BAB II KAJIAN PUSTAKA
2.2 Tinjauan Pendekatan
2.2.2 Studi Preseden berdasarkan Pendekatan
Masjid Salman terletak di Jalan Ganesha, berseberangan (sebelah selatan) kompleks Institut Teknologi Bandung. Lahan masjid sebelah utara berbatasan dengan jalan Ganesha, sebelah timur dengan Jalan Ciung Wanara, sebelah selatan dengan Jalan Gelap Nyawang, dan sebelah barat dengan Taman Ganesha. Penataan site plan Masjid Salman ini mempunyai kesatuan antara fungsi-fungsi dan bersikap terhadap kampus ITB sebagai salah satu sarana penunjang kampus dengan grid tapak berdasarkan arah kiblat. Uniknya adalah saat masjid lain memakai atap kubah gaya timur tengah atau atap tumpuk masjid ini memakai gaya yang sama sekali berbeda.
1. Eksterior
Dapat dilihat Masjid Salman ITB yang dirancang oleh Achmad Noe’man mengambil bentuk dasar persegi panjang. Bentuk dasar persegi panjang ini diambil karena menurut Achmad Noeman sendiri bahwa kedudukan semua manusia adalah sama, tidak tergantung pangkat, jabatan atau status sosial. Setiap orang berhak untuk menempati barisan terdepan jika ia datang terlebih dahulu, sehingga di dalam masjid tidak ada hirarki ruang berdasarkan status jamaah tertentu. Bentuk denah bagi sebuah masjid yang baik menurutnya adalah persegi panjang atau bujur sangkar, karena setiap baris shaf akan menampung jumlah jamaah yang sama. “Denah bangunan yang menyempit atau mempunyai sisi yang tidak sama besarnya akan menimbulkan perasaan tidak nyaman.
2. Denah
Denah Bangunan Masjid Salman memiliki program ruang yang sederhana. Ruang dibagi menjadi ruang dalam dan ruang luar bangunan. Zoning ruang dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu zoning kawasan dan zoning pria dan wanita. Zoning kawasan dibagi tiga, bagian dalam masjid merupakan area suci yang hanya boleh dimasuki
Gambar 2.23 Masjid Salman ITB, Bandung (Sumber: salmanitb.com, 2019)
Gambar 2.24 Denah Masjid Salman ITB, Bandung (Sumber: salmanitb.com, 2019)
3. Tampak
Tampak Masjid Salman memperlihatkan secara jujur pemakaian materialnya. Penggunaan banyak material beton sangat terlihat pada fasadnya dan penggunaan bata karawang adalah sebagai nilai estetis bangunan. Penggunaan material yang sama pada menara membuat adanya keselarasan dantara masjid dan menara.
4. Atap
Dapat dilihat atap pada Masjid Salman ITB bebentuk atap datar. Bentuk dasar dari atap ini adalah persegi mengikuti bentuk dari ruang dalam masjid ini, dimana dari atap datar ini menciptakan suatu kedudukan yang sama diantara masyarakat jika ingin beribadah di masjid tanpa memandang jabatan dari orang yang beribadah tersebut. Penggunaan bentuk ini juga mengajarkan bahwa persepsi masyarakat mengenai atap masjid yang berbentuk kubah hanyalah dogmatis semata dan tidak ada ketentuannya di dalam Al-Quran.
Gambar 2.25 Tampak Masjid Salman ITB, Bandung (Sumber: salmanitb.com, 2019)
Gambar 2.26 Atap Masjid Salman ITB, Bandung (Sumber: salmanitb.com, 2019)
5. Material
Pada dinding bidang selatan dan utara memakai bahan yang lebih ringan yaitu beton krawang yang juga berfungsi sebagai ventilasi silang. Hal itu bisa terjadi karena keadaan fisik material yang berlubang-lubang, kondisi tersebut dapat memberi kesan ringan pada proses pengamatan sehingga sejalan dengan konsep perancangan. Lantai pada ruang dalam bangunan menggunakan parket kayu tanpa dilapisi dengan karpet seperti pada masjid lainnya. Karpet tidak digunakan agar perawatan dan pembersihan dapat dilakukan dengan maksimal, selain itu tidak digunakannya karpet juga mengurangi biaya dalam hal maintenance pada bangunan ini.
Penggunaan material alami seperti kayu dan batu pada Masjid Salman ITB memberikan kesan presence kepada sang pencipta alam semesta,Allah S.W.T. hal ini dilakukan agar para pengguna bangunan dapat lebih merasakan kehadiran-Nya saat menggunakan bangunan ini.
6. Warna
Dinding tampak depan pada sisi timur bangunan Masjid Salman ITB dicat dengan Gambar 2.27 Material Masjid Salman ITB, Bandung
(Sumber: salmanitb.com, 2019)
Gambar 2.28 Warna Masjid Salman ITB, Bandung (Sumber: salmanitb.com, 2019)
No Prinsip Arsitektur
Islami Aplikasi Perancangan Keterangan
1 Fungsi (Function)
Penataan site plan Masjid Salman ini mempunyai kesatuan antara fungsi-fungsi dan bersikap terhadap kampus ITB sebagai salah satu sarana penunjang kampus dengan
grid tapak berdasarkan arah kiblat.
Penggunaan grid dalam rancangan sangat membantu
untuk menentukan arah bangunan
2 Bentuk (Form)
Dapat dilihat Masjid Salman ITB yang dirancang oleh Achmad Noe’man mengambil bentuk dasar persegi panjang. Bentuk dasar persegi panjang ini diambil karena menurut Achmad Noeman sendiri bahwa kedudukan
semua manusia adalah sama, tidak tergantung pangkat, jabatan atau status
sosial.
Dalam pemilihan bentuk yang sederhana sehingga mengingatkan bahwa kedudukan semua manusia itu
sama.
3 Teknik (Technics)
Penggunaan dan perencanaan struktur serta letak kolom yang memperhatikan denah masjid agar memberikan kekuatan pada bangunan sehinnga bangunan menjadi kokoh.
Bangunan menjadi lebih kuat dengan perencanaan struktur
yang tepat
4 Keamanan (Safety)
Tampak Masjid Salman memperlihatkan secara jujur pemakaian materialnya. Penggunaan banyak material beton sangat terlihat pada fasadnya dan penggunaan bata
karawang adalah sebagai nilai estetis bangunan. Penggunaan material yang kuat
memberikan keamanan bagi para
penggunanya. bangunan memberikan rasaPemilihan bahan material aman bagi para penggunanya.
5 Kenyamanan(Comfort)
Penggunaan material alami seperti kayu dan batu pada Masjid Salman ITB memberikan kesan presence kepada sang pencipta alam semesta,Allah S.W.T. hal ini dilakukan agar
para pengguna bangunan dapat lebih merasakan kehadiran-Nya saat menggunakan
bangunan ini.
Memberikan rasa nyaman bagi para penggunanya sehingga memberikan kesan sejuk dan
berdampak positif bagi penggunanya. Tabel 2.5 Aplikasi Arsitektur Islami
dalam Masjid Salman Bandung (sumber: analisa penulis, 2019)
6 Konteks (Context)
Dinding tampak depan pada sisi timur bangunan Masjid Salman ITB dicat dengan
gradasi warna-warna pastel. Penggunaan warna-warna pastel yang tidak terlalu tebal dan cenderung netral dapat memberi kesan
sederhana dan tidak telihat angkuh.
Bangunan tidak mencermin kesombongan
7 Efisien (Efficient)
Lantai pada ruang dalam bangunan menggunakan parket kayu tanpa dilapisi dengan karpet seperti pada masjid lainnya. Karpet tidak digunakan agar perawatan dan
pembersihan dapat dilakukan dengan maksimal, selain itu tidak digunakannya karpet juga mengurangi biaya dalam hal
maintenance pada bangunan ini.
Penggunaan lantai kayu memberikan efisien dalam hal
maintenance masjid.