• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Sayuran

2.3 Studi Terdahulu

2.3.1 Studi Terdahulu Tentang Sayur

1. Penelitian tentang sayuran sebelumnya sudah pernah di lakukan Budi Nurdiana

pada tahun 2007 yang berjudul ”Analisis Kinerja Kompetiti Bisnis Sayuran Segar,

Lembang, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Tujuan penelitian ini : 1).

Menganalisis lingkungan industri pada CV. Putri Segar 2). Merumuskan dan

menggambarkan peta strategi Balance Scorecard , konsep ini memiliki empat perspektif

, di analisis dengan pendekatan berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan informasi. Pada

perspektif keuangan di lakukan dengan melihat rasio profit margin perusahaan,

perspektif pelanggan di ukur dengan survey kepuasan pelanggan dan di bahas dalam

bentuk deskriptif evaluatif. Strategi utama yang menjadi acuan bagi perusahaan dalam

rancangan Balance Scorecard CV Putri Segar adalah strategi bertahan, karena perusahaan

ini merupakan sudah lama dalam industri pemasok sayuran segar ke ritel modern.

Hasil pencapaian kinerja perusahaan secara keseluruhan dalam empat perspektif

Balance Scorecard cukup memuskan. Hal ini terlihat dari score akhir pencapaian target sebesar 79,73 %. Pencapaian target pada perspektif pelanggan, proses bisnis internal dan

pertumbuhan dan pembelajaran masing-masing adalah 90 %, 83,47 % dan 85 %. Angka

ini menunjukan perusahaan memiliki kinerja yang cukup sehat di tiga perspektif tersebut.

Namun pada perspektif keuangan , target yang di capai masih jauh dari yang di harapkan

yaitu 52 %. Hal ini di sebabkan oleh masih cukup banyaknya permintaan dari pelanggan

yang belum dapat terpenuhi dan besarnya biaya yang di keluarkan oleh perusahaan

terutama untuk pembelian bahan baku.

2. Studi terdahulu tentang sayur berikutnya di lakukan oleh Theresia Mei M.H pada

tahun 2006 yang berjudul ” Analisis Pendapatan Usaha Tani dan Pemasaran Sayuran

Organik Yayasan Bina Sarana Bhakti ”. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis

sistem usahatani organik dan aspek finansial usahatani organik di YBSB , menganalisis

aspek finansial usahatani organik dan non organik di YBSB, menganalisis sistem

pemasaran sayuran organik yang di lakukan YBSB di bandingkan dengan sistem

pemasaran sayuran non organik. Pengolahan data di lakukan secara kualitatif dan

kuantitatif , analisis kualitatif di lakukan untuk mengetahui gambaran usahatani organik

sedangkan anaisis kuantitatif di lakukan dengan menggunakan analisis pendapatan,

analisis R/C ratio dan analisis marjin.

Secara umum untuk komoditi sayur organik, di peroleh hasil bahwa nilai marjin

dan efesiensi pemasaran komoditi brokoli organik lebih besar daripada wortel dan

bawang daun organik. Sedangkan untuk komoditi wortel non organik total marjin yang

diperoleh pada pola I adalah sebesar Rp 2500 sedangkan marjin pada pola II adalah

sebesar Rp 4500. Besarnya nilai efisiensi pada pemasaran pada pola I adalah sebesar 1,55

kedua pola ini cukup besar, besarnya biaya yang di keluarkan, pola pemasaran dan harga

jual yang di peroleh berpengaruh pada besarnya nilai efisiensi.

2.3.2 Studi Terdahulu Tentang Pasar

1. Studi terdahulu yang mengkaji tentang pasar pernah di lakukan oleh Devi

Nurmalasari pada tahun 2007, dengan judul “ Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi

daya saing dan preferensi masyarakat dalam berbelanja di pasar tradisional”.

Penelitiannya bertujuan : 1). Menganalisa potensi dan kondisi faktor-faktor yang

mempengaruhi daya saing pasar tradisional 2). Menganalisa faktor- faktor yang

mempengaruhi preferensi masyarakat dalam berbelanja di pasar tradisional dan

merumuskan rekomendasi strategi yang dapat di lakukan pasar tradisional untuk

meningkatkan daya saingnya.

Metode yang di gunakan adalah analisa deskriptif dengan menggunakan

pendekatan Porter’s diamond dan analisis statistik regresi Binary dengan menggunakan

model Probit. Hasil analisis yang didapat merupakan wadah utama penjualan

produk-produk kebutuhan pokok dan citra pasar tradisional buruk dimata konsumen baik dari

bangunan maupun infrastukturnya, kondisi permintaan : produk yang berkualitas

terutama produk-produk segar dan pasar tradisional belum dapat memenuhi tuntutan di

luar sisi harga. Konsep tawar menawar belum ada aturan yang jelas dan tegas, sedangkan

rantai distribusi barang masih panjang namun pasar tradisional mampu menyediakan

barang dengan siklus harian sehingga barang lebih segar.

2. Penelitian tentang pasar berikutnya di lakukan oleh Dyah Arum Istiningtyas pada

tradisional di Kota Bogor”. Penelitian ini menggunakan tiga analisis. Analisis

stakeholders di lakukan untuk mengetahui tingkat keterlibatan, kepentingan dan pengaruh dari seluruh stakeholders yang terkait dalam pengembangan kebijakan pasar tradisional,

analisis deskriptif di gunakan penyebab kegagalan kebijakan, analisis Proses hirarki

analitik (PHA) di gunakan untuk merumuskan strategi pengembangan pasar tradisional

yang tepat di Kota Bogor sehingga dapat menjadi masukan bagi pemerintah. Hasil

analisis stakeholders menunjukan bahwa tidak semua stakeholders yang berkepentingan

dalam kebijakan pengembangan pasar tradisional di libatkan dalam proses perencanaan

dan penerapan kebijakan. Sehingga adanya kegagalan dalam kebijakan pengembangan

pasar tradisional di sebabkan karena tidak di libatkannya seluruh stakeholders dalam

kebijakan ini.

Hasil analisa deskriptif menunjukan bahwa kegagalan kebijakan di sebabkan

karena proses penyusunan dan perencanaan kebijakan yang kurang tepat sehingga

penerapannya kurang tepat pula. Hasil PHA menunjukan bahwa aspek yang paling

penting dalam kebijakan pengembangan pasar tradisional secara berurutan yaitu aspek

ekonomi, manajemen, sosial, dan teknis.

3. Studi terdahulu penelitian tentang pasar yang ketiga di lakukan oleh Dzulfikar Ali

Hakim pada tahun 2007, yang berjudul “Analisis prospek permintaan pasar dan studi

kelayakan pembangunan pasar tradisional Kecamatan Cicantayan Kabupaten Sukabumi”.

Tujuan dari penelitian ini yaitu : untuk melakukan sebuah analisis mengenai prospek

permintaan jasa pasar dan studi kelayakan proyek atas rencana pembangunan pasar

tradisional Kecamatan Cicantayan. Metode yang di pakai adalah regresi logistik untuk

kelayakan finansialnya. Hasil analisis frekuensi belanja masyarakat ke pasar, dapat di

lihat hasil regresi logistik yang menunjukan bahwa variabel-variabel yang di duga

berpengaruh terhadap frekuensi belanja masyarakat kepasar hampir seluruhnya signifikan

pada taraf nyata 5 %. Analisis sensitifitas yang di lakukan dengan asumsi kenaikan harga

input 8 % dan penurunan harga output sebesar 5 %, menyatakan bahwa proyek tetap

layak di laksanakan.

2.3.3 Studi Terdahulu Tentang Analisis Keputusan Konsumen

1. Penelitian – penelitian yang mengkaji tentang analisis keputusan konsumen atas

atribut suatu produk sudah banyak di lakukan salah satunya seperti skripsi yang di buat

oleh Eka Yanto Darmawan pada tahun 2007, yang mengkaji tentang “Analisis Proses

Keputusan Petani Dalam Pembelian Cabai Merah Keriting Varietas TM 999 (Kasus di

Desa Cisarua, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat). Penelitian ini

bertujuan untuk : 1). Menguraikan karakteristik petani pengguna benih TM 999 2).

Mengidentifikasi proses keputusan petani dalam membeli benih TM 999 3). Fokus

penelitian ini adalah petani cabai di Desa Cisarua Kecamatan Sukaraja khususnya petani

yang saat penelitian ini sedang menanam cabai merah keriting varietas TM 999 dan

pernah menanam cabai merah keriting varietas CTH 01 dan INKO 99.

Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik petani responden di Desa

Cisarua seluruhnya laki-laki, berusia antara 41-50 tahun, dengan tingkat pendidikan

hanya SD, memiliki 4-6 orang anggota keluarga, mempunyai luas lahan kurang dari 0,5

hektar dengan status hak milik dan memiliki pengalaman bertani kurang dari 10 tahun.

Proses keputusan pembelian menunjukan bahwa motovasi utama petani dalam membeli

keuntungan usaha yang lebih tinggi. Hasil multi atribut Fishbein menunjukan bahwa

benih varietas TM 999 memiliki keunggulan pada atribut ukuran benih, ketahanan

terhadap hama penyakit, umur panen, produksi merek, daya simpan buah dan ukuran

buah. Adapun kekurangan TM 999 adalah dalam atribut harga, kemasan, daya tumbuh,

tanggal kadaluarsa, ketersediaan dan kepedasan buah.

2. Studi terdahulu berikutnya di lakukan oleh Dewi Tresnawati pada tahun 2007

yang berjudul ” Analisis Penelitian Mutu Dan Proses Keputusan Pembelian Kosumen

Produk Pertanian Segar di Kota Bogor ( Kasus Pasar Modern, Pasar Tradisional dan

Pedagang Keliling ). Penelitian ini bertujuan : 1). Menganalisis perbedaan karakteristik

dan proses keputusan pembelian konsumen terhadap produk pertanian segar ( daging,

sayuran dan produk perikanan ) di pasar modern, pasar tradisional dan pedagang keliling

2). Membandingkan penilaian mutu produk pertanian segar oleh rumah tangga di

pasar tradisional, pasar modern, dan pedagang keliling 3). Menganalisis

faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan lokasi pembelian di pasar tradisional, pasar

modern, dan pedagang keliling.

Analisis data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah : 1). Analisis deskriptif,

untuk menganalisis karakteristik responden rumah tangga 2). Analisis pemetaan sematik

differensial untuk mengukur penilaian mutu terhadap produk pertanian segar 3). Analisis

diskriminan, untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian

lokasi pembelian produk pertanian segar di pasar tradisional, pasar modern, dan

pedagang keliling.

Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik kosumen dari ketiga lokasi

pedagang keliling di dominasi dengan jenis kelamin perempuan, dengan status sudah

menikah dan ibu rumah tangga, pendididkan terakhir responden adalah lulusan akademi

atau perguruan tinggi, pendapatan perbulan Rp 2000.000 s/d Rp 5000.000 /bulan.

Frekuensi pembelian di lakukan setiap hari. Responden memberikan alasan memilih

pasar modern karena mutu atau kualitas higienis, pencarian informasi di peroleh melalui

TV dan radio. Evaluasi alternatif dalam memilih tempat pembelian responden memilih

pasar modern karena kualitas atau mutu, untuk pasar tradisional dan pedagang sayur

keliling di karenakan harga lebih murah.

2.3.3 Persamaan dan Perbedaan dengan Penelitian Terdahulu

Tabel.7 Persamaan dan Perbedaan dengan Penelitian Terdahulu

No Persamaan No Perbedaan

1 Meniliti tentang sayuran segar seperti Budi Nurdiana pada tahun 2007 yang berjudul ”Analisis Kinerja Kompetiti Bisnis Sayuran Segar, Lembang, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat.

1 Alat analisis yang di gunakan oleh peneliti adalah IPA dan CSI sedangkan oleh penelitian terdahulu adalah Balance Score, R/C Ratio, Marjin, Porter’s Diamond, Regresi Binary, PHA, Regresi Logistik, NPV, IRR, Net B/C, Fishbein, Sematik Differensial, Diskriminan.

2 Meneliti tentang pasar

tradisional, pasar modern dan pedagang sayur keliling oleh Devi Nurmalasari pada tahun 2007, dengan judul “Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi daya saing dan preferensi masyarakat dalam berbelanja di pasar tradisional”.

2 Lokasi dan waktu penelitian yang berbeda, peneliti melakukan penelitian di pasar tradisional Pasar Baru Bogor dan penelitian di lakukan pada bulan Agustus s/d Oktober 2008.

3 Meneliti tentang keputusan konsumen yang di lakukan oleh Dewi Tresnawati pada tahun

2007 yang berjudul ”Analisis Penelitian Mutu Dan Proses Keputusan Pembelian Kosumen Produk Pertanian Segar di Kota Bogor ( Kasus Pasar Modern, Pasar Tradisional dan Pedagang Keliling ).