a. Seksi Dokumentasi dan Pelaporan;
b. Seksi Pengendalian Pungutan Pajak Daerah;
c. Seksi Pengendalian Pungutan Retribusi Daerah;
d. Seksi Pengendalian Kinerja.
(2) Tiap Seksi dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada Kepala Subdinas Pengendalian.
(1) Seksi Dokumentasi dan Pelaporan mempunyai tugas :
a. menyusun program kerja dan rencana kegiatan di bidang pengendalian;
b. menyiapkan kelengkapan dokumen rencana strategi, program kerja dan rencana kegiatan di setiap unit kerja di lingkungan Dinas Pendapatan Daerah;
c. menghimpun hasil pelaksanaan kegiatan pemantauan dan evaluasi;
d. melakukan kegiatan pelayanan administrasi pengendalian;
e. melegalisasi sarana pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah;
f. melaksanakan kegiatan ketatausahaan di bidang pengendalian;
g. menyusun dan mengkoordinasikan laporan di bidang pengendalian;
h. menyusun laporan kegiatan dokumentasi dan pelaporan.
(2) Seksi Pengendalian Pungutan Pajak Daerah mempunyai tugas :
a. menyusun program kerja dan rencana kegiatan pengendalian pungutan pajak daerah;
b. melakukan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pemungutan pajak daerah;.
c. merumuskan strategi pengamanan pencapaian penerimaan pajak daerah dan dana perimbangan;
d. melakukan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penggunaan sarana administrasi pemungutan pajak daerah;
e. menyusun laporan kegiatan pengendalian pungutan pajak daerah.
(3) Seksi Pengendalian Pungutan Retribusi Daerah mempunyai tugas :
a. menyusun program kerja dan rencana kegiatan pengendalian pemungutan retribusi daerah dan pendapatan lain-lain;
b. melakukan pemantauan, analisa dan evaluasi pemungutan retribusi
daerah dan pendapatan lain-lain; * c. melakukan koordinasi dengan unit/satuan kerja pemungut dan
merumuskan strategi pengamanan pencapaian penerimaan retribusi daerah dan pendapatan lain-lain;
d. melakukan pemantauan, analisa, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan sarana administrasi pemungutan retribusi daerah;
e. melakukan pendistribusian sarana pemungutan retribusi daerah sesuai dengan usulan kebutuhan unit/satuan kerja pemungut;
f. menghimpun dan meneliti permohonan usulan kebutuhan sarana pemungutan retribusi daerah dari urut/satuan kerja pemungut;
g. menyusun laporan kegiatan pengendalian pemungutan retribusi daerah dan pendapatan lain-lain.
(4) Seksi Pengendalian Kinerja mempunyai tugas :
a. menyusun program kerja dan rencana kegiatan pengendalian kinerja;
b. melakukan analisis dan evaluasi akuntabilitas kinerja unit kerja di lingkungan Dinas Pendapatan Daerah;
c. melakukan pemantauan, evaluasi laporan pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan pengawasan fungsional;
d. melakukan pemantauan, evaluasi laporan pelaksanaan rencana strategi, program kerja dan kegiatan unit kerja di lingkungan Dinas Pendapatan Daerah;
e. menghimpun dan menyusun laporan pelaksanaan program kerja dan kegiatan serta laporan akuntabilitas kinerja Dinas Pendapatan Daerah;
f. menyusun laporan kegiatan pengendalian kinerja.
Bagian Kesembilan
Subdinas Pemeriksaan Pendapatan Daerah Pasal 22
(1) Subdinas Pemeriksaan Pendapatan Daerah mempunyai tugas melaksanakan pemeriksaan dan pengawasan terhadap objek dan subjek pajak serta melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka penyidikan dan penertiban objek dan subjek pendapatan daerah.
(2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Subdinas Pemeriksaan Pendapatan Daerah mempunyai fungsi :
penyusunan program kerja dan rencana kegiatan di bidang pemeriksaan pendapatan daerah;
pengkajian dan perumusan kebijakan di bidang pengawasan, pemeriksaan, penyidikan dan penertiban;
perencanaan sistem dan prosedur pemeriksaan objek dan subjek pendapatan daerah;
penyelenggaraan pengawasan, pemeriksaan, penyidikan dan penertiban objek dan subjek pendapatan daerah;
a.
b.
c.
d.
e. pengkoordinasian pelaksanaan kegiatan pemeriksaan, penyidikan dan penertiban objek dan subjek pendapatan daerah dengan instansi terkait;
f. pengendalian dan pengawasan tugas pemeriksaan dan penertiban objek dan subjek pendapatan daerah;
g. penyelenggaraan pemeriksaan khusus:
h. penganalisaan laporan hasil pengawasan, pemeriksaan, penyidikan dan penertiban objek dan subjek pendapatan daerah.
(3) Subdinas Pemeriksaan Pendapatan Daerah dipimpin oleh seorang Kepala Subdinas yang dalam melaksanakan tugas dan fungsinya bertanggung jawab kepada Kepala Dinas.
Pasal 23
. . . f*.
(1) Subdinas Pemeriksaan Pendapatan Daerah terdiri dari : j>
a. Seksi Pemberkasan;
b. Seksi Pengembangan Pemeriksaan;
c. Seksi Analisis Pemeriksaan:
d. Seksi Pemeriksaan Khusus.
(2) Tiap Seksi dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada Kepala Subdinas Pemeriksaan Pendapatan Daerah.
Pasal 24 (1) Seksi Pemberkasan mempunyai tugas :
a. menyusun program kerja dan rencana kegiatan di bidang pemeriksaan pendapatan daerah;
b. menyiapkan surat tugas pemeriksaan, penertiban dan penyidikan pajak daerah;
c. menerima dan menghimpun serta mengadministrasikan tindasan
laporan hasil pemeriksaan (LHP); f' d. mendistribusikan laporan hasil pemeriksaan (LHP) dan kertas kerja
pemeriksaan (KKP) kepada seksi analisis pemeriksaan;
e. menyusun rekomendasi hasil pemeriksaan;
f. menghimpun data wajib pajak untuk pembuatan buku induk wajib pajak;
g. melaksanakan kegiatan ketatausahaan pemeriksaan pendapatan daerah;
(3)
f.
g-a.
b.
h. menyusun dan mengkoordinasikan laporan di bidang pemeriksaan pendapatan daerah;
i. menyusun laporan kegiatan pemberkasan.
(2) Seksi Pengembangan Pemeriksaan mempunyai tugas :
a. menyusun program kerja dan rencana kegiatan pengembangan pemeriksaan;
b. menyiapkan langkah-langkah pemeriksaan reguler terhadap wajib pajak yang direkomendasikan oleh Seksi Analisis Pemeriksaan;
c. melakukan pemeriksaan reguler berdasarkan langkah-langkah pemeriksaan yang dibuat menurut norma pemeriksaan dan audit manual yang berlaku;
d. membuat kertas kerja pemeriksaan;
e. membuat konsep laporan hasil pemeriksaan untuk disahkan menjadi laporan hasil pemeriksaan LHP) Subdinas Pemeriksaan Pendapatan Daerah;
f. menyimpan kertas kerja pemeriksaan;
g. menyusun laporan kegiatan pengembangan pemeriksaan.
Seksi Analisis Pemeriksaan mempunyai tugas :
a. menyusun program kerja dan rencana kegiatan analisis pemeriksaan;
b. melakukan/mengkoordinasikan pelaksanaan silent operation;
c. menganalisis laporan hasil pemeriksaan (LHP) dan kertas kerja pemeriksaan (KKP);
d. menentukan program pemeriksaan berdasarkan analisis tingkat kepatuhan wajib pajak;
e. membuat rekomendasi sasaran wajib pajak yang akan diperiksa baik untuk pengembangan pemeriksaan maupun pemeriksaan khusus;
mengevaluasi dan pemantauan atas tindak lanjut hasil pemeriksaan;
menyusun laporan kegiatan analisis pemeriksaan.
(4) Seksi Pemeriksaan Khusus mempunyai tugas :
menyusun program kerja dan rencana kegiatan pemeriksaan khusus;
menyiapkan langkah-langkah pemeriksaan khusus terhadap wajib pajak yang direkomendasikan oleh Seksi Analisis Pemeriksaan;
melakukan pemeriksaan khusus berdasarkan langkah-langkah pemeriksaan yang dibuat menurut norma pemeriksaan dan audit manual yang berlaku;
membuat kertas kerja pemeriksaan;
e. membuat konsep laporan hasil pemeriksaan untuk disahkan menjadi laporan hasil pemeriksaan (LHP) subdinas pemeriksaan pendapatan daerah;
f. menyimpan kertas kerja pemeriksaan;
g. melakukan koordinasi dalam rangka penertiban pendapatan daerah;
h. mengkoordinasikan pelaksanaan penyidikan;
i. melakukan pemeriksaan terhadap wajib pajak insidentil;
j. melakukan pemeriksaan pada wajib pajak atas perintah khusus Kepala Dinas:
k. menyusun laporan kegiatan pemeriksaan khusus.
(1) Subdinas Informasi Pendapatan Daerah mempunyai tugas mengkoordinasikan, membangun dan mengembangkan sistem basis data objek, subjek dan potensi pajak daerah, sistem otomatisasi komputerisasi pemungutan pajak daerah dan sistem informasi manajemen pajak daerah serta menyajikan dan mendistribusikan data informasi pajak daerah.
(2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Subdinas Informasi Pendapatan Daerah mempunyai fungsi :
a. penyusunan program kerja dan rencana kegiatan di bidang informasi pajak daerah;
b. pembangunan; pengembangan dan perawatan sistem basis data objek, subjek dan potensi pajak daerah;
c. pembangunan, pengembangan dan perawatan sistem otomatisasi dan komputerisasi pajak daerah;
d. pembangunan; pengembangan dan perawatan sistem informasi pajak
daerah; / e. penyajian dan pendistribusian data dan informasi pajak daerah.
(3) Subdinas informasi Pendapatan Daerah dipimpin oleh seorang Kepala Subdinas yang dalam melaksanakan tugas dan fungsinya bertanggung jawab kepada Kepala Dinas.
Bagian Kesepuluh
Subdinas Informasi Pendapatan Daerah Pasal 25
(1) Subdinas informasi Pendapatan Daerah terdiri dari : a. Seksi Penatausahaan Informasi;
b. Seksi Informasi Pajak Daerah;
c. Seksi Informasi Retribusi Daerah dan Pendapatan Lain-lain;
d. Seksi Informasi Bagi Hasil Pajak dan Bagi Hasil Bukan Pajak.
(2) Tiap Seksi dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada Subdinas Informasi Pendapatan Daerah.
Pasal 27
(1) Seksi Penatausahaan Informasi mempunyai tugas :
a. menyusun program kerja dan rencana kegiatan di bidang informasi pendapatan daerah;
b. menatausahakan dan menyajikan data dan informasi pendapatan daerah sesuai dengan informasi manajemen Dinas Pendapatan Daerah;
c. menyajikan data informasi pendapatan daerah;
d. mendistribusikan informasi ke unit-unit sesuai dengan kebutuhan;
e. menyiapkan usulan pengadaan dan perawatan piranti keras dan lunak, otomatisasi dan komputerisasi;
f. melaksanakan kegiatan ketatausahaan di bidang informasi pendapatan daerah;
g. menyusun dan mengkoordinasikan laporan Subdinas Informasi Pendapatan Daerah:
h. menyusun laporan kegiatan penatausahaan informasi.
(2) Seksi Informasi Pajak Daerah mempunyai tugas :
a. menyusun program kerja dan rencana kegiatan pengelolaan informasi pajak daerah;
b. merencanakan dan menyusun sistem informasi pajak daerah;
c. melakukan otomatisasi dan komputerisasi sistem informasi pajak daerah;
d. melakukan pengembangan sistem otomatisasi dan. komputerisasi sistem informasi pajak daerah sesuai dengan kemajuan teknologi informasi;
e. menatausahakan dan menyajikan data dan informasi pajak daerah dan dana perimbangan (DAU/DAK);
f. melakukan penyesuaian program otomatisasi dan komputerisasi sistem informasi pajak daerah sesuai dengan kebutuhan informasi manajemen Dinas Pendapatan Daerah;
g. mengatur penerbitan Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah (NPWPD);
h. menyusun laporan kegiatan pengelolaan informasi pajak daerah.
(3) Seksi Informasi Retribusi Daerah dan Pendapatan Lain-lain mempunyai tugas :
a. menyusun program kerja dan rencana kegiatan pengelolaan informasi retribusi daerah dan pendapatan lain-lain;
b. merencanakan dan menyusun sistem informasi retribusi daerah dan pendapatan lain-lain; ^r-c. melakukan otomatisasi dan komputerisasi sistem informasi retribusi J
daerah dan pendapatan lain-lain;
d. melakukan pengembangan sistem otomatisasi dan komputerisasi sistem informasi retribusi daerah dan pendapatan lain-lam sesuai dengan kemajuan teknologi informasi;
e. menatausahakan dan menyajikan data dan informasi retribusi daerah dan pendapatan lain-lain;
f. melakukan penyesuaian program otomatisasi dan komputerisasi sistem informasi retribusi daerah dan pendapatan lain-lain sesuai dengan kebutuhan informasi manajemen Dinas Pendapatan Daerah;
g. menyusun laporan kegiatan pengelolaan informasi retribusi daerah dan pendapatan lain-lain.
(4) Seksi Informasi Bagi Hasil Pajak dan Bagi Hasil Bukan Pajak mempunyai tugas :
a. menyusun program kerja dan rencana kegiatan pengelolaan informasi bagi hasil pajak dan bagi hasil bukan pajak;
b. melakukan koordinasi, merencanakan dan menyusun sistem^
informasi bagi hasil pajak dan bagi hasil bukan pajak;
c. melakukan koordinasi pelaksanaan otomatisasi dan komputerisasi sistem informasi bagi hasil pajak dan bagi hasil bukan pajak;
d. melakukan koordinasi pelaksanaan pengembangan sistem otomatisasi dan komputerisasi sistem informasi bagi hasil pajak dan bagi hasil bukan pajak sesuai dengan kemajuan teknologi informasi;
e. melakukan koordinasi pelaksanaan penatausahaan dan menyajikan data dan informasi bagi hasil pajak dan bagi hasil bukan pajak;
f. melakukan koordinasi pelaksanaan penyesuaian program otomatisasi dan komputerisasi sistem informasi bagi hasil pajak dan bagi hasil bukan pajak sesuai dengan kebutuhan informasi manajemen Dinas Pendapatan Daerah;
g. menyusun laporan kegiatan pengelolaan informasi bagi hasil pajak dan bagi hasil bukan pajak.
Bagian Kesebelas Suku Dinas Pendapatan Daerah
pasal 28
(1) Di setiap Kotamadya dibentuk satu atau lebih Suku Dinas Pendapatan Daerah.
(2) Suku Dinas Pendapatan Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1 ), terdiri dari:
a a. Suku Dinas Pendapatan Daerah Kotamadya Jakarta Pusat I;
b. Suku Dinas Pendapatan Daerah Kotamadya Jakarta Pusat II;
c. Suku Dinas Pendapatan Daerah Kotamadya Jakarta Selatan I;
d. Suku Dinas Pendapatan Daerah Kotamadya Jakarta Selatan II;
e. Suku Dinas Pendapatan Daerah Kotamadya Jakarta Barat I;
f. Suku Dinas Pendapatan Daerah Kotamadya Jakarta Barat II:
g. Suku Dinas Pendapatan Daerah Kotamadya Jakarta Timur;
h. Suku Dinas Pendapatan Daerah Kotamadya Jakarta Utara I;
i. Suku Dinas Pendapatan Daerah Kotamadya Jakarta Utara II.
(3) Pembagian wilayah kerja antara Suku Dinas Pendapatan Daerah I dan 11 sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan dengan keputusan Gubernur.
(4) Suku Dinas Pendapatan Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dipimpin oleh seorang Kepala Suku Dinas yang dalam melaksanakan tugas dan fungsinya secara teknis administratif bertanggung jawab kepada Kepala Dinas dan secara taktis operasional bertanggung jawab kepada Walikotamadya yang bersangkutan.
(1) Suku Dinas Pendapatan Daerah mempunyai tugas menyusun program kerja dan rencana kegiatan; melaksanakan pemungutan pajak daerah;
menerbitkan izin tertentu, melaksanakan penegakan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan daerah serta melaksanakan koordinasi pemungutan pendapatan daerah dengan instansi terkait.
(2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Suku Dinas Pendapatan Daerah mempunyai fungsi:
a. penyusunan program kerja dan rencana kegiatan;
b. pendataan dan pemeriksaan subjek dan objek pajak daerah;
c. penatausahaan penetapan, pembayaran dan tunggakan pajak daerah;
d. penatausahaan objek dan subjek pajak daerah; ^ e. penetapan besarnya pajak daerah; -j
f. penerbitan izin tertentu dalam bidang perpajakan;
g. penagihan pasif atas piutang pajak daerah;
h. penyelesaian permohonan keberatan sesuai dengan kewenangannya;
i. penertiban dan/atau penyegelan atas pelanggaran peraturan perundang-undangan pajak daerah;
j. pelaksanaan legalisasi tanda masuk/karcis hiburan, bon/bill penjualan, reklame, rumah penginapan dan/atau rumah makan, serta dokumen lainnya yang dipersamakan;
k. pelaksanaan koordinasi pemungutan pendapatan Daerah dengan instansi terkait di lingkungan Kotamadya;
1. pembinaan teknis pada Seksi Dinas Pendapatan Daerah Kecamatan.
Pasal 30 (1) Suku Dinas Pendapatan Daerah terdiri dari:
Subbagian Tata Usaha;
Seksi Penatausahaan dan Pelaporan Pendapatan Daerah;
Seksi Penetapan; i Seksi Penagihan dan Keberatan;
Seksi Bagi Hasil Pajak, Retribusi Daerah, dan Pendapatan Lain-lain;
Seksi Pemeriksaan.
(2) Subbagian Tata Usaha dipimpin oleh seorang Kepala Subbagian dan tiap Seksi dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada Kepala Suku Dinas.
(1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas :
a. menyusun program kerja dan rencana kegiatan Suku Dinas Pendapatan Daerah;
b. menatausahakan surat masuk dan surat keluar;
c. melaksanakan urusan kepegawaian;
d. melaksanakan urusan keuangan;
e. melaksanakan urusan perlengkapan;
f. melaksanakan urusan kerumahtanggaan;
g. melakukan kegiatan pelayanan administrasi;
h. menyiapkan surat tugas pemeriksaan dan penertiban pajak Daerah;
i. menyusun dan mengkoordinasikan laporan kegiatan Suku Dinas Pendapatan Daerah.
(2) Seksi Penatausahaan dan Pelaporan Pendapatan Daerah mempunyai tugas :
a. menyusun program kerja dan rencana kegiatan penatausahaan dan pelaporan pendapatan daerah;
b. menerima dan meneliti permohonan sebagai wajib pajak daerah;
c. memproses izin tertentu di bidang pajak daerah sesuai dengan kewenangannya;
d. membuat buku induk daftar subjek dan objek pajak daerah;
e. menatausahakan dan mendistribusikan berkas wajib pajak untuk kepentingan pemeriksaan wajib pajak;
f. memproses dan mendistribusikan surat ketetapan pajak daerah (SKPD);
g. memproses penerbitan, pencabutan, penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah (NPWPD);
h. membuat perhitungan hasil bersih penetapan pajak daerah secara periodik (lembar pengantar biru);
i. Menatausahakan pesanan tanda masuk/karcis hiburan dan meneruskan ke unit kerja yang bersangkutan;
j. menghimpun dan membuat laporan tentang jumlah ketetapan, pembayaran, penagihan serta tunggakan mengenai pajak daerah, retribusi daerah, bagi hasil pajak dan pendapatan daerah lain-lain;
k. mengirim tindasan laporan hasil pemeriksaan (LHP) dan kertas kerja pemeriksaan (KKP) dan program kerja pemeriksaan ke Kepala Dinas c.q. Kepala Subdinas Pemeriksaan Pendapatan Daerah;
1. melaksanakan otomatisasi komputerisasi pendapatan daerah;
m. menyusun laporan kegiatan penatausahaan dan pelaporan pendapatan Daerah
(3) Seksi Penetapan mempunyai tugas :
a. menyusun program kerja dan rencana kegiatan penetapan pajak;
b. membuat risalah perhitungan pajak terhutang;
c. membuat nota perhitungan pajak terutang untuk disahkan oleh Kepala Suku Dinas;
d. mengirim berkas dan nota perhitungan pajak terutang yang telah disahkan ke seksi penatausahaan dan pelaporan pendapatan daerah untuk penerbitan surat ketetapan pajak daerah (SKPD);
e. melegalisasi tanda masuk/karcis hiburan, bon/bill penjualan, reklame, rumah penginapan dan/atau rumah makan serta dokumen lainnya yang dipersamakan;
f. melaporkan adanya penyelenggaraan kegiatan hiburan insidentil;
g. menyusun laporan kegiatan penetapan pajak.
(4) Seksi Penagihan dan Keberatan mempunyai tugas :
a. menyusun program kerja dan rencana kegiatan penagihan dan keberatan;
b. melaksanakan penatausahaan piutang, pembayaran dan tunggakan pajak daerah;
c. melakukan pencocokan/verifikasi pembayaran, pajak daerah, bagi wajib pajak yang pajaknya dibayar sendiri;
d. memproses usul permohonan pencicilan dan penundaan pembayaran piutang pajak daerah;
e. menerbitkan keterangan pembayaran pajak daerah;
f. menerbitkan surat tagihan pajak daerah (STPD);
g. melakukan penagihan pasif atas piutang pajak daerah;
h. membuat daftar himpunan pembayaran, dan tunggakan pajak daerah:
i. memproses permohonan restitusi dan kompensasi;
j. memproses permohonan keberatan pajak daerah sesuai dengan
kewenangannya; ^ k. membuat dan melaporkan daftar pemberian kompensasi, restitus..
pemindah-bukuan secara berkala;
1. membuat dan melaporkan risalah dan keputusan keberatan;
m. melakukan koordinasi dalam rangka penagihan aktif;
n. membuat rekomendasi wajib pajak yang diusulkan untuk diperiksa;
o. menyusun laporan kegiatan penagihan dan keberatan.
(5) Seksi Bagi Hasil Pajak, Retribusi Daerah, dan Pendapatan Lain-Lain mempunyai tugas :
a. menyusun program kerja dan rencana kegiatan pemungutan bagi hasil pajak, retribusi daerah, dan pendapatan lain-lain;
b. melakukan koordinasi dengan instansi terkait pemungutan bagi hasil pajak, retribusi daerah dan pendapatan lain-lain;
c. menghimpun daftar subjek/objek dan jumlah penerimaan bagi hasil pajak, retribusi daerah dan pendapatan lain-lain;
d. menatausahakan dan mendistribusikan sarana pemungutan retribusi/dokumen lain yang dipersamakan sesuai dengan kewenangannya;
e. membuat laporan hasil koordinasi dengan instansi terkait berkaitan dengan pemungutan bagi hasil pajak dan melakukan penilaian kepatuhan Pejabat Pembuat Akte Tanah (PPAT), retribusi daerah dan pendapatan lain-lain;
f. menyusun laporan kegiatan seksi bagi hasil pajak, retribusi daerah, dan pendapatan lain-lain;
g. menyusun laporan kegiatan pemungutan bagi hasil pajak, retribusi daerah, dan pendapatan lain-lain.
(6) Seksi Pemeriksaan mempunyai tugas :
a. menyusun program kerja dan rencana kegiatan pemeriksaan;
b. menyiapkan langkah-langkah pemeriksaan terhadap wajib pajak yang direkomendasikan oleh seksi penagihan dan keberatan;
c. melakukan pemeriksaan berdasarkan langkah-langkah pemeriksaan yang dibuat menurut norma pemeriksaan dan audit manual yang berlaku;
d. melakukan pendataan dan pemeriksaan subjek dan objek pendapatan daerah;
e. melakukan pengawasan terhadap subjek dan objek pendapatan daerah dan hiburan insidentil sesuai dengan kewenangannya;
f. membuat laporan hasil pendataan, pemeriksaan, penertiban dan atau penyegelan, pengawasan subjek dan objek pendapatan daerah;
g. melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka penertiban wajib pajak yang tidak mematuhi ketentuan peraturan daerah;
h. membuat kertas kerja pemeriksaan dan laporan hasil pemeriksaan;
i. menyimpan dan mengadministrasikan kertas kerja pemeriksaan;
j. mendistribusikan tindasan laporan hasil pemeriksaan;
k. melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka penertiban terhadap wajib pajak yang tidak mematuhi ketentuan:
1. menyusun laporan kegiatan pemeriksaan.
Bagian Keduabelas
Seksi Dinas Pendapatan Daerah Kecamatan Pasal 32
(1) Di setiap Kecamatan dibentuk Seksi Dinas Pendapatan Daerah.
(2) Seksi Dinas Pendapatan Daerah Kecamatan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang dalam melaksanakan tugas bertanggung jawab s e c a r r ^ . teknis administratif kepada Kepala Suku Dinas Pendapatan Daerah dan J secara taktis operasional kepada Camat yang bersangkutan.
Pasal 33
Seksi Dinas Pendapatan Daerah Kecamatan mempunyai tugas .
a. menyusun program kerja dan rencana kegiatan Seksi Dinas Pendapatan Daerah Kecamatan;
b. melakukan pendataan dan pemeriksaan pajak daerah;
c. menetapkan dan menerbitkan surat ketetapan pajak daerah (SKPD);
d. menerbitkan surat izin reklame sesuai dengan kewenangan;
e. menatausahaan berkas wajib pajak;
f. melegalisasi tanda masuk/karcis hiburan, bon/bill penjualan dan dokumen lainnya yang dipersamakan;
g. menyusun daftar subjek dan objek pendapatan daerah;
h. menatausahakan dan menjotsun daftar penerimaan pendapatan daerah;
i. melaksanakan penagihan pasif terhadap tunggakan pajak daerah;
j. menyusun daftar penetapan, pembayaran dan tunggakan pajak daerah;
k. melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka pemungutan dan penertiban pajak daerah;
1. membuat laporan secara berkala semua kegiatan pada Seksi Dinas Pendapatan Daerah Kecamatan.
^ Bagian Keempatbelas Kelompok Jabatan Fungsional
Pasal 35
(1) Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan kegiatan dalam menunjang tugas dan fungsi Dinas Pendapatan Daerah sesuai dengan keahlian dan kebutuhan.
(2) Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior sebagai ketua kelompok yang dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada Kepala Dinas.
(3) Sesuai dengan kebutuhan. Kelompok Jabatan Fungsional dapat dibagi ke dalam sub-sub kelompok yang masing-masing dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior.
(4) Jumlah subkelompok maupun tenaga fungsional ditentukan berdasarkan kebutuhan, sifat, jenis, dan beban kerja.
(5) Pembinaan terhadap tenaga fungsional dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Bagian Ketigabelas Unit Pelaksana Teknis Dinas
Pasal 34
(1) Di lingkungan Dinas Pendapatan Daerah dibentuk Unit Pelaksana Teknis Dinas sesuai dengan kebutuhan.
(2) Pembentukan, susunan organisasi dan tata kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendapatan Daerah ditetapkan dengan keputusan Gubernur.
BAB IV