• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studi Kasus

Dalam dokumen BAB I-V MAKALAH KING kel 5.doc (Halaman 31-35)

BAB III APLIKASI TEORI

3.1 Studi Kasus

Tn. S, umur 26 tahun, agama Islam, sudah menikah, dirawat di Ruang Seruni RS SEHAT , masuk tanggal 24-01-2013, dengan diagnose Lokal Osteosarkoma pada kaki kiri, klien merasakan nyeri di kaki kiri di bawah lutut sejak + 3 bulan sebelum masuk RS nyeri pada kakinya awalnya hanya nyeri ringan yang menurut klien mungkin disebabkan oleh benturan bola pada waktu main sepak bola . Klien tidak menghiraukan nyeri di kaki kirinya karena klien sibuk bekerja sebagai pemain sepak bola serta sibuk dengan latihan-latihan untuk menyambut berbagai pertandingan sepak bola. Klien memiliki 3 orang anak yang masih sekolah. Klien adalah tulang punggung keluarga sehingga klien sibuk bekerja sebagai pemain sepak bola untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Tanpa disadari adanya benjolan

di kaki kiri klien semakin lama semakin besar dan nyeri kaki yang dirasakan semakin berat

Pada saat pengkajian klien dengan diagnosa medis rencana amputasi kaki kiri indikasi osteosarkoma, menurut pasien keluarganya tidak ada yang menderita seperti yang dialami klien tapi neneknya dulu meninggal karena kanker juga. Selama ini klien jarang periksa ke dokter karena klien adalah tulang punggung keluarga sehingga klien sibuk bekerja. Setelah klien memeriksakan diri ke dokter klien didiagnosa osteosarkoma. Pasien mengeluh merasakan nyeri di bawah lutut kaki kiri dan terdapat benjolan di bawah lutut kaki kiri. Pada saat pengkajian tanggal 04-02-2013 pukul 08.30. Keadaan umum pasien tampak menahan nyeri, kesadaran composmentis, adanya benjolan di bawah lutut pada kaki kiri , terpasang infus Potacol 8 jam/kolf (15 tetes/menit) pada tangan kiri, klien bedrest. Hasil observasi tanda – tanda vital: TD : 150/90 mmHg, S : 370 C, N : 92 x/mnt, HR : 92 x/mnt, P : 18 x/mnt.

Hasil Rontgen Thorax : Tidak tampak kelainan. Hasil Foto pada kaki : terdapat masa di tibia sinistra

Dokter telah memberikan informasi tentang penyakit bahwa pasien telah ditegakkan diagnose medis Lokal Osteosarkoma serta tindakan yang akan diberikan kepada tuan S adalah amputasi untuk menghindari metastase sel kanker. Keluarga dan Tn S beranggapan bahwa penyakitnya dapat disembuhkan dengan minum obat-obatan dapat menyembuhkan sepenuhnya seperti sedia kala benjolan yang ada di kaki kiri dianggap hanya bisul biasa yang nantinya akan sembuh sendiri. Disini Ns. W berusaha menjelasan tentang rencana tindakan yang dilakukan, tujun serta hasil yang dicapai dalam perawatan Tn.S untuk jangka panjang. Tn. S masih memikirkan tentang kondisi kesehatannya dimasa depan, Tn. S sangat terpukul dengan kondisi penyakitnya dia tidak rela jika dia harus kehilangan salah satu kakinya. Tn. S menganggap dia dapat menghidupi keluarganya adalah dari kakinya karena dengan kaki tersebut Tn. S dapat

bermain bola dengan sangat baik dan dalam pertandingan sepak bola Tn. S lah yang sering mencetak gol selain itu Tn. S juga pusing dan galau memikirkan biaya pengobatan untuk dirinya, serta apakah nanti mampu melakukan aktifitas dan jika dia harus kehilangan kakinya dia harus bekerja dimana dan bagaimana dengan nasib anak-anaknya dan bagaimana nasib masa depan keluarganya. 3.2 Penyelesaian kasus

Berdasarkan studi kasus diatas penerapan teori dan model keperawatan menurut Imogene King terdiri dari :

3.2.1 Sistem personal

Tn. S sangat terpukul dengan kondisi penyakitnya dia tidak rela jika dia harus kehilangan salah satu kakinya. Tn. S menganggap dia dapat menghidupi keluarganya adalah dari kakinya karena dengan kaki tersebut Tn. S dapat bermain bola dengan sangat baik dan dalam pertandingan sepak bola Tn. S lah yang sering mencetak gol selain itu Tn. S sedih memikirkan biaya pengobatan untuk dirinya, serta apakah nanti mampu melakukan aktifitas dan jika dia harus kehilangan kakinya dia harus bekerja dimana dan bagaimana dengan nasib anak-anaknya dan bagaimana nasib masa depan keluarganya

3.2.2 Sistem Interpersonal

Ns. W memberikan support kepada Tn. S bahwa penyakit yang dideritanya adalah ujian dari Tuhan untuk meningkatkan derajat Iman. Dan apabila seseorang menderita penyakit dan dia sabar maka penyakit yang diderita akan mengurangi dosa. Ns. W juga memberi penjelasan tentang penyakit yang diderita Tn.S, tindakan serta pengobatan yang akan dijalani Tn.S. Ns. W (perawat), Tn.S dan keluarga bersama-sama menentukan tujuan pengobatan dan tindakan apa saja yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut

sehingga Tn.S dan keluarga dapat berperan aktif secara langsung dalam proses penatalaksanaan penyakit serta perawatannya. Karena peran Tn. S juga sebagai kepala rumah tangga dan tulang punggung keluarga maka perlu diberikan pilihan alternative tindakan yang bisa dilakukan.

3.3.3 Sistem Sosial.

Dalam mencapai tujuan penanganan penyakit Tn.S, memerlukan tindakan amputasi, sehingga Tn. S juga memerlukan dukungan ekonomi/biaya, dalam hal ini pasien memiliki asuransi menanggung biaya operasi dan biaya perawatan, sehingga hal tersebut mampu mengatasi masalah untuk sementara namun perlu difikirkan untuk jangka panjang agar memiliki sumber pembiayaan lain dalam melanjutkan program therapinya erta memikirkan bagaimana Tn. S harus menghidupi keluarganya serta bagaimana Tn. S harus membiayai sekolah anak-anaknya.Untuk itu Tn.X dan keluarga memiliki rencana untuk memanfaatkan sumber pembiayaan dari asuransi persepakbolaan tempat dia bermain sepak bola serta mengajukan permohonan solusi bagi Tn. S agar Tn S tetap bisa bekerja di persepakbolaan tersebut agar mempunyai penghasilan dan bisa menghidupi keluarga dan menyekolahkan anak-anaknya. Karena teori ini masih bersifat abstrak, tidak dapat diterapkan secara langsung pada praktek keperawatan atau program-program yang kongkret dalam ilmu perawatan. Jadi harus diterjemahkan dengan mengidentifikasi data empiris, terdefinisikan dan tergambarkan, maka teori ini berguna dan dapat diaplikasikan dalam situasi-situasi yang nyata. Peran perawat terhadap sistem sosial ini perawat memberikan informasi dan pendidikan kesehatan kepada klien mengenai proses tindakan amputasi. Serta memberikan penjelasan mengenai rencana pembuatan kaki palsu sehingga klien dan keluarga berhasil mengambil keputusan untuk setuju dilakukan

tindakan amputasi. Selain itu perawat juga memberikan pendidikan kesehatan mengenai sumber-sumber biaya yang bisa dimanfaatkan klien.

3.3 Fokus data untuk mendefinisikan masalah. 3.3.1 Masalah fisik

Keadaan umum pasien tampak menahan nyeri, kesadaran composmentis, adanya benjolan di bawah lutut pada kaki kiri , terpasang infus Potacol 8 jam/kolf (15 tetes/menit) pada tangan kiri, klien bedrest. Hasil observasi tanda – tanda vital: TD : 150/90 mmHg, S : 370 C, N : 92 x/mnt, HR : 92 x/mnt, P : 18 x/mnt.

3.3.2 Masalah Psikologis,Fungsi Peran dan Pengetahuan

Keluarga dan Tn S beranggapan bahwa penyakitnya dapat disembuhkan dengan minum obat-obatan dapat menyembuhkan sepenuhnya seperti sedia kala benjolan yang ada di kaki kiri dianggap hanya bisul biasa yang nantinya akan sembuh sendiri. Tn. S sangat terpukul dengan kondisi penyakitnya dia tidak rela jika dia harus kehilangan salah satu kakinya. Tn. S menganggap dia dapat menghidupi keluarganya adalah dari kakinya karena dengan kaki tersebut Tn. S dapat bermain bola dengan sangat baik dan dalam pertandingan sepak bola Tn. S lah yang sering mencetak gol selain itu Tn. S sedih memikirkan biaya pengobatan untuk dirinya, serta apakah nanti mampu melakukan aktifitas dan jika dia harus kehilangan kakinya dia harus bekerja dimana dan bagaimana dengan nasib anak-anaknya dan bagaimana nasib masa depan keluarganya

Dalam dokumen BAB I-V MAKALAH KING kel 5.doc (Halaman 31-35)

Dokumen terkait