• Tidak ada hasil yang ditemukan

SEJARAH SANGGAR REMPELIS MUDE DI KECAMATAN BLANGKEJEREN (1988)

3.2 Proses Pembentukan Sanggar Rempelis Mude

3.2.2 Struktur Pengurusan

Dari hasil wawancara di ketahui bahwa kepengurusan Sanggar Rempelis Mude yang di dirikan oleh Atif Usman juga melibatkan keluarganya antara lain istrinya yang bernama Halimah (lampiran gambar 4) dan anak kandungnya Kardinata, Desmita, Sofyan Porna dan Sriwahyuni. Istrinya berperan untuk sanggar adalah menyediakan kosumsi berupa minuman untuk anngota sanggar ketika ada latihan di rumahnya, ikut mendampingi Atif Usman dan anggota sanggar ketika ada acara untuk pergi keluar daerah Gayo

50 Wawancara: Kardinata, Desa Penampaan 17 Mei 2017.

dan mempersiapkan semua peralatan anggota Sanggar Rempelis Mude.

Kardinata berperan sebagai salah satu anggota Sanggar Rempelis Mude.

Desmita berperan sebagai pembuat kostum anggota sanggar ketika menari seperti baju kerawang Gayo, celana Kerawang Gayo, kain Kerawang Gayo, topi Kerawang Gayo dan yang lain-lain. Sofyan dan Sriwahyuni pada saat itu belum lahir.51

Atif Usaman melatih anggota Sanggar Rempelis Mude di rumahnya sendiri karena pada saat itu belum ada gedung yang di sediakan oleh pemerintah Blangkejeren. Anggota Sanggar Rempelis Mude ketika mendapat undangan untuk tampil di acara festival mereka berlatih di ruangan tamu depan di rumah Atif Usman yang beralamat di desa Penampaan Kecamatan Blangkejeren (lihat lampiran 5). Pada saat itu gedung atau tempat Sanggar Rempelis Mude belum ada karena pada tahun 1988 pemerintah daerah Blangkejeren belum ada terlibat dengan Sanggar Rempelis Mude.52

Kepengurusan Sanggar Rempelis Mude tidak ada pergantian ketua sanggar maupun anggota Sanggar Rempelis Mude dari tahun 1988-2002 karena ketua sanggar sendiri yang mendirikan Sanggar Rempelis Mude bahkan keluarganya pun terlibat dalam mengurus Sanggar Rempelis Mude.

Pergantian ketua sanggar terjadi karena ketua sanggar pada tahun 2014 meninggal dunia. Ketika beliau dan anggota Sanggar Rempelis Mude mau

51 Wawancara: Desmita, Desa Penampaan 15 September 2015.

52 Wawancara: Kardinata, Desa Penampaan 17 Mei 2017

pergi untuk mengikuti Festival Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) Ke IV di Banda Aceh . Untuk lebih jelasnya lihat tabel 5 di bawah ini.

Tabel 5. Struktur Kepengurusan Sanggar Rempelis Mude di Kecamatan Blangkejeren tahun 1988-2002

Ketua Atif Usman

Wakil Ali Husin

Sekretaris

Kaharuddin Bendahara

M. Amin

Anggota

• Samsul Bahri

• Abdul Mutahalib

• Kardi Nata

• Syeh Saman

• Rabudin

• Hatta

• Syarifuddin

• Genap

• Tamrin

Jumlah anggota Sanggar Rempelis Mude diKecamatan Blangkejeren beserta jabatan dari setiap-setiap anggota berjumlah 13 (tiga belas) orang dari tahun 1988-2002 dengan ketua dan anggota yang sama. Adapun jabatan penari yang dilakukan oleh anggota Sanggar Rempelis Mude ketika menari lihat pada tabel 6 di bawah:53

Tabel 6. Jabatan Penari anggota Sanggar Rempelis Mude di Kecamatan Blangkejeren 1988-2002

No Nama Jabatan

1 Syarifuddin Penupang Kanan 2 Samsul Bahri Penyepit Kiri

3 Kardinata Penyepit Kanan

4 M. Amin Penyepit Kanan

5 Syeh Saman Pengapit Kanan

6 Ali Husin Pengapit Kanan

7 Atif Usman Pengangkat/Ketua

8 Kharuddin Pengapit Kiri

9 Abdul Mutahalib Penyepit Kiri 10 M. Hatta Penyepit Kiri

11 Tamrin Penyepit Kiri

12 Genap Penyepit Kiri

13 Rabudin Penupang kiri

Peranan anggota Sanggar Rempelis Mude yang berjumlah anggota 13 orang di tabel 6 diatas terdapat beberapa penggolongan peranan anggota

53 Wawancara: Syarifuddin, kontor Dinas Pariwisata, 10 September 2016.

menurut adat-istiadat Gayo. Di antaranya adalah pengangkat, pengapit, penyepit, atau penupang yaitu:

1. Pengangkat (komandan) adalah tokoh utama, yang posisinya berada di tengah-tengah penari Sanggar Rempelis Mude. pengangkat pertama kali berperan untuk bertugas mengordinasikan semua gerak dan memulai menyanyi lagu tari Saman.

2. Pengapit adalah tokoh pembantu atau pendamping komandan yang posisinya berda disamping kiri dan kanan komandan tarian. Pengapit bertugas menyeimbangkan gerakan yang telah dilakukan komandan tarian dan termasuk mengingkatkan pada komandan tarian ketika komandan tarian melakukan gerakan yang tidak sesuai denang gerak yang di rencanakan atau syair.

3. Penupang (penahan) adalah penari yang berada di posisi paling ujung kanan dan paling ujung kiri dari barisan penari yang duduk berbanjar.

Penupang selain berperan sebagian dari pendudkung tari, juga penupang (penahan) keutuhan posisi tari agar tetap rapat dan lurus.

4. Penyepit (penghimpit) adalah adalah membuat kerapatan antara penari, sehingga penari menyatu tanpa jarak antara yang satu dengan yang lainnya, dalam posisi berbanjar/bersyaf. Hal ini penting untuk menentukan keutuhan dan keserentakan grup tari.54

54 Wawancara: Syarifuddin, Desa Durin, 18 Mei 2017.

Peranaan gerakan Anggota Sanggar Rempelis Mude ketika menari tarian Saman memiliki makna-makna budaya yang berdasarkan kepada budaya masyarakat Gayo dan juga peradaban Islam. Makna gerak ini mencerminkan pandangan hidup dan filsafat masyarakat Gayo. Anggota Sanggar Rempelis Mude adalah laki-laki yang mempunyai kemampuan yang lebih baik di berbagai bidang tarik suara, fisik, dan mempunyai kelincahan gerakan badan ketika menari. Jumlah anggota Sanggar Rempelis Mude pada tahun 1988-2002 berjumlah 13 orang. Komposisi anggota Sanggar Rempelis Mude ketika menari di atas panggung dalam acara pertunjukan atau festival dengan duduk be rsyaf menghadap ke penonton. Untuk lebih jelasnya lihat tabel 7 dibawah ini:

Tabel 7. Komposisi Anggota Sanggar Rempelis Mude Ketika Menari dalam Acara Festival atau Pertandingan.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

(lampiran gambar 6)

Keterangan:

Nomor 7 adalah komandan yang disebut pengangkat (vokalis)

Nomor 6 dan 8 adalah pengapit

Nomor 2-5 adalah penyepit

Nomor 9-12 adalah penyepit (penghimpit)

Nomor 1 dan 13 adalah penupang (penahan)

Dari hasil wawancara yang di peroleh anggota Sanggar Rempelis Mude di Kecamatan Blangkejeren pada tahun 1988-2002 selain bekerja sebagai

anggota sanggar tari Saman mereka juga memiliki pekerjaan lain antara lain sebagai Petani, Guru, Staf di Departeman Pariwisata dan Kebudayaan dan pegawai di Rumah Sakit Umum Blangkejeren. Nama-nama dan pekerjaan anggota Sanggar Rempelis Mude dapat di lihat tabel 8 di bawah ini:

Tabel 8. Nama-nama dan Pekerjaan Selain Bekerja Sebagai Anggota Sanggar Rempelis Mude di Kecamatan Blangkejeren

1988-2002

8 Kharuddin Pegawai di Rumah Sakit 9 Abdul Mutahalib Guru SD

10 M. Hatta Petani

11 Tamrin Guru SMP

12 Genap Guru SMP

13 Rabudin Petani

Dari tabel 8 di atas anggota Sanggar Rempelis Mude yang bekerja sebagai petani berjumlah 6 ora ng, guru berjumlah 5 orang, staf Kasi Departemen Pariwisata dan Kebudayaan 1 orang dan bekerja di rumah sakit 1 orang.55

55 Wawancara: Syarifuddin, Kantor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, 05 Juni Oktober 2016.

BAB IV

PERKEMBANGAN SANGGAR REMPELIS MUDE DI KECAMATAN