• Tidak ada hasil yang ditemukan

Subjek Yang Memiliki Kemampuan Rendah a) Nomor 1 ( Indikator Interpretsai)

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Paparan Data Dan Validasi Data

3. Subjek Yang Memiliki Kemampuan Rendah a) Nomor 1 ( Indikator Interpretsai)

Berikut ini adalah hasil tes kemampuan berpikir kritis siswa pada soal nomor 1 yaitu soal interpretasi,yakni dimana interpretasi disini yaitu mampu mengetahui maksud dan tujuan dari pernyataan matematika dengan menuliskan yang diketahui dan ditanyakn dengan tepat dan benar serta mampu mengerti apa yang diminta oleh soal.

Gambar 4.9 Hasil Subjek Kemampuan Rendah

54

Dari gambar 4.9 dapat dilihat bahwa siswa belum mampu menyelesaikan soal interpretasi dengan tepat karna mampu menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan dari soal tetapi belum mampu mengetahui maksud dari sehingga KR-1 belum dikatakan mampu menyelesaiakan soal interpretasi.

Berikut adalah hasil wawancara peneliti dengan KR-1 terkait dengan soal interpretasi

P bagaimana Anda pahami dari soalnya nomor 1?

KR-1 yang dicari itu bagaimana rumusnya dan berapa luasnya E sama F?

P tapi kenapa tidak pakai ki rumus?

KR-1 tidak kutau kak, jadi langsung ji saja

P Ok

Dari hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan KR-1 diatas peneliti menyimpulkan bahwa KR-1 itu belum mampu memenuhi indikator berpikir kritis dalam indikator interpretsi yaitu mengetahui maksud dan tujuan dari pernyataan matematika yaitu (dari soal itu ditanyakan rumus dan luas keliling lingkaran E dan F akan tetapi subjek KR-1 belum dapat menuliskan rumus yang digunakan untuk mengetahui luas keliling lingkaran E dan F, Artinya subjek KR belum mampu mengetahui maksud dari soal.

Validasi Data

Berdasarkan hasil tes dan hasil wawancara tersebut menunjukkan adanya konsistensi informasi mengenai data yang diperoleh pada saat tes tertulis dan wawancara. Dalam hal ini, pada subjek KR-1 belum mampu

55

menentukanapa yang diketahui dan apa yang ditanyakan pada soal dengan tepat.

b) Soal Nomor 2 (Indikator Analisis)

Berikut ini hasil tes dan kutipan wawancara KR-2 yang memiliki kemampuan rendah pada nomor 2 yaitu indikator analisis pada indikator kemampuan berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah lingkaran.

Gambar 4.10 Hasil Subjek Kemampuan Rendah

Pada gambar 4.10 dapat dilihat bahwa jawaban dari KR-2 pada soal nomor 2 yang mengukur kemampuan berpikir kritis pada indikator 2 yaitu analisis yakni subjek mampu memaparkan dari mana menemukan konsep yang diberikan untuk menyelesaikan soal tersebut. sujek menggunakan rumus keliling lingkaran siswa KR-2 dapat menjawab soal dengan tepat dan benar

Berikut hasil wawancara peneliti dengan KR-2 terkait dengan hasil tes tertulis pada tes kemampuan berpikir kritis

P rumus apa yang ki gunakan nomor 2 KR-2 rumus keliling

Dari kutipan wawancara diatas peneliti menyimpulkan bahwa KR-2 itu bisa mejawab soal dengan benar dan dapat dikatakan bahwa siswa

56

KR-2 memenuhi indikator berpikir kritis analisis yaitu mampu memaparkan dari mana menemukan konsep yang diberikan untuk menyelesaikan soal tersebut yaitu (subjek KR-2 menggunakan rumus keliling lingkaran K= 2πr untuk mengetahui terlebih dahulu 1 putaran).

Validasi Data

Berdasarkan hasil tes dan hasil wawancara tersebut menunjukkan adanya konsistensi informasi mengenai data yang diperoleh pada saat tes tertulis dan wawancara. Dalam hal ini, pada subjek KR-2 dapat menentukan konsep yang digunakan dalam menyelesaikan masalah tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa subjek KR-2 mengidentivikasi hubungan antara pernyataan,pertanyaan dan konsep yang digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut dan memberikan penjelasan yang tepat dan data tersebut adalah data yang valid.

c) Nomor 3 (Indikator Analisis)

Berikut ini hasil tes dan kutipan wawancara Subjek yang memiliki kemampuan tinggi pada nomor 3 yaitu indikator evaluasi pada indicator kemampuan berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah lingkaran.

Gambar 4.11 Hasil Subjek Kemampuan Rendah

57

Pada gambar 4.11 dapat dilihat bahwa jawaban dari KR-3 pada soal nomor 3 yang mengukur kemampuan berpikir kritis pada indikator 3 yaitu evaluasi yakni subjek belum mampu menggunakan strategi yang tepat dalam menyelesaikan soal, lengkap,dan benar dalam melakukan perhitungan.sujek hanya mennggunakan rumus keliling lingkaran tanpa menggunakan garis singgung persekutuan luar lingkaran, siswa KR-3 belum mampu menjawab soal dengan tepat.

Berikut ini adalah kutipan wawancara peneliti dengan siswa KR-3 P bagaimana maksud soal nomor 3

KR-3 disuruh ki cari benarkah itu perkiraan lucy dan berikaan alasanya

P menurutta yang mana benar?

KR-3 menurutku saya salahki perkiraanya lucy

P karna

KR-3 setelah dicari kelilingnya itu 2 x π x r hasilnya 132 cm baru kucari lagi keliling 2 nya hasilnya 69,08 cm baru kita jumlahkan untuk mendapat hasilnya,hasilnya itu 201,02, baru setelah diamati ternyata perkiraanya lucy 250 cm berarti perkiraanya salah.

Dari kutipan wawancara diatas peneliti menyimpulkan bahwa KR-3 itu belum mejawab soal dengan benar dan dapat dikatakan bahwa siswa KR-3 belum memenuhi indikator berpikir kritis evaluasi yaitu mampu menggunakan strategi yang tepat dalam menyelesaikan soal lengkap dan benar dalam melakukan perhitungan yaitu (untuk mengetahui perkiraan lucy tentang panjang rantai yang melilit kedua gir tersebut benar atau salah, KR-3 hanya menggunakan rumus keliling K= 2πr sehingga di dapat keliling gir 1 yaitu 132 cm dan keliling gir 2 yaitu 69,08 cm umtuk mengetahui keliling kedua gir tersebut tanpa mencari panjang rantai

58

yang melilitnya atau garis singgung persekutuan uar dengan rumus l2= p2 – (r1-r2)2 ).

Validasi Data

Berdasarkan hasil tes dan hasil wawancara tersebut menunjukkan adanya konsistensi informasi mengenai data yang diperoleh pada saat tes tertulis dan wawancara. Dalam hal ini, subjek KR-3 hanya mencari keliling lingkaran tanpa mencari garis singgung persekuruan luarnya. dan KR-3 belum mampu menjawab soal dengan benar. Halini menunjukkan bahwa subjek KR-3 belum memahami masalah dengan baik dan data tersebut adalah data yang valid.

d) Nomor 4 ( Indikator Inferensi)

Berikut ini hasil tes dan kutipan wawancara Subjek yang memiliki kemampuan tinggi pada nomor 4 yaitu indikator inferensi pada indikator kemampuan berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah lingkaran. Yaitu dapat menarik kesimpualan dari apa yang ditanyakan.

Gambar 4.12 Hasil Subjek Kemampuan Rendah

Pada gambar 4.12 dapat dilihat bahwa jawaban dari KR-4 pada soal nomor 4 yang mengukur kemampuan berpikir kritis pada indikator 4 yaitu inferensi yakni dapat menarik kesimpualan dari apa yang

59

ditanyakan. Secara konsep sebenarnya siswa 4 benar akan tetapi KR-4 salah dalam melakukan perhitungan sehingga kesimpulan yang diambil kurang tepat.

Adapun hasil wawancara peneliti dengan KR-4 sebagai berikut:

P bagaimana carata membuat kesimpulan ? apa pertama kilakukan

KR-4 pertama itu, kicari dulu luas lingkaran yang besar baru kalau di dapat mi hasilnya , kita cari juga yang ke 2 lingkaran kecil, baru kalau sudah diapat baru dikurang hasilnya itu 94.2 P baru kiapa lagi

KR-4 setelah dilihat bahwa perkiraan nadia yang paling tepat,dan perkiraan fajri itu salah

P jadi kesimpulanya bagaimana ?

KR-4 jadi kesimpulan nadia yang paling teapat karan kan hasil yang di dapat itu 94,2 baru perkiraan nadia itu < 120 cm

P Ok

Dari hasil kutipan wawancara diata dapat dikatakan bahwa siswa masih belum mampu membuat kesimpulan dengan tepat karana cara KR melakukan perhitungan itu masih kurang tepat yaitu ( untuk mengetahui perkiraan nadia dan fajri yang mana yang paling tepat maka subjek KR-4 menggunakan rumus luas setengah lingkaran yaitu 1

2 πr akan tetapi subjek KR-4 masih keliru dalam menggunakan rumus luas setengah lingkaran karna hanya mengalikan 1 kali jari-jari nya padahal rumus yang tepat yang di gunakan yaitu 1

2 πr2 sehingga hasil yang di dapatkan masih kurang tepat ).

Validasi Data

Berdasarkan hasil tes dan hasil wawancara tersebut menunjukkan adanya konsistensi informasi mengenai data yang diperoleh pada saat tes

60

tertulis dan wawancara. Dalam hal ini, subjek KR-4 mampu menggunakan strategi yang tepat dalam menyelesaikan soal akan tetapi dalam melakukan perhitungan itu masih kurang tepat . Halini menunjukkan bahwa subjek KR-4 belum dapat memahami masalah dengan baik dan data tersebut adalah data yang valid.

Berdasarkan hasil tes dan wawancara diatas pada KR menunjukkan bahwa KR hanya memenuhi satu indikator berpikir kritis yaitu analisi (mampu memaparkan dari mana menemukan konsep yangdiberikan untuk menyelesaikan soal tersebut) KR belum mampu memenuhi indikator interpretas(memahami maksud dan tujuan dari pernyataan matematika dengan menuliskan yang diketahui dan ditanyakan soal dengan tepat dan mengetahui maksud dari soal), evaluasi (mampu menggunakan strategi yang tepat dalam menyelesaikan soal, lengkap,dan benar dalam melakukan perhitungan) dan inferensi(dapat menarik kesimpualan dari apa yang ditanyakan).

D. Pembahasan

Penelitian ini merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa terkait masalah lingkaran siswa kelas IX.

Berdasarkan hasil penelitian yang di kemukankan pada hasil tes kemampuan berpikir kritis dan wawancara, maka pada bagian pembahasan ini akan dikemukakan hasil penelitian berdasarkan analisis deskriptif. berikut pembahsanan kemampuan berpikir kritis siswa kelas IX SMPN 5 Makassar pada materi lingkaran.

61

1. Deskripsi kemampuan berpikir kritis subjek KT

Pada tahap indikator interpretasi subjek KT-1 dapat menjawab soal dengan baik dapat dilihat bahwa jawaban dari KT-1 pada soal nomor 1 yang mengukur kemampuan berpikir kritis pada indikator 1 yaitu interpretasi yakni memahami maksud dan tujuan dari pernyataan matematika dengan menuliskan yang diketahui dan ditanyakan soal dengan tepat dan mengetahui maksud dari soal. siswa KT-1 dapat menjawab soal dengan tepat dan benar.

Pada tahap indikator analisis subjek KT-2 mampu memaparkan dari mana menemukan konsep yang diberikan untuk menyelesaikan soal tersebut, dapat dilihat dapat dilihat bahwa jawaban dari KT-2 pada soal nomor 2 yang mengukur kemampuan berpikir kritis pada indikator 2 yaitu analisis yakni subjek mampu memaparkan dari mana menemukan konsep yang diberikan untuk menyelesaikan soal tersebut.sujek menggunakan rumus keliling lingkaran yaitu siswa KT-2 dapat menjawab soal dengan tepat dan benar.

Pada tahap indikator evaluasi subjek KT-3 mampu menggunakan strategi yang tepat dalam menyelesaikan soal, lengkap dan benar dalam melakukan perhitungan. Dapat dilihat bahwa jawaban dari KT-3 pada soal nomor 3 yang mengukur kemampuan berpikir kritis pada indikator 3 yaitu evaluasi yakni subjek mampu menggunakan strategi yang tepat dalam menyelesaikan soal, lengkap,dan benar dalam melakukan perhitungan.subjek KT-3 menggunakan rumus keliling lingkaran dan garis singgung persekutuan luar lingkaran.

62

Pada tahap indikator inferensi subjek KT-4 belum mampu membuat kesimpulan dengan tepat karana cara KT-4 melakukan perhitungan itu masih kurang tepat, dapat dilihat bahwa jawaban dari KT-4 pada soal nomor 4 yang mengukur kemampuan berpikir kritis pada indikator 4 yaitu inferensi yakni dapat menarik kesimpualan dari apa yang ditanyakan. Secara konsep sebenarnya siswa KT-4benar akan tetapi KT-4 salah dalam melakukan perhitungan sehingga kesimpulan yang diambil kurang tepat

Subjek KT menunjukkan bahwa KT hanya memenuhi tiga indikator berpikir kritis yaitu interpretas(memahami maksud dan tujuan dari pernyataan matematika dengan menuliskan yang diketahui dan ditanyakan soal dengan tepat dan mengetahui maksud dari soal ) analisi (mampu memaparkan dari mana menemukan konsep yang diberikan untuk menyelesaikan soal tersebut) dan evaluasi(mampu menggunakan strategi yang tepat dalam menyelesaikan soal, lengkap,dan benar dalam melakukan perhitungan) namun subjek KT belum mampu memenuhi indikator inferensi (dapat menarik kesimpualan dari apa yang ditanyakan). subjek KT itu mampu menyelesaikan soal secara sistematis dan berurutan dan dapat memenuhi indikator berpikir kritis pada indikator interpretsi,analisis dan evaluasi walaupun masih belum mampu memenuhi indikator inferensi. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dialkukan oleh (hayudiani dkk, 2017 ) yang menyebutkan bahwa siswa kemampuan awal tinggi memungkinkan tidak mengalami kesulitan dalam memahami suatu masalah. hal ini juga di dukung oleh penelitian yang dilakukan (Mira, 2018) dalam penelitian nya menyebutukan bahwa siswa yang

63

berkemampuan berpikir kritis tinggi mampu menulis semua fakta atau informasi yang ada dalam permasalahan, dia juga menyebutkan bahwa ada banyak cara berpikir dan pentingnya berpikir kritis siswa dan menyatakan bahwa siswa yang berkemampuan kritis tinggi mampu merencanakan strategi penyelesaian masalah dengan lengkap yaitu menghitung dengan benar dari permasalahan tersebut dengan lengkap dan tepat karna subjek sudah mampu menuliskan fakta yang ada dalam permasalahan serta merumuskan pertanyaan dengan lengkap. Hal ini di dukung juga oleh (Sutarji,2018) yang menyatakan bahwa setiap siswa yang memiliki kemampuan tinggi pasti akan menghasilkan penyelesaian soal yang baik.

2. Deskripsi Kemampuan Berpikir Kritis Subjek KS

Pada tahap indikator interpretasi subjek KS-1 belum mampu mengetahui maksud dan tujuan dari pernyataan matematika dengan menuliskan yang diketahui dan ditanyakan dengan tepat dan benar serta belum mengerti apa yang diminta oleh soal. dapat dilihat pada jawaban subjek KS-1 pada nomor 1 siswa masih belum mampu menyelesaikan soal interpretasi dengan tepat karena dari soal diminta untuk menuliskan rumus yang digunakan, tetapi KS-1 langsung menuliskan hasil akhirnya tanpa menuliskan rumus yang digunakan untuk menghasilkan hasil akhirnya, ini mendakan bahwa KS masih kurang paham dalam memahami soal sehingga KS-1 belum dikatakan mampu menyelesaiakan soal interpretasi.

Pada tahap indikator analisis subjek KS-2 mampu memaparkan dari mana menemukan konsep yangdiberikan untuk menyelesaikan soal. dilihat

64

bahwa jawaban dari KS-2 pada soal nomor 2 yang mengukur kemampuan berpikir kritis pada indikator 2 yaitu analisis yakni subjek KS-2 menggunakan rumus keliling lingkaran siswa KS-2 dapat menjawab soal dengan tepat dan benar. Ini menandakan bahwa subjek KS-2 mampu menyelesaikan soal analisis dengan benar dan tepat.

Pada tahap indikator evaluasi subjek KS-3 belum mampu menggunakan strategi yang tepat dalam menyelesaikan soal lengkap dan benar dalam melakukan perhitungan dilihat bahwa jawaban dari KS-3 pada soal nomor 3 yang mengukur kemampuan berpikir kritis pada indikator 3 yaitu evaluasi subjek hanya menggunakan rumus keliling lingkaran tanpa menggunakan rumus garis singgung persekutuan luar lingkaran,

Pada tahap indikator inferensi subjek KS-4 mampu memenuhi indikator inferensi dalam indikator kemampuan berpikir kritis yaitu dapat membuat kesimpualan yang benar dan tepat. dilihat bahwa jawaban dari KS-4 pada soal nomor KS-4 yang mengukur kemampuan berpikir kritis pada indikator 4 yaitu inferensi yakni dapat dilihat bahawa KS-4 mampu membuat kesimpulan yang tepat dan benar.

Subjek KS menunjukkan bahwa KS hanya memenuhi dua indikator berpikir kritis yaitu analisi (mampu memaparkan dari mana menemukan konsep yang diberikan untuk menyelesaikan soal tersebut) dan inferensi(dapat menarik kesimpualan dari apa yang ditanyakan) KS belum mampumemenuhi indikator interpretas(memahami maksud dan tujuan dari

65

pernyataan matematika dengan menuliskan yang diketahui dan ditanyakan soal dengan tepat dan mengetahui maksud dari soal ), evaluasi(mampu menggunakan strategi yang tepat dalam menyelesaikan soal, lengkap,dan benar dalam melakukan perhitungan) hal ini sejalan dengan penelitan (ratna purwati, hobri dan arif fatahillah 2016) yang menyebutkan bahwa siswa yang berpikir kritis sedang mampu memahami soal dengan baik bahkan mampu menuliskan rumus yang digunakan dengan tepat,akan tetapi pada saat perhittungan siswa tersebut ,melakukan kesalahn dalam menghitung.

3. Deskripsi Kemampuan Berpikir Kritis Subjek KR

Pada tahap indikator interpretasi subjek KR-1 belum mampu mengetahui maksud dan tujuan dari pernyataan matematika dengan menuliskan yang diketahui dan ditanyakn dengan tepat dan benar serta mampu mengerti apa yang diminta oleh soal. dapat dilihat dari jawaban subjek KR-1 bahwa masih belum mampu menyelesaikan soal interpretasi dengan tepat karna dari soal diminta untuk menuliskan rumus yang digunakan, tetapi KR-1 langsung menuliskan hasil akhirnya tanpa menuliskan rumus yang digunakan untuk menghasilkan hasil akhirnya, ini menndakan bahwa KR-1 masih kurang paham dalam memahami soal sehingga KR-1 belum dikatakan mampu menyelesaiakan soal interpretasi.

Pada tahap indikator analisis subjek KR-2 mampu memaparkan dari mana menemukan konsep yangdiberikan untuk menyelesaikan soal, dilihat bahwa jawaban dari KR-2 pada soal nomor 2 yang mengukur kemampuan berpikir kritis pada indikator 2 yaitu analisis yakni subjek

66

mampu memaparkan dari mana menemukan konsep yang diberikan untuk menyelesaikan soal tersebut.sujek menggunakan rumus keliling lingkaran siswa KR-2 dapat menjawab soal dengan tepat dan benar

Pada tahap indikator evaluasi subjek KR-3 belum mampu menggunakan strategi yang tepat dalam menyelesaikan soal lengkap dan benar dalam melakukan perhitungan. dapat dilihat bahwa jawaban dari KR-3 pada soal nomor KR-3 yang mengukur kemampuan berpikir kritis pada indikator 3 yaitu evaluasi yakni subjek hanya mennggunakan rumus keliling lingkaran tanpa menggunakan garis singgung persekutuan luar lingkaran, siswa KR-3 belum mampu menjawab soal dengan tepat.

Pada tahap indikator inferensi subjek KR-4 belum mampu membuat kesimpulan dengan tepat karana cara KR-4 melakukan perhitungan itu masih kurang tepat, dilihat bahwa jawaban dari KR-4 pada soal nomor 4 yang mengukur kemampuan berpikir kritis pada indikator 4 yaitu inferensi yakni dapat menarik kesimpualan dari apa yang ditanyakan. Secara konsep sebenarnya siswa KR-4 benar akan tetapi KR-4 salah dalam melakukan perhitungan sehingga kesimpulan yang diambil kurang tepat.

Subjek KR menunjukkan bahwa KR hanya memenuhi satu indikator berpikir kritis yaitu analisi (mampu memaparkan dari mana menemukan konsep yang diberikan untuk menyelesaikan soal tersebut) KR belum mampu memenuhi indikator interpretas (memahami maksud dan tujuan dari pernyataan matematika dengan menuliskan yang diketahui dan ditanyakan soal dengan tepat dan mengetahui maksud dari soal ),

67

evaluasi(mampu menggunakan strategi yang tepat dalam menyelesaikan soal, lengkap,dan benar dalam melakukan perhitungan) dan inferensi (dapat menarik kesimpualan dari apa yang ditanyakan). Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (hayudiani dkk, 2017) yang menyebutkan bahwa siswa yang memiliki kemampuan awal yang rendah akan mengalami kesulitan dalam memamhami masalah. Di dukung oleh penelitian (sofwan Hendryawan dkk,2017) yang menyebutkan bahwa siswa berkempuan rendah tidak menuliskan penyelesaian secara sistematis,dan ketika diwawancarai siswa mengaku kesulitan dan langsung menyelesaikan soal untuk mencapai tujuan akhir. Sejalan dengan yang di kemukakan oleh (Sutarji,2018) yang menyatakan bahwa siswa dengan kemampuan rendah akan menghasilkan penyelesaian soal yang kurang baik.

68 BAB V

Dokumen terkait