BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.3 Subjek Penelitian
Menurut Moeleong (2009:132) subjek penelitian adalah informan. Informan adalah “orang-dalam” pada latar penelitian. Dalam penentuan informan pada penelitian ini peneliti menggunakan teknik purposive sampling
dan snowballing sampling. Purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu dimana orang tersebut dianggap paling tahu tentang apa yang kita harapkan. Misalnya, orang tersebut dianggap paling tahu tentang apa yang kita harapkan, atau mungkin dia sebagai penguasa sehingga akan memudahkan peneliti menjelajahi objek/situasi sosial yang deliti. Dalam hal ini peneliti memiliki kriteria informan, yakni nasabah prioritas, pengusaha, nasabah non muslim, pengguna produk perbankan terbanyak, dan lain sebagainnya. Sedangkan snowboling samping adalah teknik pengambilan sumber data, yang pada awalnya pengambilan jumlah sampel sedikit, lama-lama akan menjadi besar. Dalam hal ini peneliti mengambil pihak-pihak yang dipercaya yang dirasa paling mengetahui persoalan “Switching
Behavior Nasabah Bank Konvensional ke Bank Syariah di Kota Sorong Papua
Barat, yakni karyawan pada Bank Syariah yang ada pada Kota Sorong Papua Barat, serta masyarakat Kota Sorong”.
Lincoln & Guba (1985) mengungkapkan bahwa penentuan sampel dalam penentuan kualitatif sangat berbeda dengan penentuan sampel dalam penelitian konvensional (kuantitatif). Spesifikasi sampel tidak dapat ditentukan sebelumnya. Ciri-ciri sampling purposive yaitu: (1) sementara, (2) menggelinding seperti bola salju, (3) disesuaikan dengan kebutuhan, (4) dipilih sampai jenuh. Jadi, penentuan sampel dalam penelitian kualitatif dilakukan saat peneliti mulai memasuki lapangan dan selama penelitian berlangsung. Caranya adalah sebagai berikut:
54
a. Peneliti memilih orang tertentu yang dipertimbangkan akan memberikan data yang diperlukan
b. Berdasarkan data atau informasi yang diperoleh dari informan sebelumnya itu, peneliti dapat menetapkan sampel lainnya yang dipertimbangkan akan memberikan data yang lebih lengkap. Unit informan yang dipilih makin lama makin terarah sejalan dengan makin terarah fokus penelitian.
Menurut Rustanto (2015:54) situasi sosial untuk sampel awal disarankan didalamnya menjadi semacam muara dari banyak domain lainnya. Selanjutnya dinyatakan bahwa, sampel sebagai sumber data atau sebagai informan sebaiknya memenuhi kriteria sebagai berikut:
a. Mereka yang menguasai atau memahami sesuatu melalui proses enkulturasi, sehingga sesuatu itu bukan sekedar diketahui, tetapi juga dihayatinya. b. Mereka yang tergolong masih sedang berkecimpung atau terlibat pada
kegiatan yang tengah diteliti.
c. Mereka yang mempunyai waktu yang memadai untuk dimintai informasi. d. Mereka yang tidak cenderung menyampaikan informasi hasil kemasannya
sendiri.
e. Mereka yang pada mulanya tergolong cukup asing dengan peneliti sehingga lebih menggairahkan untuk dijadikan semacam guru ataupun narasumber.
Jadi yang menjadi kepedulian bagi penelitian kualitatif adalah tuntasnya perolehan informasi dengan keragaman variasi yang ada, bukan banyaknya sampel sumber data.
Penelitianinidilakukan di 2 instansi yang berbeda untuk menggali data terkait fokus penelitain. Informan memiliki kedudukan utama dalam penelitian ini, karena informasi-informasi yang didapat dari informan nantinya menjadi sebuah penentu terkait tepat atau tidaknya dengan fokus yang akan diteliti. Informan yang dijadikan dalam penelitian ini merupakan informan yang mengetahui, memahami, melakukan, serta merasakan secara langsung terkait
switching behavior dari bank konvensional ke bank syariah di Kota Sorong.
Riwayat penentuan informan yang tergolong sebagai stakeholders atau pemangku kepentingan disesuaikan dengan teori Jones (1995:406) dalamAmaroh, (2016:47) yang mengklasifikasikan stakeholders menjadi 2 macam. Pertama, stakeholders primer yang merupakan pihak-pihak yang terlibat secara langsung dan memiliki hubungan kontraktual dengan organisasi. Dalam penelitian ini yang termasuk dalam stakeholdersprimer adalah karyawan, manager, dan pengambil kebijakan.
Stakeholders primer dalampenelitian ini adalah bankir dari Bank
Muamalat Cabang Sorong dan Bank Syariah Mandiri Cabang Sorong, untuk Bank Muamalat Cabang Sorong bermula dari informan kunci yaitu Ibu Mardiah Gani yang merupakan Branch Manager pada Bank Muamalat Cabang Sorong yang sebelumnya merupakan Retail Funding Coordinator sehingga beliau sudah lebih mengetahui mengenai seluk beluk nasabah pada Bank
56
Muamalat. Setelah melakukan penelitian, Ibu Mardiah sebagai informan pertama merekomendasikan Ibu Reni Suryani Hafina yang merupakan RM
Ritail Funding Capem Aimas untuk diwawancarai, kemudian dari informan
kedua peneliti mendapat rekomendasi dan mengarahkan peneliti kepada Ibu Enissa Widya Cahyani yang merupakan Customer Service pada Bank Muamalat Cabang Sorong.
Kemudian untuk menambah informasi terkait switching behavior nasabah bank konvensional ke bank syariah di kota sorong, peneliti juga mengambil informan bankir dari pihak Bank Syariah Mandiri Cabang Sorong bermula pada informan kunci yaitu Ibu Della Widya Perdana selaku branch
manager Bank Syariah Mandiri di Kota Sorong. Setelah melakukan penelitian,
Ibu Della merekomendasikan Ibu Anda Dynita selaku Cutomer Service pada Bank Syariah Mandiri Cabang Sorong. Sehingga peneliti mendapat 3 informan dari pihak Bank Muamalat dan 2 informan dari pihak Bank Syariah Mandiri. Berikut disajikan dalambentuk tabel:
Tabel 3.1
Deskripsi Informan Bankir
No Nama Jabatan Instansi
1 Ibu Mardiah Gani Branch Manager
Bank Muamalat Cabang Sorong
2 Ibu Reni Suryani Hanifa
RM Ritail Funding Capem Aimas
Bank Muamalat Cabang Sorong
3 Ibu Enissa Widya Cahyani
Customer Service
Bank Muamalat Cabang Sorong
4 Ibu Della Widya Perdana
Branch Manager
Bank Mandiri Syariah Cabang Sorong 5 Ibu Anda Dynita Customer
Service
Bank Mandiri Syariah Cabang Sorong Sumber: Data diolah peneliti,2017
Kedua, stakeholders sekunder yaitu pihak-pihak yang melakukan switching
behavior dari bank konvensional ke bank syariah di Kota Sorong.Dalam penelitian
ini yang termasuk dalam stakeholders sekunder adalah nasabah Bank Muamalat dan Bank Syariah Mandiri di Kota Sorong, yang terdiri dari nasabah funding dan
58
Tabel 3.2
Deskripsi Informan Nasabah No Nama Usia Jenis
Kelamin Pendidikan Terakhir Jenis Produk Nasabah bank Lama (Th) 1 Bapak Nazar 45 Laki-laki SMA Sederajat Tabungan Wadiah Muamalat 4 Thn 2 Surianti Abidin 22 Perempu an S1 Tabungan Mudharabah Muamalat 2 Thn 3 Bapak Stenly 40 Laki-laki SMP Sederajat Deposito Mudharabah Muamalat 2 Thn 4 Bapak Said 40 Laki-laki SMA Sederajat Refinancing (pembiayaan rumah) BSM - 5 Ibu Intan 35 Perempu an SD Tabungan Wadiah BSM 3 Thn Sumber:Data diolah Peneliti,2017