• Tidak ada hasil yang ditemukan

sudah terbiasa membaca hafatan”. Perkataan ini

•bernada memperlihatkan kurang setujunya dengan yang kita galakkan. Belajar Al Qur-an dengan sampai hafal betul dan hafal semua dan tekun mendarus walaupun tidak atau belum mengerti artinya adalah memang supaya begitu kita beragama. Muballigh macam apa kok bodohnya tidak tahu pe.ngalaman mengaji Al Qur-an dan uraiannya, tidak ada yang berani membicarakan kalau tidak kita. Mari kita uraikan sampai hilang kebodohannya dan tahu faedah dan pentingnya masalah ini. • :

Pandai dan tekun membaca Al Qur:an apalagi sampai hafal atau dengan hafalan walaupun belum faham arti yang dibacanya, pada hakekatnya sudah mengamalkan Al Qur-an menurut kadarnya masing-masing. .Sebaliknya orang yang ngomong- nya Al Qur-an dipelajari artinya dan diamalkan, bagaimana orang ini mengamalkan, membaca saja tidak bisa'atau banyak salah dan jeleknya, apalagi

j*

t . 1

i 04 Petuniuk Mengaii dan Mengajar AI Qur-an

kapan pernah tekun mendarus? Tidak pernah • tekun ber’ibadafv kok katanya mengamalkan Al Qur-an bagaimana bisa?

Lagi pula apa bisa Al Qur-an difaham secara lawaran dan sekaligus ketika mengaji? Adalah sangat sedikit- dan tidak mungkin berhasil yang semestinya. Beda dengan sebaliknya-, kalau mau mengaji membaca sampai pandai, jangan khawatir, Alloh telah menanggung akan memberi kefahaman. Jadi jelas orang yang tekun mengaji walaupun kelihatannya belum faham artinya, ini justru orang yang betul-betul mengamalkan Al Qur¬

an dan sudah cukup diberi ilmu kefahaman dan ketekunan oleh Alloh dan nantinya akan berkembang terus ilmunya, wawasannya dan banyak berkahnya. Orang sekarang hendaknya jangan buta dengan berkah dan barokah yang tak

bisa dilihat oleh mata kepala. Firman Alloh :

4$ \ 3, Jl

r‘

Artinya : Lalu sungguh menjadi tanggunganKu, penjelasannya (Qur-an yang dibaca).

Tentu saja dan hendaknya orang yang mengaji Al Qur-an tidaklah mencukupkan itu saja, bahkan mesti menambah belajar ilmu-ilmu lain demi sempurnanya. Ini memang kaitannya dengan

Petuniuk Mengaji dan Menaaiar Al Qur-an ■ ' 105

tanggungan Alloh akan memberi kefahaman kepada yang mau tekun mehgaji Al Qur-an Berapa saja keuntungan pekerjaan. ini kalau diuraikan. Berbeda jauh panggang, api dengan yang maunya potong kompas hanya memaham artinya yang tidak ada atau sedikit sekali kiprah dan ketekunan ber’ibadahnya. Dan kepada siapa saja yang mengajinya Al Qur-an baru

sedikit

inginnya menjadi orang pandai, tanpa tahu diri atas kekurangannya, mengertilah hendaknya.

Atau banyak orang yang ingin belajar Al Qur-an dengan sungguh-sungguh tapi hanya mencukup- kan dengan alat canggih zaman sekarang seperti dengan kaset rekaman, hanya seberapa hasilnya dan hanya seberapa perkembangan kelanjutannya kalau apa-apa di bidang agama inginnya dipotong kompas atau cepat-cepatan. Berbeda dengan orang-orang yang belajarnya Al Qur-an sampai betul-betul pandai, belajarnya ilmu-ilmu lain akan mudah berlipat ganda dan lebih cerah hasilnya.

Bukan saya hanya omong kosong tetapi saya sendiri merasakan gemilangnya belajar ilmu-ilmu lain setelah Al Qur-an bisa saya kuasai.

Keuntungan perlu dimengerti bukan untuk dibanggakan tapi justru untuk disyukuri, Bagaimana akan bisa bersyukur seseorang yang

106 Petuniuk Menaaii dan MenaaiarAI Qur-an

tidak tahu keni’matan? Diantara keuntungannya adalah sbb.: . .

v , , ft

1. Siswa MMQ yang lulus.dari tingkat pertama sudah pandai membaca Al Qur-an surat-surat penting yang banyak sekali dengan bagus bertajwid dan tartil dengan hafal sebagian banyak dan sanggup menguraikan ilmu bacaan Al Qur-an yang semua ini tidak dibisai oleh selain siswa MMQ pada umumnya.

2. Siswa MMQ yang lulus dari tingkat Tsanawi, di¬

samping tadi juga telah mampu tinggal .landas akan bisa menjelajahi 30 juz dengan tidak ada hambatan dan telah terdidik tekun mendarus dan rajin ber'ibadah terutama bangun dan berjama'ah Subuh awal. Mampu berkelanjutan bisa menjadi guru Al Qur-an yang tidak kepalang tanggung.

J • *

3. Siswa MMQ yang sedang meni'mati hidangan segarnya 30 juz, disamping tadi, juga sudah rajin pasti bangun jauh sebelum Subuh bertahajjud dan tekun mendarus sampai siang dengan tambah ilmu dan wawasan yang sangat memberkahi hidupnya, alangkah untungnya. • 4. Siswa MMQ yang lulus 30 juz disamping tadi

semua, juga mampu menjadi Ustadz andalan dan pengursus ilmu tajwid dengan segala seluk-

* * A

*

* -Petuniuk Menaaii dan Menoaiar Al Qur-an ; 107

beluknya bacaan At Qur-an. Dan mampu berkelanjutan menjadi penghafal At Qur-an yang militant, semoga.

»

5. Keistimewaan Ustadz-ustadz MMQ yang tidak bisa dimiliki guru lain adalah dengan otomatis dan canggih mereka langsung faham ilmu tajwid dan mampu menjadi Ustadz andalan tanpa belajar dan ditatar terlebih dahulu. Dan alangkah untungnya dan berjasanya menjadi Ustadz MMQ yang mampu mencetak generasi Qur-aniy idaman setiap Muslim yang sulit dicapai.

6. Siswa MMQ yang hafal 30 juz disamping di atas semua,' juga ... . (titik-titik) banyak sekali anugerah Tuhan yang tidak boleh dibanggakan kepada orang lain bahkan wajib disyukuri.

7. Siswa MMQ yang hafal 30 juz maher waqof washol disamping di atas semua, juga....( titik- titik sulit dibayangkan tidak usah diuraikan,

untuk Alloh saja).

Di atas semua itu, masing-masing dicapai dengan relatif waktu yang cepat, semoga kita masing- masing pandai bersyukur, itu semua adalah :

Petuniuk Menaaii dan Mennaiar AI Qur-an

108

Artinya : "Itulah anugerah (bonus agung) dari Alloh. Alloh memberikan karunia (bonus agung) kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Dan- Alloh itu mempunyai anugerah yang agung".

/

Selalu minta kepada Alloh dan berusahalah agar diberi, Firman Alloh :

* Alangkah ni’matnya dan banyaknya keuntungan kita yang orang lain tidak tahu dan tidak

merasakan kelezatan-kelezatan abadi yang kita

■ rasakan.

—0O0—

KHATAMAN dan menerima ijazah

Khataman Al Qur-an baik dilaksanakan beberapa kali menurut kemampuan, khususi dengan gurunya, di MMQ, di rumah, di mana dan kapan saja, untuk tasyakkuran dan dengan harapan semoga banyak memberkahi dan bisa meningkat .lagi Qur-annya, dll. ;

Setelah khatam berkewajiban mengamalkan ilmunya, mengajar, tetap tekun mendarus, menyicil menghafalkan jika memungkinkan, dst.

Setiap Jum’at ba’dal ‘Ashr untuk khotimin bin nazhor, baik lama maupun baru hendaknya mengadakan kumpulan mudaarosah per ayat ganti. Ini bisa menjadi forum ta'aaruf silatur rahim dan peningkatan tetap tekun dengan Al Qur-an dan pendorong menghafalkan. Dlsb.

Jika ilmu pandai membaca Al Qur-an ini bisa dengan hafal maka orangnya bisa' kemasukan mu'jizat Nabi yang paling agung yang bisa dirasakan oleh sernua Ummatnya yang mau berusaha.

Sabda Nabi Muhammad Saw :

> X O

f 0 S' 0'°' ' O' ' ' o 'O - • < i 0 - tl

\

* .A

4j\ j+s* a s^jyjr

$

Ji ^

110 Petuniuk Menaaii dan Menqafar Al Qur-an

Artinya : "Siapa orangnya hafal Qur-an maka dia benar-benar telah memasukkan derajat kenabian di antara dua belah dadanya, hanya saja dia tidak menerima wahyu secara langsung".

Syarat khataman MMQ dan menerima iiazah Siswa bin nazhor yang bisa ikut khataman hanya yang sudah khatam dengan baik dan telah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan seperti nanti di belakang.

Untuk yang bil ghoib, MMQ sengaja lebih memperberat syarat-syaratnya walaupun bisanya dicapai sampai lama tak mengapa, sampai nanti di akherat akan berhasil menurut keterangan hadits shohih asal selalu berusaha sampai mati. Diantara syaratnya :■ , :

1. Khatami semua 30 juz khusus dengan Al Ustadz. . . , - : . -

4 1 t ‘ • - . * • ,

2. Semua hafalannya 30 juz mampu disaksikan /disimak orang banyak dan dianggap lulus oleh

Al Ustadz. ' / V

3. - Bacaannya, tajwid * tartilnya, waqof washol ibtidaknya semua bisa dianggap cukup mampu menguasai oleh Al Ustadz.

4. Ketekunan, kesungguhan dan akhlaqnya juga sangat menentukan.

Petuniuk Menaaii dan Meng^i^r Al Qur-an

Dokumen terkait