GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
E. Struktur Organisasi
Berdasarkan peraturan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 16 Tahun 2010 bab tiga pasal tiga, Susunan Organisasi UPTD pada Dinas Pendapatan Daerah, terdiri atas :
a. Kepala;
b. Sub Bagian Tata Usaha;
c. Seksi Pendapatan dan Penetapan; dan d. Seksi Penagihan dan Penerimaan
Nama pegawai pada Kantor UPTD wilayah Bulukumba adalah sebagai berikut.
Tabel 3. Nama Pegawai Kantor UPTD Wil. Bulukumba
No Nama Jabatan
1 Drs. Asdar Sulaiman, M.si Kepala UPTD Wil. Bulukumba 2 Kamaruddin, S.Sos., MM. Kasubag Tata Usaha
3 H. Hatamuddin, SE Kasi Pendataan dan Penetapan 4 Muh. Aras Akbar, S.Kom., M.si. Kasi Penagihan dan Penerimaan 5 Muhammad Antari, SH., MM. Administrator Pelayanan
6 Muhammad Dahlan, SH. Pembantu Bendahara Penerimaan 7 Hasnawati Ruddin, S.Sos. Staf
No Nama Jabatan
8 Heryono, A.Md Staf
9 Suarni, S.Pd. Kasir
10 Asri, SE. Staf
11 Asriadi Pembantu Bendahara Pengeluaran
12 Andi Supriadi OPSYS
13 A.Asdar Mappangara Penetapan
Bagan Struktur Organisasi dari Kantor UPTD Wilayah Bulukumba adalah sebagai berikut.
Gambar 2 Bagan Struktur Organisasi UPTD
Sumber : UPTD Wilayah Bulukumba, 2016 Penjabaran Tugas dan Tanggung jawab
1. Tugas Pokok, Fungsi Dan Rincian Tugas Kepala UPTD
Berdasarkan Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 16 Tahun 2010 pasal empat menjelaskan bahwa kepala UPTD memiliki tugas pokok untuk „….melaksanakan sebagian tugas operasional dalam bidalng pemugutan
KEPALA UPTD
SUB BAGIAN TATA USAHA ADMINITRASI PELAYANAN SEKSI PENAGIHAN DAN PENERIMAAN SEKSI PENDAPATAN DAN PENETAPAN
pendaptan daerah yang menjadi tanggun jawabnya dan menjalankan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Kepala Dinas.”
Pasal 4 ayat 2 menjelaskan bahwa untuk melaksanakan tugas pokok, Kepala UPTD mempunyai fungsi sebagai berikut:
a. Pengoordinasian pelaksanaan kegiatan;
b. Pengelolaan urusan umum dan adminitrasi kepegawaian; c. Pengelolaan pendapatan;
d. Pengoordinasian dan penyusunan program serta pengelolaan dan penyajian data;
e. Pengelolaan dan pembinaan organisasi dan tata laksana;
f. Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidang tugasnya; Rincian tugas kepela UPTD yang diatur dalam Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 16 Tahun 2010 pasal 4 ayat 3 adalah sebagai berikut.
a. Menyusun rencana kegiatan UPTD sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas;
b. Mendistribusikan dan memberi petunjuk pelaksanaan tugas kepada bawahan sehingga pelaksanaan tugas berjalan lancer;
c. Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan tugas dan kegiatan bawahan untuk mengetahui tugas-tugas yang telah dan belum dilaksanakan; d. Membuat konsep, mengoreksi, memaraf dan/atau menandatangani
naska dinas untuk menghindari kesalahan; e. Mengikuti rapat-rapat sesuai tugasnya
g. Melaksnakan kebijakan teknis dibidang pendapatan daerah
h. Menyiapkan bahan, mengoordinasikan dan melakukan proses pemberian keringanan pajak daerah dan penyelesaian keberatan wajib pajak
i. Meneliti permohonan keberatan dan keringanan pajak daerah j. Menyusun rencana anggaran kegiatan tahunan
k. Menyusun rencana penerimaan pajak daerah, retribusi daerah dan pendapatan lainnya
l. Melaksanakan monitoring, evaluasi dan pelaporan secara perbulan dan triwulan
m. Melaksanakan urusan ketatausahan UPTD
n. Melaksanakan legiatan layanan ungulan samsat sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan
o. Menyusun laporan hasil pelaksnaan tugas UPTD dan memberikan sasaran pertimbangan kepada atasan sebegai bahan perumusan kebijakan dan
p. Melaksankan tugas kedinasan lain yang diperintahkan atasan sesuai dengan bidang tugasnya untuk kelancaran pelaksanaan tugas;
2. Tugas Pokok, Fungsi dan Rincian Tugas Kepala Sub Bagian Tata Usaha
Pasal 5 ayat 1 dalam Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 16 Tahun 2010 menjelaskan tugas pokok kepala sub bagian tata usaha yakni “ Sub tata usaha dipimpin oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha yang mempunyai tugas pokok melakukan adminitrasi ketatausahaan, koordinasi dari pengendalian atau
monitoring, dan evaluasi dan pengukuran kinerja lingkup UPTD pada Dinas Pendapatan Daerah serta penyusunan laporan.”
Tugas pokok dari kepala sub bagian tata usaha dalam pasal 5 ayat 2 dirinci sebagai berikut:
a. Menyusun rencana kegiatan Sub Bagian Tata Usaha sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas
b. Mendistribusikan tugas-tugas tertentu dan memberikan petunjuk pelaksanaan tugas kepada bawahan sehingga pelaksanaan tugas berjalan lancer
c. Memantau, mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan tugas dan kegiatan bawahan untuk mengetahui tugas-tugas yang telah dan belum dilaksanakan
d. Membuat konsep, mengoreksi dan memaraf naska dinas untuk menghindari kesalahan
e. Mengikuti rapat-rapat sesuai dengan bidang tugasnya
f. Melaksanakan urusan adminitrasi kepegawaian, organisasi dan tata laksana
g. Melakukan urusan admintrasi umum dan kepegawaian h. Melakukan urusan penyusunan laporan UPTD
i. Melakukan penataan usaha admitrasi keuangan dan barang kuasi j. Melakukan orusan dokumentasi perkantoran
l. Membuat rekapitulasi laporan pendataan, penetapan, penagihan, penerimaan, pengurangan, dan keringanan pajak
m. Menyusun laporan perkembangan kinerja UPTD pada dinas pendapatan daerah
n. Menyusun laporan hasil pelaksanaan kerja Sub Bagian Tata Usaha dan memberikan saran pertimbangan kepada atasan sebgai bahan perumusan kebijakan.
o. Melakukan tugas kedinasan lain yang diperintahkan oleh atasan sesuai bidang tugasnya untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas
3. Tugas Pokok, Fungsi dan Rincian Tugas Kepala Seksi Pendapatan dan
Penetapan
Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 16 Tahun 2010 yang mengatur tentang organisasi dan tata kerja unit pelaksanaan teknis dinas (UPTD) pada dinas pendapatan daerah Provensi Sulawesi Selatan pasal 6 ayat 1 bahwa “Seksi Pendapatan dan Penetapan di pimpin oleh serang Kepala Seksi yang mempunyai tugas pokok melakukan sebagian tugas UPTD dalam bidang pendapatan dan penetapan pajak daerah, retribusi daerah dan pendapatan lainnya.”
Tugas pokok kemudian dirinci dalam ayat dua sebagai berikut:
a. Menyusun rencana kegiatan-kegiatan seksi pendapatan dan penetapan sebagai pedoman dan melaksankan tugas
b. Mendistribusikan tugas-tugas tertentu dan memberi petunjuk pelaksanaan tugas kepada bawahan sehingga pelaksanaan tugas berjalan lancer
c. memantau, mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan tugas dan kegiatan bawahan untuk mengetahui tugas-tugas yang telah dan belum dilaksankana
d. Membuat konsep, mengoreksi dan memaraf naska dinas untuk menghindari kesalahan
e. Mengikuti rapat-rapat sesuai bidang tugasnya
f. Melakukan penyelenggaran kegiatan pendapatan, pendaftaran, perhitungan, penelitian dan verifikasi pendapatan pajak daerah, retribusi daerah dan penetapan lainya dengan menerbitkan surat ketetapan pajak daerah (SKPD) dan surat ketetapan retribusi daerah (SKRD)
g. Menyampaikan surat ketetapan kepada wajib pajak dan retribusi
h. Melakukan inventarisasi data potensi objek dan subjek pajak daerah, penetapan dan penginventarisasian wajib pajak yang tidak memenuhi kewajiban tepat waktu
i. Melakukan adminitrasi pendataan, penetapan pajak daerah dan distribusi daerah
j. Mengoordinasikan pengoperasian system pengelolaan data elektronik k. Memantau usaha arsip penerimaan pajak kendaraan bermotor (PKB)
dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBN KB)\
l. Membuat laporan hasil pendataan dan penetapan setiap bulanya m. Membuat laporan hasil pendataan dan penetapan setiap bulanya
n. Menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas seksi pendataan dan pendapatan dan memberikan saran pertimbangan kepada atasan sebagai bahan perumusan kebijakan
o. Melakukan tugas kedinasan lain yang diperintahkan atasan sesuai dengan bidang tugasnya untuk kelancaran pelaksanaan tugas.
4. Tugas Pokok, Fungsi dan Rincian Tugas Kepala Seksi Penagihan dan
Penerimaan
Berdasarkan Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 16 Tahun 2010 pasal tujuh ayat satu menjelaskan tugas pokok dari seksi penagihan dan penerimaan yakni “Seksi Penagihan dan Penerimaan dipimpin oleh seoran Kepala Seksi yang mempunyai tugas pokok melakukan sebagian tugas UPTD dalam bidang penagihan dan penerimaan.”
Tugas pokok seksi penagihan dan penerimaan kemudian dirinci sebagai berikut:
a. Menyusun rencana kegiatan seksi penagihan dan penerimaan sebagai pedoman dalam melaksnakan tugas
b. Mendistribusikan tugas-tugas tertentu dan memberi petunjuk pelaksanaan tugas kepada bawahan sehingga pelaksanaan tugas berjalan lancer
c. Memantau, mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan tugas dan kegiatan bawahan untuk mengetahui tugas-tugas yang telah dan belum dilaksankan
d. Membuat konsep, mengoreksi dan memaraf naskah untuk menghindari keslahan
e. Mengikuti rapat-rapat sesuai dengan bidang tugasnya
f. Melakukan penagihan dan penerimanaan pajak daerah, retribusi daerah, dan pendapatan lainya
g. Menyiapkan surat penagihan dan surat teguran terhadap wajib pajak yang tidak memenuhi kewajiban tepat waktu
h. Memberikan informasi mengenai tata cara pemugutan dan aturan yang terkait dengan pungutan pajak daerah, retribusi daerah dan pendapatan lainnya
i. Menatausahakan penerimaan, penyotoran, pembukuan, pembuatan laporan hasil penerimaan dan tunggakan pajak daerah
j. Melakukan tugas oprasional pemeriksaan pelunasan pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBN KB) dijalan raya berkerja sama dengan instansi terkait
k. Membuat laporan pelaksnaan penagihan dan penerimaan setiap bulanya
l. Menyusun laporan hasil pelaksnaan tugas seksi penagihan dan penerimaan dan memberikan saran pertimbagan kepada atasan sebagai bahan perumusan kebijakan
m. Melakukan tugas kedinasan lain yang diperintahkan atasan sesuai dengan bidang tugasnya untuk kelancaran pelaksnaan tugas.