• Tidak ada hasil yang ditemukan

Struktur Organisasi Laundry The Trans Luxury Hotel

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang (Halaman 34-41)

KEGIATAN TRAINING

3.4 Struktur Organisasi Laundry The Trans Luxury Hotel

3.4 Struktur Organisasi Laundry The Trans Luxury Hotel

Sr. Laundry Manager Widi Gunawan

Laundry Manager Tituk Sri Harnowo

Laundry Supervisor M. Maradona Tamaela

Laundry Supervisor Djoko Sustiono

Laundry Supervisor Edo Pradipta

Laundry Staff Meliati Hendra Husni Sahril M. Taufik

Megan Rifyal

35 3.5 Laundry Section

Laundry section adalah salah satu bagian dari housekeeping yang bertanggung jawab terhadap cucian yang dikirimkan ke section tersebut.

cucian-cucian yang biasanya dikirimkan ke laundry adalah linen, towel, uniform dan pakaian milik tamu (baik dari hotel maupun dari laundry shop di TSM) serta pakaian karyawan hotel (house use). Termasuk ke dalam laundry adalah bagian linen & uniform yang mengurus masalah seragam karyawan hotel.

Biasanya linen-linen yang dikirimkan ke laundry adalah linen-linen yang digunakan oleh room section maupun food and beverage department.

Linen-linen yang digunakan oleh room section biasanya adalah sheet, duvet cover, pillow case, towel, turn down mat, dan lain-lain. Sementara itu, linen-linen yang biasa digunakan oleh food and beverage department adalah napkin, tray mat, table cloth, cloth, velvet, cover chair, dan lain-lain.

Untuk tamu yang mengirimkan cuciannya ke laundry akan dikenakan biaya. Besarnya biaya pencucian didasarkan atas:

 Jenis pakaian, dimana setiap pakaian mempunyai tarif sendiri.

 Jenis service/pelayanan:

- Express service (selesai dalam waktu 3 jam), dengan tarif dua kali lipat dari tarif biasa. Pengambilan cucian paling lambat jam 20.00 wib.

- Same day service (di hari yang sama), apabila cucian dikirim sebelum pukul 10, maka akan diantar ke kamar pada sore hari setelah dicuci dan disetrika.

- Overnight service (hari berikutnya), apabila cucian dikirim setelah pukul 10, maka akan diantar ke kamar pada hari berikutnya.

- Potongan 25% untuk pakaian anak-anak.

 Proses/cara penanganannya:

- Washing (laundry) berarti dicuci dan disetrika.

36

- Press only (PO) berarti disetrika saja tidak perlu dicuci terlebih dahulu.

- Dry cleaning (DC) berarti proses pencucian dengan menggunakan mesin dry cleaning bukan dengan washing mesin biasanya. Khusus untuk pakaian dengan bahan wool, sutra, nylon.

Untuk mengerjakan tugas-tugas tersebut diatas, para karyawan yang bekerja di laundry, di tempatkan di beberapa section. Section-section tersebut adalah:

 Order taker : menerima telepon yang ditujukan kepada laundry, mengerjakan administrasi di laundry, menginformasikan tentang pick up/delivery kepada petugas valet, menjaga kebersihan area kerja.

 Valet : bertugas untuk pick up laundry-an tamu, baik dari room attendant maupun STAR dan mengantarkannya kembali setelah diproses sehingga besih dan rapi.

 Checker : bertugas untuk mengecek setiap laundry-an yang masuk. Caranya adalah:

- Buka laundry bag.

- Cek laundry list, samakan dengan pakaian yang ada di dalam laundry bag.

- Tulis di buku checker sesuai dengan jenis baju, warna baju, merek/brand, nomor kamar.

- Cek kondisi pakaian. Jika menemukan kejanggalan segera di laporkan. Apabila diperlukan, pakaian tersebut harus dikembalikan kepada tamu menggunakan send back form, untuk memastikan apakah pakaian tersebut akan tetap di proses atau tidak.

- Memisahkan pakaian yang tamunya minta untuk express service agar di dahulukan.

37

- Memperhatikan permintaan tamu. Apakah minta dikanji atau tidak, minta dilipat, dihanger, dan lain-lain.

- Melipat dan membungkus dengan plastic bag untuk pakaian-pakaian kecil yang sudah selesai dicuci dan di setrika seperti kaos kaki, sapu tangan, singlet, dan sebagainya.

- Pakaian-pakaian seperti celana panjang, jas, kemeja lengan panjang, dress, dan sebagainya di hanger lalu dimasukkan ke dalam plastik pembungkusnya beserta dengan laundry list, diatur menurut nomor kamar di dalam troli.

- Selain pakaian yang dihanger, pakaian yang dilipat beserta dengan laundry list juga dimasukkan ke dalam troli untuk kemudian dikirim ke kamar oleh petugas valet.

- Menjaga kebersihan area kerja.

 Marker : bertugas untuk menandai pakaian yang sudah di cek oleh checker. Caranya adalah:

- Memberi tanda/kode pada setiap pakaian tamu berdasarkan nomor kamar dan kode khusus yang dimiliki oleh hotel. Tujuannya agar tidak terjadi salah kamar saat mengantarkan pakaian, memudahkan valet saat mengantarkan pakaian ke kamar, tidak hilang atau tertukar dengan pakaian milik tamu lain.

- Memisah-misahkan pakaian yang akan dicuci berdasarkan proses penanganannya (washing/laundry, press only, dry cleaning), jenis bahan (jeans, katun, sutra), warna pakaian (pakaian warna putih tidak dicampur dengan pakaian lain agar tidak kelunturan),

38

jenis nodanya (jika terkena noda yang dapat mengenai pakaian lain segera dipisahkan).

- Setelah pakaian dipisah-pisah, petugas marker kemudian menyerahkan pakaian-pakaian tersebut ke bagian washer untuk dicuci, sedangkan laundry list diberikan kepada order taker untuk dibuatkan bill.

- Menjaga kebersihan area kerja.

 Washer : bertugas untuk mencuci pakaian laundry tamu, linen, towel, uniform kemudian mengeringkannya dengan mesin drying tumbler. Untuk pakaian tamu dan uniform harus diserahkan ke bagian presser untuk disetrika.

Menjaga kebersihan area kerja.

 Presser : bertugas untuk menyetrika semua pakaian tamu, baik itu berupa kemeja, kaus, ataupun celana. Selain itu juga bertugas untuk mengurus uniform karyawan hotel.

Apabila pakaian tamu sudah selesai dipress, gantungkan di hanger lalu diserahkan kepada checker untuk diproses lebih lanjut. kualitas bagi laundry-an tamu, karywan hotel maupun laundry shop TSM. Biasanya petugas di assembling area adalah petugas yang sebelumnya incharge di bagian checker dan marker. Dibagian inilah pakaian tamu yang sudah di press memasuki proses packing. Baik itu dihanger maupun dilipat.

39

 Dry cleaning : proses menghilangkan noda dengan cara dicuci menggunakan media minyak (solvent). Bahan-bahan pakaian yang biasanya harus di dry cleaning adalah sutra, nylon, wool, 100% polyester, cotton + polyester.

Sirkulasi dasar dari proses pencucian linen adalah sebagai berikut:

 Pemisahan linen kotor

 Pengumpulan linen kotor

 Proses pencucian linen

 Finishing

Termasuk di dalam proses ini adalah proses drying, ironing dan folding. Untuk proses drying dilakukan pada towel sementara linen lain langsung disetrika melalui mesin flatwork ironer (mangler) kemudian dilipat, dikelompokkan dan dihitung menurut jenisnya.

 Storing

Linen-linen dan towel yang sudah melalui proses folding akan diserahkan ke linen store untuk disimpan dulu sementara, sebelum kemudian didistribusikan kembali ke area. Linen-linen dan towel ini harus dihitung jumlahnya dengan benar dan dicatat untuk data saat inventory nantinya.

 Transfer linen ke area

Proses distribusi linen bersih yang ada di store ke area (floor pantry) dilakukan oleh houseman sesuai dengan jumlah yang diperlukan.

Chemical yang digunakan untuk mesin washer adalah:

 Builder : untuk menghancurkan/menghilangkan kotoran.

 Sour Plus : sebagai penetral sisa-sisa alkali.

 Softenit plus : sebagai pelembut dan pewangi.

 Oxy-Brite 50 : untuk membunuh kuman.

40

 Detergent MP : untuk membersihkan dan anti redeposisi (mencerahkan warna).

 Conditioner : untuk menjaga ph air agar tetap stabil.

Chemical lainnya yang biasa digunakan adalah:

 Destainer : sebagai pemutih.

 Ecobrite : untuk membersihkan khusus warna putih.

 Starch/kanji : untuk melapisi pori-pori kain.

 Laundry Booster : untuk menghilangkan noda-noda minyak dan bau.

Mesin-mesin yang ada di laundry adalah sebagai berikut:

 Washer Extractor Machine 120kg : 3 unit

 Washer Extractor Machine 33kg : 1 unit

 Washer Extractor Machine 13kg : 1 unit

 Tumbler Drying Machine 65kg : 3 unit

 Tumbler Drying Machine 35 kg : 1 unit

 Tumbler Drying Machine 37 kg : 1 unit

 Dry Cleaning Machine (Fibrimatic) 15kg : 1 unit

 Dry Cleaning Press : 1 unit

41

Pembagian shift untuk laundry section adalah:

 Morning shift : 08.00 wib – 18.00 wib

 Afternoon shift : 13.00 wib – 22.00 wib

 Night shift : 22.00 wib – 08.00 wib

 Middle shift : 11.00 wib – 21.00 wib

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang (Halaman 34-41)

Dokumen terkait