BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Objek Penelitian
3.1.4 Struktur Organisasi Perusahaan
Struktur organisasi perusahaan perseroan dikelola oleh Dewan Direksi, dibawah pengawasan Dewan Komisaris yang anggotanya diangkat oleh Rapat Umum Pemegang Saham digambarkan sebagai berikut:
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
Struktur organisasi merupakan suatu gambaran hubungan kerjasama dari berbagai pihak yang berkaitan dalam organisasi perusahaan. Struktur organisasi bertujuan untuk merumuskan tugas dan tanggungjawab serta fungsi dalam unit organisasi. Struktur organisasi juga mengatur batasan masing─masing jabatan dan bagian dalam perusahaan, sehingga tingkatan dan posisi unit organisasi terihat jelas.
Perusahaan dipimpin oleh Dewan Direksi dibawah pengawasan Dewan Komisaris yang diangkat oleh Rapat Umum Pemegang Saham. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) adalah bagian dalam perseroan yang mewakili seluruh pemegang saham perusahaan. RUPS memiliki kewenangan yang tidak diberikan kepada Direksi dan Dewan Komisaris.
Tata kelola perusahaan atau good corporate governance sebagai suatu struktur yang mengatur pola hubungan yang harmonis tentang peran Direksi, Dewan Komisaris, Pemegang Saham dan para stakeholder lainnya, juga berperan sebagai sistem pengontrolan dan perimbangan atas kewenangan pengendalian perusahaan yang dijalankan oleh Direksi.
Tugas dan tanggung jawab masing─masing Direksi perseroan adalah sebagai berikut:
1. Dewan Komisaris
Secara garis besar dapat dikatakan bahwa tugas utama dari Dewan Komisaris adalah mengawasi pengurusan perseroan yang dilakukan
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
Komisaris juga membuat rekomendasi perbaikan atau saran atas hasil penelaahan yang disampaikan oleh Komite Audit dan menyampaikannya kepada Direktur Utama dan atau Direktur yang bersangkutan.
Dalam melakukan fungsi pengawasannya, Dewan Komisaris secara rutin dan aktif juga melakukan interaksi dengan manajemen perseroan melalui berbagai usulan, komentar dan rekomendasi dalam rapat reguler dengan Direksi.
2. Komite Audit
Komite Audit dibentuk oleh Dewan Komisaris untuk membantu melaksanakan fungsi pengawasan yang dijalankan oleh Komisaris. Dalam menjalankan tugasnya ini Komite Audit bekerja sama dengan Unit Audit Internal Perseroan. Komite Audit bertanggung jawab pada Dewan Komisaris untuk memastikan bahwa sistem pengendalian internal telah berjalan dengan efektif dan dapat mengurangi kesempatan terjadinya penyimpangan dalam pengelolaan kegiatan usaha perseroan.
3. Dewan Direksi
Direksi perseroan bertanggung jawab penuh dalam melaksanakan tugasnya untuk kepentingan perseroan dalam mencapai maksud dan tujuannya. Setiap anggota Direksi wajib melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan itikad baik, penuh tanggung jawab dan
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
kehati─hatian dengan mengindahkan peraturan perundang─undangan yang berlaku.
Direksi perseroan terdiri dari seorang Direktur Utama dan empat orang Direktur, dua orang diantaranya merupakan Direktur Independen yang masing masing mengemban tugas dan tanggung jawab dibidangnya masing─masing.
Ruang lingkup pekerjaan dan tanggung jawab masing─masing Direksi perseroan adalah sebagai berikut:
a. Tugas dan fungsi Direktur Utama PT. Mayora Indah Tbk antara lain:
- Memimpin seluruh aktifitas kegiatan perusahaan untuk kepentingan dan tujuan perseroan.
- Bertindak selaku koordinator Direksi dan komite eksekutif yang dibentuk untuk kepentingan perseroan, diantaranya Unit Audit Internal.
- Memimpin rapat yang dilaksanakan untuk menentukan dan mencapai tujuan perseroan.
- Bertindak sebagai wakil perseroan.
- Merencanakan dan mengembangkan sumber pendapatan dan kekayaan perusahaan serta mengendalikan pembelanjaan.
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
b. Tugas dan Direktur Supply Chain PT. Mayora Indah Tbk antara lain:
- Mengembangkan sistem untuk proses perencanaan produksi dan logistik yang akurat berdasarkan analisis kapasitas, permintaan dan persediaan produk.
- Memastikan pasokan bahan baku, pengembangan sistem produksi, serta penggunaan teknologi yang tepat dalam menghasilkan produk yang berkualitas.
- Melakukan pengawasan terhadap proses operasional manufaktur untuk memastikan proses produksi yang efisien, tepat jumlah, tepat kualitas dan tepat waktu.
c. Tugas dan fungsi Direktur Operasional PT. Mayora Indah Tbk antara lain:
- Membantu Direktur Utama dalam upaya mencapai hasil yang ditargetkan melalui strategi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Perseroan.
- Membuat perencanaan dan kelompok kerja yang solid dan efisien.
- Menggabungkan atau memanfaatkan fungsi─fungsi yang ada pada perseroan untuk menciptakan sistem kerja yang baik dan prosedur pelaksanaan yang tepat dan efektif untuk mencapai tujuan perseroan.
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
- Menata dan mengawasi seluruh fungsi yang ada pada perseroan.
- Melakukan evaluasi atas strategi yang telah dijalankan untuk terus menerus disempurnakan
d. Tugas dan fungsi Direktur Keuangan PT. Mayora Indah Tbk antara lain:
- Memimpin dan melaksanakan inisiatif korporat terkait dengan struktur permodalan dan strategi keuangan.
- Memastikan tersedianya pendanaan untuk kebutuhan perseroan.
- Merencanakan penguatan struktur modal usaha perseroan. - Memeriksa, menganalisa dan memberikan persetujuan
terhadap penyajian informasi atau laporan keuangan yang akurat dan tepat waktu.
e. Tugas dan fungsi Direktur Pemasaran PT. Mayora Indah Tbk antara lain:
- Merencanakan dan mengorganisir program pemasaran.
- Melakukan analisa dan menentukan harga jual produk, target konsumen, anggaran belanja promosi, metode penjualan, strategi pemasaran dan sejenisnya.
- Mengawasi pengeluaran dana anggaran belanja promosi dan memastikan segalanya telah digunakan secara benar.
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
- Melakukan analisa atas efektifitas strategi yang dijalankan. 4. Sekretaris Perusahaan
Perseroan telah memiliki Sekretaris Perusahaan sebelum tahun 1997. Sehubungan dengan diberlakukannya peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2014 pada tanggal 08 Desember 2014, maka pada tanggal 19 Mei 2015 Perseroan mempertegas penugasan yang telah diberikan sebelumnya dengan membuat Surat Penunjukan Sekretaris Perusahaan.
Selama tahun 2016, Sekretaris Perusahaan perseroan telah melaksanakan tugas dan kewajibannya sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan, Bursa Efek Indonesia dan peraturan terkait lainnya. Tugas tersebut diantaranya adalah menyampaikan pelaporan─pelaporan, mengkoordinasi pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham, melaksanakan paparan publik, bertemu dengan para analis, fund manager, pemegang saham, media dan lainnya.
Pada intinya Sekretaris Perusahaan melaksanakan fungsinya untuk memastikan bahwa segala rencana dan tindakan operasional perseroan telah sesuai dengan peraturan yang berlaku dan menjadi penghubung antara perseroan dengan badan pembuat regulasi, investor dan pihak berkepentingan lainnya.
Sekretaris Perusahaan perlu mengikuti pelatihan pelatihan dan sosialisasi peraturan yang berhubungan dengan tugas dan tanggung jawabnya supaya Sekretaris Perusahaan dapat memberikan masukan
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
kepada Direksi agar segala rencana dan tindakan operasional perseroan tidak bertentangan dengan peraturan yang berlaku.
5. Unit Audit Internal
Perseroan telah memiliki Unit Audit Internal sebelum tahun 2001 dengan sebutan Komite Audit Internal. Kepala Unit Audit Internal diangkat dan diberhentikan oleh Direktur Utama atas persetujuan Dewan Komisaris. Kepala Unit Audit Internal bertanggung jawab kepada Direktur Utama. Direktur Utama dapat memberhentikan kepala Unit Audit Internal, setelah mendapat persetujuan Dewan Komisaris.
Unit Audit Internal Perseroan dipimpin oleh seorang Kepala Unit Audit Internal yang bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama dan menyampaikan laporan serta mempertanggung jawabkan tugasnya langsung kepada Direktur Utama. Bila perlu juga menyampaikan temuan auditnya kepada anggota direksi yang terkait, jika diperlukan disampaikan juga kepada Komisaris, Komite Audit atau pihak yang berkepentingan lainnya agar dapat ditindak lanjuti untuk dilakukan perbaikan dan penyempurnaan dikemudian hari.
Uraian Tugas dan tanggung jawab Unit Audit Internal diantaranya adalah :
1. Menyusun dan melaksanakan rencana Audit Internal tahunan
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
3. Melakukan pemeriksaan dan penilaian atas efisiensi dan efektivitas di bidang keuangan, akuntansi, operasional, sumber daya manusia, pemasaran, teknologi informasi, dan kegiatan lainnya
4. Memberikan saran perbaikan dan informasi yang objektif tentang kegiatan yang diperiksa pada semua tingkat manajemen
5. Membuat laporan hasil audit dan menyampaikan laporan tersebut kepada Direktur Utama dan Dewan Komisaris
6. Memantau, menganalisis dan melaporkan pelaksanaan tindak lanjut perbaikan yang telah disarankan
7. Bekerja sama dengan Komite Audit
8. Menyusun program untuk mengevaluasi mutu kegiatan audit internal yang dilakukannya
9. Melakukan pemeriksaan khusus apabila diperlukan.
Susunan organisasi perusahaan perseroan dikelola oleh Dewan Direksi, dibawah pengawasan Dewan Komisaris yang anggotanya diangkat oleh Rapat Umum Pemegang Saham pada tahun 2016 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris :
Komisaris Utama : Jogi Hendra Atmadja
Komisaris : Hermawan Lesmana
: Gunawan Atmadja
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
Plagiat
: Ramli Setiawan : Suryanto Gunawan
Komite Audit : Suryanto Gunawan
: Lenny Halim : Yuyun Susanti
Dewan Direksi :
Direktur Utama : Andre Sukendra Atmadja Direktur Supply Chain : Hendarta Atmadja Direktur Operasional : Wardhana Atmadja Direktur Keuangan : Hendrik Polisar Direktur Pemasaran : Muljono Nurlimo
Sekretaris Perusahaan : Andy Lauwrus, Junih Gunawan Unit Audit Internal : Hendra Kurniawan
Purchasing : Andrias E. Wahono
Teknologi Informasi : Rudy Handoyo Kosasih
Pemasaran : Vienno Monintja
Keuangan dan Akunting : Roman Soentadjaya HRD dan Personalia : Heri Soesanto
Legal : Julie Susanto
Manufacturing : Nurdin Lesmana