RUANG UTAMA OUTDOR
1. Struktur bawah
Merupakan struktur yang dibawah permukaan tanah, struktur menerima keseluruhan beban bangunan dan berhubungan langsung dengan tanah. Struktur bawah harus disesuaikan dengan jenis tanah, ketinggian bangunan yang hendak dibangun, dan pada kemiringan tanah atau kontur . Pada sekolah Alam PAUD dan TK ini rencana akan dibangun dengan jumlah lantai 1 lantai. Jenis tanah pada tapak adalah tanah coklat muda, tidak berkontur Berdasarkan hal-hal tersebut maka ditentukan bangunan menggunakan pondasi yang dangkal.
Pondasi adalah suatu konstruksi bagian dasar atau konstruksi yang berfungsi menopang bangunan yang ada di atas nya untuk di teruskan secara merata ke lapisan tanah. Ada juga pengertian lain yang menyatakan bahwa pondasi itu adalah konstruksi yang diperhitungkan sedemikian rupa sehingga dapat menjamin kestabilan bangunan terhadap berat sendiri.
1
III- 61 Pondasi Batu Belah – Struktur rangka
Pondasi batu belah /batu kali adalah pondasi yang dibuat dibawah kolom-kolom struktur rangka dan merupakan pondasi utama penompang beban bangunan.
Pondasi batu belah perlu didukung oleh pondasi lajur. Pondasi lajur berfungsi sebagai tumpuan balok sloof. Tumpuan untuk struktur rangka berada pada kolom struktur. Pada bangunan ini pondasi yang digunakan merupakan pondasi batu belah.
Gambar 3.16 pondasi batu belah Sumber : Belajarsipil.blogspot.com
pondasi batu kali merupakan pondasi penahan dinding yang digunakan pada bangunan sederhana. Pondasi ini terdiri dari batu kali dan perekat yang berupa campuran pasir dan semen. Biasanya campuran agregat untuk merekatkan batu kali ini menggunakan perbangingan 1 : 3 karena
III- 62
batu kali akan selalu menerima rembesan air yang berasal dari tanah. Sehingga sehingga membutuhkan campuran yang lebih kuat menahan rembesan.
Pondasi ini digunakan pada lahan yang kondisi tanah aslinya cukup baik. Biasanya kedalaman pondasi ini antara 60 - 80 cm. Dengan lebar tapak sama dengan tingginya.
Kebutuhan bahan baku untuk pondasi ini adalah : - Batu belah (batu kali/guning)
- Pasir pasang
- Semen PC (abu-abu).
Kelebihan :
Pelaksanaan pondasi mudah Waktu pengerjaan pondasi cepat
Batu belah mudah didapat, (khususnya pulau jawa)
Kekurangan :
Batu belah di daerah tertentu sulit dicari
Membuat pondasi ini memerlukan cost besar (bila sesuai kondisi pertama)
Pondasi ini memerlukan biaya lebih mahal jika untuk rumah bertingkat.
III- 63 Pondasi telapak (untuk Rumah Panggung)
Karena Sekolah alam berkonsep bangunan tradisional maka akan mungkin mengadopsi sebuah bangunan yang khas dengan tradisional, maka pondasi ini juga akan mungkin digunakan.
Pondasi telapak merupakan jenis pondasi sederhana yang telah digunakan oleh masyarakat indonesia sejak zaman dulu. Pondasi ini terbuat dari beton tanpa tulang yang dicetak membentuk limas segi empat seperti pada gambar disamping.
Sistem kerja pondasi ini menerapkan sistem tanam. Jadi pondasi telapak ini menahan kolom yang tertanam di dalamnya sehingga tidak masuk dalam tanah. Seperti halnya ketika kita menggunakan sebuah ganjalan yang pipih atau ganjalan yang lebih lebar untuk standar motor ketika di tempatkan pada tanah yang lembek.2
2
III- 64 Gambar 3.17 pondasi Telapak
sumber : Rumahdangriya.blogspot.com 2. Struktur tengah
Pendekatan system Struktur tengah berhubungan pada interior bangunan. Struktur ini berhubungan langsung dengan pengguna yang ada dalam bangunan. Anak usia dini merupakan pelaku utama dalam bangunan, sehingga perlu diperhatikan kaitan nya dengan kenyamanan dan keamanan materialyang digunakan pada struktur tengah. Selain itu visual juga perlu mendapat perhatian, karena melalui visual anakusia dini dapat mengalami perkembangan menuju kearah normal.
Struktur tengah sendiri terdiri dari beberapa hal yaitu : lantai, dinding (kolom), balok (kayu) dan platfond
Lantai
Pada bangunan Sekolah Alam PAUD dan TK ini Rencana material lantai yang digunakan terdiri dari lantai Paving block, parquet- Kayu, dan
III- 65
keramik, Penggunaan material yang berbeda-beda didasari pada fungsi ruang dan penggunaan nya.
Lantai Paving Block
Paving block atau conblock merupakan suatu komposisi berbentuk segmen-segmen kecil yang terbuat dari beton dengan bentuk segi empat atau segi banyak yang dipasang sedemikian rupa sehingga saling mengunci. Material ini dipasang untuk mengeraskan bagian lahan bangunan agar permukaannya jadi rata dan stabil.
Paving block terbuat dari campuran semen portland atau bahan perekat hidrolis lainnya yang dibuat dengan peralatan mekanis memiliki mutu yang tinggi. Bahan-bahan dicampur dalam perbandingan tertentu sesuai dengan peruntukan dan mutu yang direncanakan, kemudian dicetak dan dipadatkan dengan getaran. Setelah dibuka dari cetakannya, paving block harus disimpan pada tempat yang terlindung dari panas matahari langsung dan hembusan angin yang berlebihan.
III- 66 Gambar 3.18 paving block
Sumber : Pavingblockbandung.com kelebihan Paving block :
- Material ini mudah dipasang dan tidak memerlukan alat berat serta dapat diproduksi secara masal.
- Pemeliharaannya mudah, dapat dibongkar dan dipasang kembali. - Paving block umumnya tahan terhadap beban statis atau tumpahan
bahan pelumas dan pemanasan oleh mesin kendaraan.
Kelemahan Paving block :
- mudah bergelombang bila pondasinya tidak dipasang dengan kuat - Material ini juga kurang cocok untuk dipasang di lahan yang dilalui
kendaraan berkecepatan tinggi. 3
III- 67 Lantai Parquet
Lantai parquet merupakan pnutup lantai yang terbuat dari bahan kayu kesan alami. Jenis parquet yang dipilih adalah jenis parquet laminated, yaitu jenis lantai kayu yang terbuat dari HDF atau MDF (middle density fiber) dengan cara dilaminasi dengan teknologi canggih sehingga hasil print yang didapat menyerupai motif kayu. Parquet dipilih dikarenakan warna dan motif yang beraneka ragam. Biasanya lantai inidgunakan untuk ruang tidur bayu,( Sumber : pusat terapi dan sekolah autisme)
Gambar 3.19 contoh lantai parquet sumber: Kiosparquet.me Lantai Kayu
Penutup lantai yang alami seperti Kayu solid (jati, merbau, kapur, ulin, dsb), Kayu Solid Sejak jaman dahulu kayu merupakan bahan bangunan yang umum dan banyak tersedia sehingga dapat digunakan untuk semua elemen bangunan. Berbagai jenis pemanfaatan kayu pada bangunan dapat di jumpai pada bagian lantai, dinding, konstruksi kuda-kuda bangunan dan atap.
Lantai kayu nilai estetika yang tinggi, kesan yang alami serta kemampuannya untuk memberikan kehangatan di dalam ruang.
III- 68
Kayu yang fleksibel dapat memberikan suasana elegan, klasik, modern maupun kontemporer.
Kelemahannya :
lantai kayu bila pada saat pemasangannya kayu tersebut dalam kondisi kurang sempurna keringnya, lama kelamaan kayu akan mengalami penyusutan, dan terjadi perenggangan (renggang). selain itu pada saat ngepel lantai dan kain pel tersebut kurang diperas (masih banyak air di kainnya) maka kayu tersebut akan cepat mengalami pengeroposan, mudah kena rayap, dan cepat lapuk. apa pun lantai yang bersumber dari kayu akan mengalami hal ini.
Gambar 3.20 contoh lantai kayu sumber: Toko Lantai kayu.com Lantai keramik
Lantai keramik pada bangunan ini digunakan pada bagian kamar mandi atau pada ruang kerja. Atau beberapa ruang yang
III- 69
berhubungan dengan air. Tekstur keramik yang dipilh merupakan keramik dengan tekstur yang agak kasar terutama pada kamar mandi agar anak tidak terpeleset. Pemilihan lantai keramik untuk area yang berhubungan dengan air didasari oleh karena perawatan lantai keramik yang relative mudah, dan memiliki jenis yang beraneka ragam dan bervariasi. Dapat juga menjadi alternative pada ruang ruang public, seperti ruang tunggu, kantin danminimarket atau ruang ruang service lain.
gambar 3.21macam macam Lantai (kamar mandi) Sumber: www.galeri arsitektur.com
Lantai Karpet
Lantai karpt akan Digunakan pada ruang kelas, karena untuk kenyamanan pada saat mereka belajar dan keselamatan dan anak ketika mereka bergerk berlali dan bermain. Agar ketika mereka terjatuh tidak langsung jatuh kelantai, dan mereka tidak merasa sakit.
Lantai karpet yang di gunakan anara lain yaitu puzzle adalah salah satu cothnya, karena karpet tersebut sangatlah ringan, flexible, karena dapat di bongkar pasang kembali, relative tebal,dan terdapat berbagai macam warna, bentuk (gambar hewan,
III- 70
ransportasi,rumah dll) huruf, angka. Selain itu karena bahannya dari Sponge yang anti air. Jadi jika terkena noda bisa mudah untuk di bersihkan.
Gambar 3.22 Karpet puzzle dari bahan kain Sumber: www.catatan kecilku.com
Karpet 3.23 puzzle dari bahan Sponge Sumber:id.aliexpress.com
Dinding
Dinding merupakan salah satu elemen bangunan yang berfungsi memisahkan/ membentuk ruang. Ditinjau dari segi struktur dan konstruksi, dinding ada yang berupa dinding partisi/ pengisi (tidak menahan beban) dan ada yang berupa dinding struktural (bearing wall). Dinding pengisi/ partisi yang sifatnya non struktural harus diperkuat dengan rangka (untuk kayu) dan kolom praktis-sloof-ringbalk (untuk bata). Dinding dapat dibuat dari bermacam-macam material sesuai kebutuhannya, antara lain :
III- 71
b. Dinding batu alam/ batu kali
c. Dinding kayu: kayu log/ batang, papan dan sirap
d. Dinding beton (struktural – dinding geser, pengisi – clayding wall/ beton pra cetak)
Pada bangunan Sekolah Alam PAUD dan TK ini dinding pengisi yang digunakan antara lain Sebagai berikut :
Batubata
Batubata dipilih karena harganya yang relative lebih ekonomis dan mudah untuk didapatkan. Selain itu batubata dapat memberikan suhu yang tepat pada ruangan. Pada saat cuaca panas, material batu bata merahh dapat mereduksi panas sehingga membuat suhu di dalam ruang menjadi lebih sejuk. Pada saat angina tau hujan dinding bata tidak terlalu mempengauhu suhu di dalam ruang Dinding bata merah terbuat dari tanah liat/ lempung yang dibakar. Untuk dapat digunakan sebagai bahan bangunan yang aman maka pengolahannya harus memenuhi standar peraturan bahan bangunan Indonesia NI-3 dan NI-10 (peraturan bata merah). Dinding dari pasangan bata dapat dibuat dengan ketebalan 1/2 batu (non struktural) dan min. 1 batu (struktural). Dinding pengisi dari pasangan bata 1/ 2 batu harus diperkuat dengan kolom praktis, sloof/ rollag, dan ringbalk yang berfungsi untuk mengikat pasangan bata dan menahan/ menyalurkan beban struktural pada bangunan agar tidak mengenai pasangan dinding bata tsb. Pengerjaan
III- 72
dinding pasangan bata dan plesterannya harus sesuai dengan syarat-syarat yang ada, baik dari campuran plesterannya maupun teknik pengerjaannya.
Gambar 3.24 Materi Pasangan Bata
Sumber : Rudini. 2012. Konstruksi dinding bangunan,
Gambar 3.25 dinding Bata Sumber :www.google.com Dinding Batako
Batako merupakan material untuk dinding yang terbuat dari batu buatan/ cetak yang tidak dibakar. Terdiri dari campuran tras, kapur (5 : 1), kadang – kadang ditambah PC. Karena dimensinya lebih besar dari bata merah,
III- 73
penggunaan batako pada bangunan bisa menghemat plesteran 75%, berat tembok 50% - beban pondasi berkurang. Selain itu apabila dicetak dan diolah dengan kualitas yang baik, dinding batako tidak memerlukan plesteran+acian lagi untuk finishing.
Prinsip pengerjaan dinding batako hampir sama dengan dinding dari pasangan bata,antara lain:
a. Batako harus disimpan dalam keadaan kering dan terlindung dari hujan. b. Pada saat pemasangan dinding, tidak perlu dibasahi terlebih dahulu dan tidak boleh direndam dengan air.
c. Pemotongan batako menggunakan palu dan tatah, setelah itu dipatahkan pada kayu/ batu yang lancip.
d. Pemasangan batako dimulai dari ujung-ujung, sudut pertemuan dan berakhir di tengah – tengah.
e. Dinding batako juga memerlukan penguat/ rangka pengkaku terdiri dari kolom dan balok beton bertulang yang dicor dalam lubang-lubang batako. Perkuatan dipasang pada sudut-sudut, pertemuan dan persilangan.
III- 74
Gambar 3.26 pemasangan Batako
Sumber : Rudini. 2012. Konstruksi dinding bangunan,
Dinding Kayu