• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

B. Penyajian Data dan Analisis

3. Monitoring dan evaluasi Nuris Student Exchange Programme

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif, mengikuti konsep yang diberikan Miles and Huberman.

51 Ibid., 73.

52 Sugiyono, Metode, 82.

38

Miles and Huberman mengemukakan bahwa “aktifitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung terus menerus pada setiap tahapan penelitian sehingga sampai tuntas, dan datanya sampai jenuh.

Aktifitas dalam analisis data, yaitu data reduction, data display, and conclusion drawing/verification”. Langkah-langkah analisis adalah sebagai berikut:

a. Reduksi Data (data reduction)

Data yang diperoleh dari lapangan jumlahnya cukup banyak, untuk itu maka perlu dicatat secara teliti dan rinci. Seperti yang dikemukakan semakin lama peneliti di lapangan, maka jumlah data akan semakin banyak, kompleks, dan rumit. Untuk itu perlu segera dilakukan analisis data melalui reduksi data.53

Dalam tahap ini, dengan mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya. Selanjutnya dengan beberapa data yang telah direduksi secara terus-menerus sampai pada penulisan laporan yang berkaitan dengan pengelolaan Nuris Student Exchange Programme dalam meningkatkan kompetensi siswa di Madrasah Aliyah Unggulan Nurul Islam-Jember.

b. Penyajian Data (data display)

Setelah data direduksi, maka langkah selanjutnya adalah mendisplaykan data. Dalam penelitian kualitatif, penyajian data bisa

53Sugiyono, Metode, 92.

39

dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart dan sejenisnya.54

Dalam penelitian ini, peneliti akan mendisplaykan data dengan uraian, bagan, dan flowchart guna memudahkan untuk memahami data yang berkaitan dengan pengelolaan Nuris Student Exchange Programme dalam meningkatkan kompetensi siswa di Madrasah Aliyah Unggulan Nurul Islam-Jember.

c. Kesimpulan/verifikasi (conclusion drawing/verification)

Langkah ketiga dalam analisis data kualitatif menurut Miles and Huberman adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal, didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel.

Kesimpulan dalam penelitian kualitatif adalah merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu obyek yang sebelumnya masih remang-remang atau gelap sehingga setelah diteliti menjadi jelas, dapat berupa hubungan kausal atau interaktif, hipotesis atau teori.55

54 Ibid., 95.

55 Sugiyono, Metode, 99.

40

41

observasi atau menentukan subjek/objek penelitian untuk kemudian dijadikan sebagai judul penelitian. Setelah menentukan judul penelitian, judul penelitian diajukan kepada pihak fakultas. Apabila pihak fakultas menyetuji judul penelitian, dilanjutkan dengan membuat surat tugas bimbingan penelitian kepada dosen terkait. (2) Konsultasi proposal kepada dosen pembimbing penelitian dan melakukan kajian pustaka yang sesuai dengan judul. (3) Membuat surat ijin penelitian. Apabila peneliti selesai melakukan presentasi proposal yang menyatakan bahwa peneliti siap melakukan penelitian, maka peneliti membuat surat ijin penelitian yang ditujukan kepada Madrasah Aliyah Unggulan Nuris. (4) Menyiapkan bahan penelitian. Adapun beberapa bahan penelitian yang harus disiapkan oleh peneliti, seperti: alat tulis kantor, perekam suara, kamera, dan lain-lain.

2. Kedua pelaksanaan, dalam persiapan diperlukan (1) Memasuki lokasi penelitian, konsultasi dengan pihak subjek. (2) Pengumpulan data, pengumpulan data dengan beberapa teknik yaitu: wawancara, observasi, dan dokumentasi. (3) Melakukan analisis data, analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi.

3. Ketiga penyelesaian, dalam penyelesaian dikerjakan adalah penulisan hasil penelitian, dalam penelitian ini hasil penelitian ditulis dalam bentuk skripsi. Skripsi adalah sebuah karya ilmiah mahasiswa dari hasil penelitian

42

yang dilakukan dengan berbagai analisis keilmuan sesuai disiplin ilmu masing-masing.59

59 Tim Penyusun, Pedoman, 1.

1. Profil Madrasah Aliyah Unggulan Nurul Islam Jember

a. Nama : Madrasah Aliyah Unggulan Nurul Islam Jember

b. Alamat : Jl. Pangandaran No.48 kelurahan Antirogo kecamatan Sumbersari c. Jenjang Akreditasi : Terakreditasi “A”

d. Nama Kepala Madrasah : Ning Hj. Balqis Al Humairo, S.Pd.I e. Tahun didirikan/beroperasi : 2011

f. Kepemilikan tanah/

bangunan : Yayasan

2. Sejarah Singkat Berdirinya Madrasah Aliyah Unggulan Nurul Islam Jember

Setelah MTs “Unggulan” Nuris meluluskan angkatan pertamanya 2010/2011, maka diperlukan suatu lembaga untuk melanjutkan kurikulum unggulan yang dirancang oleh K.H. Muhyiddin Abdusshomad bersama putranya Gus Robith Qoshidi, Lc, lulusan Al-Azhar University Kairo-Mesir. Lembaga Madrasah Aliyah yang unggul dibidang kitab kuning dan maju dibidang sains, serta seluruh peserta didiknya menguasai argumentasi akidah dan amaliah Aswaja. Berangkat dari motivasi ini, maka dibentuklah Madrasah Aliyah “Unggulan” Nuris tahun 2011 di

43

44

bawah Yayasan Pondok Pesantren Nurul Islam Jember. Kepala madrasah pertama Dr. Hj. Hodaifah dan dilanjutkan oleh kepala madrasah kedua Ning Hj. Balqis al-Humairoh, S.Pd.I.

Konsep dari Madrasah Aliyah Unggulan Nuris adalah boarding school, seluruh siswa harus tinggal di asrama pondok pesantren. Untuk kurikulum keagamaan Madrasah Aliyah Unggulan Nuris digodok dalam MPKiS NURIS (Manajemen Pengembangan Kitab Kuning Santri). Di bidang nahwu mempelajari kitab Alfiyah, dibidang Fiqh mempelajari kitab Fathul Qorib, dibidang Ushul Fiqh mempelajari al-Waraqat karya Imam Haramain al-Juwaini, dibidang ulumul hadits mempelajari Mandlumah Baiquniyah dan dibidang aswaja mempelajari al-Hujjaj al-Qath’iyyah karya K.H. Muhyiddin Abdusshomad.

MPKiS NURIS juga bertugas untuk mengontrol perkembangan setiap peserta didik Madrasah Aliyah “Unggulan” Nuris agar semua peserta didik mampu membaca kitab kuning. Untuk mengasah kemampuan sains dibentuklah M-SAINS (Madrasah SAINS) Madrasah Aliyah “Unggulan” Nuris yang mengembangkan ilmu Biologi, Kimia, Fisika, Matematika dan Robotika. Pogram tahfidz al-Qur’an juga diselenggarakan di Madrasah Aliyah “Unggulan” Nuris. Maka dibentuklah MHQ (Madrasah Huffadzul Qur’an) dengan tujuan utama agar siswa-siswi lebih mencintai al-Qur’an dan bisa menghafal al-Qur’an. Lembaga MHQ membuka 2 program, intensif dan reguler. Di samping tujuan ukhrowiyah,

45

tahfidzul qur’an diperlukan untuk meraih beasiswa kuliah di Timur Tengah seperti al-Azhar Mesir dan Yaman.

Demi mengembangkan mutu Madrasah Aliyah maka diluncurkan program “Go International”. Program Madrasah Aliyah “Unggulan” Nuris Go International semakin berkembang ketika Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam-Jember (Gus Robith Qoshidi, Lc) berkunjung ke Thailand pada tanggal 19 Maret 2015 lalu, dan menandatangani (MoU) Memorandum of Understanding dengan beberapa lembaga pendidikan di Thailand. Yaitu menjalin kerjasama berupa pertukaran pelajar Indonesia dengan pelajar Thailand. Kerjasama itu terbukti sukses setelah 2 pelajar dari Thailand menjadi siswa Madrasah Aliyah Unggulan Nuris atas nama Zulfa Mani dan Asfandee Yamalae.

Program Go International ini dilanjutkan dengan memberangkatkan peserta NSEP (Nuris Student Exchange Programme) tanggal 11 Januari 2016 untuk melakukan pertukaran keilmuan dan kebudayaan di Thailand.

Beberapa prosedur harus diikuti oleh peserta didik yang berminat untuk mengikuti program ini, mulai dari micro teaching, penguatan bahasa asing (Bahasa Arab, Bahasa Inggris), pembentukan karakter istiqomah dalam ubudiyah, pemantapan keilmuan aswaja, pembekalan akhlaqul karimah dan budaya agar bisa cepat menyesuaikan diri di negeri Thailand.

Perkembangan program Go International ini mendesak Yayasan Nuris Jember untuk mendirikan suatu wadah baru yang khusus menangani hubungan lembaga Nuris dengan lembaga-lembaga di luar Negeri. Maka dibentuklah “Nuris International Office” yang dipimpin oleh Imam

46

Sainusi, S.Pd. Diharapkan dari lembaga ini semakin banyak lagi siswa-siswa Madrasah Aliyah Unggulan Nuris yang kuliah di luar negeri dan melakukan kegiatan Student Exchange (pertukaran pelajar) ke luar negeri.60

3. Visi dan Misi Madrasah Aliyah Unggulan Nurul Islam Jember

Madrasah Aliyah Unggulan Nurul Islam sebagai lembaga pendidikan memiliki visi dan misi sebagai berikut:

a. Visi Madrasah “Mencetak generasi berakhlaqul karimah,unggul dalam bidang agama dan berprestasi dalam bidang SAINS”.

b. Misi madrasah adalah sebagai berikut:

1) Membentuk siswa untuk senantiasa berakhlaqul karimah dalam setiap perilakunya.

2) Membekali siswa ilmu pengetahuan agama dan umum secara berkeseimbangan.

3) Mewujudkan pendidikan yang Islami dengan paham Ahlussunnah Wal Jama’ah.

4) Memperdalam pengetahuan siswa dalam pemahaman kitab kuning.

5) Meningkatkan mutu akademis siswa sehingga berprestasi dan berdaya saing secara global.

6) Meningkatkan mutu pembelajaran untuk mempersiapkan siswa agar diterima di perguruan tinggi bergengsi.61

60Dokumentasi Madrasah Aliyah Unggulan Nurul Islam.

61Dokumentasi Madrasah Aliyah Unggulan Nurul Islam.

47

4. Letak Geografis Madrasah Aliyah Unggulan Nurul Islam Jember Madrasah Aliyah Unggulan bertempat di jalan Pangandaran nomor 48 kelurahan Antirogo kecamatan Sumbersari kabupaten Jember. Adapun batas lokasinya adalah sebagai berikut:

a. Sebelah Barat:

1) Pemukiman warga 2) Sungai Bedadung b. Sebelah Timur:

1) Persawahan penduduk c. Sebelah Utara:

1) Jalan umum jurusan Pakusari 2) Pemukiman warga

d. Sebelah selatan:

1) Daerah persawahan penduduk.62

5. Data Rombongan KelasMadrasah Aliyah Unggulan Nurul Islam Jember

Tabel 4.1

Data Rombongan Kelas Madrasah Aliyah Unggulan

No Kelas Program Studi

1 X IPA

2 X IPA

3 X Pendidikan Keagamaan

62Dokumentasi Madrasah Aliyah Unggulan Nurul Islam.

48

4 X Pendidikan Keagamaan

5 XI IPA

6 XI IPA

7 XI Pendidikan Keagamaan

8 XI Pendidikan Keagamaan

9 XII IPA

10 XII Pendidikan Keagamaan

11 XII Pendidikan Keagamaan

Sumber Data: Dokumentasi Madrasah Aliyah Unggulan Nurul Islam-Jember.

49

1. Perencanaan Nuris Student Exchange Programme dalam meningkatkan kompetensi siswa di Madrasah Aliyah Unggulan Nurul Islam-Jember.

Perencanaan Nuris Student Exchange Programme adalah proses pengambilan keputusan melalui pemikiran rasional dalam usaha mewujudkan tercapainya tujuan program tersebut. Hasil dari pemikiran tersebut, diwujudkan dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang yang tersusun dalam dokumen. Dokumen tersebut kemudian dijadikan sebagai acuan dan pedoman dalam melaksanakan Nuris Student Exchange Programme.

Pelaksanaan Nuris Student Exchange Programme diikuti oleh siswa kelas XI SMA, SMK, dan MA Unggulan Nuris. Dalam penelitian ini yang menjadi fokus adalah siswa kelas XI Madrasah Aliyah Unggulan Nuris, siswa-siswa Madrasah Aliyah Unggulan Nuris lebih fokus pada bidang keagamaan dan ke-aswaja-an.

Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh peneliti, kegiatan Nuris Student Exchange Programme adalah kegiatan tahunan yang diikuti oleh siswa kelas IX dari lembaga MA/SMA/SMK. Peserta yang mengikuti adalah siswa yang sudah dinyatakan lulus oleh dewan pengurus Nuris Student Exchange Programme. 63

Perencanaan Nuris Student Exchange Programme di Madrasah Aliyah Unggulan Nuris, sebagaimana yang disampaikan oleh Ustad Imam

63 Observasi, Jember, 29 November 2017.

50

Sanusi selaku Direktur Ketua Nuris Student Exchange Programme sebagai berikut:

Nuris Student Exchange Programme merupakan program Internasional, sering kita dengar dengan sebutan NSEP. Program tersebut merupakan kegiatan yang dilakukan siswa SMA, SMK, dan MA Unggulan Nuris. Program tersebut merupakan kegiatan siswa dalam mensosialisasikan, menerapkan, dan mengamalkan ilmunya.

Sekaligus dengan tukar budaya (kebiasaan baik) dengan budaya Thailand, terutama budaya ummat Islam yang ada di Thailand.

Program ini direncanakan oleh pengasuh Pondok Pesantren Nuris sebagai kebutuhan lembaga agar siswa bisa berperan aktif ditengah-tengah masyarakat, ummat Islam, dan dunia. Kami mengirim santri ke luar negeri untuk syiar Islam khususnya di bidang akidah Aswaja. Bahwa Pondok Pesantren Nuris memiliki kemauan syiar Islam, lebih khususnya siswa Madrasah Aliyah. Karena memang siswa Madrasah Aliyah lebih fokus pada bidang keagamaan dan ke-aswaja-an.64

Pernyataan tersebut diperkuat dengan hasil wawancara dengan Ustad Faisal selaku Wakil Kepala Madrasah Aliyah Unggulan Nuris yang menyatakan bahwa:

Nuris Student Exchange Programme merupakan program yang direncanakan oleh pengasuh, dalam hal ini pengasuh menginginkan siswa dapat menyebarluaskan akidah aswaja ke level Internasional.

Meningkatkan pengetahuan wawasan santri agar tidak hanya di Indonesia, siswa memang harus melakukan pembelajaran di luar negeri. Mereka yang ikut Nuris Student Exchange Programme memang siswa-siswa pilihan yang lulus seleksi.65

Berdasarkan hasil wawancara tersebut, dapat dipahami bahwa Nuris Student Exchange Programme program baru yang memang sudah direncanakan oleh pengasuh untuk dijadikan wadah belajar, mengajar, dan mensosialisasikan ilmunya. Program Nuris Student Exchange Programme juga merupakan program unggulan di lembaga Nuris, karena

64 Imam Sanusi, Wawancara, Jember, 24 Maret 2018.

65 Faisal, Wawancara, Jember, 24 Maret 2018.

51

hanya siswa-siswa yang lulus seleksi yang dapat mengikuti program tersebut. Setiap tahunnya peserta Nuris Student Exchange Programme selalu berubah-ubah, tergantung berapa jumlah siswa yang lulus seleksi.

Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti, bahwasanya peserta Nuris Student Exchange Programme 2016 adalah 12 orang, Nuris Student Exchange Programme 2017 adalah 26 orang, Nuris Student Exchange Programme 2018 adalah 12 orang.66

Berikut gambar beberapa siswa yang sudah mengikuti Nuris Student Exchange Programme sejak tahun 2016-2018.

Gambar 4.1

Alumni Nuris Student Exchange Programme pertama kali angkatan 2016, 2017, dan 2018 (Thailand, Malaysia, Arab Saudi, dan Mesir)

Sebagai program unggulan Nuris Student Exchange Programme memiliki visi dan misi yang dijadikan kompas sebagai arah tujuan madrasah dan unit kerjanya akan dibawa dan bagaimana agar madrasah

66 Observasi, Jember, 04 Juli 2018.

52

dan unit kerjanya tetap eksis, konsisten, antisipatif, inovatif, dan produktif.

Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti, Nuris Student Exchange Programme memiliki visi, misi, dan tujuan yang sangat jelas.

Nuris Student Exchange Programme memiliki visi, misi, dan tujuan untuk mengamalkan ilmunya, serta belajar mengabdi kepada masyarakat.

Sebagai program unggulan, lembaga menginginkan peserta Nuris Student Exchange Programme dapat mengamalkan ilmunya sekaligus belajar dengan guru-guru yang hebat lainnya.67

Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan Ustad Imam Sanusi mengenai visi dan misi dari Nuris Student Exchange Programme sebagai berikut:

Nuris Student Exchange Programme memiliki visi dan misi sebagai berikut: Pertama, mengamalkan akidah/akhlak/budaya aswaja.

Kedua, menyebarkan ajaran dan akidah aswaja, dan Ketiga untuk mengamalkan keilmuan yang didapat di madrasah (Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, Al-Qur’an, dan Aswaja).68

Sebagaimana yang dipaparkan oleh Nuris Sabilatul Munfida selaku peserta Nuris Student Exchange Programme mengenai visi, misi dan tujuan program tersebut:

Seperti yang saya tahu untuk visi dan misi mengenai program Nuris Student Exchange Programme, program ini berangkat dari keinginan Gus Robith untuk meningkatkan pengetahuan santri dan dapat belajar di luar negeri, tapi yang menjadi point penting dari visi dan misi Nuris Student Exchange Programme adalah dakwah,

67 Observasi, Jember, 04 Juli 2018.

68 Imam Sanusi, Wawancara, Jember, 24 Maret 2018.

53

sedangkan untuk tujuannya adalah menyebarluaskan akidah aswaja.69

Ustad Zulfa Mani selaku pembina bahasa dan budaya Thailand menambahi mengenai visi, misi, dan Nuris Student Exchange Programme sebagai berikut:

Selama ini yang saya pahami mengenai visi dan misi dari Nuris Student Exchange Programme adalah silaturrahmi, karena dengan adanya Nuris Student Exchange Programme antara lembaga Nuris dan lembaga di Thailand dapat menjalin silaturrahmi dan membuahkan kerja sama yang baik. Hasil dari adanya kegiatan Nuris Student Exchange Programme adalah dengan diselenggarakannya Thailand Student Exchange Programme, yaitu sebuah program yang diikuti siswa dari Thailand untuk melakukan pembelajaran di Pondok Pesantren Nurul Islam-Jember selama kurang lebih lebih 3 minggu.70

Berdasarkan hasil wawancara di atas, Nuris Student Exchange Programme memiliki visi, misi, dan tujuan untuk dakwah dan silaturrahmi antar negara. Dalam hal ini lembaga telah memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menambah wawasan juga mengamalkan ilmunya, terutama dalam akidah Aswaja. Sebagai program unguulan yang juga memiliki visi dan misi silaturrahmi, program Nuris Student Exchange Programme sudah berhasil menjalin kerjasama dengan Thailand untuk turut mengantarkan siswa ke gerbang lembaga Nuris dalam bentuk program Thailand Student Exchange Programme.

Pernyataan tersebut juga diperkuat dengan hasil dokumentasi berupa dokumentasi misi Madrasah Aliyah Unggulan Nuris no.2,3, dan 5. Maka

69 Nuris Sabilatul Munfida, Wawancara, Jember, 01 Mei 2018.

70 Zulfa Mani, Wawancara, Jember,01 Mei 2018.

54

dari itu, Nuris Student Exchange Programme sudah sesuai dengan misi madrasah.

Gambar 4.2

Visi dan Misi Madrasah Aliyah Unggulan Nuris Jember

Selanjutnya mengenai rencana kerja Nuris Student Exchange Programme sebagimana hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti, bahwa program Nuris Student Exchange Programme telah melewati proses pendaftaran yang dibuka seminggu setelah proses sosialisasi program.

Dalam hal ini sosialisasi program dilakukan secara bergantian tiap kelas IX. Peserta yang ingin mengikuti Nuris Student Exchange Programme lebih disyaratkan untuk lulus dalam tes Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.

Adapun biaya program tergantung negara tujuan peserta Nuris Student Exchange Programme, untuk peserta Nuris Student Exchange Programme Thailand biaya program Rp. 8.000.000, untuk peserta Nuris Student Exchange Programme Malaysia biaya program Rp. 5.000.000, dan untuk Nuris Student Exchange Programme Mesir biaya program Rp.

35.000.000.

55

Untuk kerja sama di Thailand dengan Badan Alumni Thailand, Untuk di Malaysia kerja sama dengan Mufti Kuala Lumpur, dan untuk Singapura kerja sama dengan Imam Masjid Kedutaan Besar Indonesia di Singapura. Alhamdulillah kemaren tahun 2017 bisa melebarkan lokasi Nuris Student Exchange Programme ke Mesir dengan kerja sama dengan Kedutaan Besar Indonesia di Kairo.71

Sebagaimana dikatakan oleh Ustad Imam Sanusi mengenai rencana kerja dari Nuris Student Exchange Programme sebagai berikut:

Rencana kerja berawal dari pra-pemberangkatan, jadi lembaga sudah memiliki sasaran untuk dijadikan peserta Nuris Student Exchange Programme, yaitu mereka siswa yang sudah lulus seleksi dan mengikuti pembinaan selama kurang lebih ¾ bulan sebelum berangkat. Untuk menginformasikan pada siswa tentang program ini, kami mensosialisaikan program kepada siswa kelas XI, kemudian seminggu setelah itu kami membuka pendaftaran. Selanjutnya Nuris Student Exchange Programme dilakukan selama 30 hari, karena jika melebihi 30 hari diharuskan membuat visa. Sedangkan di Singapura peserta Nuris Student Exchange Programme melakukan kunjungan ke Kedutaan Besar Indonesia di Singapura.72

Sebagaimana yang dikatakan Nuris Sabilatul Munfida mengenai rencana kerja Nuris Student Exchange Programme sebagai berikut:

Untuk rencana kerja yang sudah kami rencanakan, biasanya kami mempersiapkan tempat, waktu pemberangkatan, waktu pembinaan dan persiapan administrasi peserta. Kami menyiapkan tempat, karena setiap tahun lembaga yang kami tempati selalu berubah khususnya di Thailand, sedangkan waktu pemberangkatan kami persiapkan untuk meminimalisir keterlambatan sampai di tempat tujuan.73

71 Observasi, Jember, 03 Juli 2018.

72 Imam Sanusi, Wawancara, Jember, 24 Maret 2018.

73 Nuris Sabilatul Munfida, Wawancara, Jember, 01 Mei 2018.

56

Selaku salah satu pembina Nuris Student Exchange Programme, Ustad Zulfa Mani menjelaskan rencana kerja program tersebut ialah sebagai berikut:

Rencana kerja yang kami siapkan untuk peserta Nuris Student Exchange Programme adalah menyiapkan peserta agar siap untuk melakukan pembelajaran di luar negeri yaitu dengan pembinaan.

Pembinaan dilakukan sebelum pemberangkatan muali dari ¾ bulan sebelum pemberangkatan, agar peserta benar-benar siap.74

Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa rencana program Nuris Student Exchange Programme dipersipakan mulai dari pra pemberangkatan. Mulai dari proses sosialisasi, pendaftaran, penempatan, dan pembinaan peserta Nuris Student Exchange Programme.

2. Pelaksanaan Nuris Student Exchange Programme dalam meningkatkan kompetensi siswa di Madrasah Aliyah Unggulan Nurul Islam-Jember.

Berdasarkan beberapa teori yang dijelaskan sebelumnya, pelaksanaan Madrasah Aliyah Unggulan Nuris hampir sama dengan program pada umumnya. Sebagaiaman program yang lainnya, Nuris Student Exchange Programme juga membutuhkan sebuah pedoman pelaksanaan program, adapun penjelasannya sebagai berikut:

Ustad Imam Sanusi menjelaskan mengenai pedoman pelaksanaan Nuris Student Exchange Programme sebagai berikut:

Pelaksanaan Nuris Student Exchange Programme kami ikut kurikulum madrasah, biasanya kami berangkat pada awal tahun (Januari/Februari). Karena pada bulan-bulan tersebut kegiatan untuk

74 Zulfa Mani, Wawancara, Jember, 01 Mei 2018.

57

kelas XI masih belum banyak, apalagi sekolah disibukkan dengan ujian-ujian kelas XII. Jadi, peserta Nuris Student Exchange Programme bisa mengejar ketinggalan pelajaran.75

Hal tersebut diperkuat dengan argumen Ustad Faisal selaku Wakil Kepala Madrasah sebagai berikut:

Pedoman untuk Nuris Student Exchange Programme mengikuti kurikulum di madrasah, melihat kalender akademik madrasah.76 Sebagaimana penjelasan di atas Nuris Sabilatul Munfida menambahkan pendapatnya mengenai pedoman Nuris Student Exchange Programme sebagai berikut:

Untuk pedoman Nuris Student Exchange Programme tidak tertulis, karena kegiatan ini selalu fleksibel. Karena untuk tempat yang ditempati peserta Nuris Student Exchange Programme selalu berubah, karena untuk tempat/lembaga tujuan sesuai dengan kesepakatan dan kebutuhan lembaga yang akan kita tempati. Kami biasanya menyetor jumlah peserta dan bakat yang dimiliki peserta, kemudian dari masing-masing pihak yang menetukan lokasi peserta Nuris Student Exchange Programme di negara tujuan.77

Berdasarkan wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa pedoman Nuris Student Exchange Programme mengikuti kurikulum madrasah.

Jadi pelaksanaan Nuris Student Exchange Programme mengikuti kalender madrasah juga, waktu pelaksanaannya juga memilih waktu yang sedikit kegiatan belajar mengajar untuk siswa kelas IX. Selanjutnya pedoman tidak tertulis juga termasuk dalam bagian program Nuris Student Exchange Programme, karena setiap tahunnya lokasi yang dituju berubah-ubah meskipun dalam satu negara.

75Imam Sanusi, Wawancara, Jember, 24 Maret 2018.

76 Faisal, Wawancara, Jember, 24 Maret 2018.

77 Nuris Sabilatul Munfida, Wawancara, Jember, 19 April 2018.

58

Selanjutnya, struktur organisasi Nuris Student Exchange Programme yang berisi tentang sistem penyelenggaraan dan administrasi yang diuraikan secara jelas dan trasnparan. Menurut penjelasan Ustad Imam Sanusi menyebutkan struktur organisasi Nuris Student Exchange Programme sebagai berikut:

Struktur organisasi Nuris Student Exchange Programme, Gus Robith Qoshidi, Lc sebagai Penasehat, dan Ning Lailatul Happy Dian,S.Pd. sebagai Pembina. Selanjutnya saya sendiri Imam Sanusi, S.Pd. sebagai Direktur Ketua Nuris Student Exchange Programme, dan Nuris Sabilatul Munfida juga alumni Nuris Student Exchange Programme 2016 sekaligus menjadi Sekretaris dan Bendahara Nuris Student Exchange Programme, selanjutnya Untung Rahmatullah, S.T sebagai Koordinator. Adapun Nuris Student Exchange Programme ini didukung oleh Humas Nuris selaku Pembantu Umum.78

Hal tersebut diperkuat dengan penjelasan Nuris Sabilatul Munfida mengenai struktur organisasi Nuris Student Exchange Programme sebagai berikut:

Untuk struktur organisasi Ustad Imam Sanusi sebagai Ketua, dan untuk anggotanya masih saya sendiri. Saya anggota pengurus Sekretaris dan Bendahara, dan Untung Rahmatullah selaku koordinator. Humas Nuris juga membantu dalam kegiatan program ini, terutama dalam persiapan administrasi peserta Nuris Student Exchange Programme.79

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti, bahwasanya Nuris Student Exchange Programme merupakan program tahunan di Madrasah Aliyah Unggulan Nuris. Kegiatan tersebut dilakukan pada tahun ajaran baru, dan diikuti oleh peserta didik kelas XI (mereka yang sudah melakukan pendaftaran dan dikatakan lulus seleksi). Dalam

78Imam Sanusi, Wawancara, Jember, 24 Maret 2018.

79 Nuris Sabilatul Munfida, Wawancara, Jember, 01 Mei 2018.

Dokumen terkait