harmonisasi
Meningkatkan keharmonisan
Persentase rancangan peraturan
perundang-undangan tingkat pusat bidang
40% 6,7 Kemenhukham
Peraturan perundang-undangan tingkat pusat bidang politik,
politik, hukum dan keamanan yang harmonis
Persentase rancangan peraturan
perundang-undangan tingkat pusat bidang keuangan dan perbankan yang harmonis
p g p
hukum, keamanan, keuangan,
perbankan, industry,
perdagangan SDA
g p y g
Persentase rancangan peraturan
perundang-undangan tingkat pusat bidang industry dan perdagangan yang harmonis Persentase rancangan peraturan
perdagangan, SDA, Riset, teknologi, kesejahteraan rakyat yang harmonis
Persentase rancangan peraturan
perundang-undangan tingkat pusat bidang kesejahteraan rakyat yang harmonis Persentase pembenahan Peraturan Perundang-Undangan di bidangg g g
Pertanahan, tata ruang dan Lingkungan hidup
Persentase Peraturan Perundang-undangan di bidang mekanisme Perlindungan saksi dan pelapor Perlindungan saksi dan pelapor Persentase Peraturan Perundang-Undangan yang mendorong
pemberantasan korupsi.
No
SUBSTANSI INTI/
KEGIATAN PRIORITAS
SASARAN INDIKATOR TARGET PAGU TAHUN
2011
INSTANSI PELAKSANA Substansi Inti: Kepastian Hukum
8
Peningkatan Deregulasi KebijakanMerealisasikan kegiatan kajian analisis kebijakan
Jumlah rumusan untuk bahan pertimbangan penyusunan rumusan
1 rekomendasi
14,88 BKPM
j
Penanaman Modal
j dan kegiatan sosialisasi kebijakan yang berorientasi pada peningkatan daya
p y
kebijakan penanaman modal
peningkatan daya saing
Jumlah rumusan kebijakan sebagai masukan bagi penyempurnaan kebijakan
1 rumusan
dan pengembangan penanaman modal yang berdaya saing
Jumlah kegiatan dan peserta sosialisasi
46 kegiatan (12 sosialisasi p
kebijakan penanaman modal
(
di dalam negeri, 5 sosialisasi di
luar negeri, 17 fasilitasi di 17 fasilitasi di dalam negeri, 12 fasilitasi di
luar negeri)
No
SUBSTANSI INTI/
KEGIATAN PRIORITAS
SASARAN INDIKATOR TARGET PAGU TAHUN 2011
INSTANSI PELAKSANA Substansi Inti: Penyederhanaan Prosedur
1
Pengembangan Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan InvestasiMeningkatnya kualitas
pengembangan
Peningkatan jumlah aplikasi perijinan dan non perijinan
15 perijinan sektor
18,67 BKPM
Secara Elektronik (SPIPISE)
p g g
Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Investasi Secara Elektronik/
Online (SPIPISE)
p j yang menjadi wewenang BKPM, PTSP Propinsi, PTSP Kab./Kota yang terbangun Online (SPIPISE) yang terbangun
dalam SPIPISE Jumlah peningkatan PTSP Prop. dan Kab/Kota yang
50 Kab/Kota dan 33 Prop terhubung dalam
SPIPISE Terbangunnya infrastruktur dan database
Penambahan kapasitas dan kemampuan penanaman modal
yang terintegrasi
p infrastruktur pada jaringan
BKPM Jumlah propinsi dan
Kab/Kota yang
50 Kab/Kota dan 33 Prop Kab/Kota yang
mengikuti sosialisasi &
pelatihan
33 Prop
No
SUBSTANSI INTI/
KEGIATAN PRIORITAS
SASARAN INDIKATOR TARGET
PAGU TAHUN
2011
INSTANSI PELAKSANA Substansi Inti: Penyederhanaan Prosedur
2
Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP)Meningkatny a kualitas pelayanan
Pendidikan dan Pelatihan Penyelenggaraan PTSP di bidang penanaman modal
Diklat pelayanan terpadu satu pintu di bidang penanaman modal untuk
79,47 BKPM
( )
Penanaman Modal
p y
penanaman modal di pusat dan di daerah
g p p
2.000 peserta 4 jenis pelatihan:
Dasar, Lanjutan I,
Lanjutan II, dan SPIPISE
Penetapan Kualifikasi 265 PTSP
Penetapan Kualifikasi
Kelembagaan PTSP di bidang penanaman modal
265 PTSP
Pengadaan sarana dan prasarana penunjang
20 kab/kota prasarana penunjang
Penyelenggaraan PTSP di bidang penanaman modal Sosialisasi perijinan dan nonperijinan di bidang
d l
33 Propinsi penanaman modal
Fasilitasi Penghubung di BKPM 19 instansi + 33 propinsi
@ 1 orang Penyederhanaan Tata Cara 3 Instansi Permohonan Penanaman
Modal (Streamlining Bisnis Proses Perijinan dan Nonperijinan)
No
SUBSTANSI INTI/
KEGIATAN PRIORITAS
SASARAN INDIKATOR TARGET
PAGU TAHUN
2011
INSTANSI PELAKSANA Substansi Inti: Penyederhanaan Prosedur
3
Peningkatan pertumbuhan ekonomi daerahMempercepat proses perizinan di daerah
Prosentase jumlah daerah yang membentuk PTSP
40% 0,95 Kemendagri
Prosentase PTSP yang siap menerapkan
SPIPISE
30%
Pembatalan Perda 100%
Pembatalan Perda bermasalah
100%
Prosentase daerah yang mengurangi biaya untuk
40%
g g y
berusaha
4
Kegiatan koordinasipeningkatan ekspor dan peningkatan
Meningkatnya koordinasi kebijakan
Persentase rekomendasi hasil koordinasi kebijakan di bidang peningkatan
70% 3,0 Kemenko
Perekonomian investasi (PEPI) peningkatan
ekspor dan peningkatan investasi
ekspor dan investasi yang terimplementasikan
No
SUBSTANSI INTI/
KEGIATAN PRIORITAS
SASARAN INDIKATOR TARGET
PAGU TAHUN
2011
INSTANSI PELAKSANA Substansi Inti: Logistik Nasional
1
Peningkatan Kelancaran Distribusi BahanTerlaksananya kebijakan dan bimbingan teknis dalam rangka peningkatan
Jumlah rumusan kebijakan dan standar, norma, kriteria dan prosedur di bidang
6 33,0 Kemendag
Pokok
g p g
kelancaran distribusi dan stabilisasi harga bahan pokok
p g
pembinaan pasar dan distribusi (jenis)
Jumlah pelaku usaha yang mengikuti pembinaan, pelatihan dan bimbingan
2,250 pelatihan dan bimbingan
teknis
Persentase rata-rata perbedaan tingkat harga Bahan Pokok antar provinsi
12%
Persentase ketersediaan barang kebutuhan pokok bagi masyarakat
92%
Jumlah perijinan di bidang pembinaan pasar dan
9 pembinaan pasar dan
distribusi yang dijalani secara online
Waktu penyelesaian perijinan dan nonperijinan
6 dibidang pembinaan pasar
dan distribusi (hari)
No
SUBSTANSI INTI/
KEGIATAN PRIORITAS
SASARAN INDIKATOR TARGET
PAGU TAHUN
2011
INSTANSI PELAKSANA Substansi Inti: Logistik Nasional
2
Pengembangan Sarana Distribusi PerdaganganTerbangunnya sarana distribusi dalam rangka kelancaran distribusi barang
Jumlah pasar percontohan (unit)
15 150,0 Kemendag
g g g
pokok
Jumlah pembangunan pusat distribusi
1
Jumlah rekomendasi penataan sistem distribusi)
3 penataan sistem distribusi)
3
Pengelolaan dan Penyelenggaraan kegiatan di bidang Lalu Lintas danTerselenggaranya National Single Window pada 14 lokasi
Terselenggaranya NSW (lokasi)
1(lanjutan kantor pusat)
11,5 Kemenhub
Lalu Lintas dan Angkutan Laut
4
Kegiatan koordinasipenataan dan pengembangan
i t l i tik
Terkoordinasinya pelaksanaan kebijakan penataan dan
b i t l i tik
Persentase rekomendasi hasil koordinasi kebijakan penataan dan
b i t
70% 3,5 Kemenko
Perekonomian sistem logistik
nasional
pengembangan sistem logistik nasional
pengembangan sistem logistik nasional yang ditinjaklanjuti
No
SUBSTANSI INTI/
KEGIATAN PRIORITAS
SASARAN INDIKATOR TARGET
PAGU TAHUN
2011
INSTANSI PELAKSANA Substansi Inti: Logistik Nasional
5
Pengelolaan dan Penyelenggaraan kegiatan di bidangTerwujudnya Tatanan Pelabuhan,Rencana Induk Pelabuhan Nasional, Rencana
Tersusunnya Master Plan pelabuhan (lokasi)
25 14,2 Kemenhub
g g
Pelabuhan dan Pengerukan
Induk Pelabuhan,
sertaPeraturan Perundangan Pelaksanaan
Optimalnya fungsi sarana dan fasilitas 25 pelabuhan
Jumlah lokasi pelabuhan strategis yang
9 429,9
fasilitas 25 pelabuhan strategis: Lhokseumawe, Belawan, Teluk Bayur, Dumai, Pekan Baru, Palembang, Panjang, Batam, Tanjung
strategis yang
dibangun/ditingkatkan/direh ab (lokasi)
Pinang, Tanjung Priuk,
Tanjung Mas, Tanjung Perak, Cigading, Benoa, Kupang, Pontianak,
Banjarmasin,Samarinda, j , , Balikpapan, Bitung, Makassar, Sorong, Ambon, Biak dan Jayapura.