• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. METODE PENELITIAN

3.3 Populasi dan Subjek Penelitian

3.3.2 Subjek

Subjek adalah bagian populasi yang akan diteliti atau sebagian jumlah dari karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Hidayat, 2010). Menggunakan metode keseluruhan populasi (total sampling) dengan jumlah subjek sebanyak 80 pasien mioma uteri dan 35 pasien tidak mioma uteri yang dipilih dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.

Pemilihan subjek berdasarkan kriteria sebagai berikut:

1. Kriteria inklusi

a. Pasien yang didiagnosis mioma uteri dan kista ovarium

b. Pasien mioma uteri dan kista ovarium memiliki data yang lengkap dan jelas terbaca pada rekam medis

21

2. Kriteria eksklusi

a. Data rekam medis yang kurang lengkap dan rusak 3.4 METODE PENGUMPULAN DATA

Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari data pasien mioma uteri dan tidak mioma uteri dari catatan rekam medis Departemen Kebidanan dan Penyakit Kandungan RSUP Haji Adam Malik pada tahun 2017 dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Kemudian mencatat data berupa status perkawinan, pendidikan terakhir, pekerjaan, suku, usia, usia menars, jumlah paritas, dan riwayat penggunaan terapi hormonal kemudian diolah.

3.5 PENGOLAHAN DAN METODE ANALISIS DATA 3.5.1 PENGOLAHAN DATA

Pengolahan data dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) editing, dilakukan untuk memeriksa ketepatan dan kelengkapan data; (2) coding, data yang telah terkumpul dikoreksi, kemudian diberi kode oleh peneliti secara manual sebelum diolah dengan komputer; (3) entry, data tersebut dimasukkan ke dalam program komputer; (4) cleaning data, pemeriksaan semua data yang telah dimasukkan ke dalam komputer guna menghindari terjadinya kesalahan dalam pemasukan data; (5) saving, penyimpanan data untuk siap dianalisis; dan (6) analisis data.

3.5.2 METODE ANALISIS DATA

Data kemudian diolah dengan menggunakan perangkat lunak statistik dan disajikan dalam bentuk tabel dengan tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan faktor risiko yang mempengaruhi kejadian mioma uteri. Metode analisis pada penelitian ini adalah univariat dan bivariat.

Analisis univariat dilakukan untuk mendapatkan gambaran karateristik subjek meliputi, status perkawinan, pendidikan terakhir, pekerjaan, suku, usia, usia menars, jumlah paritas, dan riwayat penggunaan terapi hormonal kemudian diolah.

Analisis bivariat dilakukan untuk mengetahui pengaruh antara dua variabel yaitu variabel independen atau bebas (usia, usia menars, jumlah paritas, dan riwayat penggunaan terapi hormonal) dengan variabel dependen atau terikat yaitu mioma uteri, menggunakan uji Chi square. Dengan tingkat kepercayaan 95% (α <

0,05), jika p < 0,05 maka terdapat hubungan antara variabel independen dan variabel dependen.

3.6 DEFINISI OPERASIONAL 1. Mioma uteri

Definisi Operasional : Tumor jinak yang muncul dari sel-sel otot polos uterus

Definisi Operasional : Lama waktu hidup sejak dilahirkan

Cara ukur : Observasi

Definisi Operasional : Usia menstruasi pertama

Cara ukur : Observasi

Alat ukur : Rekam medis

Hasil ukur : 10 - 13 tahun

> 13 tahun Skala pengukuran : Nominal

23

4. Jumlah paritas

Definisi Operasional : Banyaknya kelahiran hidup yang dilahirkan oleh seorang perempuan

Cara ukur : Observasi

Alat ukur : Rekam medis

Hasil ukur : Belum pernah melahirkan Pernah melahirkan Skala pengukuran : Nominal

5. Riwayat penggunaan terapi hormonal

Definisi Operasional : Pernah menggunakan terapi hormonal (progesteron dan atau esterogen)

Cara ukur : Observasi

Alat ukur : Rekam medis

Hasil ukur : Ya

Tidak Skala pengukuran : Nominal

Lokasi penelitian dilakukan pada Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik yang berlokasi di Jalan Bunga Lau No. 17, Kelurahan Kemenangan Tani, Kecamatan Medan Tuntungan, Kotamadya Medan, Provinsi Sumatera Utara.

Rumah sakit ini merupakan rumah sakit pemerintah yang masuk dalam kategori Rumah Sakit Kelas A.

Berdasarkan SK MenKes RI No. HK.02.02/MENKES/390/2014 tanggal 17 Oktober 2014 tentang Pedoman Penetapan Rumah Sakit Rujukan Nasional, RSUP Haji Adam Malik merupakan salah satu rumah sakit di bagian Regional Barat yang merupakan Rumah Sakit Rujukan Nasional. Selain itu, RSUP Haji Adam Malik ini juga merupakan jenis Rumah Sakit Pendidikan, sehingga peneliti dapat melakukan penelitian di rumah sakit ini. Penelitian ini dilakukan di sub bagian rekam medis RSUP Haji Adam Malik.

Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder berupa data rekam medis pasien yang berobat ke RSUP Haji Adam Malik. Penelitian dilakukan terhadap 115 pasien dengan kelainan ginekologi yang datang ke RSUP Haji Adam Malik untuk rawat inap pada tahun 2017. Sampel penelitian ini adalah pasien mioma uteri dan tidak-mioma uteri yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Dari hasil pengumpulan data rekam medis RSUP Haji Adam Malik tahun 2017, didapatkan total subjek penelitian adalah 115 pasien (80 pasien mioma uteri dan 35 pasien tidak mioma uteri).

25

Tabel 4.1 Distribusi karateristik subjek penelitian berdasarkan status perkawinan.

Status perkawinan Mioma uteri Tidak mioma uteri

n % n %

Kawin 66 82,5 28 80

Tidak kawin 14 17,5 7 20

Jumlah 80 100 35 100

Berdasarkan Tabel 4.1 diatas diketahui bahwa status perkawinan subjek penelitian pada kelompok mioma uteri mayoritas berstatus kawin sebanyak 66 orang (82,5%) dan pada kelompok tidak mioma uteri mayoritas berstatus kawin sebanyak 28 orang (80%).

Tabel 4.2 Distribusi karateristik subjek penelitian berdasarkan pendidikan terakhir.

Pendidikan Terakhir

Mioma uteri Tidak mioma uteri

n % n %

SD 17 21,3 4 11,4

SMP 13 16,3 3 8,6

SMA 43 53,8 25 71,4

Perguruan tinggi 7 8,8 3 8,6

Jumlah 80 100 35 100

Berdasarkan Tabel 4.2 diatas diketahui bahwa pendidikan terakhir subjek penelitian pada kelompok mioma uteri mayoritas SMA sebanyak 43 orang (53,8%) dan pada kelompok tidak mioma uteri mayoritas SMA sebanyak 25 orang (71,4%).

Tabel 4.3 Distribusi karateristik subjek penelitian berdasarkan pekerjaan.

Pekerjaan Mioma uteri Tidak mioma uteri

n % n %

Ibu rumah tangga 53 66,3 12 34,3

Petani 10 12,5 2 5,7

Pegawai negeri sipil 2 2,5 4 11,4

Pegawai swasta 4 5 4 11,4

Wiraswasta 6 7,5 7 20 orang (66,3%) dan pada kelompok tidak mioma uteri mayoritas sebagai ibu rumah tangga sebanyak 12 orang (34,3%).

Tabel 4.4 Distribusi karateristik subjek penelitian berdasarkan suku.

Suku Mioma uteri Tidak mioma uteri

n % n %

Batak Toba 26 32.5 8 22,9

Batak Karo 5 6,3 2 5,7

Batak Simalungun 2 2,5 2 5,7

Batak Mandailing 7 8,8 7 20

Jawa 32 40 12 34,3

Aceh 2 2,5 1 2,9

Nias 5 6,3 1 2,9

Gayo 1 1,3 2 5,7

Jumlah 80 100 35 100

27

Berdasarkan Tabel 4.4 diatas diketahui bahwa suku subjek penelitian pada kelompok mioma uteri mayoritas bersuku Jawa sebanyak 32 orang (40%) dan pada kelompok tidak mioma uteri mayoritas bersuku Jawa sebanyak 12 orang (34,3%).

Tabel 4.5 Distribusi karateristik subjek penelitian berdasarkan usia.

Usia Mioma uteri Tidak mioma uteri

n % n %

26 – 35 tahun 12 5 16 45,7

36 – 45 tahun 35 43,8 6 17,1

46 – 55 tahun 33 41,3 13 37,1

Jumlah 80 100 35 100

Berdasarkan Tabel 4.5 diatas diketahui bahwa rentang usia subjek penelitian pada kelompok mioma uteri mayoritas rentang usia 36-45 tahun sebanyak 35 orang (43,8%) dan pada kelompok tidak mioma uteri mayoritas rentang usia 26-35 tahun sebanyak 16 orang (45,7%).

Tabel 4.6 Distribusi karateristik subjek penelitian berdasarkan usia menars.

Usia menars Mioma uteri Tidak mioma uteri

n % n %

10-13 tahun 44 55 23 65,7

> 13 tahun 36 45 12 34,3

Jumlah 80 100 35 100

Berdasarkan Tabel 4.6 diatas diketahui bahwa usia menars subjek penelitian pada kelompok mioma uteri mayoritas berusia 10-13 tahun sebanyak 44 orang (55%) dan pada kelompok tidak mioma uteri mayoritas berusia 10-13 tahun sebanyak 23 orang (65,7%).

Tabel 4.7 Distribusi karateristik subjek penelitian berdasarkan jumlah paritas.

Jumlah paritas Mioma uteri Tidak mioma uteri

n % n %

Nullipara 35 43,8 13 37,1

Primipara 17 21,3 8 22,9

Multipara 21 26,3 12 34,3

Grandemultipara 7 8,8 2 5,7

Jumlah 80 100 35 100

Berdasarkan Tabel 4.7 diatas diketahui bahwa jumlah paritas subjek penelitian pada kelompok mioma uteri mayoritas nullipara sebanyak 35 orang (43,8%) dan pada kelompok tidak mioma uteri mayoritas nullipara sebanyak 13 orang (37,1%).

Tabel 4.8 Distribusi karateristik subjek penelitian berdasarkan riwayat penggunaan terapi hormonal.

Riwayat penggunaan terapi hormonal

Mioma uteri Tidak mioma uteri

n % n %

Ya 23 28,8 21 60

Tidak 57 71,3 14 40

Jumlah 80 100 35 100

Berdasarkan Tabel 4.8 diatas diketahui bahwa riwayat penggunaan terapi hormonal subjek penelitian pada kelompok mioma uteri mayoritas tidak ada riwayat penggunaan terapi hormonal sebanyak 57 orang (71,3%) dan pada kelompok tidak mioma uteri mayoritas ada riwayat penggunaan terapi hormonal sebanyak 21 orang (60%).

29

Tabel 4.9 Hasil analisis hubungan usia dengan kejadian mioma uteri.

Usia

Mioma uteri

p value

Ya Tidak

n % n %

Usia reproduksi 67 83,8 27 77,1

0,399

Menopause 13 16,3 8 22,9

Jumlah 80 100 35 100

Berdasarkan Tabel 4.9 tabel silang antara usia dengan kejadian mioma uteri, dari hasil uji chi square diperoleh nilai p value = 0,399 (p > 0,05) maka H0

diterima dan H1 ditolak artinya tidak ada hubungan usia terhadap terjadinya mioma uteri di RSUP Haji Adam Malik tahun 2017. Hal ini tidak sesuai dengan studi yang menyatakan bahwa terdapat hubungan yang sangat bermakna antara usia reproduksi dengan kejadian mioma uteri di RSUP Prof. DR. R. D. Kandou Manado (Pratiwi et al, 2013) .

Mioma tidak berkembang sebelum pubertas dan kejadiannya berkurang setelah menopause. Hal ini mungkin terjadi karena menopause yang timbul lebih lama meningkatkan risiko terjadinya mioma akibat adanya paparan steroid gonad yang lebih lama. Mioma uteri didiagnosa pada 20-25% wanita usia reproduktif dan 30-40% pada wanita dengan usia di atas 40 tahun (Sparic et al., 2016).

Tabel 4.10 Hubungan usia menars dengan kejadian mioma uteri.

Usia menars

Mioma uteri

p value

Ya Tidak

n % n %

10-13 tahun 44 55 23 65,7

0,284

> 13 tahun 36 45 12 34,3

Jumlah 80 100 35 100

Berdasarkan Tabel 4.9 tabel silang antara usia menars dengan kejadian mioma uteri, dari hasil uji Chi square diperoleh nilai p value = 0,284 (p > 0,05) maka H0

diterima dan H1 ditolak artinya tidak ada hubungan bermakna usia menars terhadap terjadinya mioma uteri di RSUP Haji Adam Malik tahun 2017. Hal ini sesuai dengan studi yang menyatakan bahwa tidak adanya hubungan yang signifikan antara usia menars dengan kejadian mioma uteri di RSUP Haji Adam Malik dan rumah sakit jejaring pada tahun 2013 oleh Renny Anggraini.

Hasil penelitian ini berbanding terbalik dengan sebuah penelitian yang dilakukan di RSUP Haji Adam Malik pada tahun 2012-2014 yang menyatakan bahwa ada hubungan antara usia menars dengan kejadian mioma uteri dan menyatakan bahwa wanita dengan usia menars < 10 tahun lebih berisiko 2,5 kali berisiko menderita mioma uteri dibandingkan dengan wanita dengan usia menars

> 10 tahun (Siregar, 2015).

Menars usia dini sebelum 10 tahun dibuktikan sebagai faktor risiko terjadinya mioma uteri, sedangkan onset menars setelah usia 16 tahun tampaknya menjadi suatu faktor protektif terhadap perkembangan mioma uteri. Wanita dengan usia menars yang lebih cepat memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terjadi mioma uteri (Sparic et al., 2016).

Tabel 4.11 Hubungan jumlah paritas dengan kejadian mioma uteri.

Paritas

Pernah melahirkan 45 56,3 22 62,9

Jumlah 80 100 35 100

Berdasarkan Tabel 4.9 tabel silang antara jumlah paritas dengan kejadian mioma uteri, dari hasil uji chi square diperoleh nilai p value = 0,509 (p > 0,05) maka H0 diterima dan H1 ditolak artinya tidak ada hubungan bermakna jumlah paritas terhadap terjadinya mioma uteri di RSUP Haji Adam Malik tahun 2017.

Hal ini sesuai dengan penelitian Renny Anggraini di RSUP Haji Adam Malik

31

tahun 2013 yang menyatakan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan paritas dengan kejadian mioma uteri.

Meningkatnya jumlah kehamilan cukup bulan mengurangi risiko terjadinya mioma. Paritas berarti berkurangnya siklus menstruasi dan kehamilan menyebabkan perubahan pada hormon ovarium, faktor pertumbuhan dan tingkat reseptor estrogen, dan perubahan jaringan uterus (Sparic et al., 2016).

Tabel 4.12 Hubungan riwayat penggunaan terapi hormonal dengan kejadian mioma uteri.

Riwayat

Berdasarkan Tabel 4.9 tabel silang antara riwayat penggunaan terapi hormonal dengan kejadian mioma uteri, dari hasil uji chi square diperoleh nilai p value = 0,002 (p < 0,05) maka H0 ditolak dan H1diterima artinya ada hubungan bermakna riwayat penggunaan terapi hormonal terhadap terjadinya mioma uteri di RSUP Haji Adam Malik tahun 2017. Hal ini sesuai dengan studi yang menyatakan bahwa ada hubungan antara kontrasepsi homonal dengan kejadian mioma uteri di RSUD Dr. Koesma Tuban (Widowaty, 2013).

Hasil penelitian ini berbanding terbalik dengan studi yang menyatakan bahwa penurunan risiko timbulnya mioma uteri sebesar 30% pada wanita dengan berat badan normal yang telah menggunakan kontrasepsi oral selama lebih dari 10 tahun (Manta et al., 2016).

Pengaruh administrasi kontrasepsi oral terhadap muncul dan berkembangnya mioma uteri masih menjadi sebuah kontroversi hingga saat ini. Menurut beberapa teori pertumbuhan mioma uteri sangat berhubungan dengan estrogen dan reseptornya. Berdasarkan hipotesisnya, estrogen bisa menggunakan efek stimulan

pertumbuhannya pada mioma yang dimediasi oleh sitokin, faktor pertumbuhan atau faktor apoptosis.

Pada hasil analisis ditemukan pasien mioma uteri terbanyak tidak memiliki riwayat penggunaan kontrasepsi. Hal ini terjadi karena mioma uteri tidak dipengaruhi oleh satu faktor risiko tetapi beberapa faktor risiko. Faktor risiko lain yang dimiliki pasien mioma uteri yang tidak ada riwayat penggunaan terapi hormonal yaitu nullipara 29 orang (50,87%) dan usia reproduktif 47 orang (82,45%). Hal ini juga dapat dipengaruhi oleh jenis terapi hormonal yang digunakan dan lama pemakaian.

Pada tabel 4.9, 4.10, 4.11 H0diterima atau tidak adanya hubungan antara usia dengan kejadian mioma uteri ; tidak ada hubungan usia menars dengan kejadian mioma uteri; tidak ada hubungan paritas dengan kejadian mioma uteri yang tidak sesuai dengan teori kemungkinan disebabkan oleh faktor risiko lain yang mempengaruhi terjadinya mioma uteri antara lain IMT, asupan nutrisi, faktor genetik, hormon pertumbuhan yang tidak seimbang, lama dan jenis penggunaan kontrasepsi hormonal.

Hal ini mungkin juga dapat disebabkan oleh pasien yang memiliki beberapa faktor risiko, dimana satu atau lebih faktor risiko mempengaruhi faktor risiko yang lain.

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan pada penelitian hubungan faktor risiko yang mempengaruhi kejadian mioma uteri, maka dapat diambil kesimpulan berupa:

1. Distribusi karateristik pasien mioma uteri mayoritas berstatus kawin 82,5%, tamat SMA 53,8%, pekerjaan sebagai ibu rumah tangga 66,3%, bersuku Jawa 40%, rentang usia 36 - 45 tahun 43,8%, usia menars > 10 tahun 92,5%, nullipara 43,8%, dan tidak ada riwayat penggunaan terapi hormonal 71,3%.

Distribusi karateristik pasien mioma uteri mayoritas berstatus kawin 80%, tamat SMA 71,4%, pekerjaan sebagai ibu rumah tangga 34,3%, bersuku Jawa 34,3%, rentang usia 26-35 sebanyak 45,7%, usia menars > 10 tahun 100%, nullipara 37,1%, dan ada riwayat penggunaan terapi hormonal 60%.

2. Berdasarkan hasil analisis hubungan usia terhadap kejadian mioma uteri menggunakan uji chi square didapatkan nilai p value sebesar 0,399.

Berdasarkan nilai p value >0,05, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan bermakna antara usia dengan kejadian mioma uteri.

3. Berdasarkan hasil analis hubungan usia menars terhadap kejadian mioma uteri menggunakan uji chi square didapatkan nilai p value sebesar 0,284.

Berdasarkan nilai p value >0,05, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan bermakna antara usia menars dengan kejadian mioma uteri.

4. Berdasarkan hasil analisis hubungan paritas terhadap kejadian mioma uteri menggunakan uji chi square didapatkan nilai p value sebesar 0,509.

Berdasarkan nilai p value >0,05, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan bermakna antara jumlah paritas dengan kejadian mioma uteri.

5. Berdasarkan hasi analisis hubungan riwayat penggunaan terapi hormonal terhadap kejadian mioma uteri menggunakan uji chi square didapatkan nilai p value sebesar 0,002. Berdasarkan nilai p value <0,05, maka dapat

disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara riwayat penggunaan terapi hormonal dengan kejadian mioma uteri.

5.2 Saran

Dari serangkaian proses penelitian yang telah dilakukan, maka dapat diberikan beberapa saran yang mungkin dapat bermanfaat bagi semua pihak yang terkait dalam penelitian ini. Adapun saran tersebut, berupa:

1. Bagi peneliti yang ingin melakukan penelitian dibidang yang sama, disarankan agar melakukan penelitian yang lebih komprehensif dengan menggunakan data primer untuk meneliti variabel yang lain seperti IMT, siklus haid, pola nutrisi dan lain-lain serta mampu menganalisis pengaruh antara faktor risiko yang satu dengan faktor risiko lainnya.

2. Bagi masyarakat dan pembaca, disarankan agar mampu menjaga pola hidup yang sehat untuk dapat mengantisipasi faktor risiko dan lebih memperhatikan kesehatan reproduksi untuk melakukan pemeriksaan sejak dini agar mioma uteri dapat terdeteksi sejak dini, sehingga dapat dilakukan penanganan segera.

3. Bagi RSUP Haji Adam Malik khususnya instalasi rekam medis agar memperhatikan kelengkapan dari data rekam medis, kelengkapan data akan sangat membantu peneliti dalam melakukan penelitian yang berhubungan dengan pengambilan data rekam medis dan dalam mempelajari perjalanan penyakit pasien.

35

DAFTAR PUSTAKA

Anwar, M., Baziad, A. and Prabowo, R. (eds). 2014, Ilmu Kandungan, 3rdedn, PT. Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta.

Anggraini, R. 2013, ‘Analisa faktor risiko mioma uteri di Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik Medan dan rumah sakit jejaring’, Majalah Kedokteran Nusantara, vol. 46, no. 3.

Babah, O. A., Oluwole, A. A. and Afolabi, B. B. 2014, ‘Efects of obesity on the development of uterine leiomyomata: a retrospective study of 169 women who had myomectomy in southern nigeria’, IOSR Journal of Dental and Medical Sciences, vol. 13, no. 3, pp. 74-78.

Bennett, G. L. 2017. Evaluation of Pelvic Pain in the Reproductive Age Patient. In L. M. Mary E. Norton MD, Callen’s Ultrasonography in Obstretrics and Gynecology (pp. 883-918). Elsevier inc., California.

Ciavattini, A., Giuseppe, J. D., Stortoni, P., Montik, N., Giannubilo, S. R., Litta, P., Islam, M. S., Tranquilli, A. L., Reis, F. M. and Ciarmela, P. 2013,

‘Uterine fibroids: pathogenesis and interactions with endometrium and endomyometrial junction’, Obstetrics and Gynecology International, pp.

1-11.

Eltoukhi, H. M., Modi, M. N., Weston, M., Armstrong, A. Y. and Stewart, E. A.

2014, ‘The health disparities of uterine fibroid tumors for African American women: a public health issue’, American Journal of Obstetrics and Gynecology, vol. 210, no. 3, pp. 194-199.

Fahrunniza, N., Astutik, H. and Praptono, G. H. 2015, ‘Kejadian Mioma Uteri pada akseptor hormonal’, Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia, vol. 1, no. 1, pp. 69-75.

Ferri, F. F. 2018, ‘Uterine Fibroleiomyoma’ in Ferri’s Clinical Advisor 2018, ed.

N. R. Patel, and T. Q. Huynh, Elsevier Inc., Philadelphia.

Hidayat, A.A.A. 2010. Metode Penelitian Kebidanan & Teknik Analisis Data.

Jakarta: Salemba Medika.

Hoffman, B. L., Schorge, J. O., Bradshaw, K. D., Halvorson, L. M., Schaffer J. I.

and Corton, M. M. (eds). 2016, Williams Gynecology, 3rd edn, McGraw-Hill, New York.

Kaganov, H. and Ades, A. 2016, ‘Uterine fibroids: investigation and current management trends’, The Royal Australian College of General Practitioners, pp. 722-725.

Kellerman, R. D. and Bope, E. T. 2018, ‘Uterine Leiomyomas’ in Conn's Current Therapy 2018, ed. P. Evans and S. C. Brunsell, Elsevier Inc., Philadelphia.

Khan, A. T., Shehmar, M. and Gupta, J. K. 2014, ‘Uterine fibroids: current perspectives’, International Journal of Women’s Health, vol. 6, pp. 95-114.

Kumar V, Cotran RS, Robbins SL. 2007, Buku Ajar Patologi Robbins, 7th edn, ECG, Jakarta.

Lee, J., Song, S., Cho, E., Jang, H. J., Jung, H., Lee, H., Kim, S., Kim, O. and Lee, J. E. 2017, ‘Weight change and risk of uterine leiomyomas: Korea Nurses’ Health Study’, CMRO.

Lobo, R., Gershenson, D. and Lentz, G. 2016, ‘Benign Gynecologic Lesions:

Vulva, Vagina,Cervix, Uterus, Oviduct, Ovary, Ultrasound Imaging of Pelvic Structures’ in Comprehensive Gynecology, ed. M. S. Dolan, C. Hill and F. A. Valea, 7thedn, Elsevier Inc., Philadelphia.

Manuaba, I. A. C., Manuaba, I. B. G. F. and Manuaba, I. B. G. 2010, Buku Ajar Penuntun Kuliah ginekologi, TIM, Jakarta.

Manta, L., Suciu, N., Toader, O., Purcărea, R. M., Constantin, A. and Popa, F.

2016, ‘The etiopathogenesis of uterine fibromatosis’, Journal of Medicine and Life, vol. 9, no. 1, pp. 39-23.

McWilliams, M. M. and Chennathukuzhi, V. M. 2017,‘Recent advances in uterine fibroid etiology’, Seminar in Reproductive Medicine, vol. 35, no. 2, pp.

181-189.

Mochtar, R. 2011, Sinopsis Obstetri, EGC, Pekanbaru.

Monga Ash , Stephen Dobbs. 2011, Gynaecology by ten teachers, CRC Press, UK, pp. 99-103.

Netter, F. H. 2010, Atlas of Human Anatomy, 5thedn, Elsevier.

Pasinggi, S., Wagey, F. and Rarung, M. 2015, ‘Prevalensi mioma uteri berdasarkan umur di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado’, Jurnal e Clinic, vol. 3, no. 1.

Pavone, D., Clemenza, S., Sorbi, F., Fambrini, M. and Petraglia, F.

2017,‘Epidemiology and Risk Factors of Uterine Fibroids’, American Journal of Obstetrics and Gynecology, vol. 46, pp. 3-11.

POGI 2006, ‘Standar Pelayanan Medis Obstetri dan Ginekologi’, [Online],

accessed 16 April 2018, Available at:https://rusmanefendi.files.

wordpress.com/2010/11/standar-pelayanan-medik-obstetri-dan-ginekologi3.pdf

Pratiwi, L., Eddy S., Freddy, W. 2013, ‘Hubungan usia reproduksi dengan kejadian mioma uteri di RSUP. Prof. DR. R. D. Kandou Manado’, Jurnal e-CliniC, vol. 1, no. 1, pp. 26-30.

Segars, J. H., Parrott, E. C., Nagel, J. D., Guo, X. C., Gao, X., Birnbaum, L. S., Pinn, V. W. and Dixon, D. 2014, ‘Proceedings from the third national institutes of health international congress on advances in uterine leiomyoma research: comprehensive review, conference summary and future recommendations’, Human Reproduction Update, vol. 20, no. 3, pp. 309-333.

Siregar, M. F. G., 2015, ‘Association between menarche age and menstrual disorder with the incidence of uterine fibroid in Medan, Indonesia: based on hospital data’ , IJRCOG, vol. 4, no. 4, pp. 1025-1028.

Snell R.S.2008, Anatomi klinis berdasarkan sistem, EGC, Indonesia.

Sparic, R., Mirkovic, L., Malvasi, A. and Tinelli, A. 2016, ‘Epidemiology of uterine myomas: a review’, Int J Fertil Steril, vol. 9, no. 4, pp. 424-435.

Stewart, E. A., Cookson, C., Gandolfo, R. A. and Schulze-Rath, R. 2017,

‘Epidemiology of uterine fibroids: a systematic review’, BJOG.

37

Vilos, G. A., Allaire, C., Laberge, P. and Leyland, N. 2015, ‘The management of uterine leiomyomas’, Journal of Obstetrics and Gynaecology Canada, vol. 37, no. 2, pp. 157-178.

Widowaty, E. 2013, ‘Hubungan antara mioma uteri dengan KB hormonal di RSUD Dr. R. Koesma Tuban’, [Online], accessed 26 November 2018, Availabel at : https://fk.unair.ac.id/archives/2013/12/20/hubungan-antara-mioma-uteri-dengan-kb-hormonal-di-rsud-dr-rkoesma-tuban.html

Lampiran A. Biodata Penulis

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Krisda Oktaviani Mendrofa

NIM : 150100044

Tempat / Tanggal Lahir : Medan, 22 Oktober 1997

Agama : Katolik

Nama Ayah : Ir. Sudiman Mendrofa

Nama Ibu : Flora Dabungke

Alamat : Jalan Raya Menteng Gang Swasta no. 9 Medan Riwayat Pendidikan : 1. TK St. Antonius Medan (2002-2003)

2. SD St. Antonius 6 Medan (2003 – 2009) 3. SMP Katolik Tri Sakti-1 Medan (2009 – 2012) 4. SMA Katolik Tri Sakti Medan (2012 – 2015) 5. Fakultas Kedokteran USU (2015 – sekarang) Riwayat Pelatihan : 1. Peserta MMB FK USU 2015

2. Peserta Basic Surgical Skill TBM FK USU 2015 3. Peserta Pekan Ilmiah Mahasiswa SCORE FK

USU 2015

4. Peserta Seminar Kesehatan Jantung dan Workshop EKG serta Auskultasi Jantung SCOPH FK USU 2016

5. Peserta Seminar dan Workshop Kanker Serviks dan Kanker Payudara SCORA FK USU 2016

39

Riwayat Kepanitiaan : 1. Anggota seksi konsumsi pada acara Bakti Sosial KMK St. Lukas USU 2016

2. Anggota seksi acara pada acara PM Akbar II FK USU 2016

3. Anggota seksi medis pada acara Bakti Sosial KMK St. Lukas USU 2017

4. Anggota seksi kompetisi pada acara Indonesian International Medical Olympiad 2017

5. Koordinator seksi konsumsi pada acara Pengabdian Masyarakat SCORA FK USU 2018 Riwayat Organisasi : 1. KMK St. Albertus Magnus USU

(2015-sekarang)

2. MPM FK USU (2017-2018)

3. SCORA PEMA FK USU (2017-2018)

41

Lampiran C. Ethical Clearance Penelitian

Lampiran D. Surat Izin Penelitia

43

Lampiran E. Output Perangkat Lunak Statistik

Valid Kawin 66 82.5 82.5 82.5

Tidak Kawin 14 17.5 17.5 100.0

Total 80 100.0 100.0

Pendidikan_terakhir Kelompok Mioma Uteri

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid SD 17 21.3 21.3 21.3

SMA 13 16.3 16.3 37.5

SMA 43 53.8 53.8 91.3

Perguruan Tinggi 7 8.8 8.8 100.0

Total 80 100.0 100.0

Pekerjaan Kelompok Mioma Uteri

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Tidak Bekerja 4 5.0 5.0 5.0

Ibu Rumah Tangga 53 66.3 66.3 71.3

Petani 10 12.5 12.5 83.8

Petani 10 12.5 12.5 83.8

Dokumen terkait