BAB II SEKILAS SEJARAH KOTA BOGOR
D. Struktur Organisasi Museum Perdjoangan Bogor
Museum Perdjoangan Bogor berada dibawah sebuah Yayasan yakni Yayasan Museum Perdjoangan Bogor (MPB). Yayasan ini didirikan oleh para pejuang yang berasal dari daerah sekaresidenan Bogor setelah perang revolusi fisik tahun 1945-1950. Yayasan ini didirikan dengan maksud dan tujuan untuk mengakomodir setiap bentuk pesan dan keinginan dari para pejuang RI yang menginginkan kemerdekaan sejati bagi bangsa dan negara.5
Dewan Pengurus Yayasan Museum Perdjoangan Bogor pada awal pendirinnya memiliki anggota yang berasal dari beberapa kalangan. Kepengurusan Yayasan ketika itu terdiri dari 17 orang masing-masing : Residen Bogor – Walikota Bogor – Bupati Bogor – Prof. Ir. Koenoto Setyadi – DR. HSB Zahar – Umar Sanusi – Bunawan Rusmuiputro – Sdr. Sudewo – Ny. Halmaherawati Sukardja – Mayor Saptaji – Mayor Tarmat – Erno Hardja – Soleh
5
Iskandar – Ny. Rumiah Darta Abdurachman dan seorang perwakilan dari daerah Cianjur, serta beberapa orang perwakilan daerah lain sekitar di kota Bogor.
Hingga saat ini masa kepengurusan Museum Perdjoangan Bogor (MPB) telah mengalami perubahan sebanyak dua kali dari kepengurusan yang lama. Kepengurusan baru yang mengelola museum saat ini merupakan kepengurusan yang diangkat oleh Dewan Pembina Museum Perdjoangan Bogor pada bulan maret tahun 2003. Pengurus museum memiliki anggota yang terdiri atas 17 orang yang tersebar pada beberapa bidang/jabatan. Setiap pengurus diangkat oleh Dewan Pembina museum untuk masa bakti 5 tahun.6
Yayasan Museum Perdjoangan Bogor (MPB) memiliki seperangkat kepengurusan yang bersifat independen. Kepengurusan yayasan dapat terdeskripsi secara jelas dalam bagan struktur organisasi yayasan (Gambar 1).7 Melalui struktur tersebut dapat terlihat garis komando yang terdapat di museum dengan jelas untuk setiap jabatan. Yayasan MPB memiliki visi yakni “Mewariskan semangat dan jiwa proklamasi kemerdekaan kepada angkatan muda dan keturunan yang akan datang”. Melalui visi tersebut coba dikembangkan satu upaya pencapaian visi yang tercantum pada misi Yayasan MPB. Misi dari Yayasan MPB salah satu diantaranya adalah dengan mendirikan Museum Perdjoangan Bogor dan berbagai fasilitas yang terkait dengan keberadaan museum tersebut.
6
Wawancara Pribadi, Drs. H. Mardjono, Tanggal 23 Juli 2010.
7
Yayasan Museum
Perdjoangan Bogor PENGAWAS PEMBINA
1. Komandan KOREM 061 Suryakencana
2. Walikota Kota Bogor 3. Bupati Kab. Bogor 4. Mayjen Adjat Sudrajat
1. Ketua Wirawati Catur Panca 2. Ketua Dewan Pendidikan
Kota Bogor
3. Ketua LVRI Kota Bogor 4. Ketua LVRI Kab. Bogor
KETUA UMUM
KETUA I (SATU) KETUA II (DUA)
PENGURUS
KETUA PELAKSANA HARIAN
Hj. Nanie RS. Kamarwan Drs. H. Mardjono
SEKRETARIS BENDAHARA
PENGEMBANGAN AKUSISI
PELAKSANA HARIAN
M.O. WIWOHO JACJA SALEH RAHMI INDRA
PEMBANTU UMUM
ACIH ACUB
Gambar 1. Struktur Organisasi Museum Perdjoangan Bogor
Tugas dan Fungsi dari tiap-tiap Jabatan (Job Description)
Setiap jabatan di Yayasan Museum Perdjoangan Bogor memiliki tugas dan fungsi yang berbeda-beda. Masing-masing fungsi dan tugas disesuaikan dengan kapasitas yang seharusnya dimiliki oleh setiap jabatan. Setiap tugas yang diberikan oleh Dewan Pembina Museum Perdjoangan Bogor kepada setiap pengurus merupakan satu rangkaian kesatuan yang termaktub pada Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang dihasilkan pada rapat awal pendirian museum. Setiap jabatan diharuskan memberikan laporan pertanggung jawaban kepada Dewan Pembina setiap tahunnya, berkaitan dengan pelaksanaan konsep yang telah diamanatkan.8
Berikut ini tugas dan fungsi dari tiap-tiap jabatan (job description) di Museum Perdjoangan Bogor (MPB):
1. Pembina: Memiliki kewenangan bertindak untuk dan atas nama Pembina. Memutuskan perihal mengenai perubahan Anggaran Dasar, mengangkat dan memberhentikan anggota pengurus dan anggota pengawas, menetapkan Kebijakan Umum Yayasan berdasarkan Anggaran Dasar Yayasan, mengesahkan program Kerja dan Rancangan Anggaran Tahunan Yayasan yang disiapkan oleh pengawas, dan mengesahkan Laporan Tahunan Yayasan.
2. Pengawas: Melakukan pengawasan dan memberi nasihat kepada pengurus dalam menjalankan Kegiatan Yayasan. Serta memeriksa perihal Laporan Harian baik dokumen pengeluaran, pembukuan data pengunjung, dan lain sebagainya.
3. Ketua Umum: Memiliki wewenang bertindak untuk dan atas nama pengurus mewakili Yayasan.
4. Ketua I (Satu): memiliki kewenangan mewakili Ketua Umum dalam berbagai kesempatan apabila Ketua Umum berhalangan hadir mewakili Yayasan. Melaporkan berbagai perkembangan-perkembangan pengelolaan secara rutin setiap bulannya kepada Ketua Umum.
8
5. Ketua II (Dua): Memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengkoordinasikan program kerja yang telah disusun pada Rapat Dewan Pembina kepada setiap anggota pengurus. Selain itu berkesempatan pula mewakili Yayasan apabila Ketua Umum dan Ketua I (Satu) berhalangan hadir diberbagai kesempatan.
6. Pengurus: Berkewjiban melaksanakan kepengurusan yayasan demi mencapai Visi dan Misi Yayasan Museum Perdjoangan Bogor dengan memperhatikan ketentuan dalam anggaran dasar peraturan perundang-undangan yang berlaku (pembagian tugas dan wewenang yang dihasilkan melalui rapat Pembina). Pengurus melakukan rapat anggota pengurus setiap waktu dan dipimpin oleh Ketua Umum Pengurus. Pengurus terdiri atas beberapa orang personil yang menduduki beberapa jabatan yang terdiri atas:
a. Ketua Pelaksanaan Harian: Memiliki kewajiban untuk melaporkan hasil kagiatan pengelolaan harian kepada Ketua I (Satu), mengatur dan mengkoordinasikan dana pendapatan yang diperoleh oleh museum setiap harinya dan pelaporan setiap bulan kepada Ketua I (Satu).
b. Sekretaris: Mengelola administrasi Yayasan Museum Perdjoangan Bogor dan mengelola pembukuan data kunjungan serta kearsipan sebagai bahan penyusunan Laporan Tahunan.
c. Bendahara: Mengelola keuangan Yayasan Museum Perdjoangan Bogor yang meliputi pengeluaran, pendapatan, serta kondisi kas Yayasan.
d. Seksi Bidang Pengembangan: Mengelola upaya pengembangan museum (promosi publikasi dan koleksi) dan strategi pencapaian yang diperlukan.
e. Seksi Bidang Akusisi: Mengelola pengembangan sarana prasarana serta fasilitas museum.
f. Pelaksana Harian: Melaksanakan tugas harian yang mencakup pelayanan tiket dan pemberian informasi (jasa pemanduan).
g. Pembantu Umum: Melaksanakan kegiatan pemeliharaan dan perwatan sarana prasaran serta fasilitas yang terdapat di Museum Perdjoangan Bogor.