• Tidak ada hasil yang ditemukan

STUDI KASUS Karakterisasi/Prediksi: Tambang Cloverdale, W.A

Dalam dokumen MENGELOLA DRAINASE ASAM DAN LOGAM (Halaman 52-55)

Tambang Cloverdale adalah salah satu tambang pasir mineral yang dioperasikan oleh Iluka Resources Limited (Iluka) di bagian barat daya Western Australia. Tambang tersebut berlokasi di tanah-tanah berpasir dalam yang terbentuk oleh peristiwa-peristiwa regresi dan transgresi lautan 1,5-2,3 juta tahun yang lalu.

Ada potensi risiko DAL pada lokasi tersebut dan umumnya dihubungkan dengan bahan pirit framboid yang berbutiran halus pada dinding-dinding pit, bahan bijih tambang dan overburden.

Pada tahap-tahap awal perencanaan tambang di Cloverdale, dilakukan survey terperinci untuk

memetakan tingkatan bahan-bahan pembentuk asam pada lapisan bijih tambang dan areal-areal sekitar.

Bahan-bahan pembentuk asam diklasifikasikan sebagai Tanah-Tanah Sulfat Masam Aktual (AASS) atau sebagai Tanah-Tanah Sulfat Masam Potensial (PASS), dalam kaitannya dengan dokumen-dokumen legislasi dan panduan negara bagian.

Tahap pertama dari survei yang melibatkan suatu program pengeboran, terdiri dari sekitar 0,5 lubang pengeboran per hektar di seluruh areal sumberdaya (224 hektar). Lubang-lubang pengeboran dibuat hingga kedalaman dua meter di bawah lantai pit yang diusulkan dan sampel-sampel dikumpulkan pada interval vertikal satu meter. Total 112 lubang dibor dan 2232 sampel dikumpulkan untuk dianalisis selama tahap ini. Hasilnya telah digunakan untuk secara luas mengidentifikasikan areal-areal signifikan yang mengandung tanah-tanah sulfat masam.

Pada tahap kedua survei, intensitas pengeboran meningkat menjadi 1,5 lubang pengeboran per hektar, untuk secara lebih akurat menentukan distribusi horizontal maupun vertikal AASS dan PASS didalam bahan-bahan overburden, bijih tambang dan dasar pit. Sampel-sampel dikumpulkan pada interval satu meter di zona-zona bukan pembentuk asam dan pada interval 0,5 meter di areal-areal yang diketahui mengandung tanah-tanah sulfat masam, menghasilkan sebanyak total 2778 sampel.

Total sebanyak 239 lubang dibor dan 5010 sampel dianalisis. Analisa pH lapangan dan pH peroksida lapangan (pHFox) dilaksanakan untuk semua sampel. pHFox sebanding dengan satu uji NAG lapangan, dan ditentukan dengan mengoksidasikan sampel dengan peroksida menjelang pengukuran pH. Metode ini dapat mendukung pengukuran pH lapangan dengan menyediakan satu indikasi permasalahan jangka panjang DAL yang lebih realistis. Analisis sulfida dilaksanakan pada sampel-sampel terpilih menggunakan metode chromium reducible sulfur (SCr), yang tidak akan diganggu oleh sulfur organik atau sulfat-sulfat.

Selain itu, tanah-tanah yang diklasifikasikan sebagai AASS (pH lapangan <4,5) dianalisis untuk Kemasaman Aktual Total (TAA).

Gambar 8: Ahli geologi mengarahkan pemisahan bahan bijih tambang pembentuk asam-Yoganup West

Hasil-hasil SCr digunakan untuk mengembangkan hubungan antara kandungan pirit dan pHFox sehingga satu model 3D dari PASS (SCr>0,03%) dapat dikembangkan di seluruh areal tambang menggunakan data dari seluruh 5010 sampel. Model 3D menyediakan satu gambaran yang akurat dari pendistribusian dan volume tanah sulfat masam dalam pit tambang dan bahan-bahan disekitarnya.

Data survei dan model 3D dari bahan-bahan pembentuk asam membantu pengelola tambang untuk lebih memahami kemungkinan seberapa besarnya masalah DAL di lokasi Cloverdale. Para perencana tambang telah memanfaatkan informasi ini selama penyusunan jadual penambangan, untuk meminimalkan dampak DAL yang terkait dengan pengeringan pit, penambangan dan perlakuan bahan-bahan pembentuk asam. Informasi juga telah digunakan untuk mengestimasi biaya-biaya pengelolaan DAL, (seperti biaya-biaya perlakuan), selama operasi, dan keseluruhan dampak ekonomi DAL bagi proyek. Satu Rencana Pengelolaan DAL juga dikembangkan bagi lokasi tersebut, untuk menyediakan dasar bagi pengelolaan sehari-hari bahan-bahan pembentuk asam selama masa kehidupan tambang.

6.0 MENILAI RISIKO DAL

PESAN-PESAN UTAMA

Risiko dapat terkait dengan lingkungan, keuangan atau reputasi.

Satu strategi pengelolaan risiko yang berguna adalah mengurutkan potensi bahaya-bahaya DAL dan kemudian mengembangkan protokol-protokol untuk mengelola bahaya-bahaya tersebut.

Pemeliharaan nilai-nilai lingkungan (seperti air untuk minum dan ternak) adalah satu prinsip utama dalam pengelolaan air.

Sejarah dan pengalaman dalam industri pertambangan global telah menunjukkan bahwa DAL dapat menjadi risiko prioritas-tinggi yang signifikan.

Di Australia, seperti pada wilayah-wilayah hukum lainnya, undang-undang tata kelola perusahaan

mewajibkan suatu perusahaan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi dan mengelola semua risiko signifikan yang dihadapinya. Satu pendekatan yang bijaksana adalah dengan mengembangkan satu program pengkajian berfokus risiko meliputi isu-isu DAL yang membahas:

Apa saja bahaya yang diakibatkan oleh DAL didalam suatu perusahaan dan apakah bahaya-bahaya tersebut telah dikelola dengan benar oleh operasi-operasi untuk meminimalkan risiko terhadap lingkungan, keuangan dan reputasi?

Didalam menjelaskan hasil-hasil peninjauan risiko DAL Rio Tinto, Richards et al. (2006) membuat pernyataan penting bahwa kepatuhan terhadap regulasi-regulasi pemerintah yang terkait dan syarat-syarat perizinan tidak mesti dapat menjamin DAL dikelola dalam bentuk yang paling praktis, paling mantap dan hemat biaya. Peninjauan risiko DAL menyoroti beberapa golongan masalah yang biasanya tidak diatasi secara memadai, menghasilkan penambahan tingkat risiko. Masalah-masalah yang terdaftar di bawah ini, mungkin membutuhkan tambahan perhatian pengelolaan dalam keseluruhan industri pertambangan:

karakterisasi geokimia dari bahan-bahan pemantauan potensi dampak-dampak air tanah pengelolaan dampak-dampak air tanah pemisahan batuan sisa

rancangan lapisan penutup

membanjiri bangunan-bangunan tambang.

Menginat luasnya masalah yang perlu dicakup dalam menilai risiko DAL, suatu perusahaan cenderung melibatkan para ahli di lapangan untuk mengimplementasikan suatu tinjauan (review).

Suatu pendekatan pengkajian risiko, seperti yang dijelaskan di Bagian 6 dan studi kasus Tom Price, dapat menyediakan masukan terhadap rancangan proyek baru, untuk memastikan bahwa generasi tambang-tambang selanjutnya memiliki kesempatan terbaik untuk mengelola DAL secara efektif dan

meningkatkan pembangunan yang berkelanjutan.

Dalam dokumen MENGELOLA DRAINASE ASAM DAN LOGAM (Halaman 52-55)