• Tidak ada hasil yang ditemukan

Struktur Organisasi PT Pertamina (Persero)

Dalam dokumen Laporan Akhir Magang Hariyana 0806463492 (Halaman 26-39)

BAB II GAMBARAN UMUM

II.3 Struktur Organisasi PT Pertamina (Persero)

BAB III ANALISIS

III.1 Strategi Koorporat PT Pertamina (Persero)

III.2 Strategi Sumber Daya Manusia PT Pertamina (Persero) III.2.1 HR as Human Capital

18 III.3 Bentuk Keterkaitan antara Strategi Koorporat PT Pertmina (Persero)

dengan Strategi Sumber Daya Manusia PT Pertamina (Persero) BAB IV PENUTUP

IV.1 Kesimpulan IV.2 Saran

BAB II

GAMBARAN UMUM PT PERTAMINA (PERSERO)

II.1 Sejarah Umum PT Pertamina (Persero)

Dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia minyak bumi memiliki peran yang penting dan strategis. Peran penting tersebut dikarenakan minyak bumi dan gas (migas) menyangkut hajat hidup orang banyak dan menjadi sesuatu yang strategis karena migas merupakan sumber energi bagi kegiatan ekonomi nasional, disamping sebagai sumber daya devisa negara yang secara keseluruhan terkait langsung dengan pertahanan dan keamanan nasional.

Pertamina merupakan Badan Usaha Milik Negara yang ditugaskan Pemerintah untuk mengelola kegiatan Minyak dan Gas Bumi di Indonesia. Terbentuknya Pertamina berlangsung melalui proses yang panjang yang tidak terlepas dari semangat perjuangan bangsa. Pertamina pun berdiri sebagai Badan Usaha Milik Negara berdasarkan UU Nomor 8 tahun 1971. Berdirinya Perusahaan Negara (PN) Pertamina ini merupakan suatu hasil merjer dari dua perusahaan negara sebelumnya, yaitu PN Permina dan PN Pertamin.

Pendirian PT Pertamina (Persero) didirikan berdasarkan akta Notaris Lenny Janis Ishak, SH No. 20 tanggal 17 September 2003, dan disahkan oleh Menteri Hukum & HAM melalui Surat Keputusan No. C-24025 HT.01.01 pada tanggal 09 Oktober 2003. Pendirian Perusahaan ini dilakukan menurut ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Undang-Undang No. 1 tahun

20 1995 tentang Perseroan Terbatas, Peraturan Pemerintah No. 12 tahun 1998 tentang Perusahaan Perseroan (Persero), dan Peraturan Pemerintah No. 45 tahun 2001 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No. 12 tahun 1998 dan peralihannya berdasarkan PP No.31 Tahun 2003 Tentang Pengalihan Bentuk Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara (Pertamina) Menjadi Perusahaan Persero (Persero).

PT Pertamina (Persero) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang minyak dan gas bumi yang dimiliki oleh negara. Pada awalnya, PT Pertamina (Persero) merupakan perusahaan negara yang berstatus badan usaha miliki negara khusus, yang lebih dikenal dengan sebutan PN Pertamina, dan menjadi pelaku tunggal dalam pasar minyak dan gas bumi nasional. Namun, dengan adanya penerbitan UU No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi menggantikan UU No. 8/1971 tentang Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara, maka PT Pertamina (Persero) mengalami beberapa perubahan. Perubahan peran tersebut dapat dilihat pada Tabel 1.1

21 Tabel 2.1 Matriks Perbandingan Perubahan Kondisi PT Pertamina

(Persero) Sebelum dan Sesudah Pemberlakuan UU No.21/2002

Perubahan pertama yang dialami oleh PT Pertamina (Persero) ialah status dari Pertamina itu sendiri. Jika dulu Pertamina berstatus BUMN khusus yang mengemban tugas untuk memastikan ketahanan energi dalam negeri, dengan berlakunya UU migas yang baru, Pertamina pun berubah menjadi persero (PT) yang sahamnya dimiliki oleh pemerintah. Sebagai suatu persero, Pertamina pun dituntut untuk bertransformasi menjadi badan usaha bisnis yang efisien dan menguntungkan. Namun, selain sebagai persero, Pertamina

UU No. 8/1971 UU No.21/2002 Status Pertamina sebagai BUMN

khusus

PT Pertamina (Persero)

Fungsi  Regulator (menentukan kebijakan migas dalam negeri)

 Operator (sebagai pelaku tunggal dalam kegiatan hulu dan hilir pertambangan migas

 Operator yang harus berkompetisi dengan badan usaha lainnya, baik dalam kegiatan hulu maupun hilir

Tuntutan terhadap Kas Negara 100% diberikan kepada pemerintah Untuk pemerintah, PT Pertamina sendiri, dan dengan pihak ketiga (jika melakukan perjanjian kontrak)

22 juga masih tetap mengemban public service obligation-nya untuk menjamin ketahanan energi dalam negeri serta penyaluran BBM bersubsidi.

Perubahan kedua yang dialami pemerintah ialah perubahan fungsi PT Pertamina (Persero) dalam kegiatan pertambangan migas dalam negeri. Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, Pertamina pada era UU No. 8/1971 berperan sebagai pengelola migas tunggal dalam negeri. Pertamina berperan membuat kebijakan migas dalam negeri sekaligus melaksanakan kebijakan yang dibuatnya tersebut. Bahkan, harga jual BBM pun diputuskan melalui ketetapan presiden dengan mekanisme Cost Plus Fee, dimana Pertamina mengajukan berapa cost yang harus dikeluarkannya dengan ditambah sedikit fee produksi dan distribusi. Selain itu, Pertamina pun pada era UU No. 8/1971 juga berperan sebagaiagen pembangunan nasional yang melahirkan industri-industri dalam negeri, seperti industri besi baja Krakatau Steel dan industri pupuk, yaitu Pupuk Pusri dan Pupuk Kaltim. Pertamina juga berperan sebagai pemasok tunggal kebutuhan migas industri dalam negeri yang pada akhirnya melahirkan stabilitas ekonomi nasional. Namun, dengan UU No. 22/2001, peran PT Pertamina (Persero) dalam pengelolaan migas dalam negeri pun ikut bergeser. PT Pertamina (Persero) harus melepaskan perannya sehingga PT Pertamina (Persero) pun hanya berperan sebagai operator saja. Sebagai operator pun, PT Pertamina (Persero) pun juga masih harus menghadapi persaingan ketat dengan diberlakukannya pasar migas terbuka.

23 Perubahan yang ketiga ialah adanya perubahan terhadap tuntutan peran PT Pertamina (Persero) terhadap kas negara. Jika pada masa UU No. 8/1971 laba yang dimiliki oleh Pertamina dikembalikan lagi kepada pemerintah, maka, pasca UU No. 22/2001 diberlakukan, laba yang dimiliki PT Pertamina (Persero) tidak sepenuhnya diberikan kepada pemerintah. Sebagian laba akan digunakan kembali oleh PT Pertamina (Persero) untuk menjalankan proses operasionalnya karena pemerintah telah melepaskan tanggung jawabnya untuk membiayai PT Pertamina (Persero). Selain diberikan ke pemerintah dan digunakan sendiri untuk biaya operasional, jika PT Pertamina (Persero) melakukan kerja sama dengan pihak lain, maka laba juga harus dibagi ke pihak ketiga tersebut.

II.2 Visi Misi PT Pertamina (Persero)

Sebagai suatu perusahaan, PT Pertamina (Persero) tentu saja memiliki visi dan misi perusahaan. Visi PT Pertamina (Persero) ialah :

“Menjadi Perusahaan Minyak Nasional Kelas Dunia.”

Dan Misi dari PT Pertamina (Persero) ialah :

“Menjalankan usaha inti minyak, gas dan bahan bakar nabati

secara terintegrasi, berdasarkan prinsip-prinsip komersial yang kuat”.

Dalam menjalankan visi dan misi dari PT Pertamina (Persero) tersebut, PT Pertamina (Persero) pun menanamkan suatu budaya

24 organisasi yang dikenal dengan 6C. Budaya organisasi PT Pertamina yang dikenal dengan 6C tersebut terdiri dari Clean, Competitive,

Confident, Customer Foused, Commercial, dan Capable.

Clean

Budaya Clean, atau budaya untuk bersih ini menekankan pada adanya pengelolaan secara profesional dari PT Pertamina (Persero). Sikap bersih yang diharapkan tersebut antara lain adalaha adanya sikap jujur dari para pegawai, tidak menerima suap dari pihak manapun, menerapkan transparansi, menjunjung tinggi kepercayaan dan integritas.

Competitive

Budaya Competitive dari PT Pertamina (Persero) mengharapkan bahwa adanya sikap untuk berkompetisi, baik dalam skala ragional maupun internasional, guna mencapai visi nya menjadi perusahaan minyak kelas dunia. Dengan adanya budaya Competitive tersebut, maka para pegawai dituntut untuk responsif, pro aktif, serta lebih mengedepankan kualitas dalam pelayanannya.

Confident

Budaya Confident PT Pertamina (Persero) menekankan pada peran PT Pertamina (Persero) itu sendiri sebagai salah satu BUMN untuk membangun ekonomi nasional dan menjadi kebanggaan bangsa.

25 Dalam mewujudkan budaya Confident tersebut, maka para pegawai diharapkan dapat bersikap profesional, bekerja keras, serta terus melakukan pembelajaran secara kontinue.

Costumer Focused

Budaya Costumer Focused dari PT Pertamina (Persero) menitikberatkan pada komitmen untuk mengedepankan kepentingan pelanggan dan pemberian pelayanan terbaik untuk pelanggan. Untuk merealisasikan komitmen tersebut, sikap dari para pegawai PT Pertamina diharapkan akan lebih fokus pada kebutuhan pelanggan, solution oriented, dan careness.

Commercial

Budaya Commercial yang dimaksud dari PT Pertamina (Persero) ialah budaya untuk menciptakan nilai tambah dengan orientasi yang komersial dan pengambilan keputusan berdasarkan prinsip-prinsip bisnis yang sehat. Dengan adanya perubahan sebagai suatu perusahaan yang berorientasi komersil, maka para pegawai juga harus berubah, dari sebagai BUMN yang dipenuhi dengan proses birokrasi, menjadi BUMN komersil yang berani mengambil resiko, berintegritas, harus dapat menangkap peluang, serta profit-oriented.

26

Capable

Budaya Capable yang dijunjung oleh PT Pertamina (Persero) ialah suatu budaya yang mengharapkan adanya kemampuan riset dan pengembangan yang tinggi agar PT Pertamina (Persero) diisi oleh para pekerja dan pemimpin profesional yang berintelektual tinggi. Untuk itu, maka para karyawan diharapkan dapat bersikap terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta terus mengembangkan riset dan pengembangan guna mendapatkan pengetahuan baru.

II.3 Struktur Organisasi PT Pertamina (Persero)

Layaknya suatu perusahaan pada umumnya, PT Pertamina (Persero) dipimpin oleh seorang CEO yang merupakan memimpin PT Pertamina (Persero) secara keseluruhan. Di bawah CEO, terdapat beberapa bagian yang dibagi berdasarkan fungsinya, yaitu fungsi Upstream (yang mengurus berbagai kegiatan Pertamina di bagian hulu); Refinery (yang mengurus berbagai kegiatan Pertamina khususnya di bagian kilang minyak); Marketing

and Trading; Human Resources; Finance; Investment, Planning, and Risk Management; serta General Affairs. Hal tersebut dapat dilihat pada Gambar

27 Gambar 2.1 Struktur Organisasi PT Pertamina (Persero) Koorprat

Sumber : Wawancara dengan Analyst People Development HR Area jawa Bagian Barat PT Pertamina (Persero) pada tanggal 21 Juni 2011

Fungsi Human Resources (HR) merupakan fungsi yang mengurus seluruh sumber daya manusia yang ada di PT Pertamina (Persero). Di fungsi HR ini juga terbagi lagi menjadi beberapa bagian, yaitu bagian HR itu sendiri, bagian Pertamina Learning Center yang mengurus segala kegiatan pelatihan dan pengembangan, serta bagian Culture Change yang mengurus program perubahan budaya pada PT Pertamina (Persero). Dari bagian HR itu sendiri, bagian HR dibagi lagi menjadi beberapa bagian, yaitu HR Upstream yang mengurus sumber daya manusia di fungsi Upstream, HR Refinery yang mengurus sumber daya manusia di fungsi Refinery, HR Marketing and

Trading yang mengurus sumber daya manusia di fungsi Marketing and Trading, HR Coorporate Function yang mengurus sumber daya manusia di

28 fungsi lainnya selain fungsi Upstream, Refinery, dan Marketing and Trading; yaitu fungsi Finance; Investment, Planning, and Risk Management; dan

General Affairs. Selain bagian HR Upstream, HR Refinery, HR Marketing and Trading dan Coorporate Function, bagian HR juga di bagi lagi ke bagian Strategic HR yang mengatur hubungan antara manajemen sumber daya

manusia dengan strategi koorporat PT Pertamina (Persero), bagian People

Management, bagian Project Coordinator of HR Transformation, serta bagian Operation yang mengatur kesejateraan dan keselamatan kerja para karyawan.

Untuk lebih jelasnya, hal tersebut dapat dilihat pada Gambar 2.2

Gambar 2.2 Struktur Organisasi Direktorat Human Resource PT Pertamina (Persero)

Sumber : Wawancara dengan Analyst People Development HR Area jawa Bagian Barat PT Pertamina (Persero) pada tanggal 21 Juni 2011

29 Pada program magang ini, penulis melakukan praktek kerja di bagian HR Area Jawa Bagian Barat. HR Area Jawa Bagian Barat juga merupakan bagian dari direktorat HR, khususnya di bagian HR Marketing and Trading. Seperti yang telah penulis kemukakan sebelumnya, HR Marketing and Trading berfungsi mengurus seluruh sumber daya manusia di fungsi Marketing and

Trading yang terbagi menjadi beberapa bagian sesuai produk PT Pertamina

(Persero) yang kemudian dibagi lagi berdasarkan area pemasarannya. Oleh karenanya, pada bagian HR Area Jawa Bagian Barat mengurus seluruh sumber daya manusia yang di fungsi Marketing and Trading yang wilayah pemasarannya di Jawa Bagian Barat.

Pada HR Area Jawa Bagian Barat, bagian ini dipimpin oleh seorang pimpinan yang setingkat dengan manajer, yang dikenal dengan HR Area Manager Jawa Bagian Barat. HR Area Manager Jawa Bagian Barat membawahi 3 bagian, yaitu Peple Development yang dipimpin oleh Section Head yang setara dengan asisten manajer, Industrial Relation yang dipimpin oleh Senior Analyst yang juga setingkat dengan asisten manajer, dan HR Services yang juga dipimpin oleh seorang Section Head yang juga setingkat dengan manajer. Bagan mengenai bagian HR Area Jawa Bagian Barat dapat dilihat pada gambar 2.3 di bawah ini.

30 Gambar 2.3 Struktur Organisasi HR Area Jawa Bagian Barat PT

Pertamina (Persero)

Sumber : Wawancara dengan Analyst People Development HR Area jawa Bagian Barat PT Pertamina (Persero) pada tanggal 21 Juni 2011

Dalam dokumen Laporan Akhir Magang Hariyana 0806463492 (Halaman 26-39)

Dokumen terkait