PERTANYAAN UMUM:
7. Sudah berapa lama anda menggunakan cadar? Kira – kira uda 4 tahun lah dari kelas 3 SMA
8. Apakah ada diantara anggota keluarga, sanak saudara dan teman anda yang sudah menggunakan cadar sebelum anda?
Belum ada, dona yang pertama.
9. Apa persepsi anda tentang orang yang tidak menggunakan cadar setelah anda bercadar?
Itu bermacam – macam, kalok misalnya permpuan itu wajahnya biasa – biasa aj oh ini berarti ini biasa aja tapi kalok melihat orang ini cantik ana ngerasa sedih karna itu nantikan dipertanggungjawabkan di akhirat.
10. Apakah keluarga, sanak saudara dan teman anda memberikan dukungan dan komentar yang positif atau tidak terhadap penampilan anda yang sekarang?
ya ana dapet dukungan dari ibu dan ayah ana, pertamanya ana pesimis tapi karna dapet dukungan dari orang tua ana yakin ana bisa alhamdulillah.
11. TENTANG PROSES KOMUNIKASI INTRAPERSONAL
a. Kapan pertama kali anda merasa tertarik untuk mengetahui informasi atau pengetahuan tentang cadar?
Kelas 1 SMA, waktu ngeliat temen pake cadar ada rasa iri gitu, kok bisa gitu ana kok enggak bisa terakhir baru kelas 3 SMA baru ana yakin untuk pake cadar.
b. Dari mana anda pertama kali mendapatkan pengetahuan tentang cadar? Ketika masuk SMA langsung dapet pelajaran tentang cadar.
c. Apa yang membuat anda merasa tertarik dengan informasi tentang cadar? Ana ngerasa orang – orang yang pake cadar itu pasti dilindungi sama Allah gitu ama hal – hal dari gangguan laki – laki itu kan ada jaminannya. Takjub gitu dengan agama ini karna agama ini bener – bener melindungi wanita.
d. Sebelum anda menggunakan cadar, apakah persepsi dan makna cadar bagi anda?
Ana ngerasa orang yang bercadar itu aneh gitu karna tertutup semua gitu.
e. Bagaimana anda meyakinkan diri anda dan membentuk kesadaran diri bahwa informasi cadar tersebut merupakan suatu hal yang penting bagi diri anda dan memiliki pengaruh dalam diri sehingga anda memutuskan menggunakannya?
Gini ya, pertamanya ana membaca informasi, baca buku sampe ana tersentuh sama satu nasehat kalok kamu menunda – nunda apakah kamu tau hidup kamu akan panjang, kalok gak sekarang kapan kamu akan memakainya dari situlah ana yakin gitu untuk make cadar. Ana berfikir dulu apa resiko yang akan ana ambil kedepannya, apa dampak nya tapi apa pun yang terjadi aku harus siap gitu aja.
f. Apa yang membuat anda merasa sulit atau mudah dalam mengambil keputusan menggunakan cadar?
Kalok sulitnya itu, takut gitu kalok nanti gak bisa mempertahankannya, yang buat mudah karna keyakinan tadilah.
g. Bagaimana anda meyakinkan diri anda tentang konsekuensi yang akan anda peroleh dengan keputusan yang anda buat?
Ana meyakinkannya dengan ngerasa kalok kita menolong agama allah, allah akan menolong kita, juga dengan cara berfikir, merenung apakah aku betul ngambil keputusan ini atau gimana, trus mintak – mintak nasihat dari orang lain.
h. Apakah ketika anda melakukan komunikasi intrapersonal seperti merenung dan bermeditasi terjadi kontradiksi antara pikiran dan hati anda mengenai hal ini?
Ada, itulah ngerasa takut, aku bisa enggaknya, trus mikir bisa enggak ya nerima tanggapan orang, sanggup apa enggak nanti makenya untuk bertahan.
i. Bagaimana anda mengatasi kontradiksi tersebut?
Yang pertamanya pasti doa sama allah, sholat, semoga apa yang dipikirkan yang negatif – negatif itu gak terjadi.
j. Dalam kontradiksi tersebut mana yang paling mendominasi diri anda, hati nurani atau logika?
Hati nurani
k. Apa yang anda pikirkan dan rasakan pertama kali anda menggunakan cadar? Seneng, karna apa yang diimpikan alhamdulillah bisa terjadi
l. Apa saja yang anda bicarakan dengan diri anda setelah anda memutuskan untuk menggunakan cadar?
Yang ana renungi, ya nanti selama ana pake cadar sifat ana bisa lebih baik lagi, harus kayak gini harus kayak gitu, gitu juga sama tujuan hidup ana karna ana kan pingin jadi dai’ah.
m. Apakah anda sering berimajinasi kreatif dalam merancang tujuan hidup atau konsep diri anda yang baru?
Jika ya, apa yang pertama kali anda khayalkan dalam merancang tujuan hidup dan konsep diri anda?
Kalok untuk berkhayal enggak, tapi lebih berfikir untuk kedepannya, ana memikirkan kek mana kedepannya bisa lebih baik, bisa lebih dekat sama allah .
12. TENTANG KONSEP DIRI
Karna cadar itu bisa jadi penjaga buat kita, dijauhi dari fitnah laki – laki, salah satu faktor untuk lebih dekat sama allah.
b. Apakah penampilan anda yang baru ini mempengaruhi cita-cita anda sebelum bercadar?
Enggak, karna dari dulu ana pengen jadi guru
c. Bagaimana anda menanggapi setiap orang yang memberikan tanggapan negatif tentang penampilan anda?
Ana diem aja karna ana orangnya malas berdebat, ana lebih suka ana kasih buku, ana kasih liat mereka, karna nanti kalok bedebat sama mereka bisa buat emosi.
d. Apa perasaan anda terhadap persepsi negatif tersebut? Ya sedih juga lah
e. Apakah anda sering menegur sapa terhadap seseorang yang anda temui di jalan?
Kadang senyum sama mereka, lumayan sering lah
f. Dengan penampilan yang sekarang, apakah anda jauh lebih mengenal, memahami dan menyukai diri anda yang sekarang dibandingkan yang dulu?
Iya, karna ana tu tau ana seorang perempuan, perempuan itu harus kek gini kek gini, selama ana sudah bercadar, ana dapet banyak informasi jadi ana ngerasa lebih cerah aja, karna dulu ana gak tau apa – apa sebelum masuk mahat itu rasanya masih ketawa-ketiwi tapi kalok sekarang lebih memberikan kebahagiaan. Beda sikap, ibadah ana yang dulu sama ana yang sekarang. Cadar lebih mempengaruhi sikap tapi kalok kepribadian berubah lebih sabar.
g. Bagaimana anda menilai diri dan memposisikan diri anda diantara keluarga, teman dan masyarakat yang berbeda penampilan dengan anda?
Kalok dalam keluarga, ana tu memposisikan diri sebagai kakak yang memberikan contoh yang baik sama adek – adek, kalok sama masyarakat harus bisa memberikan pengaruh yang baik.
h. Perubahan apa yang anda rasakan dengan penampilan anda yang sekarang? Lebih semangat, lebih suka bergaul tanpa memandang fisik, dalam minta nasihat pun ana gak pandang siapa yang ngasih selagi nasihatnya baik. i. Apakah anda merasa percaya diri dengan penampilan anda sekarang?
Iya alhamdulillah, percaya dirinya tu dalam mengambil keputusan.
j. Apakah anda merupakan individu yang mampu menjaga dan mengontrol diri dan emosi anda?
Itu tergantung suasana hati juga, kalok hatinya lagi fresh ya gak terlalu, kalok misalnya ada masalah gitu ana lebih suka nulis diary gitu, karna pas ana nulis diary ana juga bicara sama diri ana sendiri jadi terkadang ana punya jawaban punya solusi atas masalah ana sendiri.
k. Apakah anda individu yang memiliki potensi dan ambisi yang besar?
Iya, ambisi yang besar itu nanti ana maunya bisa jadi dai’ah yang besar gitu. Kalok potensi ana itu karna ana punya ambisi dai’ah itu tadi ana punya potensi berdakwah gitu, sering ikut perlombaan ana sering dapet juara. l. Seberapa besar peran keluarga, teman dan masyarakat dalam mempengaruhi
pertimbangan anda ketika mengambil keputusan menggunakan cadar? Mungkin ya 80% lah dari keluarga
m. Menurut anda dengan penampilan yang sekarang, apakah anda lebih terbuka, tertutup atau biasa saja terhadap orang lain yang ingin berbicara dan mengenal anda ?
Biasa ajah, mungkin kalok terbuka ya tengok – tengok dulu la orangnya tapi kalok misalnya terbukanya dari sisi yang biasa-biasa ajah ya terbuka kalok yang sedikit pribadi gak terlalu, tengok hal – halnya juga.
n. Siapakah yang paling berpengaruh dalam pembentukan konsep diri anda yang baru?
Orang tua dan temen, mereka selalu memberikan motivasi untuk ana selalu bertahan , berjuang.
o. Apakah anda bertindak sesuai dengan apa yang anda inginkan atau orang lain harapkan?
Tergantung, ana denger dulu, apa yang orang itu bilang itu benar trus dona introspeksi lagi ya ana ikutin tapi kalok gak betul ya kita coba untuk yang terbaik aj untuk diri kita.
p. Seberapa besar anda menjaga konsistensi diri yang anda inginkan? Ya insya allah, 99%
q. Seberapa besar penampilan anda mempengaruhi konsep diri anda? Mungkin 95%
r. Apakah penampilan anda mempengaruhi potensi dan aktualisasi diri anda? Iya, karna dengan bercadar ana harus lebih menuntut ilmu karna masyarakatkan melihat dari penampilan berarti ana harus lebih memiliki potensi mengenai agama itu tadi, kalok untuk aktualisasi diri di masyarakat ya mungkin dulu lebih bebas tapi kalok untuk di sekolah sekarang, ya lebih besar disekolah.
s. Seberapa sering anda memikirkan pendapat orang lain tentang diri anda? Iya sering dona pikirkan, tapi nanti dona ceritakan sama orang tua minta nasehatnya gimana untuk introspeksi diri ajah.
13. TENTANG SELF DISCLOSURE
a. Kepada siapa anda paling sering mengungkapkan diri anda?
Sama ibu, ana kalok punya masalah apapun ana selalu cerita sama orang tua, sama ibu ana. Karna ibu tau anaknya gimana, ibu selalu memberikan nasihat yang pas gitu sama dona.
Gak sering kali sih, karna kan memang lebih banyak tinggal di asrama, di pondok, gak terlalu sering juga, disini pun ana juga jarang keluar asrama. c. Apakah setiap yang anda rasakan tentang pikiran dan hati akan anda ceritakan
kepada keluarga atau teman anda?
Enggak juga sih, tergantung masalahnya, terkadang gak semua ana ceritakan kadang ana lebih simpan sendiri lebih berdoa sama Allah aja. d. Seberapa besar anda mengungkapkan dan membagi informasi tentang diri
anda dengan orang lain?
40% lah mungkin, karna pilih-pilih juga, tapi kalok sama temen deket sekitar 60% lah.
e. Apa alasan anda mengungkapkan pemikiran-pemikiran tentang diri anda terhadap orang lain?
Cuman untuk berbagi aja sih, karna kan ilmu itu bukan hanya untuk diri kita sendiri
14. TENTANG HAMBATAN
a. Apakah terdapat hambatan untuk mencapai tujuan hidup dengan penampilan anda yang sekarang?
Alhamdulillah enggak, lancar – lancar aja.
b. Apakah anda selama ini mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dengan keluarga, teman dan masyarakat?
Mungkin hambatannya itu dari segi berdakwah sama para pemuda aja, komunikasi sama yang bukan mahramnya.
c. Apakah sejauh ini anda merasa kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan keluarga, teman dan masyarakat dengan penampilan anda yang sekarang? Dalam hal apa saja?
d. Menurut anda dari mana hambatan terbesar yang anda rasakan?
Dari masyarakat, karna mereka banyak yang belum paham sama penampilan ana.
e. Seberapa besar hambatan tersebut mempengaruhi anda? Enggak terlalu besar, karna gak terlalu ana pikirkan kali