• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studi Permasalahan Khusus Interior

III.4.1 Tinjauan Karakteristik Garis dan Bentuk

Secara umum, tempat yang mempunyai fasilitas pool dan lounge memiliki garis dan bentuk yang hampir sama. Desainnya memakai bentuk geometris seperti kotak, lingkaran, segitiga dan memakai garis-garis yang kaku yang memberikan kesan tegas dan sporty serta digabungkan dengan beberapa bentuk organik atau lengkungan-lengkungan yang memberikan kesan dinamis sesuai dengan permaianan billiard dengan pergerakan pukulan bola yang dinamis.

Bentuk – bentuk geometris adalah bentuk yang mempunyai keteraturan garis dan terukur. Beberapa macam-macam bentuk geometris adalah segitiga, persegi panjang, bujur sangkar, jajaran genjang, elips, dan trapesium. Bentuk geometris terbagi menjadi 2 yaitu bentuk geometris yang simetris ( memiliki 2 sisi yang sama) dan asimetris (memiliki 2 sisi yang tidak sama. Bentuk geometris yang simetris adalah persegi, bujur sangkar, segitiga sama sisi, segitiga sama kaki, trapezium, pentagon, hexagon, octagon, lingkaran, dan oval. Bentuk geometris yang asimetris adalah jajaran genjang, heptagon, segitiga tidak beraturan.

Geometris juga dibagi menjadi 4 kelompok yaitu bentuk 3 sisi, 4sisi, lebih dari 4sisi, dan kurva.

Gambar 3.16 Geometris 3 sisi (sumber : google images)

Gambar 3.17 Geometris 4 sisi (sumber : google images)

54

Lingkaran oval

Gambar 3.19 geometris bentuk kurva

Berbeda dengan bentuk geometris, bentuk tidak punya keteraturan dalam bentuknya. Bentuk organik, yaitu bentuk alamiah yang sudah mengalami perkembangan, tidak lagi terukur dan sukar didefinisikan, misalnya bentuk pohon, burung, atau kuda.

Gambar 3.20 bentuk organik (sumber : google images)

III.4.2 Tinjauan Sistem Furniture

Meja dan Kursi Area Billiard

furniture pendukung yang berada di area permainan adalah kursi atau sofa dan meja di setiap samping meja billiard yang berfungsi sebagai tempat duduk dan untuk menaruh minuman serta makanan kecil. Sesuai dengan studi anthopometri yang

5 0 9 0 1 4 0 140 50 140 330

6

0

50 140

140

4

0

sudah dijelaskan pada bab 2, manusia mempunyai jarak bersih dalam duduk pada sofa sekitar 70 cm, maka hasil desainnya untuk sofa bench dengan kapasitas 4 orang akan menjadi seperti gambar berikut.

Gambar 3.21 tampak atas furniture bench (sumber: dok. hendy, 2013)

56 1 5 0 1 3 5 1 5 0 4 3 5 570Meja Billiard

Untuk meja billiard yang akan dipakai adalah meja berukuran 9 kaki. meja ini rata-rata dipakai di semua tempat yang menyediakan fasilitas permainan billiard, meja ini juga sering dipakai oleh para profesional untuk bertanding. Peletakan meja antar meja sangat penting agar tidak mengganggu sirkulasi pemain lain. Sesuai dengan studi anthopometri yang sudah dijelaskan pada bab 2, manusia mempunyai jarak bersih dalam permainan billiard yaitu 150 cm.

Gambar 3.23 sirkulasi meja billiard (sumber: dok. Hendy alikusuma, 2013)

• Penyimpanan Stik

Selain itu juga perlu dibuat penyimpanan untuk menggantung stik permainan agar terlihat rapih. Biasanya stik ini diletakkan di dinding atau pun pada kolom agar tidak membuat sempit sirkulasi.

Gambar 3.24 visualisasi penyimpanan Gambar 3.25 sistem penyimpanan stik (sumber : google images) (sumber : google images)

III.4.3 Tinjauan Material

Pemilihan material sangat penting untuk menunjang permainan secara langsung atau tidak. Dalam menunjang permainan secara langsung misalnya pada material lantai. Dalam area billiard biasanya memakai karpet agar bola yang jatuh ke lantai dapat teredam pantulannya dan juga material karpet tidak cepat rusak. Dalam menunjang permainan secara tidak langsung misalnya pada dinding dan ceiling, setiap material yang dipakai pasti mempunyai kesan yang ditimbulkan sesuai karakteristik material tersebut misalnya, kayu mempunyai karakteristik natural dan hangat, metal mempunyai karakteristik dingin. Karakteristik yang dihasilkan material tersebut berperan dalam meningkatkan mood atau perasaan seseorang dalam bermain, bersantai, makan atau

58

minum. selain untuk menunjang hal desain, material berperan penting dalah hal keamanan dan perawatan.

II.4.3.1 Lantai

Area billiard

Material yang digunakan dalam area permainan billiard secara umum adalah karpet. Penggunaan karpet bertujuan agar pada saat bola billiard yang mempunyai karakteristik keras dan berat jatuh ke lantai, material pada lantai membantu agar bola tidak memantul keras dan material juga tidak cepat rusak.

Gambar 3.26 visualisasi material karpet

Lounge

Material haruslah tahan terhadap api dan juga minuman terutama area lounge. karena pada area itu banyak terjadi aktivitas makan dan minum, makanan atau minuman bisa saja tumpah sehingga material yang digunakan harus dapat mudah untuk dibersihkan dan tidak cepat merusak material sehingga dapat bertahan lama. untuk mengatasi hal itu, pemakaian material granit atau homogenus tile biasa digunakan karena memiliki

ketahanan yang baik terhadap minuman atau makanan yang mungkin saja jatuh karena memiliki tingkat penyerapan yang rendah sehingga mudah dibersihkan.

Gambar 3.27 material granit (Sumber: google images)

60

III.4.3.2 Dinding

Audio atau akustika ruangan harus diperhatikan karena letaknya yang berada di dalam

mall. Suara bising yang berada di dalam harus dipikirkan sistem akustika nya agar tidak mengganggu aktivitas yang terjadi diluarnya. Salah satunya bisa dengan cara memberikan material padded di sekitar area masuk untuk meredam suara. Padded biasanya diaplikasikan pada dinding dengan berbagai motif dan ukuran.

Gambar 3.29 visualisasi material padded (Sumber: Google images)

III.4.3.3 Plafon (ceiling)

Material yang digunakan untuk plafon secara umum adalah Gypsum dan multipleks.

• Gypsum

Plafon gypsum salah satu jenis plafon yang sudah banyak digunakan pula untuk penutup plafon. Ukuran untuk plafon adalah 122 cm x 244 cm. gypsum memiliki keunggulan yaitu sebagai berikut :

1. Mudah diperbaiki

Apabila terjadi kerusakan pada gypsum yang disebabkan jamur, flek dan benturan eksternal, kita dapat dengan mudah memperbaikinya. Potong bagian yang rusak dan menyambungnya dengan potongan gypsum yang baru. Ratakan sambungan tersebut dan cat ulang dengan warna sejenis.

2. Desain fleksibel

Gypsum memiliki fleksibelitas dalam hal desain. Baik itu klasik, minimalis, modern,

simpel dan lainnya. Gypsum juga banyak digunakan untuk keperluan dekorasi interior.

3. Kedap suara dan tahan lama

Pemakaian gypsum sebagai pelapis dinding dapat membantu meredam gema yang ditimbulkan akibat pantulan balik suara. Gypsum juga memiliki daya tahan dan tingkat stabilitas yang tinggi dibanding bahan lain yang memiliki risiko terbakar dan terserang rayap.

4. Tahan api dan panas

Gypsum standar lebih kuat menahan api dibanding multipleks. Selain itu gypsum juga mampu menepis panas

5. Mudah menghindari jamur

Jika terkena jamur, kita bisa mengolesinya dengan menggunakan cat minyak. Setelah kering, lapisi dengan cat tembok. Permukaan gypsum akan nampak indah kembali.

62

Gambar 3.30 plafon gypsum (sumber: google images)

• Multipleks

Plafon berbahan multipleks merupakan jenis penutup plafon yang sering dipakai. Ukuran Multipleks dipasaran adalah 122 cm x 244 cm dengan ketebalan 3 mm, 4 mm dan 6 mm. Pemasangan plafon ini dapat dipasang lembaran tanpa dipotong-potong maupun dapat dibagi menjadi empat bagian supaya lebih mudah dalam penataan dan pemasangannya. Rangka plafon dapat menggunakan kasau 4/6 atau 5/7 dengan ukuran rangka kayu 60 cm x 60 cm.

Keunggulan jenis plafon multipleks proses pengerjaannya lebih mudah dan dapat dilakukan oleh tukang kayu sehingga Anda tidak kesulitan dalam pengerjaannya. Material multipleks mudah didapatkan di pasaran dengan harga yang relatif murah dan bahan yang ringan memudahkan pengguna dalam perbaikan apabila terjadi kerusakan untuk menggantinya.

Kelemahan bahan multipleks tidak tahan terhadap api sehingga mudah terbakar dan apabila sering terkena air atau rembesan maka akan mudah rusak.

Gambar 3.31 multipleks (sumber: google images)

III.4.3.4 Furniture

Untuk finishing material kayu, biasanya dilapisi dengan bahan yang dapat tahan terhadap bahan kimia dalam tahap finishing.

Jenis finishing yang paling populer akhir-akhir ini bagi para konsumen di Eropa adalah menggunakan bahan pencair air murni (yang paling baik) yaitu waterbased lacquer. Proses pengeringannya otomatis lebih lama dari jenis bahan finishing yang lain karena penguapan air jauh lebih lambat daripada penguapan alkohol ataupun thinner. Namun kualitas lapisan film yang diciptakan tidak kalah baik dengan NC atau melamine. Tahan air dan bahkan sekarang sudah ada jenis waterbased lacquer yang tahan goresan.

64

Keuntungan utama yang diperoleh dari bahan jenis ini adalah lingkungan dan sosial. Di samping para karyawan ruang finishing lebih sehat, reaksi penguapan bahan kimia juga lebih kecil di rumah konsumen.

Gambar 3.32 contoh material kayu finishing waterbased (sumber: google images)

Selain itu, jenis finishing pigmented color salah satunya dengan cat duco. Finishing duco, menutup seluruh permukaan kayu sehingga serat kayu tak lagi terlihat. Pilihan untuk cat duco sangat beragam, sehingga sangat cocok digunakan untuk konsep yang menyenangkan dengan furnitur yang membutuhkan warna yang bervariasi. Tetapi pelapis ini relatif mahal harganya dan membutuhkan tahapan pelapisan yang cukup banyak untuk menghasilkan kualitas yang baik, selain itu furnitur yang sudah dicat dengan cat duco serat asli kayu tersebut tidak dapat dikembalikan.

Gambar 3.33 contoh finishing duco pada kayu (sumber: google images)

III.4.4 Tinjauan Sistem Pencahayaan

Dalam menyiapkan rancangan pencahayaan pada tempat billiard menggunakan jenis lampu continous light pada bagian ceiling, backlight, dan downlight untuk mendukung semua area yang ada didalamnya.

pencahayaan terdiri dari pencahayaan alami yaitu dari sinar matahari dan pencahayaan buatan yang dibuat menggunakan lampu. pencahayaan buatan mempunyai dua teknik yaitu direct lighting yang menempatkan sumber secara langsung menyinari ruangan untuk membantu aktivitas utama yang terjadi di dalamnya dan Pencahayaan buatan dengan teknik indirect lighting (gambar 3.34) yaitu menempatkan sumber cahaya secara tersembunyi.

66

direct lighting

indirect lighting

Gambar 3.34 visualisasi teknik pencahayaan (sumber : google images)

Untuk jenis pencahyaan terdiri dari downlight, uplight, dan wall washer. Downlight (gambar 3.35) adalah jenis pencahayaan dari atas ke bawah untuk memberikan penerangan secara merata. Uplight (gambart 3.36) adalah jenis pencahayaan dari bawah ke atas dan biasa diletakkan di lantai. wall washer (gambar 3.37) adalah jenis pencahayaan yang menempatkan sumber cahaya untuk dibiaskan menyapu dinding.

n

Gambar 3.36 uplight (sumber : google images)

68

Area Billiard

Pencahayaan pada area billiard sangat penting yaitu 50-75 footcandle, dengan tinggi 75 cm dari meja. Biasanya menggunakan lampu dengan jenis ceiling mounted-type yang berkonsentrasi pada tiap meja untuk menghalangi terjadinya bayangan pada meja yang dapat mengganggu permainan billiard.

Gambar 3.38 sistem pencahayaan meja billiard Gambar 3.39 jenis lampu billiard (sumber : google images)

(sumber : google images)

Area Lounge

Hindari menggunakan satu lampu utama yang akan menciptakan bayangan keras dan mungkin silau. Sebaliknya menggunakan banyak sumber cahaya yang berbeda untuk menciptakan kolam cahaya, ini akan memberikan efek yang lebih menarik.

Pencahayaan tidak langsung dari sebuah warna yang berbeda akan menambah kontras. Cahaya tidak langsung yang dengan memakai teknik pencahayaan wall

Gambar 3.40 Pencahayaan lounge (sumber : google images)

70

III.4.5 Tinjauan Warna

Warna yang biasa diterapkan di tempat Pool dan lounge adalah warna-warna cerah dan dipadukan dengan warna yang gelap sebagai aksen yang mengandung kesan sporty dan menyenangkan.warna yang biasa digunakan seperti warna biru, hijau, ungu, kuning,

dan merah. Warna tersebut digunakan untuk memberikan dampak untuk meningkatkan mood.

Gambar 3.42 warna teal deal ace paint Gambar 3.43 warna ruth’s best ace paint (sumber : google images) (sumber : google images)

Gambar 3.44 warna tide pool ace paint Gambar 3.45 warna sable sand ace paint (sumber : google images) (sumber : google images)

Berdasarkan yang dikutip dari website idea online tentang efek psikologis warna interior, Warna biru memberikan efek dingin dan menenangkan. Kemudian untuk warna hijau memberikan efek rileks atau tenang. Untuk warna ungu, memberikan efek kemewahan. Berdasarkan papan warna ace paint tentang warna fun atau menyenangkan, warna yang dipakai adalah warna-warna terang dan kontras seperti warna merah, kuning, hijau, biru, dan ungu.

Gambar 3.46 warna ace paint vibrant meadow, startling blue, fantasy fair (sumber: ace paint)

III.4.6 Tinjauan Signage

Signage merupakan suatu pentunjuk untuk memberikan informasi kepada orang-orang

yang melewati suatu tempat. signage pada sebuat toko di dalam mall memberi informasi nama dari sebuah toko dengan desain dan bentuk yang menarik untuk menarik perhatian para pengunjung yang datang. Signage biasanya ditempatkan di atas pintu masuk area sebuah toko.

72

Dokumen terkait