HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Lokasi Penelitian
7. Struktur Organisasi SMPIT AL-JANNAH Karawang
SMPIT Al JANNAH memiliki struktur organisasi diantaranya adalah :
Ketua Yayasan : Moh. Sholeh, Komite Sekolah : Bpk. Misbah Kepala Sekolah : Iing Sholihin,M.Pd, Tata Usaha : Nenih,S.Pd, Bendahara : Novi,S.Pd, Kurikulum : Gia R,S.Pd, Humas : Salman Alfaris, Kesiswaan : Rizal ,S.Pd, Sarana dan Prasarana : Romadhon, Kabag Tahfidz : Ade Ramdani, Dewan Guru, Siswa.( Sumber : Dokumentasi SMPIT AL-JANNAH Karawang 2022).
B. Hasil Penelitian
1. Melakukan wawancara dengan salah satu pengajar tahfidz Al Qur’an di SMPIT Al Jannah .
Wawancara penulis lakukan pada tanggal 22 Juli 2022 sesuai dengan batasan masalah yang penulis ambil yakni Perkembangan Rutinitas Membaca Al-Qur’an yang dilakukan oleh siswa di SMPIT Al Jannah. Kp. Tamelang RT.15 RW.07 , Ds. Bengle, Kec. Majalaya , Kab. Karawang , Prov. Jawa Barat, 41371.
Maka penulis melakukan wawancara dengan salah satu pengajar di sekolah tersebut bahwa sarana dan prasana sebagai penunjang siswa untuk belajar membaca Al-Qur’an.
Berdasarkan wawancara dengan Ustadz Salman (Guru Tahfidz ) mengatakan :
“Kami sebagai guru sangat mementingkan baik itu sarana maupun sarana yang diperlukan oleh siswa seperti halnya persiapan ketika mau belajar membaca Al-Qur’an berupa Al Qur’an, buku-buku tajwid dan lain sebagainya”.
Sama halnya dengan dikatakan oleh Ustadz Syafiq mengatakan,
“Saya kadang-kadang mengutamakan sarana dan pranasara ketika anak belajar membaca Al-Qur’an karena saya sering merasakan yang seperti itu ketika saya menjadi santri seperti mempersiapkan Al Qur’an, buku tulis, tajwid dan yang lainnya.
Berbeda dengan wawancara kepada Ustadz Rizal mengatakan,
“Saya tidak pernah menyiapkan sarana dan prasarana ketika siswa akan belajar Al Qur’an, yang saya pentingkan adalah waktu yang maksimal untuk belajar Alqur’an, membaca, menghafal dan menyetorkan, karena sarana atau prasarana busa dimana aja dilakukan untuk membaca atau mempelajari Al Qur’an.
Adapun Ustadz Sholeh mengatakan : menjadikan anak anak siswa untuk senantiasa rutin dalam membaca Al Qur’an dalam kesehariannya sangat membutuhkan waktu yang lama karena hal tersebut berhubungan dengan kebiasaaan. Dan menjadikan siswa terbiasa membaca Al Qur’an setiapa hari merupakan perkara yang lumayan sulit karena untuk melahirkan kebiasaan dalam dirinya dan berbeda dengna adanya paksaan, akan tetapi kami tetap bersabar dan senantiasa selalu memohon pertolongan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk menjadikan siswa Al Jannah senantiasa rutin dalam membaca Al Qur’an dan cinta terhadap kalamullah.
Dari wawancara diatas penulis menemukan bahwa tanggung jawab seorang guru atau pengajar terhadap pendidikan siswa di
SMPIT Al Jannah sangat diperhatikan baik dari segi sarana ataupun waktu yang maksimal untu digunakan dalam belajar Al Qur’an, ataupun metode yang begitu sangat di perhatikan dalam mendidik siswa untuk menjadikan mereka semangat dalam membaca , menghafal yang menjadikan ada rasa dalam diri mereka kecintaan terhadap kalaamullah.
Disamping penulis melakukan wawancara dengan para Ustadz , penulis juga melakukan wawancara dengan sebagian siswa di sekolah tersebut .
Penulis melakukan wawancara kepada Mohammad Ikhsan salah satu murid kelas tujuh di SMPIT Al Jannah.
Ikhsan mengatakan bahwa para pengajar sangat memperhatikan siswanya ketikan akan belajar Al Qur’an dan senantiasa selalu memberikan motivasi untuk selalu semangat dalam membaca Al Qur’an dan menghafalkannya.
Ikhsan juga mengatakan bahwa termasuk manusia terbaik adalah orang yang belajar Al Qur’an dan berusaha untuk mengamalkannya.
Rasulullah Solallahu Alaihi wa Sallam bersabda :
ُهَمَّلَع َو َنآ ْرُقْلا َمَّلَعَت ْنَم ْمُكُرْيَخ . “ Sebaik bauknya kalian adalah yang mempelajari Al Qur’an dan mengamalkannya ( HR. Bukhori ).
Penulis juga melakukan wawancara kepada Hasan salah satu siswa kelas sembilan SMPIT Al Jannah. Hasan mengatakan bahwa yang menjadikannya semangat dalam membaca Al Qur’an yaitu adanya motivasi dari para Ustadz atau Pengajar yang selalu memberikan semangat setiap hari dan juga selalu ingat akan keutamaan dalam membacanya, yaitu akan datang
pada hari kiamat dan memberikan syafaat kepada orang yang membacanya .
Dari Abu Umamah Al Bahiliy, (beliau berkata), “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وُس َو َة َرَقَبْلا ِنْي َوا َرْه َّزلا اوُء َرْقا ِهِباَحْصَلْ اًعيِفَش ِةَماَيِقْلا َم ْوَي ىِتْأَي ُهَّنِإَف َنآ ْرُقْلا اوُء َرْقا hari kiamat nanti seperti dua awan atau seperti dua cahaya sinar matahari atau seperti dua ekor burung yang membentangkan sayapnya (bersambung satu dengan yang lainnya), keduanya akan menjadi pembela bagi yang rajin membaca dua surat tersebut. Bacalah pula surat Al Baqarah. Mengambil surat tersebut adalah suatu keberkahan dan meninggalkannya akan mendapat penyesalan. Para tukang sihir tidak mungkin menghafalnya.” (HR. Muslim no. 1910).
Dari hasil wawancara dengan sebagian siswa, penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa semanagat membaca Al Qur’an adalah senantiasa mendengarkan atau membaca kisah kisah yang berisi motivasi orang orang yang menghafal Al Qur’an dan banyak membaca akan keutamaan orang orang yang membaca Al Qur’an tersebut.
2. Mencari hubungan antara membaca Alqur’an dengan kecerdasan rohani atau spiritual siswa di SMPIT Al Jannah, dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti di sekolah tersebut.
a. Kelas VII
Diantara indikatornya adalah :
Memiliki kesadaran diri 50 % Memiliki kesadaran diri 60 % Memiliki visi 80 % Bersikap fleksibel 70 % Melakukan perubahan 80 % c. Kelas IX
Diantara indikatornya adalah : Memiliki kesadaran diri 65 % Memiliki visi 80 % Bersikap fleksibel 75 % Melakukan perubahan 85 %
Dari hasil penelitian diatas maka dapat disimpulkan bahwa hubungan membaca Al Qur’an dengan kecerdasan rohani dari kelas VII – IX di SMPIT Al Jannah di dominasi oleh dua indikator yaitu memiliki visi dan melakukan perubahan.
Peneliti juga melihat adanya perbedahan yang ditemukan di lapangan antara kelas VII – IX yang dimana hasil yang didapatkan dari manfaat membaca Al Qur’an terhadap kecerdasan rohani siswa yang berhubungan dengan kesopanan, tutur kata dan prilaku, bahwa kelas IX mendapatkan 50 % , kelas VIII 30 % dan kelas VII 20 % .
Peneliti juga mendapatkan dari sebagian pendapat para ahli bahwa membaca Al Qur’an akan memberikan manfaat bagi kecerdasan rohani ( spiritual ).
Dokter ahli jiwa, Dr. Al Qodhi melalui penelitiannya yang panjang dan serius di Klinik Besar Florida Amerika Serikat berhasil membuktikan bahwa mendengarkan ayat ayat Al Qur’an , maka seorang muslim akan memdapatkan perubahan diantaranya : a. fisiologis yang sangat besar, b. penurunan depresi kesedihan, c. memperoleh ketenangan jiwa, d.
menangkal berbagai macam penyakit.
Dari uji cobanya tersebut beliau menyimpulkan bahwa membaca Al Qur’an berpengaruh besar hingga 97 persen melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit.