Menawarkan kepada calon Debitor price list/paket pembiayaan perusahaan yang telah disetujui oleh Kantor Pusat atau membantu calon Debitor menghitung besarnya angsuran yang diinginkan,

d. Mengarahkan calon Debitor pada struktur kredit yang terbaik bagi perusahaan dan calon Debitor

e. Melakukan pengecekan fisik kendaraan dengan STNK & BPKB asli, jika ada permohonan kredit untuk unit bekas,

f. Menyiapkan kelengkapan dokumen-dokumen dan data-data yang dibutuhkan untuk melakukan survey,

g. Melakukan survey ke rumah calon Debitor, dan melakukan survey ke tempat usaha calon Debitor (jika ada usaha),

h. Melakukan verifikasi terhadap kebenaran dan legalitas dokumen-dokumen persyaratan kredit yang diberikan oleh calon Debitor dengan memberikan stempel “COPY SESUAI ASLI” pada semua dokumen persyaratan kredit yang diperoleh,

i. Melengkapi dokumen persyaratan kredit yang masih belum diserahkan oleh Debitor (Memo Pending) dalam waktu yang telah ditentukan oleh perusahaan,

j. Memberikan rekomendasi terhadap permohonan aplikasi kredit dari calon Debitor setelah melakukan survey

4. Account Officer

Account Oficer bertanggung jawab mencari Aplikasi permohonan kredit Kendaraan Roda 2

Adapun tugas credit marketing officer adalah:

a. menerima aplikasi permohonan kredit dari calon Debitor melalui Dealer yang telah menjalin kerjasama dengan Cabang,

b. Memberikan dan membantu calon Debitor mengisi Form Aplikasi Permohonan Pembiayaan (FAPP),

c. Menawarkan kepada calon Debitor price list/paket pembiayaan perusahaan yang telah disetujui oleh Kantor Pusat atau membantu calon Debitor menghitung besarnya angsuran yang diinginkan,

d. Mengarahkan calon Debitor pada struktur kredit yang terbaik bagi perusahaan dan calon Debitor,

e. Menyiapkan kelengkapan dokumen-dokumen dan data-data yang dibutuhkan untuk melakukan survey,

f. Melakukan survey ke rumah calon Debitor, dan melakukan survey ke tempat usaha calon Debitor (jika ada usaha),

g. Melakukan verifikasi terhadap kebenaran dan legalitas dokumen-dokumen persyaratan kredit yang diberikan oleh calon Debitor dengan memberikan stempel “COPY SESUAI ASLI” pada semua dokumen persyaratan kredit yang diperoleh,

h. Melengkapi dokumen persyaratan kredit yang masih belum diserahkan oleh Debitor (Memo Pending) dalam waktu yang telah ditentukan oleh perusahaan,

i. Memberikan rekomendasi terhadap permohonan aplikasi kredit dari calon Debitor setelah melakukan survey

5. Collection Head Tanggung jawab:

a. Menjalankan kegiatan operasional collection cabang agar berjalan dengan baik dan sesuai dengan Standart Operational Procedure (SOP).

b. Merealisasikan pencapaian target collection cabang

Tugas-tugas:

Mengkoordinir pelaksanaan tugas-tugas Remedial dan Kolektor

a. Membuat rencana kerja tim collection per bulan yang berorientasi kepada pencapaian target collection.

b. Merencanakan dan melaksanakan strategy penyelesaian piutang bermasalah.

c. Mengontrol hasil kerja serta disiplin kerja anak buah secara rutin.

d. Membantu pekerjaan anak buah di lapangan.

e. Memberikan bimbingan, pelatihan dan motivasi kepada remedial dan kolektor.

f. Membuat laporan bulanan collection dan

mempertanggungjawabkannya kepada management kantor pusat.

g. Memberikan masukan kepada management pusat jika dianggap perlu adanya suatu perubahan kebijakan yang harus disesuaikan dengan kondisi yang berkembang.

h. Melakukan evaluasi terhadap kinerja anak buah.

i. membina hubungan baik dengan aparat serta tokoh-tokoh masyarakat setempat.

6. Remedial Staff Tanggung jawab :

a. Menyelesaikan piutang bermasalah dengan cara-cara yang persuasive.

b. Menahan laju over due ketingkat yang lebih tinggi (bad debt) c. Menjaga nama baik perusahaan

Tugas-tugas:

a. Melakukan kunjungan penagihan ke rumah konsumen yang dianggap bermasalah.

b. Mengupayakan pemulihan pembayaran angsuran konsumen agar kembali lancar.

c. Melacak keberadaan konsumen atau barang jaminan apabila sudah tidak berada lagi di alamat yang tertera pada aplikasi/PK.

d. Membuat kesepakatan yang pasti dengan konsumen akan kelancaran pembayaran angsuran berikutnya, dengan menandatangani surat pernyataan.

e. Menarik barang jaminan dari tangan konsumen atau dari tangan pihak ketiga lainnya jika tidak ada kepastian mengenai pembayaran tunggakan atau jika barang tersebut sudah dipindahtangankan.

f. Menyerahkan barang tarikan dengan utuh (sesuai kondisi pada saat ditarik) kepada petugas terkait dalam tempo kuramg dari 24 jam.

g. Menjalin hubungan baik dengan pihak aparat serta tokoh-tokoh masyarakat setempat.

7. Kolektor

Tanggung jawab :

a. Mewujudkan pencapaian target collection yang ditugaskan kepadanya.

b. Membendung laju over due ke tingkat yang lebih tinggi c. Menjaga nama baik perusahaan

Tugas-tugas :

a. Melakukan kunjungan penagihan ke rumah konsumen yang minta ditagih ke rumah secara tepat waktu atau ke rumah konsumen yang telah menunggak 2 hari atau lebih.

b. Menyetorkan hasil tagihan ke kasir sesegera mungkin.

c. Melakukan pembinaan kepada konsumen dengan menyampaikan informasi-informasi yang positif tentang hak dan kewajiban konsumen.

d. Memonitor keberadaan barang jaminan apakah masih ditangan konsumen atau sudah dipindahtangankan ke pihak ketiga.

e. Melakukan penyelamatan terhadap asset perusahaan (barang jaminan) apabila melihat gejala yang tidak benar pada konsumen.

f. Memonitor perubahan kondisi sosial ekonomi konsumen, dan melaporkannya kepada atasan apabila konsumen pindah rumah atau pekerjaan.

g. Memberikan surat peringatan kepada konsumen yang menunggak.

h. Membuat kronologis konsumen bermasalah dan menyerahkannya kepada atasan.

8. Finance Accounting

Merencanakan, mengembangkan, dan mengontrol fungsi keuangan dan akuntansi di perusahaan dalam memberikan informasi keuangan secara komprehensif dan tepat waktu untuk membantu perusahaan dalam proses pengambilan keputusan yang mendukung pencapaian target financial perusahaan.

Tugas Finance Accounting

a. Mengelola fungsi akuntansi dalam memproses data dan informasi keuangan untuk menghasilkan laporan keuangan yang dibutuhkan perusahaan secara akurat dan tepat waktu.

b. Mengkoordinasikan dan mengontrol perencanaan, pelaporan dan pembayaran kewajiban pajak perusahaan agar efisien, akurat, tepat waktu, dan sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku.

c. Merencanakan, mengkoordinasikan dan mengontrol arus kas perusahaan (cashflow), terutama pengelolaan piutang dan hutang, sehingga memastikan ketersediaan dana untuk operasional perusahaan dan kesehatan kondisi keuangan.

d. Merencanakan dan mengkoordinasikan penyusunan anggaran perusahaan, dan mengontrol penggunaan anggaran tersebut untuk memastikan penggunaan dana secara efektif dan efisien dalam menunjang kegiatan operasional perusahaan.

e. Merencanakan dan mengkoordinasikan pengembangan sistem dan prosedur keuangan dan akuntansi, serta mengontrol pelaksanaannya untuk memastikan semua proses dan transaksi keuangan berjalan dengan tertib dan teratur, serta mengurangi risiko keuangan.

f. Mengkoordinasikan dan melakukan perencanaan dan analisa keuangan untuk dapat memberikan masukan dari sisi keuangan bagi pimpinan perusahaan dalam mengambil keputusan bisnis, baik untuk kebutuhan investasi, ekspansi, operasional maupun kondisi keuangan lainnya

9. Admin kasir

Bertanggung jawab melayani setiap costumer yang datang melakukan transaksi pembayaran sesuai dengan prosedur perusahaan dan memperlancar kegiatan operasional perusahaan.

Tugas Kasir adalah:

a. Melakukan verifikasi dan cross check dana yang disetor dan diterima dengan dokumen pendukung, untuk memastikan keakuratan dan kebenaran data.

b. Melakukan pembayaran kepada supplier, vendor dan pihak ketiga dan melakukan penerimaan dari customer (dalam bentuk cash) untuk memastikan semua transaksi berjalan dengan benar.

c. Melaksanakan pendistribusian dana sesuai dengan administrasi pendukung lainnya untuk pembayaran pajak, logistik, HRD & GA.

d. Melakukan pengurusan garansi & referensi Bank untuk mendukung keperluan dana perusahaan.

42 BAB V

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Deskripsi karakteristik responden

Deskripsi karakteristik responden adalah menguraikan atau memberikan gambaran mengenai identitas responden dalam penelitian ini. Sebab dengan menguraikan karakteristik responden yang menjadi sampel dalam penelitian ini,akan dapat diketahui identitas responden dalam penelitian ini. Oleh karena itulah dalam deskripsi karakteristik responden dalam penelitian ini, dapat dikelompokkan menjadi beberapa kelompok yaitu jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir dan pekerjaan.

Dalam pelaksanaan penelitian ini, ditetapkan sebanyak 23 orang responden, dimana dari 23 kuesioner yang dibagikan kepada responden, semua kuesioner telah dikembalikan dan semuanya dapat diolah lebih lanjut. Oleh karena itulah akan disajikan deskripsi karakteristik responden menurut Jenis Kelamin yaitu sebagai berikut :

a. Jenis Kelamin

Tabel 1

Klasifikasi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis Kelamin Jumlah Responden Presentase (%)

Laki-laki 15 65,4

Perempuan 7 30,6

Jumlah 23 100

Sumber : hasil pengelolahan data 2015

Dari tabel 1 diatas dapat dilihat bahwa dari hasil 23 kuisioner yang diedarkan pada responden karyawan pada PT. Indomobil Finance Indonesia Maakassar berdasarkan jenis kelamin, yaitu dari jenis kelamin laki-laki jumlah responden 15 orang atau 65,4% dan jenis kelamin perempuan jumlah responden 7 orang atau 30,6%. Ini berarti Karyawan laki-laki lebih dominan dari pada karyawan perempuan. Perbedaan jumlah pegawai antara laki-laki dan perempuan dalam mencari pekerjaan. laki-laki adalah penangging jawab ekonomi rumah tangga. Hal ini menyebabkan mereka pada umumnya menyandang jabatan sebagai kepala rumah tangga, sehingga tingkat kepentingan laki-laki untuk bekerja jauh lebih tinggi dari pada perempuan.

b. Usia

Tabel 2

Klasifikasi Responden Berdasarkan Usia

Usia Jumlah Responden Prenstase (%)

24 3 13,1

Sumber : hasil pengolahan data 2015

Dari tabel 2 diatas dapat dilihat bahwa dari hasil 23 kuisioner yang diedarkan pada responden karyawan PT. Indomobil Finance Indonesia Makassar berdasarkan usia, yaitu responden umur 26 tahun merupakan responden terbabanyak dengan presentase 17,2%. Mayoritas Karyawan PT.

Indomobil Finance Indonesia Makassar masih dalam usia produktif untuk terus belajar dan berkembang, sehingga kinerja Karyawan PT. Indomobil Finance Indonesia Makassar masih terus dapat ditingkatkan.

c. Pendidikan Terakhir

Tabel 3

Klarifikasi responden berdasarkan latar belakang pendidikan terakhir

Pendidikan Terakhir Responden Persentase (%)

SD 0 0

SMP 0 0

SMA 3 13,1

Diploma 1 4,3

Sarjana 19 82,6

Lainnya 0 0

Jumlah 23 100

Sumber : hasil pengolahan data 2015

Dari tabel 3 diatas dapat dilihat bahwa dari hasil 23 kuisioner yang diedarkan pada responden karyawan pada PT. Indomobil Finance Indonesia Makassar berdasarkan latar belakang pendidikan terakhir (umum), yaitu latar belakang SD jumlah responden 0 atau 0%, latar belakang pendidikan

SMP jumlah responden 0 atau 0%, latar belakang pendidikan SMA jumlah responden 3 orang atau 13,1%, latar belakang Diploma jumlah responden 1 orang atau 4,3%, latar belakang pendidikan Sarjana (S1-S2-S3) jumlah responden 19 orang atau 82,6%, dan latar belakang Lainnya jumlah responden 0 atau 0%. Melihat besarnya sampel dari latar belakang pendidikan Sarjana menyatakan bahwa hasil kuisioner diharapkan dapat dijawab secara rasional.

d. Pendapatan perbulan

Tabel 4

Klasifikasi Responden Berdasarkan Pendapatan Perbulan Pendapatan

Perbulan

Responden Persentase (%)

12 52,2

3 – 5 Juta 9 39,2

2 8,6

Jumlah 23 100

Sumber : Hasil Pengolahan Data 2015

Dari tabel 4 diatas dapat dilihat bahwa dari hasil 23 kuisioner yang diedarkan pada responden karyawan pada PT. Indomobil Finance Indonesia Makassar berdasarkan pendapatan perbulannya yaitu pendapatan perbulan jumlah responden 12 atau 52,2%, pendapatan 3 – 5 juta perbulan jumlah responden 9 atau 39,2%, Pendapatan perbulan jumlah responden 2 orang atau 8,6%.

B. Analisis Data Deskriptif

Analisis ini bertujuan untuk meninjau jawaban dari reponden terhadap masing-masing pertanayaan yang menjadi instrumen penelitian ini. Untuk mendapatkan gambaran mengenai derajat persepsi responden atau variabel yang diteliti, sebuah angka indeks yang dikembangkan. Dalam hal ini dikemukakan mengenai deskripsi jawaban responden terhadap variabel-variabel yang diteliti, sehingga akan dapat diketahui intensitas kondisi masing-masing variabel didasarkan pada nilai skor rata-rata indeks yang dikategorikan dalam rentang skor berdasarkan free box methode berrikut ini :

Batas atas rentang skor : ( %F x 4)/4 = (23% x 4)/4 = 92/4=23 Batas bawah rentang skor : (%F x 1)/4 = (23% x 1 )/4= 23/4=5,75 Angka indeks yang dihasilkan akan mulai dari 5,75 hingga 23, dengan rentang sebesar 17,25 dibagi 3, menghasilkan rentang sebesar 5,75 yang akan digunakan sebagai interprestasi nilai indeks sebagai berikut :

5,75 – 11,05 : Rendah 11,05 – 17,25 : Sedang 17,25 – 23 : Tinggi

Distribusi masing kategori tanggapan responden untuk masing-masing varibel adalah sebagai :

a. Deskriptif variabel Lingkungan kerja (X)

Analisa deskriptif terhadap variabel Lingkungan Kerja akan dilakukan dari hasil pernyataan responden mengenai Lingkungan Kerja dimana nilai rata-rata hasil pernyataan responden dapat dilihat hasilnya sebagai berikut

Tabel 5

Pernyataan Responden Mengenai Lingkungan Kerja (X)

No. Pernyataan

Sarana dan prasarana dikantor anda sudah menjadi masalah buat anda

Anda merasa struktur Organisasi

Pembagian tugas kerja sudah sesuai dengan

Sumber : Data diolah, 2015

Berdasarkan tabel diatas, diketahui bahwa sebagian besar responden memberikan penilaian tinggi terhadap variabel Lingkungan Kerja (X). rata – rata skor jawaban variabel Lingkungan Kerja diperoleh sebesar 19,25 yang berada dalam dalam kategori “tinggi”. Hasil tanggapan responden inimengindikasikan bahwa Karyawan PT. Indomobil Finace Indonesia Makassar cukup puas dengan Lingkungan Kerja terkait dengan indikator yang ditanyakkan.

b. Deskriptif Variabel Kinerja Karyawan (Y)

Analisis deskripsi jawaban responden tentang Variabel Kinerja Karyawan didasarkan pada jawaban responden atas penyataan-pernyataan yang terdapat dalam kuesioner yang disebar. Penilaian responden dapat dilihat melalui tabel 6 sebagai berikut :

Tabel 6

Pernyataan Responden variabel Kinerja Karyawan (Y)

No. Pernyataan

Tanggapan responden sebagaimana pada tabel 6 menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan tanggapan adanya penilaian berkategori tinggi terhadap Kinerja Karyawan dan terlihat nilai rata-rata skor jawaban variabel kinerja Karyawan diperoleh sebesar 19,42 yang berada dalam kategori “tinggi”. Hasil tanggapan responden ini mengindikasikan bahwa karyawan PT. indomobil Finance Indonesia Makassar cukup puas dengan Kinerja Karyawan terkait dengan semua indikator yang diajukan.

C. Pengujian Validitas dan Rentabilitas 1. Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Dalam hal ini digunakan item pertanyaan yang diharapkan dapat secara tepat mengungkapkan variabel yang diukur. Kriteria yang digunakan untuk menyatakan suatu instrumen dianggap valid atau layak digunakan dalam pengujian hipotesis apabila Corected Item-Total Correlation lebih besar dari 0,30.

Tabel 7

Sumber : Data diolah, 2015

Berdasarkan tabel hasil uji validitas di atas, diketahui bahwa dari 9 item pernyataan yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengukur variabel Lingkungan Kerja terdapat 2 item yang tidak valid yaitu pada item X.1 dengan Corected Item-Total Correlation 0,241 dan pada item X.5 dengan

Corected Item-Total Correlation 0,259, sedangkan pada variabel Kinerja

Karyawan adalah Valid tingkat kunjungan adalah valid, yang ditunjukkan dengan nilai dari masing-masing item pernyataan berdasarkan kolom Corrected Item-Total Correlation memiliki nilai koefisien korelasi positif

dan lebih besar dari pada 0,3.

2. Pengujian Realibilitas

Reliabilitas adalah alat yang digunakan untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari suatu variabel. Menurut (Sugiyono 2010) sebuah instrumen dan data yang dihasilkan disebut reliable atau terpercaya apabila instrumen tersebut secara konsisten

memunculkan hasil yang sama setiap kali dilakukan pengukuran.

Reliabiltas kuesioner dalam penelitian ini adalah menggunakan rumus koefisien Alpha Cronbach, dengan cara membandingkan nilai Alpha dengan standarnya, Reliabilitas suatu konstruk variabel dikatakan baik jika memiliki nilai Cronbach’s Alpha> 0,60

Tabel 8 Uji Reliabilitas

Variabel Alpha Cronbach Keterangan

X 0,718 Reliabel

Y 0,731 Reliabel

Sumber : Data diolah 2015

Jadi bisa disimpulkan bahwa variabel-variabel diatas telah reliabel karena keseluruhan variabel memiliki nilai cronbach’s alpha yang lebih besar dari 0,60 sehingga layak digunakan untuk menjadi alat ukur instrumen kuesioner dalam penelitian ini.

D. Analisis Regresi sederhana

Perhitungan statistik dalam analisis regresi sederhana yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan bantuan program komputer SPSS 16.

Tabel 9

Hasil analisis Regresi Sederhana

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 27.488 5.664 4.853 .000

X .100 .197 .110 .507 .617

a. Dependent Variable: Y

Berdasarkan hasil olahan data regresi dengan menggunakan program komputerisasi SPSS versi 16, maka dapat disajikan persamaan regresi yaitu sebagai berikut :

Y = a + bX atau 27,488 + 0,100

Dari persamaan regresi tersebut di atas, maka dapat diberikan penjelasan sebagai berikut :

a = 27,488 merupakan nilai konstanta, yang diartikan bahwa jika X dianggap 0 maka nilainya positif.

b = 0,100 yang memberikan arti bahwa variabel Lingkungan Kerja berpengaruh positif terhadap Kinerja Karyawan.

Pengaruh positif dapat diartikan bahwa semakin baik Lingkungan Kerja semakin baik pula kinerja karyawan .

E. Koefisien Korelasi (R)

Tabel 10

a. Predictors: (Constant), X Sumber : data diolah SPSS 16

Tabel diatas menjelaskan besarnya nilai Korelasi/ hubungan (R) yaitu 0,110 dan dijelaskan besarnya prosentase pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat yang disebut koefisien determinasi yang merupakan hasil dari penguadratan R. Dari output tersebut diperoleh koefisien determinasi (R2) sebesar 0,012 yang mengandung pengertian bahwa pengaruh variabel bebas

(Lingkungan kerja) terhadap variabel terikat (Kinerja Karyawan) adalah sebesar 1,2%, sedangkan sisanya dipengaruhi variabel lain.

F. Annova

Tabel 11

ANOVAb

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

1 Regression 1.538 1 1.538 .257 .617a

Residual 125.679 21 5.985

Total 127.217 22

a. Predictors: (Constant), X b. Dependent Variable: Y

Dari output tersebut terlihat bahwa nilai signifikan 0,617>0,05. Hal ini menunjukkan bahwa model persamaan regresi berdasarkan data penelitian adalah tidak signifikan. Artinya, model regresi linear tidak memenuhi kriteria linieritas.

G. Pengujian Hipotesis 1. Uji t

Uji t dilakukan untuk mengetahui apakah variabel independen (X) dalam hal ini Lingkungan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen (Y) kinerja karyawan. Berarti pengaruh yang terjadi dapat berlaku untuk populasi (dapat digeneralisasikan). Berikut cara menetukan t hitung dan t tabel :

a. Menentukan t hitung

Tabel 12 Hasil uji t

Model t- hitung Signifikan

Lingkungan Kerja (X) 0,507 0,617

Sumber : Output data SPSS 16, 2015

Berdasarkan tabel tersebut, dengan pengujian SPSS untuk variabel Lingkungan Kerja (X) terhadap Kinerja karyawan (Y) diperoleh nilai t hitung = 0,507 dengan tingkat signifikansi 0,617. Hal ini berarti variabel Lingkungan Kerja (X) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Kinerja karyawan (Y).

b. Menentukan t- tabel

Tabel distribusi t dicari pada a = 5% :2 = 2,5% (uji dengan 2 sisi ) dengan derajat kebebasan (df) n-k-1.

Rumus untuk mencari nilai t-tabel adalah : t tabel = (a/2 ; n-k-1)

t tabel = (0,05/2 ; 23-2-1) t tabel = (0,025 ; 20)

t tabel = angka 0,025 ; 20 kemudian dicari pada distribusi nilai t tabel maka ditemukan nilai t tabel sebesar 2,086.

Atau dapat dicari di Ms. Exel dengan cara pada cell kosong ketik

=tinv(0.05,20) lalu enter.

H. Pembahasan

Pada penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh secara signifikan antara lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai pada PT. Indomobil Finance Indonesia Makassar Provinsi Sulawesi Selatan. Pada penelitian ini kinerja pegawai dapat ditingkatkan dengan meningkatkan pula kualitas lingkungan kerja.

Pada dasarnya, kinerja pegawai pada PT. Indomobil Finance Indonesia Makassar Provinsi Sulawesi Selatan ini sudah baik, namun ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan seperti faktor eksternal makro yaitu hubungan antar sesama pegawai.

Untuk meningkatkan produktivitas kerja yang lebih baik, disarankan pimpinan juga memperhatikan kepada faktor lain selain dari faktor-faktor lingkungan kerja, seperti faktor motivasi dan tersedianya sumber daya manusia yang siap pakai.

58 BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Dari rumusan masalah yang diajukan, analisis data yang telah dilakukan dan pembahasan yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :

1. Berdasarkan tabel Annova nilai sig. 0,617 > 0,05 (kriteria linearitas) maka dapat disimpulkan bahwa model persamaan regresi bedasarkan penelitian adalah tidak signifikan artinya model linier tidak memenuhi kriteria linearitas.

2. Dari hasil uji T, hasil penelitian membuktikan bahwa t hitung 0,507 < t tabel 2,086 maka H0 di terima, dan H1 ditolak yang artinya bahwa variabel Lingkungan Kerja (X) tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel Kinerja karyawan (Y).

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini, maka diajukan saran sebagai pelengkap terhadap hasil penelitian yang dapat diberikan sebagai berikut :

1. Untuk meningkatkan mutu pelayanan dan pelaksanaan tugas-tugas kantor maka setiap karyawan hendaknya menjadi karyawan yang memiliki disiplin yang tinggi dan bertanggung jawab dlam menyelesaikan pekerjaannya dan

perlu meningkatkan kerja sama yang lebih erat antara sesama karyawan maupun antara pimpinan dengan karyawan sehingga para karyawan merasa diperhatikan. Dan perlunya penempatan personil yang sesuai dengan

perlu meningkatkan kerja sama yang lebih erat antara sesama karyawan maupun antara pimpinan dengan karyawan sehingga para karyawan merasa diperhatikan. Dan perlunya penempatan personil yang sesuai dengan

Dokumen terkait