BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
D. Hasil Penelitian dan Pembahasan per Subtes IST-70
7. Subtes FA (Form Ausuahl) / Pemilihan Gambar atau Bentuk
digunakan pada data non-random. Mengatasi hal tersebut, digunakan indeks fit Comparative Fit Index (CFI), Root Mean Square Error of Approximation (RMSEA), dan Standardized Root Mean Square Residual (SRMR).
Analisis R-Studio menghasilkan nilai Root Mean Square Error of Approximation (RMSEA) ≤ 0,06, Comparative Fit Index (CFI) > 0,95, dan Standardized Root Mean Square Residual (SRMR) ≤ 0,08 yang tidak memenuhi kriteria. Factor loading dari 20 butir menunjukkan factor loading lebih dari cutting point (0,4).
Berdasarkan pemaparan diatas, validitas tidak memenuhi kriteria.
Peneliti berasumsi bahwa subtes ZR memiliki validitas yang buruk.
Seluruh Indeks fit belum memenuhi kriteria yang berarti subtes belum terbukti mendukung interpretasi sesuai tujuan subtes. Hal ini juga didukung dengan factor loading seluruh butir yang berkorelasi dengan konstruk laten subtes. Alhasil, subtes belum mampu menjelaskan taraf atribut pada responden yang menjadi tujuan subtes.
7. Subtes FA (Form Ausuahl) / Pemilihan Gambar atau Bentuk
Dari data di atas, butir nomor 117, 130, 132, 135, dan 136 merupakan butir yang apabila digugurkan akan meningkatkan nilai konsistensi internal tes. Sebaliknya, butir selain nomor 117, 130, 132, 135, dan 136 sebaiknya tidak digugurkan karena dapat mengurangi nilai konsistensi internal tes.
ii. Korelasi Butir-Total setelah Seleksi Butir Tabel 36
Daftar Butir Subtes FA berdasarkan Korelasi Butir-Total
Nomor butir Keterangan
129 (rix) ≥ 0,3
118, 120, 121, 122, 123, 126, 128, 131, 133
0,3 > (rix) ≥ 0,2
119, 124, 125, 127, 134 (rix) < 0,2
Dari 15 butir setelah nomor 117, 130, 132, 135, dan 136 digugurkan, lebih dari setengah total butir memiliki korelasi butir-total yang baik. Terdapat 1 butir dengan nilai korelasi butir-butir-total di atas 0,3, 9 butir dengan nilai korelasi butir-total di bawah 0,3 dan di atas sama dengan 0,2, sedangkan 5 butir memiliki nilai korelasi butir-total di bawah 0,2. Data ini menunjukkan setengah dari seluruh butir cenderung mampu mengukur atribut yang menjadi tujuan subtes.
iii. Taraf Kesukaran Butir (p) Tabel 37
Daftar Butir Subtes FA berdasarkan Taraf Kesukaran Butir (p)
Nomor butir Taraf Kesukaran (p)
Keterangan
117, 121, 122, 125, 129, 131
p>0,7 Terlalu Mudah
118, 119, 120, 123, 124, 126, 130, 133, 134
0,7>p>0,3 Ideal
127, 128, 132, 135, 136 p<0,3 Terlalu Sulit
Terdapat 9 butir dengan nilai taraf kesukaran diantara 0,3 - 0,7.
Hal ini memberi informasi butir tersebut tidak terlalu mudah maupun sulit. Terdapat 6 butir dengan nilai taraf kesukaran di atas 0,7. Hal ini memberi informasi butir tersebut terlalu mudah untuk dikerjakan. Sedangkan 5 butir lain memiliki nilai taraf kesukaran kurang dari 0,3. Hal ini memberi informasi butir tersebut terlalu sulit untuk dikerjakan.
iv. Efektivitas Distraktor
Subtes FA memiliki 4 distraktor pada setiap butir. Analisis terperinci terkait tiap distraktor dapat dilihat pada lampiran.
Terdapat 2 distraktor pada subtes FA dengan pemilih yang sama antara kelompok nilai tinggi dan kelompok nilai rendah. Hal ini menandakan distraktor cenderung kurang efektif dalam membedakan pemilih dari kedua kelompok nilai.
Terdapat 11 distraktor pada subtes FA dengan pemilih lebih banyak pada kelompok nilai tinggi ketimbang kelompok nilai rendah. Hal ini menandakan distraktor cenderung memiliki karakteristik jawaban benar.
v. Rangkuman Analisis Butir
Berdasarkan parameter kualitas butir diatas, berikut adalah analisis butir subtes FA.
Tabel 38
Daftar Butir subtes FA beserta Analisis dan Kategori Butir
No Analisis Kategori
Butir 117 ∝ lebih besar ketika butir digugurkan,
Korelasi butir-total kurang dari 0,2, Taraf Kesukaran terlalu tinggi (mudah), Distraktor C dan E tidak efektif
Gugurka n
118 Korelasi butir-total berkisar antara 0,2 - 0,3 Revisi Ringan 119 Korelasi butir-total kurang dari 0,2,
Distraktor E tidak efektif
Revisi Berat 120 Korelasi butir-total berkisar antara 0,2 - 0,3 Revisi
Ringan 121 Korelasi butir-total berkisar antara 0,2 - 0,3,
Taraf Kesukaran terlalu tinggi (mudah)
Revisi Ringan 122 Korelasi butir-total berkisar antara 0,2 - 0,3,
Taraf Kesukaran terlalu tinggi (mudah)
Revisi Ringan 123 Korelasi butir-total berkisar antara 0,2 - 0,3 Revisi
Ringan 124 Korelasi butir-total kurang dari 0,2 Revisi
Berat 125 Korelasi butir-total kurang dari 0,2, Taraf Revisi
Kesukaran terlalu tinggi (mudah), Distraktor B tidak efektif
Berat
126 Korelasi butir-total berkisar antara 0,2 - 0,3, Distraktor A dan E tidak efektif
Revisi Ringan 127 Korelasi butir-total kurang dari 0,2, Taraf
Kesukaran terlalu rendah (sulit)
Revisi Berat 128 Korelasi butir-total berkisar antara 0,2 - 0,3,
Taraf Kesukaran terlalu rendah (sulit)
Revisi Ringan 129 Taraf Kesukaran terlalu tinggi (mudah) Revisi
Ringan 130 ∝ lebih besar ketika butir digugurkan,
Korelasi butir-total kurang dari 0,2, Distraktor E tidak efektif
Gugurka n
131 Korelasi butir-total berkisar antara 0,2 - 0,3, Taraf Kesukaran terlalu tinggi (mudah)
Revisi Ringan 132 ∝ lebih besar ketika butir digugurkan,
Korelasi butir-total kurang dari 0,2, Taraf Kesukaran terlalu rendah (sulit), Distraktor E tidak efektif
Gugurka n
133 Korelasi butir-total berkisar antara 0,2 - 0,3, Distraktor C dan E tidak efektif
Revisi Ringan 134 Korelasi butir-total kurang dari 0,2 Revisi
Berat 135 ∝ lebih besar ketika butir digugurkan,
Korelasi butir-total kurang dari 0,2, Taraf
Gugurka n
Kesukaran terlalu rendah (sulit), Distraktor E tidak efektif
136 ∝ lebih besar ketika butir digugurkan, Korelasi butir-total kurang dari 0,2, Taraf Kesukaran terlalu rendah (sulit), Distraktor B dan E tidak efektif
Gugurka n
b. Reliabilitas
Reliabilitas diestimasi menggunakan pendekatan konsistensi internal dan kesalahan pengukuran. Didapat nilai koefisiensi Alpha Cronbach adalah 0,544 dan nilai koefisiensi Standard Error of Measurement (SEm) adalah 0,338 untuk seluruh 20 butir. Dengan subtes FA memiliki 95% confidence interval, responden dengan skor 10 diperkirakan mendapat skor sebenarnya senilai 9,338 hingga 10,662.
Seleksi butir dilakukan untuk meniadakan butir yang berpotensi menurunkan nilai reliabilitas. Pada proses seleksi, peneliti menggugurkan butir 117, 130, 132, 135, dan 136. Reliabilitas setelah seleksi butir menghasilkan nilai koefisiensi Alpha Cronbach adalah 0,589 dan nilai koefisiensi Standard Error of Measurement (SEm) adalah 0,319 untuk seluruh 15 butir. Dengan subtes FA memiliki 95%
confidence interval, responden dengan skor 10 diperkirakan mendapat skor sebenarnya senilai 9,375 hingga 10,625.
Berdasarkan pemaparan diatas, reliabilitas tidak memenuhi kriteria.
Peneliti berasumsi bahwa subtes FA memiliki reliabilitas yang buruk (∝
< 0,7) sehingga skor subtes kurang konsisten pada kesempatan yang berbeda. Meskipun kesalahan pengukuran menurun dari (± 0,662) menjadi (± 0,625), kesalahan pengukuran cenderung besar (>±0,5).
c. Validitas
Validitas diestimasi menggunakan bukti berdasarkan struktur internal dan teknik statistik Analisis Faktor Konfirmatori. Analisis dilakukan dengan membandingkan model data paling fit yang bersifat unidimensional dengan model data yang terdapat pada keseluruhan responden subtes. Model data yang diajukan oleh R-Studio adalah Diagonally Weighted Least Square (DWLS) dan menghasilkan indeks fit sebagai berikut:
Tabel 39
Daftar Indeks Model Fit subtes FA
Fit Index Nilai
Sebelum Seleksi Setelah Seleksi Chi-Square 𝑋2 = 357.305 𝑋2 = 286.363
df = 170 df = 90
p = 0 p = 0
Comparative Fit Index (CFI)
0,697 0,692
Root Mean Square Error of
Approximation (RMSEA)
0,043 0,060
90% C.I. – lower 0,037 0,053
90% C.I. – upper 0,049 0,068
Standardized Root Mean Square
0,091 0,098
Residual (SRMR)
Indeks fit antara sebelum dan setelah seleksi butir menunjukkan perubahan yang tidak signifikan. Model yang diajukan dan model data yang diperoleh memiliki nilai p < 0,05. Setelah seleksi butir, nilai p tidak memenuhi kriteria p < 0,05. Terkait nilai P, chi-square dipengaruhi oleh jumlah responden, nilai rerata dari total selisih antara skor terobservasi dan skor terekspektasi, dan kurang sesuai apabila digunakan pada data non-random. Mengatasi hal tersebut, digunakan indeks fit Comparative Fit Index (CFI), Root Mean Square Error of Approximation (RMSEA), dan Standardized Root Mean Square Residual (SRMR).
Analisis R-Studio menghasilkan nilai Root Mean Square Error of Approximation (RMSEA) ≤ 0,06 yang memenuhi kriteria, sedangkan Standardized Root Mean Square Residual (SRMR) ≤ 0,08 dan Comparative Fit Index (CFI) > 0,95 belum memenuhi kriteria. Hal ini ditemukan pada sebelum dan setelah seleksi butir.
Dari 20 butir sebelum seleksi, 13 butir yang memiliki factor loading kurang dari cutting point (0,4). Setelah seleksi, butir yang dipertahankan berjumlah 15 butir dan menyisakan 8 butir yang memiliki factor loading kurang dari cutting point (0,4), yaitu pada butir 119, 124, 125, 126, 127, 128, 133, dan 134.
Berdasarkan pemaparan diatas, validitas tidak memenuhi kriteria.
Peneliti berasumsi bahwa subtes FA memiliki validitas yang buruk.
Indeks fit selain SRMR belum memenuhi kriteria yang berarti subtes belum terbukti mendukung interpretasi sesuai tujuan subtes. Bahkan, seluruh indeks fit menunjukkan penurunan nilai indeks fit setelah proses seleksi butir. Hal ini diperburuk dengan factor loading sebagian besar (12) butir yang tidak cukup berkorelasi dengan konstruk laten subtes.
Alhasil, subtes kurang mampu menjelaskan taraf atribut pada responden yang menjadi tujuan subtes.
8. Subtes WU (Wurfal Aufgaben) / Tugas Kubus atau Balok