• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studi Kasus: Satu-satunya Pengikut Kristus di Tempat Kerja

Dalam dokumen publikasi e-konsel (Halaman 39-42)

Didi adalah pemuda berusia 26 tahun dan merupakan salah satu anggota di gereja Anda. Minggu lalu, ia berbicara dengan Anda selama kira-kira 25 menit. Didi merasa patah semangat. Ia adalah satu-satunya orang Kristen di kantornya. Semua orang yang menyebut diri temannya itu menyulitkan dia dengan mengatakan dia sebagai "pengikut Yesus" yang aneh. Mereka mengatakan bahwa ia demikian bodohnya sehingga mau tertarik kepada soal keagamaan semacam itu. Ia juga mengalami tekanan yang cukup berat dari pacarnya, yang bukan seorang Kristen, dan yang mendesaknya untuk tidak usah ke gereja lagi. Ia mengakui bahwa beberapa dosa yang pernah mengganggunya sebelum ia menjadi Kristen, sekarang muncul kembali. Dosa itu termasuk kemarahan, kebencian, kata- kata kotor, dan gosip. Ia juga menyebutkan suatu "dosa seksual", tetapi tampaknya ia malu untuk membicarakannya. Didi juga mengeluh bahwa ia sering gugup dan ketakutan. Ia juga sering tidak memunyai nafsu makan dan sering terbangun pagi-pagi sekali, dan tidak dapat tertidur kembali karena "pikirannya sedang berputar". Ia merasa murung dan patah semangat. Minggu yang lalu, ketika ia berbicara tentang dirinya yang begitu tertekan, Anda dapat melihat air mata dalam matanya walaupun ia dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menguasai dirinya. Ia mengatakan bahwa ia khawatir, ia akan "kehilangan hal itu" jika keadaannya tidak segera berubah.

Tulislah bagaimana Anda dapat menolong Didi dalam beberapa minggu mendatang ini.

Hal-hal lainnya yang Anda ingin ketahui tentang Didi, terutama apa yang hendak Anda tanyakan pada pertemuan yang berikutnya.

Menurut pendapat Anda, apa masalah Didi yang terbesar?

Menurut Anda, bagaimana sebaiknya Didi memandang masalahnya?

Sasaran-sasaran apa yang Anda miliki bagi Didi?

Apa yang Anda inginkan untuk dilakukannya sehubungan dengan masalahnya itu?

Bagaimana Anda dapat mencapai sasaran itu?

Bagaimana Anda dapat mengetahui apakah Anda telah berhasil dalam menolong dia?

Menolong Didi

Sekarang, mari kita tinjau bersama beberapa pengamatan yang telah saya buat dalam lokakarya kami. Ketika saya bertanya kepada para peserta apa yang mereka ingin tanyakan kepada Didi, mereka ingin mengetahui tentang masa kecil Didi,

40

dapat menunjukkan apa yang menyebabkan timbulnya masalah-masalah itu.

Sesungguhnya, salah satu pokok dalam latihan ini ialah untuk menunjukkan bahwa ada banyak cara untuk memikirkan apa yang sebenarnya menyebabkan timbulnya masalah yang dihadapi Didi, dan bahwa kebanyakan orang sudah mengetahui banyak tentang bagaimana menolong orang lain. Sasaran buku ini bukanlah untuk mengajarkan kepada Anda bagaimana menemukan penyebab yang "sesungguhnya" dari masalah

seseorang, saya yakin bahwa banyak masalah disebabkan oleh lebih dari satu hal. Tujuan saya ialah memberikan suatu pandangan yang menyeluruh tentang bagaimana kita menolong orang lain, tanpa memandang masalah dan penyebabnya yang spesifik. Keasyikan dalam mencari penyebab yang sesungguhnya dari masalah- masalah

emosional akan membawa kita pada pokok kedua dari latihan ini. Kebanyakan orang tidak sabar bila mereka mulai menolong orang lain. Dengan hanya mengetahui informasi sebanyak dua alinea saja tentang Didi, orang sudah ingin segera menguji teori-teori mereka tentang penyebab masalah-masalah yang dihadapi Didi. Bila seorang pembimbing profesional membaca keterangan tentang Didi, banyak pertanyaan timbul di dalam pikirannya. Pertanyaan-pertanyaan itu tidak berputar di sekitar gagasan tentang apa yang menyebabkannya; melainkan, dipusatkan pada seberapa parahnya dan berapa lama masalah itu sudah berlangsung. Misalnya, berikut ini beberapa pertanyaan yang mungkin akan saya ajukan kepada Didi pada pertemuan berikutnya.

1. Tepatnya sampai sejauh mana Anda diganggu di tempat kerja Anda, dan bagaimana reaksi Anda terhadap hal itu?

2. Tekanan macam apa yang dilakukan teman wanita Anda kepada Anda? Apakah Anda tahan menghadapi tekanan itu?

3. Seberapa sering dosa-dosa itu menganggu Anda? Seberapa jauh dosa- dosa itu mengganggu Anda? Keadaan lingkungan yang bagaimanakah tepatnya yang menggugah Anda untuk berbuat dosa? Apa dosa seksual Anda?

4. Sejauh mana kegelisahan dan kekhawatiran yang Anda alami? Apa yang Anda takutkan, dan akhir-akhir ini dalam situasi yang bagaimana Anda menjadi ketakutan? Apa yang terjadi bila Anda menjadi gugup dan takut?

5. Sudah berapa lamakah Anda mengalami gejala-gejala depresi ini -- yaitu nafsu makan merosot, sukar tidur, khawatir, merasa putus asa, dan menangis? Seberapa parahnya gejala-gejala itu? Sejauh mana gejala-gejala itu mengganggu Anda?

6. Apakah maknanya bagi Anda jika Anda "kehilangan hal itu"?

Setelah mengetahui seberapa parah masalah itu, saya baru akan mulai menyelidiki apa yang menjadi penyebabnya. Kesabaran mutlak diperlukan oleh orang yang ingin

41

Selanjutnya, pertanyaan-pertanyaan yang Anda ajukan kepada Didi tentang penyebab masalahnya berkaitan erat dengan cara ia memandang masalahnya itu. Banyak

penolong yang tidak berpengalaman tidak memunyai rencana yang sistematik untuk pembimbingan; akibatnya, pertanyaan-pertanyaannya tidak terarah dan dapat membingungkan temannya itu. Saya selalu mengatakan kepada

mahasiswa-mahasiswa lanjutan yang mulai belajar membimbing bahwa mereka harus membuat rencana jika mereka mulai memberikan konseling pada seseorang. Saat mendengarkan keluhan seorang klien, sesudah berbicara beberapa menit, mereka bisa saja

membuang rencana itu dan membuat rencana baru berdasarkan keterangan baru yang mereka peroleh, namun mereka tetap harus memulai dengan suatu rencana yang umum.

Saya harap latihan ini bermanfaat bagi Anda. Anda dapat dengan lebih efisien dan efektif menolong teman Anda. Tentu saja, membaca artikel ini tidak langsung

menjadikan Anda seorang pembimbing yang profesional. Untuk menjadi pembimbing yang profesional dibutuhkan pendidikan dan pengalaman memberikan konseling yang diawasi sampai bertahun-tahun. Namun demikian, jika Anda dengan cermat

mempelajari model ini, mempraktikkan cara-cara, dan senantiasa menerapkan apa yang dianjurkan, Anda akan menjadi pembimbing yang lebih baik dibanding sekarang. Dan selanjutnya, bila ada seorang teman yang meminta Anda menolongnya, Anda akan dapat menolongnya secara lebih meyakinkan.

Diambil dan disunting seperlunya dari:

Judul asli buku : When Someone Asks for Help

Judul buku terjemahan: Ketika Seseorang Berkata: Tolonglah Saya! Judul asli artikel : Didi: Suatu Studi Kasus

Penulis : Everett L. Worthington, Jr. Penerjemah : Gerrit J. Tiendas

Penerbit : Yayasan Kalam Hidup, Bandung Halaman : 18 -- 21

42

e-Konsel 0331/2/2013: Menasihati dengan

Dalam dokumen publikasi e-konsel (Halaman 39-42)